
Ke Esokan Harinya Di alun alu kota langit , kini dipenuhi oleh berbagai orang , mulai dari kultivator sampai dengan penduduk biasa , yang ingin menyaksikan turnamen kali ini, yang kebetulan sudah mencapai penentuan peringkat satu sampai lima,
wush....
"Perhatian ssmuanya"
muncul tetua di atas arena , yang tak lain adalah Lin Mo , yang merupakan pembawa acara turnamen ini ,
"Selamat datang kembali di turnamen perebutan tiket masuk ke dunia kuno ini, tak terasa saat ini kita sudah memasuki pertandingan puncak , dimana akan bertanding lima peserta untuk memperebutkan peringkat satu hingga lima, baiklah agar tidak memakan waktu terlalu lama, silahkan untuk peserta dengan nomor 2 dan nomor 4 untuk menaiki arena"
Di bangku peserta Xhuhan yang lagi ngobrol bersama long Zen langsung mengehentikan obrolan mereka setelah nomor miliknya disebut oleh pembawa acara ,
"Tuan muda, sepertinya waktu untuk bermain sudah tiba "ucap Long Zen pada Xhuhan , yang di angguki oleh Xhuhan
sementara di bangku lain , Mo sang nampak Menampilkan wajah bringas nya saat ini, karena dia percaya bahwa dirinya yang paling kuat dan jenius di generasi saat ini,
"Tuan muda , Hancurkan bajingan itu "ucap seseorang di samping nya, yang merupakan ketua kelompok yang di hajar oleh Long Zen dan Xhuhan sebelumnya di gang kecil kota langit
"tentu saja, aku akan membuat bocah itu merangkak dan memenggilku kakek, setelah itu aku akan mengahncurkan nya "ucap Mo sang percaya diri , kemudian melangkah menuju arena,
Di arena kini Xhuhan sudah berhadapan dengan Mo sang sebagai lawan , dan juga ada Lin mo sebagai wasit berada di tengah tengah mereka berdua
"Apakah kalian siap.?"tanya Lin Mo
keduanya hanya mengangguk dan langsung memasang kuda kuda siap untuk bertarung
"Mulai"
"Hey kau bocah, sebaiknya kau menyerah dan merangkak di bawah kakiku kemudian memanggilku kakek, dengan begitu aku akan mengampuni mu"ucap Mo sang tersenyum meremehkan pada Xhuhan
"kau mau bertarung apa mau nawar barang bodoh, jika begitu silahkan pergi jangan buang waktuku"ucap Xhuhan datar
sontak ucapan Xhuhan ini di tanggapi dengan gelak tawa para penonton , sebab baru kali ini tuan muda sombong tersebut' ada yang berani menghinanya terang terangan seperti ini dan kali ini di tengah pertandingan yang di saksikan banyak penonton
"Kau , ku bunuh kau bajingan,"
__ADS_1
"Tebasan golok darah" ucap Mo sang mengeksekusi salah satu jurus andalan saktenya , dengan mengalirkan banyak energinya ke golok yang ada di tangan kanannya
sementara di sisi sebrang , Xhuhan hanya diam di tempat nya , tanpa ada niat bergerak untuk menghindari serangan yang akan mendekat ke arahnya , kira kira sepuluh centi lagi golok tersebut akan mengenai leher sebelah kirinya , Xhuhan hanya mengangkat tangan kirinya dan mengulurkan dua jarinya untuk menjepit golok tersebut , sehingga golok itu langsung berhenti tak jauh dari lehernya ,
sontak kejadian tersebut menjadi kegaduhan di tempat itu, pasalnya semua penonton melihat jika Xhuhan tidak menggunakan energi sama sekali , tapi dengan mudahnya golok tersebut di jepit dengan kedua jarinya , seaskan akan hanya menjepit kertas saja
"Bagaimana mungkin , bahkan Maha dewa bumi 🌟 1 pun akan terluka jika melakukan itu, tapi kenapa bocah tanpa aura kultivasi tersebut mampu menjepit golok milik sang'er hanya dengan jarinya , sekuat apa tubuh bocah itu "ucap patriak Mo Cang heran
"Aku juga bingung saudara Cang, bahkan kita sama sekali tidak merasakan bocah itu menggunakan energi sama sekali , dia hanya menggunakan kekuatan fisiknya saja "ucap patriak Jin kai juga bingung dengan kejadian ini
tapi berbeda dengan Lin Mo
"Bahkan kekuatan fisik pemuda itu sangat Mengerikan, bagaimana jadinya jika pemuda itu menggunakan kekuatan nya juga , bisa langsung mati dalam sekali serang tuan muda dari sakte golok darah itu"ucap Lin Mo menghembus nafasnya
kembali ke Arena
'kenapa jepitan jari orang ini sangat kuat, bahkan aku sudah mengerahkan hampir seluruh Energi yang aku miliki untuk menarik golok yang ada di jepitan jari nya , tapi kenapa tidak lepas sialan 'Mo sang mulai panik di dalam hatinya
"Kenapa ,? Apakah kamu ingin aku melepas kan golok sampah mu ini , Baiklah aku akan kabulkan , krakk..."
