DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
. Akhir Turnamen | Ketakutan Dua Patriak


__ADS_3

Pertandingan memperebutkan tiket final akan segera di mulai , dimana yang akan bertarung adalah Xhuhan dan perwakilan dari sakte Kelabang hitam Jin He,


"Baiklah untuk mempersingkat waktu , langsung saja kita panggil kedua peserta kita untuk bertarung di arena, silahkan untuk kedua peserta untuk memasuki arena "ucap Lin Mo mempersilahkan kedua peserta untuk maju


"Tuan muda , jika bisa lakukan dengan cepat, karena aku sudah tidak sabar untuk menjelajahi Dunia kuno itu "ucap long Zen yang mulai bosen , karena dari tadi dirinya hanya diam tanpa ada kegiatan


"Lihat nanti "ucap Xhuhan kemudian berlalu pergi Menuju arena


sementara long Zen hanya mendengus kesal , karena pasti tuan mudanya itu akan bersenang senang lagi


Di arena


"Kalian berdua berjuanglah , karena yang menang akan masuk ke babak final , baiklah agar tidak terlalu lama, mulai" ucap Lin Mo


"Hahahaa, sekarang kau bertemu dengan ku sialan, akan ku buat kau merasakan apa yang saudara Mo Sang ,"Ucap Jin He tertawa kejam ke arah xhuhan


"Oh apa itu, apakah dengan kekuatan anak anak mu itu kamu ingin mempermalukan ku, apakah sebodoh itu para pemuda jenius yang orang orang maksud itu "ucap Xhuhan mencibir


Bukannya sadar akan kebodohan nya , justru saat ini Jin he terlihat semakin menggebu gebu untuk melawan Xhuhan ,


"Jangan terlalu banyak bicara kau sialan, kalau memang kau berani , coba tunjukkan apa ranah kekuatanmu saat ini, apakah kau juga layak berhadapan dengan jenius ini "ucap Jin He , percaya diri karena dia yakin kalau Xhuhan hanya mengolah kekuatan tubuh , tapi Kultivasi nya sangat rendah


Di bangku penonton


"Sungguh kebodohan yang mendarah daging, di beri kemudahan malah mencari kematian sendiri , dasar bocah bodoh "ucap long Zen menggelengkan kepalanya melihat kebodohan pemuda tersebut


Arena.


"Apakah kau yakin ingin melihat ranah Kultivasi ku, apakah kau bisa menanggung nya, bagaimana jika kau mati setelah terkena auraku .?"tanya Xhuhan mencibir


"Tidak usah banyak bicara , aku sendiri yang bertanggung jawab dengan apa yang akan terjadi, tidak usah bertele tele"ucap Jin he masih dengan angkuhnya


kemudian Xhuhan melihat ke arah Lin Mo yang menjadi Wasit pertandingan itu,


setelah melihat anggukan dari Lin mo , Xhuhan langsung mengeluarkan aura maha dewa langit dari tubuhnya


Blush.....

__ADS_1


Aura agung dan mengerikan merembes keluar dari tubuh Xhuhan , bahkan Lin Mo yang menjadi Wasit pun ikut tertekan dengan aura itu,


di bangku penonton pun sama, bahkan para patriak sakte yang hadir di buat kaget dan takjub sekaligus bergidik ngeri dengan aura itu,


sebab ada orang semuda itu sudah mencapai ranah yang di anggap legenda di alam ini ,


sementara Jin He , saat ini keadaan nya tidak baik baik saja , dengan banyaknya darah yang keluar dari mulut dan hidungnya , bahkan saat ini Jin He sudah jatuh pingsan tersungkur di lantai arena


Kemudian Xhuhan langsung menarik aura yang di keluarkan nya ,


sehingga Lin Mo dan para penonton yang ada di sana kembali bisa bernafas dengan lancar, meskipun hanya sebentar tapi itu sudah lebih dari cukup untuk membuat mereka pingsan atau bahkan terluka parah sampai meninggal ,


Lin Mo yang masih gugup dengan peristiwa yang baru saja ia alami , berusaha tetap tenang dan langsung memeriksa keadaan Jin He yang kini sangat berantakan , dan setelah di periksa ternyata Jin He hanya mengalami sedikit luka dalam dan hanya dalam ke adaan pingsan ,


itu semua terjadi karena Xhuhan tidak sungguh sungguh ingin menekan Jin He , kalau tidak , bisa di pastikan bahwa saat ini Jin He sudah tewas


"Pemenang babak ini adalah Xhuhan , dan akan menghadapi Zen Long di partai final "ucap Lin Mo mengumumkan pemenang nya


swush......


ada sapuan angin di atas Arena setelah Lin mo menyelesaikan kalimatnya , dan tak lama setelah itu Long Zen sudah berdiri di samping Xhuhan ,


"Ba Baiklah, karena peserta yang bernama Zen Long menyerah , maka juara turnamen kali ini adalah , Xhuhan , kedua Zen long , ketiga Jin He dari sakte Kelabang hitam , empat Lian Wei sakte angin timur , ke lima Mo sang sakte golok darah , dan pemberian hadiah akan di serahkan besok pagi , sebelum acara puncak di mulai "ucap Lin Mo ,yang masih sedikit gugup dengan dua dengan yang hampir bersamaan, di mulai dari Xhuhan yang mengeluarkan aura maha dewa langit sekarang Long Zen tiba tiba ada di arena tanpa bisa ia rasakan kehadiran nya


sementara penonton di buat kecewa akibat Long Zen menyerah , sebab mereka ingin melihat kedua pemuda tersebut bertarung , tapi apa boleh buat meski kecewa para penonton tidak bodoh jika memprotes mereka berdua sebab Mereka sudah mengetahui sendiri bagaimana kelautan mereka berdua ,


setelah itu Xhuhan dan Long Zen turun dari arena untuk kembali ke penginapan tempat netral tinggal selama di kota langit ini


tapi beberapa langkah Meraka berjalan Xhuhan menghentikan langkahnya setelahh merasakan tatapan permusuhan dari belakang mereka , Xhuhan dan long Zen langsung berbalik dan ternyata mereka tengah di tatap oleh kedua patriak yang kedua anaknya di permalukan oleh Xhuhan ,


tapi setelah xhuhan dan long Zen mantap ke arah mereka , keduanya langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah lain, sebab mereka tidak bodoh jika harus membalas mereka berdua dengan terang terangan


"Persiapkan Diri kalian, karena Dewa ini akan bertamu ke sakte kalian jika acara ini sudah selesai "Xhuhan mengirimkan telepati suara pada kedua ptriak yang tadi menatap ke arahnya , kemudian mereka berdua pergi dari sana


sementara di bangku khusus,


Patriak Mo Cang dan patriak Jin KAI , saat ini tubuhnya menggigil dan wajah kedua nya pucat pasi , setelah mendengar ucapan dari Xhuhan di kepala mereka ,

__ADS_1


"apakah saudara Cang , juga ...


Belum selesai ucapan dari Jin Kai,


Mo Cang langsung menjawab dengan tergagap


"Kali ini kita akan celaka , ini semua gara gara dua bocah itu yang sudah menyinggung orang yang seharusnya tidak kita sentuh, bagaimana ini"ucap Mo Cang dengan jaringan bercucuran di tubuhnya


Kedua patriak tersebut kemudian merundingkan apa yang harus mereka lakukan untuk mengatasi masalah ini ,


samentara Dua orang yang membuat keduanya takut kini tengah bersantai di salah satu rumah makan , dengan meminum arak ,


"Tuan muda , apakah tidak terlalu berlebihan sebelum nya saat tuan muda menekan para orang orang bodoh itu dengan aura maha dewa langit , bukankah dengan begitu kita tidak bisa seperti biasanya lagi , karena kita sudah akan terkenal dengan adanya peristiwa tersebut"ucap Long Zen


"Tidak masalah , karena setelah keluar dari Dunia kuno itu, kita akan langsung membasmi semua hama yang ada di alam ini, dan kita langsung menjelajah ke seluruh alam untuk mencari suadara saudari kita yang lain"ucap Xhuhan enteng


"Jika tuan muda sudah bilang begitu , saya bisa apa , lalu kapan kita mulai memburu para orang bodoh itu.?"tanya Long Zen semangat


"Dasar maniak bertarung, bukankah sebelum nya kau keberatan dengan caraku , kenapa saat ini malah kau yang terlihat tidak sabar "ucap Xhuhan jengkel


"Hehehe tuan muda , anda kan tau jika saya sudah lama tidak bersenang senang seperti ini setelah peristiwa itu "ucap long Zen cengengesan


setelah itu keduanya memesan makanan dan kembali ke penginapan bintik istirahat


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. Bersambung


__ADS_2