
mereka berlima Kemudian menuju pintu gerbang sakte dan pamit pada matriak Ying dan ketiga gadis cantik di sampingnya ,
"kami kembali dulu matriak, aku harap di pertemuan selanjutnya sakte lembah salju sudah mengalami banyak kemajuan"ucap Xhuhan sebelum menghilang dari hadapan matriak Ying
"luar biasa bahkan aura keberadaan mereka seakan lenyap dari tempat ini, benar bener kemapuan yang sangat luar biasa, bunda jadi tenang memberikan kalian bertiga pada nak Han dan saudara nya , dengan mereka Bunda yakin kalian akan aman dan bahagia"ucap matriak Ying melihat ke arah Qiao Yi dan dua Saudari nya
"Terimakasih ibunda, Terimakasih bibi"ucap mereka serempak , kemudian memeluk matriak Ying dengan erat
kembali ke Xhuhan cs
mereka saat ini tengah berada tak jauh dari sakte, dan sebentar lagi akan tiba di sakte awan putih
sesampainya di sana , Xhuhan cs langsung menemui patriak Rui yang kebetulan tengah berada di tempat biasa mereka mengobrol
"selamat sore patriak ,"ucap Xhuhan setelah tiba di sana, kebetulan juga istri patriak juga datang bersama Di Hua ke tempat itu
"salam nyonya ,adik Hua"ucap Xhuhan setelah melihat mereka berdua
"oh kalian sudah Kembali, duduklah "ucap patriak Rui
sementara xumei dan Di Hua hanya tersenyum ke arah xhuhan dan rombongan nya
"apakah petualangan kalian menyenangkan hingga kalian pulang hingga sore begini?"tanya patriak Rui pada mereka
bukannya menjawab Xhuhan langsung mengirimkan telepati pada patriak Rui , mengenai apa yang mereka lakukan di wilayah timur , dan itu sukses membuat patriak Rui kaget dan sekaligus bahagia mendengar nya,
lalu patriak Rui mengalihkan pandangannya pada Di Lang cs
"Lang'er , apakah kamu tidak ada yang ingin di sampaikan pada kami.?"tanya patriak Rui tersenyum penuh tanda tanya pada sang anak
"Apa maksud ayah.?"hanya Di Lang bingung dengan pertanyaan sang ayah
"jadi kamu masih tidak ingin berbicara, lalu bagaimana dengan nona Qaio Yi dan kedua gadis lainnya itu, apakah menurutmu dia cantik. sehingga membuat kamu dan dua saudaramu itu lupa pulang , apakah kamu masih tidak ingin berbicara pada kami"ucap Di Rui menatap sang anak yang nampak syok dan kaget karena ayahnya mengetahui kekasihnya
"Gege , apa yang kamu bicarakan, siapa itu nona Qiao Yi , dan apa hubungannya dengan Lang'er.?"tanya Xumei pada patriak di Rui
"kamu bisa tanyakan itu pada ketiga bocah nakal itu"ucap patriak Di Rui tersenyum ke arah istrinya
__ADS_1
"kalian bertiga , apakah ada yang ingin kalian katakan sekarang.?"tanya nyonya Xumei pada Dilang cs
Dilang langsung menoleh ke arah xhuhan karena dia yakin jika saudaranya itu lah yang telah memberitahu ayahnya tentang ketiga gadis itu
"Maaf ibu, sebenarnya kami bertiga sudah memiliki calon istri , dan dia berada di wilayah timur , tepat nya di sakte lembah salju , dan menantu ibu merupakan nona muda sakte tersebut , dan kedua saudaraku juga sudah memiliki pasnagan nya masing-masing"ucap Dilang menjelaskan pada ibunya
Duaaaar....