"kurang ajar, kau menghancurkan senjata andalanku , aku tidak akan melepaskan mu sialan"
"Tinju gelombang darah " ucap Mo sang mengarah kan kepalan tangan nya ke arah wajah Xhuhan , tapi lagi lagi Xhuhan hanya menahan dengan tangan kirinya ,
"kau terlalu semangat ya, baiklah sekarang giliran ku untuk menyerang, aku harap kamu tidak langsung mati dengan serangan ku kali ini, bersiaplah "ucap Xhuhan , sementara Mo Cang langsung memasang sikap waspada di tempat nya , karena dia tau pemuda di depannya kali ini sangat kuat, terbukti dengan dua kali serangan nya bisa di patahkan dengan mudah
"Jurus menampar lalat "ucap Xhuhan , yang sontak menjadi cibiran dan banyak penonton buang tertawa seteleh mendengar nama jurus yang di ucapkan xhuhan, sebab nama jurus yang xhuhan sebutkan sangat aneh dan konyol , jika dilihat Xhuhan tidak mengeluarkan Energi sama sekali dari tubuh nya
sementara Long Zen dan Lin Mo langsung menutup mulut mereka berdua untuk tidak tertawa seteleh mendengar nama jurus yang di sebutkan Xhuhan sebelum nya
"Apa apa an nama jurus itu, tuan muda sungguh aneh dalam memilih nama untuk jurus yang akan dia keluarkan"ucap Long Zen masih berusaha untuk tidak tertawa
tapi setelah kata itu di ucap kan , tiba tiba terdengar bunyi nyaring di arena
plak .......plak......plak......
__ADS_1
Xhuhan menggunakan langkah bayangan pembunuh yang ia biasanya gunakan untuk bergerak layaknya bayangan untuk menampar Mo sang , yang kini sudah tersungkur di lantai arena, sementara xhuhan nampak masih berdiri di posisi awalnya
"Apaaaa......
"Bagaimana mungkin, bahkan pemuda bertopeng itu tidak bergerak dari tempat nya , dan barusan kita sama sama mendengar ada suara tamparan keras tiga kali, dan tiba tiba tubuh tuan muda Mo sang sudah jatuh di tanah "ucap penonton dengan kaget dan kagum dengan kecepatan yang di miliki pemuda bertopeng tersebut
"Sang'er .....
patriak Mo Cang langsung berdiri dari tempat duduknya setelah melihat sang anak di permalukan di arena, apalagi di jatuhkan hanya dengan tamparan , dan yang paling memalukan Xhuhan menamai jurus yang di gunakan untuk menjatuhkan anaknya dengan sebutan jurus menampar lalat ,
"Bajingan "
wush....
Aura Maha dewa Bumi 🌟 5 meledak dari tubuh patriak Mo Cang , karena dirinya terbawa emosi melihat sang anak di permalukan di depan umum ,
sontak kejadian tersebut langsung membuat banyak penonton menjadi korban , karena banyak di antara mereka yang Kuktivasi nya masih sangat rendah .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung