DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Zen Yan Yang Malang | Hadiah


__ADS_3

"Uhuk"


Zen Yan memuntahkan seteguk darah hitam dari mulutnya , yang merupakan sisa sisa dari darah kotor yang ada di tubuhnya setelah di lukai oleh Lin Feng sbelumnya nya ,


Setelah itu , Zen Yan membuka kedua matanya dan menemukan ke empat Saudara nya berada di hadapan nya , tapi bukan hanya itu , ada sosok yang sudah membuatnya terluka sbelumnya juga berada di sana


kemudian dia langsung berusaha berdiri dari posisi nya yang sekarang ini dimana ia tengah menyandar di pohon besar yang terletak tak jauh dari tanah berlubang membentuk kawah yang merupakan bekas nya jatuh sebelumnya


Tapi saat ia mencoba untuk berdiri tangan nya yang awalnya patah kini sudah pulih kembali bahkan tubuhnya merasa sangat berbeda lebih kuat beberapa kali lipat dari sebelumnya


"Tidak usah kaget begitu , saudara pertama, Itu semua atas bantuan orang yang berdiri di tak jauh dari posisimu itu , jika tidak, kamu mungkin akan kehilangan tangan kananmu akibat petarungan sbelumnya " Zen Fan yang melihat Zen Yan masih terus melihat ke arah tangah kanannya langsung angkat bicara


"Apa maksud mu suadara ke 2 , apakah memang dia yang telah menolongku sebelum nya , tapi apa alasan nya bukankah sebelumnya kita .." Zen Yan tidak meneruskan ucapan nya karena semakin bingung dengan semuanya yang terjadi saat ini , bagaimana mungkin musuhnya malah membantu dirinya , kemudian ia langsung menatap ke empat Saudara nya itu secara bergantian untuk meminta penjelasan


melihat ke empat Saudara nya hanya diam tanpa berniat menjawab pertanyaan nya , Zen Yan tiba tiba ingat jika sbelum ia bertarung ke empat saudaranya dalam keadaan terluka dan berbaring di tanah, lalu mengapa ia saat ini merasakan jika ke empat suadara nya tidak memiliki luka atau cidera sama sama sekali , padahal jelas jelas sebelum nya jika Mereka di buat sangat tidak berdaya oleh orang bertopeng yang di lawan nya itu ,hingga membuat mereka terkapar di tanah , tapi saat ini mereka nampak baik baik saja , hanya beberapa bagian bajunya saja yang mengalami robek


"Jangan bilang kalian berempat sebelum nya tidak terluka sama sekali saat bertarung dengan dia sebelum nya , lalu kenapa kalian sebelumnya se akan akan sangat menyedihkan , tapi saat ini kalian nampak tidak memasang sikap permusuhan sama sekali dengan orang itu " Zen Yan langsung menanyakan apa yang menjadi kecurigaan nya pada mereka berempat bahkan nampak dari suaranya ia sangat marah saat ini karena ia merasa ada yang tidak beres di sini

__ADS_1


"Hahahahha"


Di tengah kemarahan Zen Yan , Tiba tiba terdengar suara tertawa yang sangat keras menggema di tempat itu , yang merupakan suara Lin Feng yang sudah tidak tahan menahan suaranya untuk tertawaan apalagi saat melihat wajah curiga Zen Yan yang nampak memerah karena marah kepada ke empat suadara nya


Zen Yan yang dalam ke adaan kesal itu pun menoleh ke ayah Lin Feng , tapi dia tidak mengatakan apa apa karena ia masih sedikit takut dengan kekuatan yang di tunjukkan oleh Lin Feng sbelumnya yang bahkan dengan pukulan sederhana nya saja udah membuat tulang lengannya patah dan parahnya lagi bahkan ia sampai pingsan,


"Ada apa , apakah kau juga akan menyalahkan aku seperti apa yang saat ini kamu lakukan pada ke empat saudaramu itu , .?" ucap Lin Feng yang sbelumnya di tatap oleh Zen Yan


