
Di tengah pertarungan antara Long Zen dan Di lang cs , ada murid yang melaporkan jika matriak dari sakte lembah salju datang berkunjung dan saat ini beliau tengah menuju ke Asuka pertarungan karena juga ingin menyaksikan pertandingan yang di dengar nya dari murid yang sebelum nya menyambut nya saat baru tiba di sakte awan putih
"Selamat datang matriak Ying "ucap patriak Di Rui tamah melihat ke arah wanita cantik yang bernama lengkap Qiao Ying tersebut'
"apakah aku datang terlambat.?"tanya matriak Ying melihat keramaian tempat itu
"hahahaha , tidak tidak , saat ini menantumu tengah melawan Anak muda yang sangat berbakat di arena, bahkan aku pun tidak yakin jika mereka bertiga akan menang meskipun mereka bekerja sama ,"ucap patriak Di Rui tersenyum kecut
matriak Ying langsung menatap tajam ke arah Arena di sana terlihat di lang cs nampak mengurung seorang pemuda tampan di dalam formasi , tapi gan membuat nya kaget adalah , pemuda yang ada di dalam kurungan formasi tersebut nampak tenang dan tidak terpengaruh dengan adanya api yang sangat membara di sekitar nya
Di arenna,
"Sekarang giliran ku tuan muda "ucap Long Zen tersenyum dan mulai mengangkat tangan nya ke udara
"Bersiap "ucap Di Lang memperingatkan yang lainnya untuk bertahan
"Hancur "ucap Long Zen dan tampak tangan nya seperti mengayun ke depan dan
krak....pyarrr....
formasi tersebut langsung hancur tak tersisa layaknya kaca yang di lempari batu
"sangat kuat "ucap Dilang dan yang lainnya sambil memegangi dadanya karena serangan balik gang menmpa tubuhnya seteleh formasi yang mereka ciptakan hancur
"penjara es "
belum hilang keterkejutan Dilang cs dengan peristiwa sebelumnya kini steam tersebut' berubah menjadi hamparan es yang sangat dingin , bahkan orang yang ada di luar juga merasakan dingin nya
"ini, bahkan aku yang memiliki elemen es pun bisa merasakan hawa dingin yang sangat besar seperti ini "ucap Matriak Ying kaget
bukan hanya dia , patriak Di Rui pun juga sama , dan dirinya hanya bisa berdoa jika ketiga orang yang berharga baginya tidak mengalami luka yang fatal,
Dilang cs memerintah kan Hu Qi dan Hu an untuk menciptakan api dari elemen apinya dan Di Lang menyalurkan elemen anginnya untuk menguatkan api tersebut , guna menghadapi hawa dingin yang ada di tempat itu, tapi usaha mereka sia sia , aura dingin tersebut masih menusuk kulit mereka, hingga membuat mereka bertiga pucat
Long Zen yang melinlhat itu berniat menghilang kan penjara esnya karena sudah cukup , tapi belum sempat rencana nya terlaksana salah satu murid dari kerumunan bergerak melangkah naik ke atas panggung ,
sontak kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan bagi mereka semua , pasalnya mereka tahu murid tersebut adalah murid paling lemah di angkatan mereka , tapi selalu tidak ada angin tidak ada hujan malah naik ke atas arena ,
"Maaf sauadara , apakah aku boleh bergabung di pertarungan kali ini.?"tanya murid tersebut ramah , bahkan jika dilihat lebih detail tidak ada tanda tanda kedinginan pada murid tersebut meskipun sudah naik ke atas arena
Di Lang cs yang sudah sangat pucat pun nampak bingung dengan murid tersebut , kenapa tiba dia ingin bertarung , sementara mereka semua tahu jika murid ini adalah murid Han. paling lemah di antara semua nya ,
"tentu saja saudara "ucap long Zen tersenyum meskipun dirinya masih belum percaya jika murid di depannya ini tidak terkena dampak dari penjara esnya ,
__ADS_1
"Baiklah , jika seperti itu bisakah saudara membebaskan tuan muda ku terlebih dahulu "ucap murid tersebut dengan sopan
