
"Sudah cukup ya , tidak usah memikirkan masalah ini lagi , sebaik nya kita langusng istirahat saja karena kita tidak tau kapan mereka akan memulai aksinya , bisa saja besok atau bahkan langsung hari ini , jadi kita gunakan kesempatan ini untuk bersantai , meskipun kita nantinya tidak akan ikut campur mengenai masalah ini , tetap saja kita masih mempunyai urusan nanti disini bersama bibi dan yang lainnya " Lin Feng langsung membawa Ling Ling ke dalam Kamar untuk beristirahat , hal itu Lin Feng lakukan untuk menenangkan wanita nya itu yang sebelumnya habis menangis
Di wilayah timur
"Hormat Kaisar dan patriak "
seluruh prajurit yang berada di gerbang istana langusng membungkuk kan tubuh mereka setelah melihat Dong Jin dan kedua patriak mendekati gerbang
Dong Jin tersenyum dengan sangat lebar kemudian mengangguk , dan terus berjalan memasuki istana membuat para prajurit yang berada di gerbang heran , pasalnya selama ini Kaisar nya itu tidak pernah seramah itu pada para bawahan nya , tapi mengapa kali ini malah sebaliknya bahkan sang kaisar menganggukkan kepala nya pada mereka , yang mana itu adalah sesuatu yang sangat jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi ,
"Apakah di antara kalian ada yang tau apa yang membuat yang mulia bisa sebahagia itu saat ini.?" tanya salah satu prajurit pada teman nya
"Kau ini bod*h atau apa , bukan kah kita dari tadi sama sama berada di disini tanpa beranjak kemanapun , lalu bagaimana aku tau apa yang terjadi pada yang mulia saat ini "
bukan nya mendapat kan jawaban perajurit yang bertanya sebelum nya malah di maki oleh teman nya , membuat prajurit itu jengkel pada teman nya itu
"Tapi tunggu sebentar , bukankah Yang mulia dan kedua patriak baru saja Kembali dari wilayah selatan untuk menagih jawaban pada kedua sakte yang ada di sana , mungkin ini ada hubungannya dengan perubahan yang terjadi pada yang mulia saat ini " ucap temannya itu lagi , sehingga membuat prajurit yang sebelumnya di maki itu mengurungkan niatnya untuk memarahi taman nya itu , setelah mendengar jawaban yang masuk akal dari temannya itu
Di halaman istana ribuan prajurit berjejer rapi membentuk garis lurus menyambut Dong Jin dan kedua patriak yang baru saja memasuki halaman istana
__ADS_1
"Apakah ada sesuatu yang terjadi saat kepergian kami ?" tanya Dong Jin menatap salah satu prajurit yang ada di sana
prajurit yang mendapat kan pertanyaan itu langusng menjawab dengan gugup , karena Dong Jin akan langsung menghukum siapapun jika lama menjawab pertanyaan nya atau lama saat ia memanggil untuk datang padanya
"Tidak ada Yang mulia Kaisar"
"Jika bagitu persiapkan diri kalian karena besok pagi kita akan langsung menyerang wilayah barat , aku berubah pikiran untuk menyerang mereka minggu depan , karena aku sudah tidak sabar untuk menyiksa Zen Yan dan keturunan nya sebagai persembahan pada ayahku yang sudah di bunuh oleh keluarga bajingan itu " tanpa menunggu jawaban dari prajurit nya , Dong Jin langsung melangkah kan kakinya memasuki istana di ikuti oleh kedua patriak di belakangnya
Sementara para prajurit yang mendengar perintah itu langusng mengabarkan pada yang lainnya
Sementara di sudut gerbang istana terdapat satu orang berpakaian tertutup lengkap dengan Topeng nya nampak berbicara dengan batu kecil di tangannya yang merupakan batu komunikasi , setelah itu sosok itu langsung menghilang tanpa ada yang menyadari keberadaan dan pergerakan orang itu
"Ada apa sauadara ,?" tanya Fan Zhu pada Yan Zi yang tiba tiba memeriksa cincin penyimpanan nya
"Ada pesan dari orangku yang berada di wilayah timur " jawab Yan Zi yang nampak memegang batu komunikasi miliknya
