
Lin Feng yang tengah sarapan di ruangan pribadi bersama Ling Ling di kejutkan dengan ke ributan di luar pintu tempat mereka berada ,
"Tuan tuan maaf , tempat ini sudah ada yang mengisi nya , dan satu lagi ruangan pribadi ini adalah tempat Khusus bagi tamu VVIP penginapan kami bukan untuk umum " terdengar suara pelayan menjelaskan pada kelompok orang yang nampak bersikeras untuk memasuki ruangan tempat Lin Feng dan Ling Ling berada
"Sialan , aku adalah tuna muda keluarga Cong, kenapa aku tidak boleh masuk , kau suruh mereka keluar dan biarkan aku dan kelompok ku makan didalam, setelah itu kamu boleh memberikan ruangan itu pada orang yang ada di dalam " Pemuda yang memimpin kelompok itu ternyata adalah tuan muda dari keluarga bangsawan di kota ini , yang bernama Cong San putra dari Patriak Cong Li , yang merupakan keluarga paling berpengaruh di kota ini setelah tuan kota itu sendiri , pantas jika ia bisa memiliki tempramen seperti sekarang ini
"Ma maaf tuan muda , tapi aku tidak bisa melakukan itu " pelayan itu tidak berani menyuruh Lin Feng dan Ling Ling keluar dari ruangan nya sebab ia yakin jika kedua nya adalah bukan orang sembarangan di lihat dari paras dan pakaian yang di gunakan , dia lebih baik melawan keluarga Cong dari pada menyinggung orang kuat yang belum di ketahui latar belakang nya , karena bisa saja dua orang yang menempati ruangan itu adalah sosok tuan muda dan nona muda dari dua klan kuat dari ibu kota atau dari sakte besar yang tengah berlibur ,
"Plak, ... Sialan sejak kapan ada pelayan yang sangat berani sepertimu di tempat ini " setelah menampar pelayan tersebut Cong San kantung masuk kedalam ruangan itu tanpa permisi di ikuti kelompok nya
Brak...
Pintu ruangan langsung terbuka , Cong San bersama 4 anak buahnya langsung terkejut melihat sosok cantik dengan cadar putih di wajahnya tengah makan tanpa memperhatikan mereka yang masuk ke dalam ruangan itu ,
Lin Feng kemudian mengangkat kepala nya di ikuti Ling Ling yang juga melirik sekilas ke arah rombongan yang tiba tiba mengganggu acara sarapan mereka ,
"Hei...., " Saat Cong San melihat ke arah Ling Ling yang sangat cantik dengan cadar di wajahnya dia langsung tertarik untuk memiliki nya , tapi setelah melihat pemuda yang bahkan ribuan kali lebih tampan darinya berada di samping wanita cantik bercadar itu , Cong san langsung cemburu pada pemuda itu dan ingin segera menghancurkan nya agar dia bisa memiliki Ling Ling untuk dirinya
"Bocah , Bagaimana kalau kamu pergi dari sini dan biarkan wanita cantik itu menemani ku dan kelompok ku di tempat ini " Cong San dengan pongah mengatakan hal konyol para Lin Feng
__ADS_1
Tapi Lin Feng masih sibuk dengan makanan nya begitupun Ling Ling yang bahkan tidak mempedulikan orang orang itu , yang membuat emosi Cong San tersulut karena di abaikan oleh Lin Feng
"Bocah , lebih baik kau segera pergi dan tinggal gadis yang bersamamu di sini atau ..."
"Aku tidak akan banyak bicara lagi , keluar dari ruangan ini atau aku yang akan melemparkan kalian semua keluar " dengan acuh Lin Feng memotong ucapan Cong San bahkan tanpa melihat ke arah mereka
"berani nya kau mengabaikan ....
Brak.....
