
setelah babak penyisihan selesai , Lin Feng langsung memutuskan pergi dari tempat itu karena merasa tidak nyaman dengan tatapan orang yang selelu melihat ke arahnya
Malam harinya saat tengah berbaring di kamar tempat dirinya menginap , Lin Feng merasakan beberapa orang mata mengawasi dirinya dari Kegelapan
"Karena kalian sudah datang , maka jangan harap bisa pulang " kemudian Lin Feng langsung mengganti pakaian an nya menjadi serba hitam tak lupa memakai topeng putih dengan corak petir pemberian ayahnya
penampilan Lin Feng saat ini sangat mirip dengan Xhuhan saat akan beraksi , bedanya Lin Feng menaruh pedangnya di pinggang , sedangkan Xhuhan meletakkan pedang nya di punggung
Lin Feng langsung menghilang di telan kegelapan malam ,
"kemana bocah itu , kenapa tiba tiba hilang dari pandangan kita .?"tanya pria paruh baya pada temannya
"entahlah , aku juga tidak tau kemana bocah itu pergi , semntara kita berdua tidak melepaskan pandangan kita dari nya "ucap yang paruh baya satunya yang memiliki kekuatan pendekar langit 🌟 7 dan merupakan tetua dari sakte kelelawar hitam yang di tugaskan oleh sang patriak untuk membunuh Lin Feng agar para anak buah mereka yang menyamar tidak di gagalkan lagi seperti sebelumnya di arena
"Apakah kalian berdua mencariku pak tua.?"tanya suara tiba tiba mengangetkan kedua orang yang lagi memantau ke arah kamar yang ditempati Lin Feng sebelum nya
"kau , siapa kau kenapa bisa mengetahui keberadaan kami berdua yang sudah berbunyi "tanya tetua dari sakte kabut hitam dengan penuh waspada
"pertanyaan macam apa itu pak tua , bukankah kalian berdua sebelum nya mencari ku , lalu ke napa tiba tiba kalian menjadi pikun begini " Lin Feng tersenyum mengejek ke arah kedua orang tersebut sehingga membuat mereka marah
"Bagus sekali , karena kau sudah datang sendiri ke pada kami , dengan begini kematian mu sudah di tentukan bocah "kali ini tetua dari sakte kelelawar darah yang menjawab dengan seringai kejam di bibirnya
"aku takut sakali , tolong jangan bunuh aku "Lin Feng berpura pura ketakutan tapi tubuh'nya tidak menunjukkan ekspresi itu , justru terlihat seperti mengejek mereka berdua
"Kurang aja mati anak muda " tetua dari sakte kabut hitam berteriak seraya menghunus kan tombaknya ke arah Lin Feng
tapi bukannya menghindari serangan itu justru lin feng malah tersenyum main main dan tetap berdirii di tempat
Trang ,
Trang
Trang
__ADS_1
tetua dari sakte kabut hitam dengan membabi buta terus melesat kan tombak nya ke arah Lin Feng ,
tapi orang yang dia serang malah tersenyum mengejek ke arah nya
"Bocah , serahkan artefak yang kau gunakan untuk melindungi tubuhmu itu , dengan begitu aku akan langsung membunuh tanpa menyiksa mu "ucap tetua sakte kabut hitam setelah mengetahui serangan tombak nya tidak bisa menyentuh kulit pemuda di depan nya ini , dia mengira Lin Feng menggunakan artefak yang bisa menjaga tubuhnya , padahal Lin Feng hanya mengaktifkan garis darah semesta miliknya untuk membuat pelindung di sekitar nya
tidak ada jawaban dari Lin Feng , bocah itu hanya tersenyum di tempat nya membuat orang yang menyerang sbelumnya marah
"ayo kita sarang bersama sama , kita paksa bocah kurang ajar itu untuk menyerah kan harta yang ada pada tubuh nya "ucap tetua dari Sakte kabut hitam pada tetua sakte kelelawar darah yang dari tadi hanya diam menyaksikan dirinya menyerang sebelum nya
"Baiklah , ayo " kemudian keduanya langsung berdiri di kedua sisi berbeda , menempatkan Lin Feng berada di tengah tengah antara mereka
"aku tidak tau keberuntungan apa yang membuat tombak ku sebelum nya tidak bisa melukai mu anak muda , Tapi karena kau hanya sendiri dan kami berdua , maka Kematian mu sudah tiba dan kami akan mengambil semua harta yang ada pada tubuhmu " ucap tetua dari sakte kabut hitam tersebut menyeringai
