DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Kekacauan Di Kota Bulan | Pedang Phonix Es


__ADS_3

Ling Ling dan Lin Feng yang baru tiba di tempat pertarungan leluhur tuan kota yang melawan orang berpakaian hitam dengan topeng itu pun menyaksikan kedua orang itu bertarung tanpa mempedulikan kehancuran di sekitar nya , bahkan rumah rumah penduduk sudah banyak yang hancur akibat pertarungan keduanya , anehnya para penjaga kota dan tuan kota itu Sendiri hanya menonton dari kejauhan bersama para penduduk kota yang lainnya tanpa ada yang berniat menghentikan pertarungan keduanya ,


Lin Feng dan Ling Ling hanya menyaksikan dari jauh pertarungan mereka , area sepanjang satu kilometer dari tempat mereka bertarung kini sudah porak poranda akibat serangan nyasar yang di lepaskan oleh kedua nya , sehingga rumah rumah penduduk yang berada di jarak itu menjadi korban nya


Lin Feng mendekati salah satu orang yang yang tak jauh dari posisi nya untuk bertanya sesuatu yang membuatnya penasaran


"Salam senior bolehkah anak muda ini bertanya sesuatu pada senior.?" Lin Feng menangkupkan kedua tangannya pada pria paruh baya yang juga menonton pertarungan sama seperti dirinya


"Ah , silahkan tanyakan apa yang ingin engkau tanyakan anak muda, jika aku mengetahui nya pasti aku menjawabnya untukmu " pria paruh baya itu di buat terkejut dengan ketampanan pemuda yang berbicara padanya ini , sebab selama dia berada di kota bulan ini , dia tidak pernah menemukan sosok pemuda setampan pemuda di depan nya ini , dan juga wanita yang ada di belakang nya uang menggunakan cadar juga kemungkinan juga sangat cantik , itulah sebabnya kenapa ia sempat kaget sebelum nya


"Terimakasih senior , jika saya boleh tau kedua orang itu memperebutkan apa sehingga bertarung di tengah kota seperti ini , apakah mereka tidak memikirkan nasib para penduduk yang kehilangan tempat tinggal akibat ulah mereka " Lin Feng langsung mengucapkan terimakasih dan menanyakan alasan dua orang itu bisa bertarung seperti sekarang ini


"Sebenarnya pertarungan ini tidak akan terjadi jika saja leluhur dari tuan kota tidak menemukan sesuatu yang berharga di salah satu tempat yang beliau datangi sewaktu mencari herbal di suatu tempat yang tidak ia ceritakan, tapi beliau mengatakan jika sesuatu yang ia temukan adalah pedang yang putih bergambar burung Phoenix di gagangnya dan sampai saat ini tidak ada yang bisa melepas kan pedang itu dari sarung nya karena ada formasi yang sangat kuat yang menghalanginya , tapi meskipun begitu pedang itu sangat kuat meskipun di gunakan tanpa melepas kan sarungnya , karena bisa mengeluarkan elemen es yang sangat kuat dari tebasan pedang itu , hal itulah yang menyebabkan orang berpakaian hitam itu datang ke kota ini untuk mengambil pedang itu , tapi tuan kota tidak memberikan nya sebab tuan kota tau jika orang berpakaian hitam itu adalah salah satu dari organisasi aliran hitam yang akhir akhir ini baru menampakkan dirinya ke permukaan , jadi karena itulah tuan kota memilih bertarung dengan nya dari page menyerahkan pedang itu "pria paruh baya itu menjelaskan swcar detail apa uang menjadi alasan pertrungan ini terjadi , sehingga membuat Lin Feng cukup terkejut dengan informasi ini, apalgi setelah mendengar ciri ciri pedang itu sama dengan pedang yang di miliki sang ibu , cuma bedanya pedang Pedang phonix cahaya , yang ini kemungkinan pedang phonix es yang setara dengan pedang milik Qingzhu


Ling Ling pun yang mendengar ucapan dari pria paruh baya itu juga di buat tertarik dengan pedang putih yang tersegel itu, apalagi elemen yang di keluarkan oleh pedang itu sama dengan elemen terkuat milik nya yaitu es, ya meski dirinya juga memiliki beberapa elemen lainnya tapi Ling Ling lebih memilih melatih elemen es nya hingga titik tertinggi karena ia ingin seperti ibu nya Yang juga memiliki elemen es


