
setelah meninggal kan perkampungan tersebut ,Lin Feng kembali melakukan perjalanan dengan santai menuju ibu kota , yang berjarak 7 hari dari perkampungan tersebut , tapi bagi Lin Feng hanya membutuhkan tak sampai sehari dengan kecepatan nya saat ini jika memang dirinya berniat langsung menuju ibu kota , tapi Lin Feng memutuskan untuk tidak terburu-buru siapa tau di menemukan sesuatu nantinya selama di perjalanan ,
sore harinya Lin Feng tengah bersantai di dahan pohon , menikmati hewan buruan yang sudah ia masak sebelum nya ,
Di tengah aktivitas makannya Lin Feng mendapati ada dua orang yang tengah menuju ke arahnya , dari arah datang nya kedua orang tersebut kemungkinan jika mereka dari ibu kota
kemudian Lin Feng menghilang kan aura keberadaan nya dengan melapisi tubuhnya dengan enegi semesta nya ,
tak lama muncul dua orang yang nampak buru buru , melewati tempat Lin Feng berada membuat Lin Feng penasaran dengan tujuan dari kedua orang tersebut sebab Lin Feng melihat kalau dua orang itu merupakan kultivator ranah dewa langit , cukup kuat untuk ukuran kultivator bebas seperti mereka , karena keduanya tidak memakai atribut sakte atau pun keluarga bangsawan manapun ,
"Mencurigakan , lebih baik aku ikuti kedua orang itu, siapa tau disana aku menemukan hal yang seru " Lin Feng kemudian memutuskan untuk mengikuti dua orang tersebut Dengan jarak antara Lin Feng dan ke-dua orang tersebut hanya puluhan meter , tapi ke-dua nya tidak mengetahui jika ada seseorang yang mengikuti mereka
__ADS_1
Lin Feng yang berada di belakang kedua orang itu di buat bingung sebab arah yang di tuju oleh ke-dua orang yang dia ikuti menuju hutan yang ternyata lumayan dekat dengan goa tempat ia dan Shen Qi berada sebelum nya ,
"Sebenarnya mau kemana mereka , kenapa hampir malam begini mereka malah menuju hutan " Lin Feng di buat bingung dengan tujuan kedua orang yang ada di depan nya ini
terlihat kedua orang tersebut memasuki hutan dan terus bergerak semakin ke dalam , dan berhenti di pohon besar , yang berada di dalam hutan tersebut , salah satu dari mereka seperti melakukan sesuatu ke pohon tersebut , tak lama setelah itu sesuatu yang mengejutkan Lin Feng terjadi dari batang pohon besar itu terbuka seperti pintu yang bisa memuat dua orang menuju kedalam tanah , setelah keduanya masuk batang pohon itu kembali menutup seperti semula ,
"Hehehe , rupanya disini tempat kalian berada , aku akui kalian sangat pintar dalam membuat tempat persembunyian , jika aku tidak mengikuti kedua orang sbelumnya tidak akan ada yang tau kalau pohon besar itu akan menjadi pintu masuk persembunyian kalian "Lin Feng tersenyum tipis kemudian mengganti pakaian nya dengan setelan serba hitam beserta topeng yang senada dengan baju yang ia gunakan,
Dan ternyata hanya pintunya saja yang kecil , tapi saat tiba di dalam lorong yang awalnya kecil kini berubah menjadi sangat luas dan terang dengan banyak sekali batu kristal yang di tempelkan di kanan kiri dinding lorong itu untuk di jadikan penerangan ,
Lin Feng terus bergerak ke dalam mengikuti aura dua orang yang sebelumnya ia ikuti , dan ternyata mereka kini sudah berada di ruangan sangat besar di mana di depan kedua orang tersebut ada 11 Orang duduk dengan gagah di tempat duduknya , sebenernya mereka memiliki 12 ketua dan 12 kelompok yang di pimpin oleh 12 orang tapi karena anggota ke 12 mereka sudah di bunuh oleh Shen Qi sbelumnya saat kelompok tersebut mendekati goa tempat Lin Feng istirahat sebelumnya, kini hanya tersisa 11 orang itu di tempat ini ,
__ADS_1
"Lapor ketua , Ternyata dalang di balik pemusnahan besar besaran pasukan kita yang sudah tersebar di wilayah utara ini adalah ulah dari sakte macan angin yang di perintahkan langsung oleh patriak mereka yang bernama Shen Qi , yang merupakan ayah dari dewa angin Shen hou , bukan hanya itu saat ini istana sudah kembali di ambil alih oleh dewa angin Shen Huo setelah di bebaskan oleh Shen Qi setelah mebunuh semua penghianat yang ada di istana termasuk cucu pertama nya yang menjadi dalang dari kudeta sebelumnya , dan informasi yang paling buruk adalah , shen Qi menetap kan tujuan untuk memburu kelompok kita yang ada di wilayah Utara ini , karena dia ingin menjadi kan wilayah Utara ini sebagai wilayah yang akan ia lindungi di bawah sakte macan angin miliknya " salah satu dari dua orang yang Lin Feng ikuti sbelum nya nampak memberikan laporan padaa 11 orang yang duduk di hadapan mereka
"Kurang ajar Shen Qi sialan , kapan dia kembali ke saktenya , bukankah sama sama kita tau jika tua Bangka sialan itu sudah lama menghilang dan sakte tersebut juga ikut menutup diri dari dunia luar , lalu kenapa tiba tiba dia bisa kembali dan memburu kita secara membabi buta seperti ini , jika ini berlanjut , kita semua yang ada di wilayah Utara ini bisa habis di bantai oleh nya jika kita tidak membunuh tua Bangka sialan itu " Sosok bertopeng yang duduk paling kiri angkat bicara dengan suara yang terdengar sangat emosi setelah mendengar laporan dari dua orang yang ada di hadapan nya , kemudian mereka terus membahas Maslah yang tengah mengancam mereka saat ini , sementara Lin Feng yang dari awal menyimak obrolan orang orang itu hanya tersenyum tipis di balik Topengnya , entah apa yang ia rencana kan sebenarnya, tapi yang jelas apapun itu bukankah sesuatu yang baik bagi mereka
dan benar saja Lin Feng mengeluarkan puluhan dinamit ukuran besar dari cincin penyimpanan nya dan dengan hati hati Lin Feng menyebar kan dinamit yang ia keluarkan sebelum nya ke semua tempat yang ada di ruangan bawah tanah tersebut , Lin Feng berencana menjadikan Markas bawah tanah ini sebagai kuburan mereka , dengan meletakkan dinamit sebelumnya Lin Feng bermaksud untuk meledakkan markas bawah tanah ini dengan semua dinamit itu , karena Lin feng sudah tau kegunaan dari benda yang bernama dinamit tersebut karena sewaktu di bumi Lin Feng beberapa kali meledak kan rumah keluarga bangsawan yang menyinggung nya , dan menimbun mereka dengan bangunan yang mereka tempati , dan alasan lain yang Lin Feng suka dari benda yang bernama dinamit tersebut adalah suara ledakan yang di timbulkan oleh benda tersebut membuat Lin Feng bersemangat setiap melakukan aksinya dulu selama berada di bumi
setelah meletakkan semua dinamit dengan ukuran lumayan besar tersebut di tempat yang ia rasa tepat , kemudian Lin Feng menandai semua tempat dinamit tersebut dengan auranya agar bisa meledakkan nya dalam waktu yang bersamaan menggunakan aura yang ia tinggal di tempat dinamit itu berada
setelah semuanya selesai kemudian Lin Feng berpindah kekuatan dengan teleportasi karena sudah membuat tanda sebelum nya sebelum masuk ke dalam markas tersebut Lin Feng dengan muda keluar dari tempat itu ,
setelah itu Lin Feng menciptakan kubah formasi menutupi tempat itu agar tidak ada yang kabur dari ledakan tersebut
__ADS_1
Lin Feng dengan santai menunggu waktu yang tepat untuk melakukan aksinya , dia kini berada 500 meter dari lokasi markas bawah tanah tersebut , dan di tangannya terdapat senapan B@rret M82 , dimana senjata ini yang pernah ia gunakan saat berburu di hutan sebelum nya , Lin Feng melakukan ini karena dia yakin akan ada seseorang yang lolos dari ledakan itu , makanya dia menyiapkan kejutan dengan senjata di tangan nya ini ,dimana senjata ini merupakan senapan yang digunakan para sniper untuk menghancurkan tank tempur lapis baja milik musuhnya atau bahkan penghancur beton , tapi di tangan Lin Feng malah dijadikan sebagai senjata untuk membunuh langsung , bayangkan saja apa yang terjadi jika peluru yang biasanya di gunakan untuk menembus beton dan juga kendaraan lapis baja malah di gunakan untuk kepala orang , .bisa di bayangkan apa yang terjadi pada kepala targetnya nanti jika sampai terkena langsung oleh peluru tersebut