"Apa itu?" tanya Yun Ning penasaran
"Besok pagi adalah waktu penyerangan yang sudah di tentukan oleh Dong Jin , saat ini Istana sedang menyiapkan semua prajurit nya Untuk penyerangan besok pagi " Jawab Yan Zi , membuat ke empat nya bingung pasalnya waktu awalnya masih sisa 1 Minggu lagi dari sekarang, lalu mengapa bisa berubah menjadi besok
__ADS_1
"Apakah Dong Jin sengaja mempercepat rencana nya karena mendapat kan dukungan dari dua sakte yang ada di wilayah selatan itu.?" tanya Fan Zhu
"Benar , Dong Jin ingin cepat cepat menguasai wilayah barat ini , karena ia ingin segera membalaskan dendam sang ayah yang di bunuh oleh Pangeran Waktu itu , dan target Mereka adalah klan Zen kita , terutama ayahku " Yan Zi mengepal kan tangannya saat menjelaskan ini ,
"Rupanya begitu , tunggu apalagi ayo kita lapor pada saudara Feng dan saudari Ning , setelah itu kita langsung bergerak , untuk mengatur berbagai kejutan untuk pasukan Dong Jin dan kedua sakte yang menjadi anjingnya itu " Hun Yi ,yang dari tadi diam langsung angkat bicara karena sudah tidak sabar untuk menghajar mereka , terutama Dong Jin yang telah menargetkan klan nya
"Tidak perlu lapor , karena kami sudah mendengar semua nya " ucap Lin Feng yang membuat mereka berlima langsung reflek menolehkan kepala nya ke arah suara , dan betapa terkejut mereka karena saat ini Lin Feng dan Ling Ling rupanya sangat dekat dengan posisi mereka berlima saat ini , tapi tidak ada yang menyadarinya
"Saudara Feng , Saudari Ling sejak kapan kalian berdua berada di sini.?" tanya Fan Zhu menatap keduanya dengan rumit, pasalnya dengan kekuatan nya saat ini mereka masih tidak bisa mendeteksi kehadiran keduanya
"lupakan Masalah ini dulu , kita bahas apa yang di bicarakan oleh kalian sebelum nya ," Lin Feng tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Fan Zhu itu , kemudian bisa duduk di sana bernama Ling Ling
"Jadi bagaimana apakah kalian sudah memiliki rencana mengenai masalah ini .?" tanya Lin Feng pada kelima nya , karena ia penasaran apakah mereka sudah mempunyai Rencana untuk menghadapai perang yang akan terjadi sebentar lagi itu
.......
Di wilayah Utara
saat ini ke-dua sakte yang berada di wilayah ini tengah bersiap untuk memberangkatkan para murid nya ke wilayah timur untuk bergabung dengan pasukan istana milik Dong Jin , bukan hanya itu saja para tetua sakte mereka juga ikut dalam rombongan itu , Dimana kekuatan murid kedua sakte itu berada Di ranah Dewa Hitam sampai ranah penguasa , ada juga beberapa ranah semi abadi yang merupakan murid elite kedua sakte itu , di tambah dengan para tetua kedua sakte itu yang memiliki kekuatan di ranah abadi 🌟 5 hingga 8 , membuat kedua kelompok itu sangat menakutkan jika sampai menyerang ke wilayah barat jika tanpa ada bantuan Lin Feng di sana , sebab dengan kekuatan yang di milikinya kedua sakte ini saja sudah sangat lebih dari cukup untuk bentrok dengan sakte 2 naga dan sakte tombak matahari yang ada di wilayah barat , belum lagi 4 abadi 🌟 9 yang merupakan patriak dan tetua agung kedua sakte , akan sangat Mengerikan jika sampai bentrok dengan wilayah barat dengan kekuatan ini , belum lagi kekuatan yang di miliki istana
__ADS_1
Jika itu klan Zen yang sebelumnya mungkin ini adalah musuh kuat bagi mereka , tapi saat ini bahkan klan Zen dan kedua sakte yang berada di wilayah barat tidak perlu bergerak secara pribadi untuk menghadapi masalah ini , karena sudah ada pasukan Yin-Yang yang di pimpin oleh 5 Jenius klan Zen yang akan mengurus nya, bahkan salah satunya di antara 5 orang itu sudah lebih dari cukup untuk berurusan dengan gabungan tiga kekuatan itu