DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Kedatangan Tuan Kota


__ADS_3

"Siapa .?" Cong Kak langsung berteriak marah karena ada yang ikut campur dengan urusan nya , nampak mulut nya mengeluarkan sedikit darah, kemudian Cong dan bangkit dari posisi nya untuk melihat siapa yang sbelumnya menyerang secara tiba tiba dan menghalau serangannya


Di tempat itu tidak ada yang tau siapa pemilik suara sbelumnya dan siapa juga yang menyebabkan Cong Kak tiba di terbangkan kembali saat berniat menyerang pemuda tampan itu sbelumnya


Hanya Lin Feng yang tau siapa orang yang membantunya , orang itu tak lain dan tak bukan adalah wanita cantik bercadar yang ada di belakangnya yang masih nampak asik dengan makanan dan minuman yang ada di meja di depan nya


Ling Ling melakukan itu karena kesal dnegen Cong kak yang sbelumnya mengancam Lin Feng tapi dia berusaha untuk tidak bertindak , tapi setelah melihat Cong kak berniat menyerang kepala Lin Feng, Ling Ling langsung marah dan dengan mengubah suaranya menjadi orang lain dan dengan cepat memukul Cong kak dnegen serangan jarak jauh miliknya , ya meski menggunakan serangan yang tidak berbahaya itu sudah cukup jika hanya untuk memukul mundur dewa bumi seperti Cong kak , jika Ling Ling menggunakan jurus yang lebih tinggi sebelumnya, dia takut kerusakan yang di timbul kan akan sangat parah dan terlebih lagi ada banyak pengunjung di tempat itu


"Kamu tidak perlu ikut campur dalam masalah ini oke , serahkan semuanya pada Gege , jangan kotori tangan mu dengan sampah sepetinya "Lin Feng mengirimkan telepati pada Ling Ling


"Baiklah , tapi stelah ini apakah boleh aku berkunjung ke tempat bangsawan Cong berada .?" Ling Ling menjawab telepati Lin Feng dan menanyakan satu hal pada Lin Feng

__ADS_1


"Tidak , biarkan aku yang mengurus nya , kamu duduk dengan tenang disana oke " Lin Feng langsung menolak apa yang Ling Ling minta sbelumnya melalui telepati nya، jika ia mengizinkan takut Ling Ling benar benar memeratakan tempat bangsawan Cong itu , bukan Lin Feng takut dengan mereka , tapi Lin Feng tidak ingin ada sesuatu yang merepotkan jika membuat keributan di tempat ini , tapi jika nantinya mereka masih ngeyel ya terpaksa Lin Feng harus memusnahkan mereka


"Siapa yang kamu cari pak tua , hanya Kita berdua yang memiliki masalah di tempat ini , lalu siapa lagi yang kamu cari .?" Ucap Lin Feng pura pura tidak tau dengan apa yang ada di pikiran Cong kak dan orang orang yang ada di sana , Lin Feng sudah tau jika Cong kak dan yang lainnya tengah mencari sosok yang membatu Lin Feng sbelumnya


"Siapalgi jika bukan orang yang menyerang ku diam diam sbelumnya , cepat tunjukkan padaku siapa orang itu " Cong kak di buat marah dengan respon Lin Feng yang nampak tidak ingin memberitahu nya


"Oh , apakah kau pikir aku tidak bisa mengalahkan mu sendiri begitu , apakah kamu pikir hanya menghadapai semut sepertimu aku butuh bantuan seseorang yang akan menyerangmu secara diam diam begitu , kalau begitu coba kamu tahan ini apakah kamu mampu bertahan dari aura ku atau tidak " Lin Feng langsung mengarah kan aura kekuatan dewa bumi 🌟 9 ke arah Cong san , yang memiliki Kultivasi dewa bumi 🌟 7 ,


Keringat dingin membanjiri pakai an cong kak , saat tubuhnya merasakan aura penekan an yang di arahkan padanya , meskipun ia tau jika aura itu hanya berada di ranah dewa bumi 🌟,9 dua tingkat di atasnya tapi tubuhnya tidak mampu menahan nya , bahkan ia merasa jika aura yang menerpanya lebih kuat dari pada aura dari kultivator dewa langit sepeti kakak nya Cong Li yang merupakan kepala keluarga bangsawan Cong


Tubuh Cong kak yang sudah tidak kuat menahan tekanan yang di terima tubuhnya langsung jatuh berlutut dngan nafas yang mulai putus putus , itu karena meskipun Lin Feng hanya mengerahkan aura di ranah dewa bumi 🌟 9 , tetap saja kekuatan dari aura yang Lin Feng keluarkan dari tubuhnya tidak akan sama dengan kultivator pada umumnya karena Lin Feng tidak menggunakan Qi lagi saat ini di tubuh nya tapi energi semesta yang sudah di pelajari nya dari sang ayah ، jadi sudah jelas tekan an dari kekuatan yang di pancarkan dari tubuhnya lebih kuat berkali kali lipat dari ranah sesungguhnya , itulah keuntungan yang di miliki oleh kultivator yang sudah mengubah Qi di tubuhnya menjadi energi semesta

__ADS_1


"Pergilah pak tua , aku tidak akan membunuhmu untuk saat ini , tapi jika lain kali kau menyinggung ku lagi , atau salah satu dari keluarga bangsawan Cong yang kau banggakan itu , aku akan langsung membunuh nya siapapun itu , ini adalah peringatan terkahir dariku , " setelah mengatakan itu Lin Feng berbalik menghampiri ling Ling yang nampak tidak terganggu sedikit pun dengan adanya keributan di tempat itu


"Apakah Gege akan melepaskan nya begitu saja .?" tanya Ling Ling saat melihat Cong Kak meninggal kan restoran dengan memegangi dadanya sebelum nya


"kita lupakan saja mereka ling'er, kita lanjutkan saja acara sarapan kita yang terganggu sebelum nya ,tapi jika kamu sudah kenyang, kita bisa meninggal kan tempat ini sekarang " Lin Feng malas membahas masalah sbelumnya dan langsung mengalihkan pembicaraan nya ,


"Aku masih belum kenyang Gege , jika Gege masih ingin sarapan pesan saja sekarang biar aku temani " sebenarnya Ling Ling sudah lumayan kenyang , tapi setelah mengingat Lin Feng hanya sedikit menyentuh makanan nya sbelum nya , Ling Ling memutuskan untuk berbohong dan menemani Lin Feng sarapan


"Baiklah , kamu tunggu disini, aku akan memesan lagi makanan untukku dan juga aku ingin mengganti rugi semua kerusakan yang terjadi di restoran ini " Lin Feng meninggal kan Ling Ling di sana , sementara dirinya mencari pelayan yang sebelum nya melayani nya ,


setelah menemukan yang ia cari , Lin Feng langsung mengatakan niatnya dan memberikan cincin penyimpanan berisikan ribuan batu roh untuk mengganti semua kerusakan akibat konflik sbelum nya , awalnya pelayan itu menolak karena bukan salah Lin Feng , tapi setelah di bujuk akhirnya pelayan tersebut menerima pemberian Lin Feng dan menyiapkan pesan an yang Lin Feng minta

__ADS_1


sementara di luar restoran , ada rombongan prajurit kota dan juga dua orang penjaga gerbang yang ditemui Ling Ling dan Lin Feng sbelumnya nampak berada di rombongan itu , mereka nampak mengawal Seorang dengan usia berkisar 45-50 tahun an , yang merupakan tuan kota yang memimpin kota ini ,


Tuan kota rela jalan jauh jauh dari kediaman nya setelah mendapat kan kabar dari bawahannya jika ada dua orang pemuda dan pemudi tengah membuat keributan di restoran, bukan karena itu tuan kota rela berjalan kaki ke restoran itu, tapi ciri ciri dari salah satu sosok yang menjadi dalang keributan sama dengan sosok yang menjadi idolanya yaitu Dewi bercadar yang di ceritakan oleh dua penjaga gerbang padanya tempo hari ,dan informasi mengenai keributan ini di dapatkan dari pelayan restoran yang melaporkan kejadian ini pada prajurit keamanan kota saat Lin Feng bentrok dengan Cong kak sebelumnya ,


__ADS_2