
"Ahhh.... capek sudah hampir tiga jam duduk mulu, huamm, "
ujar seseorang disebelahnya,
"kalau menguap itu ya ditutup neng, jangan di buka melebar kek gitu, entar lalat masuk secara gratis gimana nasib neng? "
jawab asal gadis disebelah kanannya,
"Di karungin aja setor ke pak kolega bilang ada pembuangan sampah secara sembarangan! "
pria tadi menimpali gadis yang asal ceplos main omong mulu,
"Apa hubungannya menguap dengan pak kolega neng? "
gadis itu mengernyitkan dahinya,
"Nang Neng, tu bukan nama gue pak karim, "
sambung nyolot sama pria tadi tidak Terima,
"Neng pak karim itu bukan nama gue! "
gadis duduk terapit hanya mampu mendengarkan perdebatan tak jelas dari kedua belah pihak,
mengangkat sebelah alisnya,
"ya terus! "
langsung srobot main perkataan sama si pria,
"Nama gue Karam Neng, "
emosi gadis nyolot tadi sembari kesal,
"Cuma beda i nya doang pak yang ditengah,"
cewek ditengah ikutan nimbrung lontar kenal juga,
"Gue Limoran salam kenal, "
jawab si bapak,
"salam kenal juga neng Limoran, Neng cantik deh ngegemesin pula, "
darah tinggi gadis sebelah menaik,
"Pak le pak, inget umur, gak usah pasang wajah berbinar malu pak, gak pantes amet dilihat, lagian bapak gak inget anak istri apa? "
sahut Sang pria,
"Kan Duda Tua neng, "
gadis itu melotot keheranan,
"Tu sadar diri udah tua, apa, Duda? what anak dimana? "
jawab kocak pria tersebut,
"DiSelokan neng, mau bawa apa? boleh kok karungin aja biar gak ganggu gue sama neng cantik dan imut ini, "
gadis berambut terikat panjang menjuntai itu makin geram dibuatnya,
"Astaga, woi udah gila parah pisan, iiii jangan sebar virus kopak sama tetangga sebelah, ni otak gue bisa stress kelamaan duduk jejer ngomong sama bapak duda, gak usah gue gue gitu, gak pantes tampang keriput, sok gaul pula, "
gadis ditengah benar-benar tahan tawa sampai tak sanggup lagi akhirnya ia meluapkan kegilaannya menahan rasa geli pada sikap keduanya, sehingga gadis disebelahnya pun terjengah, melihat tingkah senyum sepuasnya yang bikin dia ilfeel,
"Lo beres? "
jawab terkekeh Limoran,
"seratus persen gak beres kalau kek gini, "
__ADS_1
"What? liat pak duda harus tanggungjawab? "
"Dengan senang hati neng, tapi neng siapa yak?
" kek nya batrei kewarasan gue tinggal sepuluh persen lagi! "
sehingga tanpa disadari pria yang duduk didepan ketiga nya terkulai senyum tiada henti sejak awal perdebatan ,
sebenarnya pria tersebut sengaja mwngawasi kedua gadis tersebut takutnya nanti si pria main tangan ke mereka, sehingga tatapan nya tak luput dari kedua gadis itu, tapi tiba-tiba pria tadi balik bertanya pada gadis disebelahnya,
"Neng nama Neng siapa? "
"Napa pak? "
"pinisirin soalnya Neng, "
"Oh, pinisirin banget ya pak Duda? "
"iya Neng kalau dilihat Neng bukan asli orang tanah sini? bener gak? "
"Iya pak, napa juga kek berasa dapet penyelidikan exclusive disini? "
"Wajar neng, kan neng emang _? "
gadis itu menatap bingung dengan si pak duda,
batinnya,
"capek-capek berurusan dengan pak duda karam ini, hehh! "
"Neng mau gak selingkuh ma gue? "
Garis itu melongo, sedang Limoran ketawa terjengah terpingkal-pingkal gak sanggup nahan haluan, sedangkan pria yang sedari tadi fokus dihadapkan mereka tersedak minuman seketika, tanpa ragu lagi pria tak dikenal tersebut melontarkan bom petasan padanya,
