DKYB: SEPASANG PEMBANTAI

DKYB: SEPASANG PEMBANTAI
S2. Lin Feng Kembali Berulah | Tangan Kematian Qingzhu


__ADS_3

"Kami mengerti saudara"


"Kami mengerti kakak Pertama"


Dua suara itu dari kelompok Yan Zi dan juga 60 Pasukan Yang menjawab pertanyaan Lin Feng sebelum nya


"Baguslah , jika begitu kalian silahkan persiapkan diri kalian untuk nanti sore , silahkan bubar "


Setelah Lin Feng mengatakan itu 65 orang itu langsung pergi menuju Taman yang berada tak jauh dari klan Zen berada , yang masih merupakan wilayah dari klan Zen itu sendiri , tempat itu biasanya di gunakan oleh Lin Feng untuk berkumpul bersama kelima saudara saudarinya beserta seluruh anggota pasukan nya


"Paman Bibi , ayo kita kembali ke dalam, urusan ini biarkan Mereka yang mengurus nya mulai saat ini, dan kita hanya perlu menyaksikan saja dari sini, itupun jika memang paman dan bibi ingin menyaksikan aksi mereka di luar sana "


"Benarkah apa yang kamu ucapkan ini Feng'er.?" tanya istri Zen Yan dengan semangat , pasalnya ia sangat penasaran dengan kekuatan Sang anak dan juga para keponakannya yang lain


"Tantu saja benar Bi, tapi bukan sekarang , nanti saat sudah ada tanda tanda pergerakan dari musuh kita untuk menyerang wilayah ini , aku akan memperlihatkan pada kalian apa yang terjadi di luar sana , dengan begitu Bibi dan paman bisa melihat apa yang akan di lakukan oleh mereka di luar sana " Lin Feng mengangguk membenarkan apa yang di tanyakan oleh sang bibi , karena memang Rencana nya Lin Feng akan menggunakan cara yang sama seperti saat dirinya membuat Aray proyeksi saat menghajar Yan Zi dan ke empat paman lainnya waktu itu ,

__ADS_1


"Apakah seperti saat kamu memukuli Gege dan ke empat saudara ku waktu itu .?" tanya istri Zen Yan lagi , membuat Zen Yan dan ke empat saudaranya menampilkan wajah gelap saat ini , sebab mereka saat ini baru tau jika ini penyebab dari mana para istri nya bisa mengetahui kejadian waktu itu


"Tepat sekali, bibi memang pintar tidak seperti paman , hahaha " setelah mengatakan itu Lin Feng langsung kabur bersama Ling Ling ke dalam mansion meninggal kan Zen Yan yang menjadi bahan tertawaan oleh istrinya saat itu


"Keponakan kurang ajar ,apakah kau memang se benci itu pada pamanmu ini sehingga kau selalu saja membuat pamanmu ini malu


seperti ini " Zen Yan berteriak dengan amarah yang meledak ledak , tapi bedanya kali ini ia murni hanya menggunakan teriakan biasa tanpa aura sama sekali , karena ia hanya bercanda mengatakan itu untuk menutupi rasa malunya saat ini pada yang lainnya


Sementara di dalam mansion saat ini ke adaan Lin Feng sedang tidak baik baik saja , setelah menarik Ling Ling ke dalam sebelum nya , ia langsung mendapat cubitan kasih sayang diri wanita itu membuat Lin Feng harus menggunakan berbagi rayuan untuk membujuk Ling Ling agar melepaskan nya


"kali ini ling'er maafkan , karena ling'er melihat bibi dan yang lainnya tertawa sebelum nya , membuat mereka melupakan kesedihannya pada anak anak mereka yang sebentar lagi akan ikut bersama kita ke alam yang lebih tinggi , tapi bukan berati gege bisa lepas dengan mudah lain kali , ingat ini, aku akan mengadukan nya pada ibu Zhu jika Gege sering mengerjai paman saat di alam Agung ini , aku yakin saat ibu Zhu mendengar kan ceritaku ini Gege akan di berikan hadiah nantinya, jadi jangan buat aku mengatakan nya lagi atau aku akan benar benar mengadukan nya pada ibu Zhu " Ling Ling membuat suara nya se kejam mungkin saat mengatakan ini tapi di hatinya ia sangat bahagia karena bisa menakut nakuti Lin Feng seperti ini , karena yang bisa membuat nya takut hanya satu orang di dunia ini , siapa lagi kalau bukan sang ibu Qingzhu , kalau yang lain masih bisa Lin Feng rayu tapi kalau Qingzhu tidak mempan dengan rayuannya pasti langsung menghukum nya dengan cubitan kecil yang akan membuat Lin Feng patuh padanya


Sementara Ling Ling yang mendengar gumaman Lin Feng langusng mengatur nafasnya karena ia belum terbiasa dengan cara Lin Feng mengatakan kata kata seperti itu , sehingga kuping nya langsung memerah , untung dirinya saat ini menggunakan topeng , jika tidak bisa terlihat dengan jelas saat ini jika wajahnya tengah merona akibat ucapan Lin Feng sebelum nya


"Sudah aku mau istirahat dulu" takut Lin Feng menyadari apa yang terjadi pada dirinya saat ini ,Ling Ling langsung menarik alasan untuk pergi dari tempat itu meninggal kan Feng yang nampak masih termenung di tempat nya saat ini ,

__ADS_1


Tapi setelah kepergian Ling Ling dari tempat nya , Lin Feng tersenyum di balik Topengnya saat ini karena ia sebelumnya hanya berpura pura ketakutan dan sengaja mengucapkan itu untuk mengalihkan pembicaraan itu , karena akan sangat gawat jika memang Ling Ling benar Benar mengadukan nya pada sang ibu , tapi bukan Lin Feng namanya jika tidak memiliki solusi untuk masalah seperti ini ,


Jadi ia sengaja menggunakan ucapan sebelumnya untuk membuat Ling Ling tidak membahas masalah itu lagi , syukur syukur jika memang sampai bisa membuat Ling Ling melupakan niatnya itu


"Ling'er, kamu harus belajar banyak dari ibu jika mau menyudutkan ku , " Setelah mengatakan itu Lin Feng langsung bergegas ke kamarnya nyusul Ling Ling yang sebelumnya sudah pergi lebih dulu


___________________


Dulu di domain surgawi tempat Xhuhan dan yang lainnya tinggal , Lin Feng memang terkenal dengan kepolosannya yang membuat semua orang luluh dengan kata manis nya , begitu juga dengan Qingzhu yang awalnya terlena juga dengan omongan Manis sang anak,


tapi semuanya berubah setelah Qingzhu tidak sangaja mendengar percakapan antara putera dan suaminya yang waktu itu tengah asik berpesta dengan membakar hewan buruan yang di dapat dari hutan yang terkenal sangat berbahaya di alam sembilan surgawi, tapi dengan mulut manisnya dan juga wajah polos Lin Feng , ia dengan mudah lepas dari pantauan dan hukuman dari dirinya , saat itu sepasang ayah dan anak itu saking asiknya dengan kegiatan nya sampai tidak menyadari jika ada dirinya di sana ,dan dengan suara yang lumayan keras ke-duanya bercerita mengenai cara mereka untuk lolos dari hukuman dari dirinya


Mulai saat itu Qingzhu selalu memantau gerak gerik dari anak dan suaminya karena jika ia lengah sedikit saja , maka ke-dua nya bisa bisa langusng menghilang untuk berburu dan berlatih di tempat yang berbahaya,


Saat keduanya pulang ia langsung menghujani mereka berdua dengan berbagai macam pertanyaan , tapi dirinya selalu luluh dengan sang anak ,

__ADS_1


Tapi setelah mengetahui rahasia kedua nya , ia langsung mengeraskan hatinya untuk menghukum ke-dua tanpa menghiraukan lagi wajah polos sang anak , dimana hukuman itu dengan menggantung ke-dua nya di gerbang kediaman mereka, hingga menjadikan ke-dua nya sebagai tontonan para anggota keluarga nya , tapi meskipun begitu kedua nya masih saja berulah , hingga tiba saat Qingzhu tanpa sengaja mencubit keduanya dengan keras karena saat itu keduanya tercyduk tengah membakar daging monster yang di dapat dari hutan yang sangat berbahaya itu lagi dan Parahnya yang memburu semua hewan itu adalah si kecil Lin Feng , sedangkan sang ayah Hanaya menjadi penonton saja ,amarah Qingzhu langsung meluap saat itu terutama pada sang suami yang membiarkan si kecil bertarung dengan Monster sekuat itu , alhasil ia dengan ganas meluapkan kemarahannya dengan mencubit keduanya dan alangkah terkejutnya ia saat menyadari jika anak dan suaminya itu sampai memohon dengan sangat serius hanya untuk lepas dari cubitan nya , padahal saat ke-dua nya di hukum dengan cara di gantung sebelum nya tidak ada permohonan seperti itu ,


sejak saat itulah Lin Feng kecil dan Xhuhan selalu takut dengan tangan kematian milik Qingzhu , bahkan Xhuhan sampai menyerah untuk menghadapi hukuman itu , padahal dirinya memiliki tubuh abadi tetap saja rasa sakit itu sangat menyiksa nya , itu terjadi karena fisik Qingzhu 11-12 dengan fisik miliknya , dan di dalam diri Qingzhu mengalir Garis darah miliknya , itulah yang membuat cubitan Qingzhu bisa menyakiti nya ,


__ADS_2