
Di halaman sakte , saat ini seratus orang tengah menunggu dengan tenang dengan pedang yang masih meneteskan darah , mereka menunggu orang yang ada di dalam sakte keluar ,
tak lama setelah itu Long Ti datang menghampiri mereka,
"Persiapkan diri kalian , karena ada pilihan ribuan murid yang menuju kemari untuk melawan kalian , dengan kekuatan berada di ranah dewa sejati merah dan ada lagi yang di tanah dewa sejati hijau , meskipun kekuatan mereka berada di bawah kalian , mereka emang jumlah , tetep bersama dan saling menjaga , jadikan ini sebagai latihan kalian sebelum pedang nanti, dan untuk puluhan tetua dan patriak sakte, serahkan padaku, kalian fokuslah pada pertarungan kalian sebentar lagi,"ucap Long Ti memberikan informasi mengenai musuh yang akan datang , dan memberi beberapa arahan pada pasukan nya
"Kami mengerti "ucap mereka serempak, seteleh itu muncul banyak sekali murid sakte di tempat itu , dan mengelilingi long Ti dan pasukan nya yang hanya berjumlah seratus satu orang dengan dirinya, sedangkan musuh yang mengelilingi nya saat ini berjumlah puluhan ribu, yang merupakan murid sakte ini
dan tak lama setelah itu muncul song patriak di ikuti 15 orang tetua di belakangnya ,
"Bagus sekali , apakah kalian pikir bisa dengan sesuka hati membuat keributan di sini, "ucap patriak seteleh sampai di tempat itu dan menatap sinis ke arah pasukan yang berisikan seratus orang tersebut
"Tangkap dan gantung mereka semua di depan pintu gerbang , jadikan pelajaran bagi siapa saja yang sudah berani membuat kekacauan di sakte ini "titah sang patriak
"Baik patriak "ucap murid serempak , dan langsung bergerak untuk menangkap pasukan milik long Zen ,
sementara long Zen hanya tersenyum sinis ke arah semut yang datang ke arah nya saat ini,
"Bersenang senanglah , dan jangan sampai ada yang mati "ucap Long Zen dan langsung melayang ke udara membiarkan Pasukan nya bertarung
"Kalian sudah dengar apa sang di katakan pemimpin sebelumnya , ayo bergerak dan bunuh "ucap salah satu orang satu pasukan long Zen dan langsung bergerak dengan mengayunkan pedang nya kesana kemari , dan setiap satu kali ayunan pedang pasti terdengar teriakan yang sangat memilukan di tempat itu ,
melihat ini, yang lainnya menjadi bersemangat dan langsung ikut menerjang ke arah musuh musuhnya , dan pecahlah pertempuran antara seratus orang melawan puluhan ribu murid tersebut
tapi bukan nya takut , seratus orang tersebut nampak tersenyum dan dengan semangat membelah tubuh musuh yang ada di depan nya , seperti sedang menyembelih hewan buruan
__ADS_1
kejadian mengerikan ini tentu tak luput dari pengamatan sang patriak dan 15 tetua di sana , awalnya wajah mereka di penuhi senyuman karena yakin bisa meringkus Seratus orang tersebut, tapi Siring berjalan nya waktu, bukannya bisa meringkus , justru murid nya lah yang terus di bantai dengan kejam , dan kejadian ini terus berlanjut hingga halaman sakte yang awalnya lumayan sesak dengan adanya puluhan ribu orang , kini sudah mulai berkurang dan tercium bau amis yang sangat kental di sana , akibat banyak nya darah yang berceceran di sana
"Kurang ajar , cepat kalian bantu mereka , jika terus begini , para murid murid itu akan mati ditangan para bajingan itu "ucap patriak dengan marah , kepada 15 tetua yang ada di belakang nya