"Woi duda akik, tu cewek selingkuhan gue berani lo embat, gue tampol lo pakek dua tangan gue beserta tendangan kaki gue, mau lo! "
"Oh, napa gak bilang toh neng, kalau udah jadi selingkuhan, haduhh gue telat, ya udah gak jadi, duluan yah para Neng! "
gumam gadis yang dicap selingkuhan sama pria tak dikenalnya,
"benar-benar gak waras, "
"la lo sendiri gimana? ngeladenin dia kek gitu, gak lihat cowok lo apa? "
"Makanya, lain kali tu muka jangan ditutupi mulu sama buku mata kuliahlo, wajar kan gue gak liat tampang lo, dasar ngaku-ngaku! "
Limoran menyela ketika ketiganya berjalan searah,
"Tapi kamu benar selingkuhan nya dia toh? "
"Gak usah sok sopan, biasa aja sama gue, lagian ni lo napa bisa sejalan si karim? "
"lo tu otak isinya Karim mulu? siapa dia? cowok lo? gue bunuh dia sekarang, karena yang bisa dapetin lo cuma gue selingkuhan lo, Karim! "
"Emang nama lo Karim? "
"Kan itu nama kesayangan buat gue dari lo ya kan? "
"sebenarnya yang jadi selingkuhan tu siapa sih? kau atau Karim? tapi boleh kenalan kan? "
"Nama gue Elghora Dezira,"
"Nama yang cantik, "
"ilfeel gue lo bilang gitu, "
"Bukannya suka! "
"Gue keinget pria Duda pak Karam tadi, koplaknya gak main, "
keduanya terkekeh sambil menahan perut sakit karena tersenyum lagi mengingat ucapan dari Elghora Dezira,
__ADS_1
tanya si Karim,
"El mau kemana? "
"Cari apartment, atau kost atau apalah terserah, yang penting bisa buat tinggal, "
"aku juga sama sedang cari tempat tinggal sementara, bagaimana kalau kita cari bareng-bareng! "
"Gak perlu bingung, ikut gue aja, ada beberapa kost disebelah rumah gue, "
"Yang bener, "
"Iya gak bohong kok, ngapain juga aku harus bohong sama selingkuhan gue yang cantiknya makin nambah parah aja! "
sambil mengangkat kedua alisnya,
"Kek nya lo lebih parah dari pak Duda karam tadi deh Rim, "
"beneran! "
"napa lo heran, hah, "
"gue makin suka deh sama lo, "
"getingggg aku ma lo, "
"hahahah, kalian lucunya kelewat batas, apa ini perjalanan masih lama Rim? "
"bentar lagi juga nyampek kok, tapi ngomong-ngomong lo udah punya pacar pa belum Li? "
"Karim mau daftar tu, nambah selingkuhan katanya, "
"Cieeee ada yang cemburu, "
"Plak mati aja kau, Karim, "
"Untung bukan nama gue, "
"terus nama kamu siapa?Elghora namanya siapa? "
"mana ku tau gue kan gak kenal ni Karim? "
"katanya selingkuhan nya, "
"cuma omongannya doang Limoran, "
"Wah gue gak dianggep rupanya, "
akhirnya perbincangan selesai dan lihatlah kedua mata tertuju pada rumah yang gak mirip sama kost an,
"Ni lo gak salah alamat Rim? "
"Gak masuk aja, itu rumah gue buat kosan, dan bayaran nya nanti okeyy bulan depan, kalau begitu Karim undur diri dulu cantik ku, "
"Wek, ogah gue, "
lalu mereka pun masuk merebahkan tubuh nya diatas ranjang yang teramat nyaman dari perjalanan panjang mereka, disinilah keduanya saling dekat sampai seolah bagai saudara bagi Limoran,
setelah Elghora lebih dulu menyelesaikan merapikan semuanya, kini dirinya pergi ke ruang tamu untuk menonton TV, melihat dia sudah terbebas dari bersih-bersih Limoran bergumam,
"enaknya udah selesai lebih dulu, El kok cepet! "
"kenapa? "
"aku aja masih belum kelar, "
"emang mau dibantu? "
"iya dong, "
lalu Elghora langsung membantu merapikan segalanya.
__ADS_1