'sepeetinya mereka berdua cocok untuk mencoba jurus ciptaan ku ,
"Mata Dewa : Kendali Mutlak " pupil mata milik Lin Feng bercahaya emas saat mengaktifkan mata dewanya
Tiba tiba kedua pria paruh baya tersebut terdiam dan matanya memutih layaknya boneka
"Baiklah , kalian berdua Kembali lah pada pada kelompok kalian masing katakan pada yang mengutus kalian jika aku tidak bisa kalian temukan , dan jadilah mata dan telingaku di sana "perintah Lin Feng pada kedua pria paruh baya yang sudah menjadi boneka nya
"Baik " kemudian keduanya dengan patuh kembali ke tempat kedua patriak berada
sementara Lin Feng langsung menghilang dari tempatnya dan langsung kembali ke dalam kamarnya untuk melanjutkan istirahat nya yang dekat tertunda
Lin Feng yang sudah tiba di kamarnya berniat melanjutkan tidurnya tapi matanya sulit untuk terpejam
"lebih baik aku sedikit mengurangi jumlah dari mereka saja , hitung hitung membalas kebaikan kedua tetua mereka sebelum nya yang membuat ku gagal istirahat jadi aku akan membalas dendam pada kalian anak buahnya " Lin Feng langsung menghilang dari tempatnya menuju luar kota karena di sana terdapat beberapa aura yang tengah berkumpul di beberapa tempat
sementara di tempat lain
"bagaimana kalian berdua ,apakah sudah menyelesaikan tugas yang kami berikan sebelumnya.?"tanya patriak Feng Hu yang kini tengah bersama patriak Wang peng
__ADS_1
"Maaf patriak , kami berdua tidak bisa menemukan bocah itu di manapun , kemungkinan bocah itu tidak kembali ke penginapan nya malam ini , sebab di tempat anak itu menginap ,kami tidak menemukan siapa pun berada di sana , bahkan di penginapan yang lain pun tidak ada "ucap tetua dari sakte kabut hitam memberikan alasan kegagalannya ,padahal sebenarnya mereka bukan hanya gagal tapi malahenjadi Boneka Lin Feng
"Sial kemana perginya bocah bertopeng itu , jika hari ini kita tidak bisa membunuh nya kemungkinan besok dia akan kembali memulangkan orang orang kita yang sudah menyamar menjadi petarung dari kultivator bebas seperti sebelum nya "patriak Wang peng di buat geram jika mengingat anak buahnya kemarin yang di kalahkan oleh Lin Feng
"kalian kembali lah , mungkin bocah bertopeng itu memang sudah keluar dari ibu kota ini karena takut dengan kita , jadi dia memutuskan untuk tidak kembali ke penginapan nya "ucap Wang peng lagi
"aku harap begitu , semoga saja bocah bertopeng itu benar benar pergi dari ibu kota ini , karena dia akan menjadi ancaman pada rencana kita jika masih ada "ucap patriak Feng Hu menimpali
kemudian kedua tetua yang menjadi boneka Lin Feng pun keluar dari ruangan itu dan langsung melaporkan apa yang di katakan kedua patriak itu pada Lin Feng melalui ikatan yang ada di antara mereka ,
dan kebetulan saat ini Lin Feng sudah selsai dengan urusan nya dan sudah membakar ratusan mayat dan hadapannya , karena barusan Lin Feng mendatangi salah satu tempat persembunyian dari kelompok yang kemungkinan akan mengacau setelah turnamen selsai ,lebih tepat nya saat pemenang dari turnamen ini keluar situs kuno , karena pergerakan mereka tenang hari ini , kemungkinan menang benar seperti apa yang Li. Feng pikirkan kapan mereka akan memulai aksinya
Lin Feng memang sengaja tidak menghabisi semua sekaligus para pasukan yang bersembunyi di berbagai tempat itu , karena Lin Feng sengaja ingin menunjukkan apa yang ada di belakang mereka selama ini , dan Lin Feng juga ingin melihat bagaimana Kekaisaran dan para sakte sakte aliran putih mengatasi ini nantinya , jika mereka tidak bisa barulah Lin Feng akan muncul ,
.
.
.
.
.
.
..
.
..
.
__ADS_1
.
. Bersambung