
Dor
Dor
Dor
bunyi senjata api yang tengah di tembak kan menggema di hutan perbatasan wilayah Utara dan barat , karena saat ini Lin Feng tengah menggunakan pistol di tangan nya untuk memburu beberapa
kelinci untuk di jadikan menu sarapan pagi ini, juga untuk dijadikan simpan an nanti jika ingin makan agar tidak perlu berburu lagi
"Lumayan dan juga Kemampuan menembak ku juga sudah cukup bagus sekarang " Lin Feng memasukkan kembali pistol yang digunakan sbelumnya juga memasukkan beberapa kelinci juga hanya menyisakan satu kelinci besar untuk dia panggang untuk sarapan paginya
sementara di hutan yang sama dengan Lin Feng berada , terdapat satu sosok wanita bercadar yang nampak baru keluar dari goa tempat nya tinggal karena mendengar suara berisik tak jauh dari posisi goa tempat nya tinggal membuat nya terbangun dan keluar dari goa itu sebelum nya , dan saat ini hidungnya mencium aroma daging panggang yang sangat menyengat ke hidung nya
"Apakah ada orang lain di hutan ini selain diriku .?" setelah bergumam laga dirinya sendiri sosok wanita bercadar tersebut langsung menghilang dari tempatnya nya
sementara Lin Feng masih sibuk dengan kegiatan membakar kelinci di tangan nya , dengan telaten Lin Feng mengoleskan bumbu pada kelinci yang di bakarnya menggunakan bumbu yang di berikan Qingzhu padanya
setelah dirasa cukup Lin Feng memasukkan kembali bumbu itu kembali ke dalam cincin penyimpanan nya ,
"Kemarilah tidak usah melihat ku dari jauh , jika ingin bergabung aku rasa kelinci ini masih cukup untuk kita makan berdua " tanpa menoleh Lin Feng mengatakan sesuatu yang membuat gadis bercadar yang tengah melihat punggung Lin Feng dari kejauhan kaget , pasalnya dia sangat yakin jika sudah menyembunyikan hawa keberadaan nya dengan baik , tapi mengapa keberadaan nya masih di ketahui oleh orang yang tengah asik memanggang kelinci yang tak jauh dari posisi nya tersebut
sebenarnya Lin Feng sudah menyadari keberadaan orang lain di tempat itu sbelumnya saat ia tengah mengoles kan bumbu kata kelinci panggangnya untuk pertamaa kali
"ada apa, apakah kamu tidak ingin bergabung dengan ku nona " karena tidak ada gerakan dari arah belakang nya ,Lin Feng kembali bersuara , yang kembali membuat wanita bercadar tersebut kaget karena selain mengetahui keberadaan nya , orang di depan nya ini bisa mengetahui jika dirinya seorang wanita
karena penasaran wanita bercadar tersebut langsung terbang mendekati orang itu
wanita bercadar itu mendarat di samping orang yang tengah asik memanggang kelinci itu , meskipun ia berada di sampingnya anehnya orang itu tidak menoleh kan kepalanya padanya , membuat dia kesal , karena semenjak dia tiba di alam dewa baru kali ini dia di abaikan oleh seseorang apalagi seorang pria
sementara Lin Feng Yang tengah asik membakar kelinci saat ini terlihat tenang di permukaan tapi di hatinya nya kini dia tengah gugup bercampur senang setelah melirik sebentar ke arah orang yang mendarat di samping nya saat ini , di balik topengnya Lin Feng Memiliki ekspresi rumit karena wanita yang mengintai nya adalah sosok yang sangat ia kenali , tanpa terasa cairan bening keluar dari celah kedua matanya , sebab sosok yang sudah lama ia rindukan kini tengah berada di samping nya dan sosok tersebut yang selalu ada di kepala nya, karena sosok ini yang menemani nya dari saat dirinya masih kecil hingga berumur 12 tahun dan sampai dirinya memutuskan untuk berpetualang hingga ke tempat ini adalah karena sosok tersebut , agar dirinya bisa melindungi nya dengan kekuatan nya
"Lama tidak bertemu kakak Ling ,"Lin Feng menancapkan kelinci panggang nya di tanah kemudian menoleh ke arah wanita di samping nya sambil melepas kan topeng di wajahnya
Deg...Deg....
