DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Tidak Sadarkan Diri


__ADS_3

Di rerumputan yang sangat luas terdapat puluhan domba nampak tangah makan dengan tenang Hinga tiba tiba dari langit muncul setitik hitam yang semakin lama makin nampak jelas jika sesuatu yang nampak seperti meteor itu ternyata seorang manusia yang jatuh meluncur dari ketinggian tanpa melambat sedikitpun dan


Booooommmm.......


getaran yang di sebabkan oleh benturan antara manusia yang jatuh Dari langit dengan tanah di Padang rumput pun terasa hingga beberapa ratus meter dari lokasi kejadian ,


Domba domba yang awalnya tenang kini berlarian ke berbagai arah karena takut setelah kejadian sebelum nya


sore harinya


Anak kecil berusia sekitar 6 Tahunan dengan rambut di kuncir kuda , nampak berlari menuju tempat domba domba nya di lepaskan untuk memakan rumput , tapi sampai di tempat dimana domba domba nya berada anak kecil itu di kejutkan dengan adanya kawah cukup besar di tempat itu dan di dalamnya tergeletak pemuda kira kira berusia 15 tahunan diam tak bergerak sepertinya tak sadarkan diri ,


tanpa membuang waktu , anak kecil itu langsung berlari pulang ke rumahnya yang berjarak beberapa ratus meter dari tempat itu untuk memberitahu ayahnya tentang apa yang ia lihat di Padang rumput tempat dombanya berada


"Ayah , ayah.." suara nyaring gadis kecil itu terdengar dari kejauhan , mengagetkan pria berumur sekitar 30 tahunan yang nampak tangah membereskan beberapa pakaian nya untuk di cuci , di lihat dari ke adaannya , laki laki itu baru pulang kerja dan bersiap untuk mencuci baju


"Ada apa Yun'er .?" pria yang tak lain adalah ayah dari gadis kecil itu langsung berlari menuju tempat suara anaknya berasal


"Ayah , disana ada kakak tampan pingsan " tunjuk anak kecil yang bernama Su Yun'er ayahnya ,tangannya menunjuk pada lokasi jatuhnya pemuda yang tak lain adalah Lin Feng , yang sebelumnya memasuki pusaran hitam yang di temukan nya di dalam situs kuno


"Apakah anak ayah tidak berbohong pada ayah.?" tanya Su Yan heran , pasalnya lokasi yang di tunjukkan oleh anaknya adalah lokasi anaknya biasa menjaga domba domba miliknya , dan tempat itu adalah miliknya , mana mungkin tiba tiba ada orang di tempat nya , itulah alasan mengapa Su Yan masih belum yakin dengan ucapan sang anak


"Hmmp,,, apakah ayah tidak mempercayai Yun'er lagi , ayah jahat " gadis kecil itu langsung memanyunkan bibir nya dan matanya nampak memerah seakan meledak kapan saja air matanya


"Tidak sayang , ayah hanya bercanda , ayo kita lihat kakak tampan mu itu , tunjukkan dimana kamu melihatnya " ucap Su Yang buru buru , karena takut anaknya menangis

__ADS_1


"baik " gadis kecil itu langsung berjalan mendahului sang ayah yang nampak masih belum percaya dengan apa yang di ucapkan oleh si kecil


tapi saat tiba di lokasi kejadian , Su Yan langsung bergegas menghampiri Lin Feng dan memeriksa keadaan nya , setelah di rasa semuanya baik baik saja , Su Yan bisa bernafas lega , dan membawa tubuh Lin Feng keluar dari kawah itu dan menidurkan nya di bawah pohon yang tak jauh dari lokasi jatuhnya Lin Feng sbelumnya , tempat itu biasanya di gunakan oleh Su Yun'er untuk bermain dan mengawasi domba domba miliknya , karena dirinya dengan sang ayah hanya tinggal berdua ، maka setelah ayahnya pergi bekerja gadis kecil itu di tugaskan oleh ayahnya untuk menjaga domba domba nya di sini , Su Yang tidak perlu khawatir tentang keselamatan si kecil , karena tempat ini adalah milik pribadi , jadi tidak akan ada orang yang akan datang ke tempat ini , dan lokasi tempat ini jauh dari keramaian ibu kota


"apakah kakak tampan tidak apa apa ayah ?" tanya gadis kecil itu khawatir sebab Lin Feng tidak ada tanda tanda akan sadar


"tidak apa apa , mungkin kakak tampan lagi tidur sekarang , jadi sebaiknya ayo kita bawa kakak tampan mu ini pulang , ayah juga belum mandi nanti kamu temani kakak tampan mu ini di rumah oke " Su Yan tidak tau juga kenapa pemuda tampan berambut panjang ini tidak juga bangun padahal saat di periksa sebelum nya tidak ada kerusakan apapun pada tubuh pemuda yang lagi pingsan ini , dan yang membuat dirinya tidak habis pikir sampai saat ini adalah , kenapa tiba tiba anak itu ada di dalam kawah , apakah kawah tersebut tercipta karena jatuhnya anak tersebut , jika ia maka Su Yan tidak akan mempercayai ini ، bagaimana pun manusia biasa tidak akan bisa bertahan jika mengalami benturan yang sampai menciptakan kawah sedalam itu ,


kemudian Su Yang meletakkan Lin Feng di punggung nya untuk di bawa pulang kerumahnya yang tak jauh dari tempat itu , Sementara Su Yun'er masih terus menatap punggung Lin Feng yang ada di gendongan sang ayah , karena dirinya kini berada di belakang ayahnya yang saat ini membawa Lin Feng di punggung nya


tak sampai 10 menit Mereka bertiga sudah tiba di rumah sederhana itu , meskipun kelihatan sederhana rumah itu sangat nyaman untuk di tinggali , dengan posisi nya yang jauh dari keramaian ibu kota ditambah banyaknya pepohonan di sekuat rumah itu , sangat nyaman untuk di jadikan tempat bersantai


"Ayah biarkan kakak tampan tidur di kamar Yun'er , agar Yun'er bisa melihat Kakak tampan terus , dan jika nantinya kakak tampan Bangun Yun'er bisa langsung memberi tahu pada ayah " entah kenapa sikap Su Yun'er yang terkesan sangat peduli dan perhatian pada pemuda yang ada di gendongan nya ini membuat Su Yan heran , pasalnya Biasanya anaknya sangat tidak mau dekat dengan orang lain apalagi orang itu adalah orang baru , tapi sekarang jutsru berbanding terbalik dengan apa yang biasa putrinya lakukan


setelah meletakkan tubuh pemuda yang masih belum sadar itu , su Yan pamit pada anaknya untuk melanjutkan kegiatan nya yang sbelumnya nya tertunda karena teriakan anaknya ..


se peninggal sang ayah , gadis kecil itu masih terus memandangi wajah tampan yang tengah tak sadarkan diri itu , bahkan kini nampak di kecil mengulurkan tangan nya untuk membelai pipi Lin Feng


hingga tanpa terasa di kecil akhir nya mengantuk dan tertidur di samping Lin Feng ,


Su Yan yang berniat melihat ke adaan Lin Feng setelah selesai mandi dan mencuci bajunya di buat terkejut dengan pemandangan dimana putri kecilnya tengah tertidur pulas di samping pemuda yang baru saja ia temui , dan yang membuat su yan makin heran adalah , tangan mungil anaknya nampak berada di pipi pemuda yang masih memejamkan matanya itu


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


. Bersambung

__ADS_1


__ADS_2