Xumei dan Di Hua tentu saja kaget dengan kabar mengejutkan itu , tapi taklama setelah itu xumei justru tersenyum bahagia dan langsung memeluk anaknya
"Lang'er kapan kamu akan membawa menantu ibu ke sini, dan kalian berdua , kapan akan memperkenalkan juga wanita kalian"ucap Xumei melihat bergantian ke arah ketiga pemuda tersebut
"itu , mungkin beberapa bulan kedepan Bu, saat ini mereka tengah melakukan pelatihan tertutup setelah mendapatkan sumberdaya dari saudara Han,"ucap Di Lang menjelaskan pada ibunya
"Kakak, apakah kakak iparku sangat cantik, .?"tanya Di Hua pada Dilang
"Tentu saja, nanti kakak akan membawamu ke tempat kakak iparmu"ucap Dilang tersenyum ke arah sang adik
"apakah kakak ipar secantik kakak Zhu?" tanya Di Hua lagi, yang membuat suasana di tempat itu hening, sedangkan mereka semua tau bagaimana kecantikan Qingzhu , bagaimana mungkin akan ada yang bis menyaingi kecantikan yang luar bisa itu
"Baiklah, sekarang ceritakan apa yang terjadi sehingga kalian bisa bertemu dengan pujaan hati kalian itu"ucap Xumei penasaran dengan kisah ketiga pemuda tersebut
kemudian mereka di sana mengobrol hingga malam tiba ,
..........
enam bulan kemudian sakte awan putih pun sudah berubah total , dengan adanya bangunan bangunan megah berdiri di tempat itu, dan tiga bulan yang lalu sakte ini juga membuka perekrutan Murid baru, yang bahkan sangat melebihi Quota yang di siapkan saktenya ,
kini sakte itu tengah menjadi sakte besar , dan Dilang cs sudah menjadi tetua di sakte itu, dan juga sakte itu kini tengah menjelma menjadi sakte pilihan pertama jika orang tua akan memutuskan anaknya belajar di suatu sakte , maka pilihan pertama mereka langsung pada sakte awan putih
saat ini di ruang pertemuan, Patriak Di Rui beserta keluarganya tengah membahas tentang rencana lamaran Dilang cs,
"sekarang kita akan menuju wilayah timur , dan aku sendiri yang akan melamar ketiga wanita pilihan Mereka ber tiga, apakah mei'er akan ikut.?"tanya patriak Di Rui pada sang istri
"apa apaan Pertanyaan mu itu Gege, tentu saja aku akan ikut, ini adalah momen bahagia anakku dan kedua saudaranya, tentu saja aku ikut bersama Hua'er nanti"ucap Xumei bersemangat
"lalu bagaimana dengan nak Han dan nak Zhu.?"tanya patriak Rui
__ADS_1
"Tentu saja kami akan ikut patriak, agar perjalanan kita lebih cepat tiba disana "ucap Xhuhan
"Baiklah , tolong nak Han membuat formasi pertahanan di Sakte ini, aku khawatir saat meninggalkan sakte ini"ucap patriak Rui
"Anda bisa tenang patriak, sejujurnya sakte ini sudah lama mempunyai formasi perlindungan, hanya saja aku lupa untuk mengatakan nya pada patriak "ucap Xhuhan tertawa canggung
"syukur lah, jika begitu aku bisa tenang saat pergi nanti" ucap patriak Rui
siang harinya , rombongan patriak Di Rui kini telah berkumpul di depan gerbang sakte awan putih yang kini sudah sangat besar dan megah tersebut'
"Baiklah, tolong jaga sakte ini selama kami pergi "ucap patriak Rui
"siap patriak "jawab para murid serempak
setelah itu Xhuhan langsung merobek ruang , menuju tempat sakte gagak hitam yang saat ini telah berganti menjadi tempat sakte lembah salju, setelah Xhuhan sebelumnya membereskan seluruh penghuni sakte itu
Muncul Robekan Ruang di depan Gerbang sakte lambah salju , kemudian dari robekan tersebut muncul Xhuhan di ikuti yang lainnya ,
dan kebetulan saat ini ada beberapa murid yang tengah berjalan di dekat gerbang dan menghampiri rombongan patriak Di Rui
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1