__ADS_1
Jantung wanita bercadar itu langsung berdetak dengan cepat setelah mendengar ucapan dari orang di depan nya ini , apalagi panggilan itu hanya satu orang yang memanggil nya dengan sebutan itu ,
"Feng " kata itu lolos dari bibir kecilnya di sertai air mata membasahi kedua pipinya
tanpa aba aba dia langsung menerjang ke arah Lin Feng untuk memeluknya dan membenamkan wajahnya di dada Lin Feng , kemudian terdengar tangisan dari wanita bercadar yang merupakan Lin Ling putri dari Zentian dan Yun'er , wanita yang selalu bersama Lin Feng dari kecil hingga tumbuh dewasa di alam sembilan surgawi hingga tanpa sadar ada benih benih cinta di antara mereka yang merupakan kakak sekaligus tunangan Lin Feng yang berpisah dengan nya setelah memutuskan untuk berpetualang di luar sebelum nya
"bagaimana kabarmu kak , apakah Selama ini kamu baik baik saja ?" Lin Feng mengelus punggung wanita yang di cintai nya itu dengan lembut , semntara Ling Ling masih menangis di pelukan nya
"Diam dulu , biarkan aku seperti ini sebentar " Lin Ling menyuruh Lin Feng diam , dan kembali memeluk tubuh nya dengan erat
10 menit kemudian Lin Feng mengangkat kepala Ling Ling dari dadanya , dan menghapus air mata yang masih ada kedua di pipinya
"Cantik " Lin Feng secara tidak sadar mengucap kan kata kata sakral yang membuat Ling Ling salah tingkah sebab Lin Feng yang berada di hadapan nya saat ini sudah jauh berbeda dengan Lin feng yang bersamanya sbelumnya , karena saat ini postur tubuh Lin Feng sudah sangat jauh berbeda setelah terdampar di bumi 3 tahun membuat mereka sekarang sepeti seumuran bahkan terlihat lebih dewasa Lin Feng dan lebih tinggi tentunya
....
"Bisakah kamu jelas kan padaku apa yang terjadi padamu hingga membuat kamu berubah dalam waktu secepat ini " Lin Ling kini tengah menyenderkan kepalanya di dada Lin Feng saat ini mereka berada di goa tempat Ling Ling tinggal sebelum nya , Ling Ling mengajak Lin Feng ke tempat nya setelah drama pertemuan mengharukan sebelum nya dan juga setelah sarapan kelinci panggang itu tentunya
"Baiklah , kakak ingin mendengar ceritaku dari mana , karena akan sangat lama jika aku harus menceritakan semuanya "Lin Feng mengelus kepala Ling Ling yang ada di dadanya
"ada apa kak .?" Lin Feng yang masih mengelus kepala wanita itu langsung menjawab panggilannya
"itu , bisakah kamu tidak memanggil ku dengan sebutan kakak lagi , " Ling Ling dengan malu malu mengatakannya dan langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang milik Lin Feng karena malu ,
"Hahahaha , aku kira apa ,hanya itu ternyata " Lin Feng berniat menggoda Ling Ling dengan pura pura tidak tau dengan maksud perkataan Ling Ling sebelum nya
sontak jawaban datar Lin Feng membuat sisi lain dari sosok cantik Ling Ling bangun , dan langsung mencubit perut Lin Feng dengan keras setelah itu langsung melepaskan pelukan nya dengan tiba tiba kemudian Ling Ling yang lagi kesal itu membelakangi Lin Feng dengan wajah cemberut nya karena Lin Feng tidak mengerti dengan apa yang yang ia ucapkan padahahal dirinya sudah memberanikan diri untuk mengatakan itu sebelum nya
Ekspresi Ling Ling yang lagi kesal itu membuat Lin Feng tertawa, karena wajah kesal Ling Ling saat ini menurutnya sangat menggemaskan dan sudah lama ia tidak melihat wajah cantik itu marah seperti ini
Lin Feng mengeluarkan kalung berlian putih sangat indah dari cincin penyimpanan nya , kalung itu Lin Feng beli saat berada di bumi sebelum nya dan terlihat di kalung itu ada Huruf L dalam tulisan modern , yang menjadi inisal nama mereka berdua
kemudian Lin Feng langsung memeluk tubuh Ling Ling yang tengah membelakangi nya tersebut' dari belakang dan langsung memasangkan kalung itu di leher Ling Ling ,
"Diamlah biarkan aku memasangkan kalung ini dulu di leher mu , setelah ini aku akan menjelaskan semuanya padamu " kali ini nada bicara Lin Feng lebih lembut dari sebelumnya membuat Ling Ling yang sebelumnya ingin memberontak dari dekapan Lin Feng mengurungkan niatnya apalagi Setelah ia tau jika Lin Feng tengah memasangkan kalung di lehernya
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
__ADS_1