"Ti ti dak senior , mana mungkin aku menyalahkan senior , aku hanya sedikit kesal saja pada ke empat suadara ku ini saja senior, anda tidak usah khawatir karena saya tidak akan berani menyalahkan anda " dengan gugup Zen Yan membantah apa yang Lin Feng katakan sebelumnya , bagiamana mungkin di Berani menunjuk kan Kekesalan nya pada sosok kuat seperti orang bertopeng di sampingnya ini , bagaimana ia bisa menyalahkan nya bahkan sampai saat ini rasa sakit saat tulang lengan nya patah sbelumnya masih bisa ia ingat dengan jelas


"Uhuukkk"


ke empat orang yang melihat wajah gugup Zen Yan akibat ucapan Lin Feng sbelumnya langsung memaling kan kepala nya agar tidak bisa di lihat oleh Zen Yan jika saat ini mereka wajahnya sudah memerah akibat menahan ketawa karena melihat ekspresi kegugupan Zen Yan sebelumnya


"Seharusnya kamu malu pada mereka yang bahkan bisa bertahan dari pukulan ku beberapa kali tanpa cidera saat ini , padahal kekuatan yang mereka miliki berada di bawahmu , sedangkan kamu yang sudah berada di ranah puncak kekuatan di alam ini tidak bisa menahan satu pukulan dari ku bahkan kau sampai pingsan sbelumnya , " Lin Feng berkata dengan nada main main untuk semakin membuat Zen Yan marah dan malu ,


padahal tidak seperti itu kenyataan nya , karena dia saat menghajar ke empat paman nya sebelumnya dia tidak menggunakan kekuatan nya sama sekali , berbeda dengan saat ia mengadu tinju dengan Zen Yan saat itu , yang sengaja mengerahkan satu persen kekuatan' petir Asyura miliknya ,hingga membuat Zen Yan seperti tadi ,

__ADS_1


Zen Yan yang mendengar kan ucapan dari orang bertopeng di depan nya Itu Sebenarnya ingin sekali membantahnya , tapi sekuat apapun ia berusaha berbicara ia hanya bisa mendesah dalam hatinya karena memang ia merasakan jika ia memang sangatlah lemah saat bentrok dengan orang bertopeng di depan nya itu , bahkan tidak merasakan adanya Qi yang terdapat pada serangan orang tersebut itu hanya murni pukulan biasa yang di lapisi oleh elemen petir hitamnya ,


"Tidak usah berkecil hati seperti itu , pelajari ini sebagai hadiah, setelah semuanya selesai aku akan memberikan hadiah tambahan untukmu "


tanpa memberikan kesempatan Zen Yan untuk bertanya , Lin Feng langusng melepaskan setitik cahaya ke arah kening nya , membuat Zen Yan mengerutkan keningnya Sebab setelah cahaya itu masuk ke kepalanya , muncul Informasi teknik di pikiran nya , sehingga ia langsung duduk bermeditasi untuk mempelajari teknik itu , .


"wush"


muncul Aray membentuk kubah mengelilingi tubuh Zen Yan yang merupakan Aray waktu yang di buat oleh Lin Feng agar tidak perlu memakan waktu terlalu lama untuk menunggu Zen Yan memahami teknik yang ia berikan sebelum nya


"Paman, kalian kemarilah , biarkan paman Yan di sana jangan mengganggunya karena saat ini paman Yan tengah berusaha mempelajari satu tehnik yang aku berikan sebelumnya , " Lin Feng saat ini sudah berada sedikit jauh dari posisi mereka , terlihat dirinya sekarang tengah bersantai dan melepaskan topengnya sambil memakan buah buahan


mereka berempat yang mendengar ucapan Lin Feng sedikit jauh dari posisi mereka ,langsung menoleh secara bersama an , setelah melihat apa yang di lakukan oleh Lin Feng , mereka langsung menghampiri nya dengan buru buru , sebab di depan Lin Feng sudah banyak sekali buah buahan abadi yang bertumpuk yang terdiri dari berbagai jenis


"wush"


mereka berempat dengan sekejap sudah berada di hadapan Lin Feng , dengan tatapan mata berbinar melihat ke arah tumpukan buah buahan abadi yang ada di sana

__ADS_1


__ADS_2