tapi sebelum mereka bergerak muncul kilatan petir di atas sakte tersebut , di atas dana berdiri Long Ti dengan tubuh di selimuti petir menatap ke arah tempat patriak dan para tetua yang Adan di bawahnya
"Kalian jangan ikut campur dengan pertarungan mereka , karena lawan kalian adalah aku "ucap Long Ti dengan tubuh yang masih di selimuti petir perlahan turun dan mendarat tak jauh di darai posisi patriak dan para tetua itu
"Hahahaha, Dewa sejati kuning tahap awal , sangat berani memerintahku"ucap sang patriak dengan aura dewa sejati kuning tahap menengah merembes dari tubuhnya,
sementara long Ti hanya tersenyum dingin di tempat nya , karena ini memang yang ia rencanakan dengan menekan kekuatan'nya di bawah kekuatan musuh , agar musuh merasa di atas angin sebelum nyawa mereka hilang
sang patriak melihat long Ti tidak terpengaruh dengan aura nya langsung menatapnya dengan curiga ,
"Kau , kenapa masih bisa bertahan dengan aura agungku , cepat serahkan artefak yang kau punya , dengan begitu aku akan membunuhmu dengan cepat"ucap sang patriak dengan sombong , dan masih mengira long Ti lemah , dan dia bisa bertahan hanya karena mempunyai artefak pertahanan
"Sebelum nya kau mengatakan kau mempunyai aura agung kan.? baiklah biar aku tunjukkan apa itu kekuatan agung yang sesungguhnya " setelah berkata begitu pupil mata long Ti berubah dari yang sebelumnya hitam pekat menjadi ke emasan dan tubuhnya di selimuti aura agung ciri khas bangsa naga , di tambah petir petir yang menjadi elemen yang dimiliki nya menambah kuat dan agung aura yang di pancarkan nya ,
perlahan aura Long Ti yang sebelumnya di ranah Dewa sejati kuning tahap awal , perlahan naik Dewa sejati kuning tahap menengah , tahap puncak , Dewa sejati putih tahap awal dan terus naik ,Dewa sejati Hitam tahap awal , tahap menengah , tahap puncak .
aura di tempat itu , perlahan mencekam , bahkan pertarungan di belakang nya antara Pasukan nya dan puluhan ribu murid sakte pun berhenti akibat kemunculan aura kuat tersebut ,bahkan semuanya jatuh berlutut ke tanah ,kecuali seratus orang uang merupakan orang orang nya sendiri
"Ka- kau , siapa kau , kenapa kau memiliki kekuatan sebesar ini , dan apakah kita pernah bersinggungan sebelum nya "tanya sang patriak dengan takut seraya memegangi dadanya dengan posisi berlutut di tanah
long Ti langsung menghilang dari tempatnya dan langsung muncul di depan kaisar yang tengah berlutut dan langsung mencengkram erat batang leher nya dan mengangkat nya ke atas membawanya terbang ke udara , hingga membuat wajah sang kaisar pucat pasi karena ke kurangan oksigen ,
__ADS_1
setelah cukup tinggi long Ti langsung menghempaskan tubuh sang patriak ke bawah dengan kecepatan tinggi dan arah jatuh tubuh tersebut tepat berada di atas 15 tetua yang keluar bersama sang kaisar sebelum nya
sontak lima belas orang yang masih berlutut di tanah tersebut di buat kaget dengan kedatangan tubuh sang kaisar dari langit , mereka berusaha menangkap tubuh tersebut , tapi long Ti menambah tekanan yang ia berikan sebelumnya sehingga 15 orang tersebut tidak bisa menggerakkan tubuhnya , dan
Booommm....
ledakan besar terjadi saat tubuh sang Patriak menghantam tanah dan telak mengenai tubuh para tetuanya ,
Debu debu berterbangan di halaman sakte tersebut menutupi area ledakan , Long Ti mengibaskan tangan nya dan langsung menghilang kan semua debu yang ada di sana..
wush.....
.
.
.
.
.
.
..
__ADS_1
.