DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Kekesalan 4 Paman & Yang Di Tunggu akhirnya Tiba


__ADS_3

"Booomm"


Zen Yun jatuh terpelanting dengan keras tepat di samping ketiga saudara nya yang masih berbaring di tempat semula , karena perintah Lin Feng agar bisa memancing Zen Yan segera keluar dari persembunyiannya


'Bukankah Feng'er sangat kejam pada kita saat ini saudara, bukan kah perjanjian nya tadi hanya berpura pura bertarung dengan nya Sebentar kemudian feng'er akan melawan kakak pertama yang baru saja datang , tapi saat ini keadaan kita sungguh sangat memprihatinkan'


Zen Yun yang baru saja di hempaskan oleh serangan mendadak dari Lin Feng langsung mengirimkan telepati ke pada ketiga saudaranya yang nampak sama seperti dirinya , dengan keadaan berantakan dan beberapa bagian bajunya bahkan sudah sobek


Lin Feng yang sebelumnya melepaskan serangan pada Zen Yun menggunakan elemen Angin nya hanya tertawa kecil di balik Topengnya setelah melihat wajah kusut dari ke empat paman nya itu ,


setelah itu dia mengalihkan pandangan nya ke tempat Zen Yan bersembunyi dan menjentikkan jarinya


wush....


Brak....


Dahan pohon yang di tempati Zen Yan sebelum nya langsung hancur berkeping keping , untung Zen Yan refleks nya cukup bagus , jika tidak mungkin ke adaan nya saat ini sudah sama seperti ke empat orang sbelumnya


"Jika aku tidak memaksamu keluar seperti tadi , apakah kamu akan tetap bersembunyi di sana seperti pengecut dan menyaksikan ke empat saudaramu mati di sini " Lin Feng menatap ke arah Zen Yan, Yang kini tengah melayang di udara di hadapan nya , saat ini suara Lin Feng sangat berat seperti suara pria paruh baya , karena Lin Feng sengaja menyamar kan suaranya menggunakan energi nya agar tidak di curigai oleh Zen Yan ,


Sosok Zen Yan saat ini sudah berada di depan Lin Feng yang berjarak kurang lebih Dua puluh langkah di udara , Tidak ada kemarahan atau pun kepanikan di wajahnya meskipun Lin Feng sudah membuat ke empat suadara nya babak belur sebelum nya dan lagi Lin Feng juga terang terangan mengatakan jika dirinya pengecut sbelumnya


"Aku tidak tau siapa kamu dan apa masalahmu hingga berani berbuat seperti sbelumnya pada ke empat saudaraku , Dan dari caramu mengalahkan mereka sebelum nya aku rasa aku belum pernah melihat orang sekuat dirimu selama ini , jika ia mungkin kita sudah dari lama bentrok , mengingat di alam ini mungkin hanya aku yang sudah mencapai puncak kekuatan , tapi itu sekarang sudah tidak penting lagi , karena semenjak kamu berani menjatuhkan tangan mu pada keluaraga ku , maka sejak saat itulah kamu sudah menjadi musuh ku "


"wush"

__ADS_1


ledakan aura abadi 🌟 9 menyapu tempat itu hingga membentuk gelombang angin yang menghempas kan apa saja yang ada di sekitar Zen Yan , tak hanya sampai di situ kilatan petir nampak menari nari mengelilingi tubuhnya ,


"Hoho lumayan kuat , dengan kekuatan yang kamu miliki saat ini bahkan lawan diranah yang sama tidak akan cocok menjadi lawan mu , tapi sayang sekali karena lawanmu adalah aku , jadi keunggulan mu saat ini tidak ada apa apa nya di mataku "


"wush"


Lin Feng juga mengeluarkan aura kekuatan nya di ranah Abadi 🌟 9 sama dengan yang Zen Yan tunjukkan sebelum nya, tapi meskipun begitu Lin Feng hanya menggunakan 1 persen kekuatan sejatinya di ranah itu , karena dia memiliki energi Semesta tentu saja kekuatan itu sudah lebih dari cukup untuk melawan aura yang di keluarkan oleh Zen Yan sebelum nya


"Drrrttttt"


"wush"


Tak sampai di situ Lin Feng juga mengeluarkan elemen petir nya, yang mana petir miliknya Memiliki warna yang berbeda dari petir yang mengelilingi tubuh Zen Yan yang merupakan petir biasa , sedangkan petir milik Lin Feng adalah petir Hitam Asura yang sudah ia bangkitan ,