"ah, maaf aku lupa "ucap long Zen langsung menghilangkan penjara esnya dan mengahmipiri Dilang cs dan memberikan pil penyembuh pada ketiga nya , dan tak membutuhkan waktu lama buat Dilang cs pulih ke dalam kondisi puncak nya , membuat Dilang cs kaget dengan kemauan pil yang baru saja mereka konsumsi
"Terimakasih saudara "ucap Di Lang cs menangkupkan tangannya
"bukan Masalah besar tuan muda , maaf jika sebelumnya saya terlalu berlebihan "ucap long Zen menangkupkan tangan nya
kemudian long Zen melirik ke arah murid yang ada di depan nya itu ,
"bisakah kita bertarung satu lawan satu .?"ucap murid tersebut mengejutkan semua orang disana , bahkan patriak Di Rui sampai berdiri dari kursinya
"jangan gegabah zhao "ucap patriak Di Rui, memperingati murid tersebut pasalnya patriak sangat tau dengan kemampuan murid tersebut
"aku mengerti patriak, anda jangan khawatir "ucap murid yang ternyata bernama Zhao tersebut'
patriak dan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya melihat
kepercayaan diri murid tersebut
"Baiklah silahkan saudara mulai dengan menyerang ku pertama kali"ucap long Zen
"Baiklah , bersiap lah saudara "ucap murid Zhao , dan berlari ke arah long Zen sambil mengayunkan tinjunya ke depan
kedua tinju tersebut' berhenti seteleh sama sama mengenai tangan lawannya, dan anehnya terlihat wajah murid zhao nampak tenang dan tanpa ekspresi berbeda dengan long Zen yang sedikit meringis akibat tangan kanannya sedikit mati rasa
"pemuda itu "kening long Ti berkerut saat mengamati tubuh pemuda yang menjadi lawan long Zen tersebut'
pasalnya kekuatan fisiknya jauh di atas long Zen ,
"aku tidak menyangka Akan dapat menemukan kultivator yang mengolah kekuatan fisik seperti mu saudara , "ucap Long Zen kaget
"Anda terlalu memuji saudara "ucap murid yang bernama zhao tersebut'
kali ini long Zen yang berinisiatif mengambil langkah pertama untuk memulai serangan , setelah mengetahui kekuatan murid di depan nya itu
swush....
tubuh Long Zen berkelebat dan muncul sambil mengayunkan kakinya ke arah murid tersebut
Bom....
terjadi ledakan besar di arena dan ada satu sosok yang terhempas ke sudut arena tapi mereka yang ada di luar tidak bisa melihat siapa itu ,
__ADS_1
sebab Arena tertutupi oleh debu seteleh ledakan tersebut
seteleh sekian lama menunggu , akhirnya mereka bisa melihat siapa yang yang masih tetap berdiri di tempatnya dengan kokoh tanpa berpindah se inci pun , dan orang itu adalah murid Zhao ,
"Jadi seseorang yang terlempar ke sudut arena sebelumnya adalah saudara Zen "ucap long Ti dengan tidak percaya
bahkan patriak Di Rui juga sampai berdiri dari kursinya untuk memastikan apa yang di lihat benar , dan memang itu kenyataan nya , karena dari sudut arena muncul long Zen dengan pakai an Putih nya yang sedikit kotor akibat kejadian sebelumnya nya
sebenarnya saat long Zen sudah sangat dekat untuk bisa menendang Murid Zhao , tiba tiba murid Zhao menghilang dari tempat nya dan muncul di samping long Zen dan langsung menendang nya ,
bahkan long Zen tidak bisa bereaksi tepat waktu untuk menahan serangan mendadak tersebut
"sangat kuat , apa mungkin dia selama ini menyembunyikan kekuatan nya pada kami"pikir patriak Di Rui menatap murid Zhao dengan tatapan rumit
di tengah lamunan nya
tak jauh darinya muncul seseorang yang mirip dengan murid Zhao yang baru saja keluar dari salah satu lorong dengan sempoyongan...
"kau....
Tunjuk Di Lang dengan kaget , pasalnya ada orang lain yang mirip dengan orang yang tengah bertarungg di arena saat ini..
lalu siapa sebenarnya sosok Murid Zhao yang ada di arena,
begitu kira kira yang mereka pikiran saat ini..
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung