
"Maaf Tuan , apakah anda tamu matriak.?"ucap salah satu gadis yang menghampiri rombongan mereka
"Benar nona, bisakah nona sampaikan pada matriak , jika Rombongan patriak sakte awan putih datang berkunjung"ucap Dilang yang menjawab pertanyaan itu
'melihat siapa yang berbicara , ketiga murid wanita itu langsung bersemu merah pipinya, pasalnya Dilang menurut mereka sangatlah tampan begitupun dengan dua orang di sampingnya
"Nona, apakah ada sesuatu di wajah kami.?"tanya Dilang penasaran ,
sementara ketiga murid itu langsung gelapapan setelah ketahuan mengagumi ketampanan ketiga pria tersebut
"eh tidak ada tuan muda, tunggu sebentar kami akan mengabari matriak ,"ucap ketiganya buru buru meninggal kan rombongan tersebut
"apa apa an mereka bertiga itu, kenapa tiba tiba bertingkah aneh seperti itu.?''ucap Dilang menoleh ke belakang
"kakak tidak menyadari ya, bukankah sakte ini khusus murid wanita , tentu saja Meraka akan begitu jika bertemeu dengan pria , apalagi seperti kalian bertiga, dan untung saja kakak Han memakai topeng"ucap Di Hua tersenyum di samping sang ibu
"sial, kenapa kita tidak menggunakan topeng"ucap Dilang mengutuk kebodohan nya
kemudian mereka bertiga langsung menggunakan topeng , karena takut terjadi keributan saat mereka masuk sakte nanti
Sementara di dalam sakte
Matriak Ying dan ketiga gadis cantik tengah mengobrol dengan penuh canda tawa di sana , entah apa yang di bicarakan mereka,
jika di lihat dari kekuatan, saat ini matriak Ying sudah berada di ranah abadi 🌟 1, naik dua ranah dari yang awalnya ranah Penguasa, dan untuk murid murid berada di ranah semi abadi 🌟 1 , sedangkan untuk ketiga wanita cantik itu berhasil naik ke ranah semi Abadi 🌟 5 , setelah 6 bulan , itu terbilang lambat jika di bandingkan yang lain, tapi itu terjadi Karena ketiganya sudah mengonsumsi buah buahan abadi sebelum nya , jadi untuk kedua kalinya mereka hanya akan memperoleh manfaat sedikit tidak seperti saat pertama kali menggunakan
di saat mereka mengobrol tiba tiba datang salah satu murid yang tadi berpapasan dengan rombongan patriak sakte awan putih di depan gerbang
"maaf menggangu waktunya matriak dan nona, Di luar ada rombongan patriak sakte awan putih ingin menemui matriak"ucap murid wanita tersebut menyampaikan kedatangan rombongan tersebut
"Baiklah Terimakasih informasi nya, ayo kita sambut tamu kita, dan perintahkan kan pada yang lainnya untuk masuk ke kamar masing masing, agar tidak terjadi keributan nantinya saat rombongan itu memasuki sakte ini"ucap matriak Ying pada murid tersebut,
"Baik matriak ,"
__ADS_1
setelah itu matriak Ying dan ketiga wanita cantik tersebut beegegas menuju gerbang , dan benar saja si sana sudah ada rombongan yang di maksud murid sebelum nya
"salam tuan, selamat datang di sakte lembah salju kami"ucap matriak Ying menangkupkan tangannya
"salam nyonya, Terimakasih sambutannya''ucap patriak Rui
"kakak , apakah itu kakak iparku.?"ditengah obrolan matriak dan patriak Rui , Tiba tiba di Hua berteriak Menunjuk Qiao Yi yang ada di samping matriak Ying
sontak apa yang di ucapkan Di Hua langsung membuat katiganya canggung apalagi Meraka tau saat ini ayah dari Dilang ada di sana
"Hua'er , kamu diam dulu ya, ayah lagi bicara dengan matriak, nanti kakak akan mengenalkan mu dengan kakak iparmu"ucap Dilang melihat bke arah sang adik
"mari patriak ,silahkan masuk "ucap matriak Ying mempersilahkan rombongan tersebut memasuki sakte , dan di sendiri yang memandu rombongan itu menuju ruangan nya ,tempat biasa di mengobrol dengan Xhuhan dan Dilang cs sebelum nya
saat memasuki sakte , Xhuhan melihat kekuatan murid sudah sangat jauh berbeda dari sebelumnya langsung berkomentar dengan itu,
"semi abadi 🌟 1 dan ini semua murid sudah berada di ranah itu, rupanya matriak tidak berbohong tentang ucapan waktu itu"ucap Xhuhan melihat ke arah matriak Ying
"tentu saja nak Han, aku tidak akan mengecewakan harapan nak Han pada kami ''ucap matriak Ying
"Yi'er ,ajak saudarimu untuk membuatkan minuman kebelakang "ucap matriak Ying pada Qiao Yi
"baik bunda,"kemudian ketiganya pergi kebelakang untuk menyiapkan minuman untuk para tamu
"maaf sebelumnya jika kedatangan kami mengganggu kegiatan matriak, saya patriak Di Rui , disebelah saya merupakan istri saya Xumei dan putri saya Di Hua, dan untuk yang lainnya saya rasa matriak sudah mengetahui nya"ucap patriak di Rui memperkenalkan diri
"salam kenal patriak Rui ,nyonya xu dan juga nona Hua, selamat datang di sakte kami, perkenalan saya matriak Qiao Ying "ucap nya menangkupkan Tangan nya
"untuk kedatangan kami ke sini, kami ingin mengenal satu sama lain dengan sakte ini, dan juga untuk mengunjungi menantu kami "ucap nyonya Xumei kali ini ikut berbicara
''Tentu saja nyonya , Terimakasih untuk kesediaan nya mampir ke sakte kecil ini, dan untuk urusan anak anak , nanti kita bicarakan setelah mereka ada disini"ucap matriak Ying
tak lama setelah itu Qiao Yi ,meng Yu dan juga lian mei sudah datang membawa nampan berisi minuman yang di buat sebelumnya
__ADS_1
"nah ini mereka sudah tiba , perkenalkan nama kalian sayang"ucap matriak Ying pada ketiganya
"salam senior, perkenalkan nama saya Qiao Yi dan ini kedua saudari saya meng Yu dan wei Lian "ucap Qiao Yi memperkenalkan dirinya tak lupa juga di memperkenalkan kedua saudarinya
"salam nak Yi, apakah kamu kekaksih Lang'er .?"tanya nyonya Xumei yang sudah sangat Tidak sabar ingin mengobrol dengan sang menantu
"eh itu, benar senior"ucap Qiao Yi gugup, sebab dia tau siapa yang sekarang bicara dengan nya
"tidak perlu segugup itu nak, kamu bisa memanggilku ibu mulai sekarang dan untuk kalian berdua juga sama,"ucap Xumei melihat ke arah ketiga gadis itu
sementara ketiga gadis itu langsung menoleh ke arah matriak Ying untuk meminta pendapat, setelah melihat senyum dari matriak Ying ketiganya langsung mengalihkan pandangannya lagi pada nyonya Xumei
''ba baik ibu''ucap ketiga nya gugup
"wah kakak, bertiga sangat cantik, apakah kalian menjadi kakak ku.?"ucap Di Hua dengan tatapan penuh pengharapan pasalnya dia dari kecil hanya tinggal di sakte dan itupun hanya laki laki penghuninya
"Tentu saja, kami akan menjadi kakak mu mulai saat ini"ucap Qiao Yi tersenyum sedangakan para orang tua hanya tersenyum bahagia melihat mereka sudah langsung akrab begitu
"ayah , apakah Hua'er boleh jalan jalan bersama kakak Yi .?"tanya Di Hua yang sudah tidak sabar ingin bermain di sakte ini, apalagi sakte ini di huni oleh para wanita
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
''Bersambung