Melihat apa yang dia lakukan orang bertopeng di hadapan nya , Zen Yan mulai merasakan perasaan tidak nyaman di tubuhnya , apalagi petir yang ia keluarkan seakan akan takut dengan petir Hitam milik musuhnya , tapi ia tidak mau memikirkan itu , dia kembali fokus dan kembali memenangkan dirinya , perlahan perasa an takut yang ia rasakan sebelumnya menghilang di gantikan senyum tipis di bibirnya , karena selama ini ia belum pernah merasakan perasaan seperti ini meskipun musuh yang ia hadapi sangat Kuat, ia tidak pernah Merasa was was seperti saat ini , itulah mengapa ia tersenyum karena ia belum pernah kalah sebelum nya maka ia akan mengeluarkan kemampuan maksimal nya kali ini karena ia sangat yakin jika lawannya kali ini bukanlah lawan yang mudah bahkan ia merasa jika dirinya bisa saja kalah nantinya


setelah mengatakan itu Lin Feng mengarahkan tinjunya ke depan ke arah Zen Yan dan melapisi kepalan tangan nya dengan petir Hitam miliknya ,


"Baiklah aku ikuti permainan mu , sebaiknya kau serius kali ini karena aku tidak mau pertarungan ini berakhir cepat karena kau kalah dalam sekali jurus" Zen Yan juga melakukan hal yang sama dengan apa yang Lin Feng lakukan , tapi bukan hanya elemen petir yang ia ciptakan di kepalan tangan nya , Zen Yan juga mengalirkan Qi nya dalam jumlah yang cukup besar , untuk berjaga jaga karena ia merasa petir hitam milik lawannya bukanlah petir sembarangan


wush...


wush...


Baik Lin Feng maupun Zen Yan menghilang dari tempat nya masing masing hanya meninggalkan percikan petir hitam dan putih di tempat mereka sebelum nya berada

__ADS_1


keduanya muncul di tempat yang lebih tinggi dari posisi sebelumnya nya , entah kebetulan atau bukan mereka melakukan itu dengan alasan yang sama yaitu agar tidak menghancurkan hutan di tempat itu jadi mereka bergerak dengan cepat menuju ke tinggian agar ledakan energi dari bentrokan ke-dua nya tidak menghancurkan pepohonan yang ada hutan itu


"Bugh"


"wush"


tinju Keduanya saling menubruk satu sama lain hingga menimbulkan getaran dahsyat menyapu tempat itu , bahkan empat orang yang berada jauh di bawah pertarungan mereka pun bisa merasakan dahsyatnya bentrokan kekuatan ke-dua nya itu


Tapi kejadian menakjubkan itu tak bertahan lama , karena tiba tiba terdengar suara


"Krak"


"wush"


"Brak"


"Brak "


"Booomm"


terdengar retakan tulang yang sangat nyaring di udara , dimana itu merupakan suara tulang tangan Zen Yan yang langsung patah akibat bentrok sebelum nya , bukan hanya itu saja , tubuhnya langsung terhempas ke bawah dengan kecepatan tinggi , hingga mematahkan ratusan pohon yang ada di hutan itu sebelum akhirnya tubuh itu berhenti karena menghantam tanah hingga membentuk kawah kecil di tengah hutan


Zen Fan dan yang lainnya yang mendengar suara patah tulang setelah bentrok sebelum nya , langsung memfokuskan pandangan nya ke arah dua orang di atasnya itu , tanpa di duga tubuh Zen Yan langsung terhempas ke bawah dengan kecepatan tinggi bahkan sangat jauh dari posisi mereka berada


Tanpa banyak bicara mereka berempat yang awalnya pura pura terluka langsung bangkit dan terbang dengan kecepatan tinggi ke arah ledakan sebelumnya untuk melihat kondisi Zen Yan ,

__ADS_1


sesampai nya di sana , Mereka menemukan ratusan pohon tumbang membentuk garis lurus dan di ujung garis tersebut ada dua sosok yang merupakan Zen Yang yang saat ini tengah pingsan sementara sosok satunya adalah Lin Feng yang nampak memasukkan pil pemilihan dan pil restorasi ke dalam mulut Zen Yan , agar stamina dan luka luka yang di alaminya sembuh juga dengan pil restorasi yang Lin Feng berikan sebelumnya akan menyembuhkan lengan Zen Yan yang patah sbelumnya , bahkan mungkin tulangnya akan menjadi lebih kuat beberapa tingkat lagi setelah mengonsumsi pil tersebut


__ADS_2