"Hanya demi pedang yang bahkan tidak ada yang bisa membuka dari sarungnya mereka sampai menghabaikan keselamatan orang orang di kota ini, benar benar bajingan , kenapa tidak bertarung di luar kota saja kenapa harus di sini , jika ini di teruskan maka hanya kehancuran yang akan menimpa kota ini " Lin Feng mengutuk kedua orang yang bertarung di depan nya ini , apalagi orang berpakaian hitam yang menjadi pemicu pertarungan kali ini ,

__ADS_1


"Sebenarnya kami juga miris melihat ini anak muda , tapi apa yang bisa orang sepertiku ini lakukan, hanya ada satu cara yang bisa menghentikan petarung an keduanya ,yaitu orang yang lebih kuat dari mereka berdua , tapi sepertinya itu mustahil karena ini sangat jauh dari ibu kota , jadi tidak akan mungkin ada kekuatan yang bisa melampaui mereka berdua di sini " pria paruh baya itu mendesah membayang kan kehancuran kota yang akan di sebabkan oleh petarung an itu


"baiklah senior , Terimakasih atas informasi nya , kalau bagitu aku pamit dulu " kemudian Lin Feng pamit untuk pergi dari sana , karena dia ada yang ingin di bicarakan dengan Ling Ling berdua , setelah mendapat kan informasi sebelum nya


"Sama sama anak muda , berhati hatilah jangan terlalu dengan dengan pertarungan keduanya ," pria orauh baya itu entah kenapa merasa sangat nyaman berbicara dengan pemuda tampan sbelumnya , dan dia memperingati agar tidak mendekati tempat petarung an itu sebab ia tidak melihat adanya aura kultivasi dari tubuh Lin Feng jadi dia mengira jika Lin Feng bukan seorang kultivator


Lin Feng hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun kemudian pergi dari sana bersama Ling Ling


Setelah menemukan tempat yang sepi Lin Feng berhenti


"Apakah kamu mendengar ucapan senior sbelumnya.?" Tanya Lin Feng pada Ling Ling


"Apa itu , apakah kamu juga tertarik dengan pedang yang di ceritakan oleh senior sbelumnya nya.?" Lin Feng bertanya pada Ling Ling untuk memastikan apa yang ada di pikirannya


"Tentu saja Gege , apalagi pedang itu elemen nya sama denganku, tapi yang membuat aku suka dengan pedang itu bukan hanya itu saja , tapi karena ada ukiran phonix di gagangnya, membuatku jadi teringat dengan pedang yang di miliki oleh kakak Qingzhu " Ling Ling mengangguk dan menjelaskan pada Lin Feng dan Ling Ling masih saja menyebut Qingzhu dengan sebutan kakak , padahal Qingzhu sudah menyuruhnya memanggil ibu setelah dulu Ling Ling mengatakan ingin menikah dengan Lin Feng , dan Ling Ling mengiyakan nya tapi karena masih belum resmi dan juga masih malu Ling Ling masih memanggil Qingzhu kakak sampai sekarang termasuk juga pada Xhuhan


"Bagitu kah , sepetinya ini memang berjodoh dengan mu ling'er , pedang itu memnag sama dengan milik ibu , tapi bedanya pedang ibu berelemen cahaya sedang-kan yang ini berelemen es , tapi secara kualitas kedua pedang itu sama " Lin Feng menjelaskan pada Ling Ling jika kedua pedang itu memang mirip dan bahkan terkesan tidak bisa di bedakan hanya kekuatan elemen nya saja yang menjadi pembeda di kedua pedang itu

__ADS_1


"Gege bisakah aku...


"Tentu saja , kamu tidak perlu menjelaskan nya padaku , karena pedang itu akan menjadi milikmu dan aku sendiri yang akan mengambilnya untukmu dan juga sekalian menghentikan kedua orang itu agar tidak merusak kota terlalu jauh " Lin Feng memotong perkataan Ling Ling karena dia sudah tau apa yang akan dikatakan oleh Ling Ling padanya


"Gege terimakasih" Ling Ling tersenyum bahagia membayangkan dia memiliki pedang yang sama dengan kakak sekaligus ibu mertuanya itu , karena dari dulu Ling Ling sangat menyukai pedang milik Qingzhu yang menurutnya indah karena memiliki warna putih da ada gambar phonix di gagangnya


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2