DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Tugas Untuk Zen Yan Dan Ketiga Tetua Sakte


__ADS_3

"Lalu bagiamana dengan mereka berlima .?" tanya Ling Ling Lagi , sambil menikmati elusan lembut dari tangan pria yang di cintai nya itu


"untuk mereka Gege yakin tidak akan membutuhkan waktu lama untuk menguasai kedua kitab itu , karena Gege membuat kedua kitab itu dengan penjelasan yang se mudah mungkin agar mereka bisa dengan cepat menguasai nya " Untuk kalima saudara saudari nya itu Lin Feng sangat yakin jika mereka bisa menguasai kedua kitab itu dengan cepat karena semua penjelasan yang terdapat di kedua kitab itu Lin Feng buat dengan sangat mudah untuk di mengerti , apalagi mereka berlima merupakan jenius muda di alam ini tentu seharusnya tidak akan ada masalah yang berarti bagi mereka


menjelang malam barulah kedua nya kembali ke istana untuk beristirahat , tapi Hanya Ling Ling saja yang istirahat sementara untuk Lin Feng ia keluar dari dunia jiwanya untuk membahas sesuatu dengan Zen Yan dan para tetua sakte


Saat keluar dari dunia jiwa , di dunia luar saat ini hanya berlalu beberapa detik saja , Karena memang perbedaan waktu yang Lin Feng atur cukup jauh ,


Kemudian Lin Feng langsung melepaskan kesadaran nya hingga memenuhi seluruh kawasan sakte , dan melihat murid murid di lapangan saat ini masih saja belum beranjak dari posisi mereka dari awal , sementara untuk Zen Yan dan yang lainnya kini berada tak jauh dari posisi para murid , karena saat ini mereka mengawasi para murid setelah sebelumnya keluar dari aula utama sakte atas permintaan Lin Feng


"Paman , tolong ajak para tetua untuk kembali ke dalam karena aku memiliki hal yang harus di bahas saat ini dengan paman dan yang lainnya ," Terdengar suara Lin Feng di kepala Zen Yan , yang saat ini tengah memantau para murid bersama yang lainnya


"Ada patriak.?" tanya tetua pertama setelah melihat Zen Yan sedikit terkejut sebelumnya


"Ayo masuk , Feng'er meminta kita untuk kembali ke dalam karena ada hal yang ini ia sampaikan pada kita " mendapati pertanyaan itu Zen Yan langusng mengajak mereka bertujuh kembali ke dalam ,


tanpa bertanya lagi mereka bertujuh langusng masuk ke dalam , meninggal kan Zen Yan dan Istrinya yang memang meminta mereka untuk masuk terlebih dahulu karena ada yang ingin ia bicarakan dengan sang istri


"Ada apa Gege.?" tanya sang istri


"tidak ada , Gege hanya ingin kamu kembali ke klan karena Gege Memiliki firasat jika apa yang akan di bahas oleh feng'er berhubungan dengan informasi yang di dapat dari penghianat sebelum nya , jadi Gege ingin kamu pulang ke klan dan beristirahat di sana bersama yang lainnya , karena kamu tau sendirikan feng'er dan yang lainnya ingin kamu tidak ikut campur dalam masalah ini dan meminta kamu untuk beristirahat " Zen Yan menatap istrinya dengan tatapan lembut memberi pengertian , karena ia juga setuju dengan apa yang di sampaikan oleh Lin Feng sebelum nya untuk tidak melibatkan sang istri dalam masalah ini


"Baiklah , aku juga sudah setuju sebelum nya pada Feng'er , jadi aku akan langsung pulang setelah ini " melihat tatapan lembut sang suami , ia hanya tersenyum dan menyetujui itu tanpa membantah nya , karena ini demi kebaikan nya sendiri dan juga anak anaknya menginginkan dirinya tidak ikut campur dalam Masalah ini ,


"Bagus , kamu tunggulah sebentar karena aku akan menghubungi saudara kedua untuk menjemput mu kembali ke klan " setelah mengatakan itu Zen Yan , mengeluarkan batu komunikasi satu cincin penyinapanan nya , dan menghubungi Zen Fan untuk menjemput istrinya di sakte