Belum sempat menyelesaikan ucapannya tiba tiba ada angin kencang mendorong cing san dan kelompok nya hingga menghancurkan pintu ruangan tersebut dan melemparkan mereka keluar dengan posisi saling tumpang tindih
"Kau ,berani sekali melawan ku tuan muda Cong San dari keluraga bangsawan Cong di kota ini " Cong San yang merasa malu menjadi tontonan orang langdung bangun dan berteriak marah pada Lin Feng dan Ling Ling yang kebetulan sudah berdiri tak jauh dari nya
"Apakah kau putra dari penguasa kota ini.?"Lin Feng dengan wajah kalemnya bertanya pada Cong san , Mengenai identitas nya , jika benar dia putra dari orang penting di kota ini, Lin Feng akan mendatangi kediaman nya untuk menghukum nya langsung di hadapan orangtuanya agar mendidik nya lagi nanti , tapi jika orang tuanya tidak terima Lin Feng tidak keberatan untuk mengganti penguasa kota ini
"Tidak , aku bukan putra dari tuan kota, tapi aku adalah putera dari keluarga bangsawan nomor 1 di kota ini , yaitu bangsawan Cong, ada apa , apakah kamu takut sekarang? Jika ia cepat berlutut dan patahkan kedua tanganmu dan tinggal kan wanitamu disini sebagai kompensasi " Cong San dengan bangga mengatakan latar belakang nya karena ia sudah sering memakai itu untuk menekan semua mangsanya sebelum nya, dan kali ini dia menggunakan hal yang sama pada Lin Feng ,
Para pengunjung restoran Langsung mengutuk kelakuan menjijikkan cong san di dalam hati mereka, dan juga kasihan pada Lin Feng yang menurut mereka terlalu gegabah mencari gara gara dengan putra kesayangan dari patriak Cong Li itu
__ADS_1
"Apakah kamu mengancam ku hanya dengan keluraga kecil mu itu , .?" Lin Feng tersenyum sinis menjawab ancaman Cong San sebelumnya , membuat orang orang yang ada di sana bertanya tanya siapa sebenarnya sosok pemuda tampan pemberani itu , karena baru kali ini ad orang yang berani berurusan dengan bangsawan Cong di kota ini , bahkan mengatakan jika keluarga bangsawan Cong hanya lah keluarga kecil , mereka yang awalnya mengasihani Lin Feng kini mulai berpikir latar belakang nya , karena tidak mungkin Lin Feng berani pada bangsawan Cong yang terkenal tidak mau di singgung itu tanpa latar belakang kuat yang di miliki nya , apalagi tidak ada raut ketakutan di wajah tampan nya
Tak jauh dari posisi keributan itu , resepsionis yang melayani Lin Feng dan Ling Ling sebelum nya juga penasaran dengan latar belakang mereka berdua , jadi dia memutuskan untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya , jika keadaan memburuk dia akan memanggil ke aman an kota untuk membantu Lin Feng dan Ling Ling nanti nya
"Kau sialan, berani nya menghina kelurga ku , kau pantas mati " Cong San langsung bergerak cepat mengayunkan tinjunya ke arah dada Lin Feng , terpancar aura dewa Jendral 🌟 1 dari tubuh Cong San
Tapi
Krak....
Krak...
Booom...
Lin Feng menangkap tinju Cong San dengan tangan kirinya kemudian dengan cepat Lin Feng mematahkan kedua tangan Cong San setelah itu membanting nya ke lantai hingga menimbulkan suara yang sangat keras , di sertai teriakan memilukan dari mulut Cong San yang nampak mengeluarkan seteguk darah
Sementara empat orang yang merupakan anak buah Cong San Langsungng bergidik ngeri melihat keberutalan pemuda tampan di hadapan nya itu , begitu juga dengan orang orang yang menyaksikan kejadian itu , mereka mau tidak mau langsung membalikkan badan agar tidak melihat ke arah Cong San yang nampak menyedihkan meringkuk di depan kaki Lin Feng
"Bawa tuan muda sampah kalian kembali , katakan pada ayahnya jika aku membantu nya mendidik putra nya , jika dia tidak terima dia boleh datang menemui ku di sini , karena aku tidak akan kemana mana , sekarang pergilah sebelum aku berubah pikiran " Lin Feng memandang ke arah empat orang yang masih mematung tak jauh dari posisi nya agar membawa cong San kembali ke rumah nya dan juga memberikan salam pada ayah nya jika dia membantu mendidik anaknya
__ADS_1