"Sudah, kamu tinggal menunggu saudara kedua tiba setelah itu kalian langusng pulang karena aku harus segera masuk ke dalam takut Feng'er dan yang lainnya menunggu " Zen Yan mengecup kening sang istri kemudian memeluk nya sebentar setelah itu berbalik meninggal kan sang istri di Sana dengan kondisi pipinya nampak memerah karena malu , takut ada yang melihat apa yang di lakukan oleh suaminya tadi ,

__ADS_1


Di aula utama,


Nampak Lin Feng tengah tersenyum di balik topeng nya , karena ia tidak sengaja melihat dan mendengar percakapan dari paman dan bibinya karena kesadaran nya masih belum ia tarik sbelumnya , apa yang di lakukan Zen Yan pada bibinya ia juga melihat nya , itulah yang membuat dirinya tersenyum sebelum nya


"Apakah paman sudah selsai.?" tanya Lin Feng mengentikan langkah Zen Yan yang hampir melewati posisi duduk lin Feng yang berada di samping nya


Zen Yan yang mendengar pertanyaan itu langsung tersenyum kecut , karena ia bisa menebak jika apa yang terjadi di luar sbelumnya di ketahui oleh keponakannya itu ,


Setelah sempat berhenti , Zen Yan hanya menoleh sedikit ke samping dengan sedikit melotot ke arah Lin Feng , kemudian melanjutkan langkahnya hingga tiba di kursi kebesaran nya ,


para tetua yang ada di sana langsung penasaran dengan interaksi keduanya , tapi mereka tidak berani untuk menanyakan hal itu ,


"Baiklah , sekarang apa yang ingin kamu bicarakan pada kami Feng'er.?tanya Zen Yan setelah duduk di kursi kebesaran nya


sebelum menjawab Lin Feng mengitari pandangan nya ke seluruh tetua sakte , kemudian mulai menjelaskan alasan dirinya meminta semua nya berkumpul saat ini


Zen Yan dan yang lainnya langsung paham arah pembicaraan yang Lin Feng maksud , dan langsung menyenggupi nya , karena memang mereka sudah paham apa yang harus di lakukan dengan 4 bendera Aray itu , karena Lin Feng sudah menjelaskan sebelum nya saat Lin Feng selesai membuat Aray empat penjuru yang ada di sakte ini


"Baik , kami akan mengurus ini setelah pertemuan ini berakhir , lalu bagaimana dengan Mereka berenam puluh , apakah saat ini sudah masuk ke dalam masa pelatihannya.?" tanya Zen Yan setelah menyimpan empat bendera Aray itu


"Mereka berenam puluh bersama kelima saudara saudari ku tengah melakukan pelatihan di tempat ku , jadi mungkin dalam beberapa hari ini mereka tidak akan keluar dulu dari pelatihan nya , dan aku harap saat mereka sudah keluar dari pelatihan nya itu , paman dan para tetua sudah menyelesaikan urusan paman di sakte tombak matahari , tapi paman jangan melakukan hal hal yang membuat musuh kita curiga , cukup tangkap dan bunuh , jangan lakukan hal lain agar mereka tidak curiga dengan kita , biarkan mereka nanti menjadi urusan ku dan Pasukan ku , hitung hitung sebagai uji coba kekuatan mereka setelah terbentuk nya pasukan itu " Lin Feng menjelaskan mengenai 60 orang murid itu begitu juga dengan Kelima saudara saudarinya saat ini, dan tak lupa ia juga memberi peringatan pada sang paman agar tidak bertindak di luar tugasnya , itu bertujuan agar tidak memancing kecurigaan dari pihak musuh


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Bersambung




Terimakasih


✓amman


✓La Alwin


Dan juga kalian semua yang masih setia pada novel ini , author hanya bisa mengucapkan Banyak terimakasih pada kalian semua dan hanya bisa mendoakan kalian semoga sehat sehat semuanya dan bahagia selalu


🤗🤗🤗Selamat membaca 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2