Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Kehadiran


__ADS_3

Sejak hari dimana sebuah hubungan telah terputus, nyatanya kini segalanya yang begitu diinginkan menjadi korban dari kepolosan seorang wanita untuk kebaikan yang diberikan kepadanya,


Demi mempertahankan status persaudaraan, dirinya rela menenggelamkan pernikahannya begitu saja, bahkan setelah satu bulan lamanya, kabar yang sebelumnya didapati oleh Biyanka Barnia dan Blezen,mendapati Elghora Dezira berada di sebuah apartemen mendadak menghilang kan jejak,


menjelang esoknya, keberadaan Elghora Dezira nyaris membuat gempar seluruh orang, mereka semua bingung kemana harus mencari lenyapnya gadis itu, sedang dalam pencarian kedua tatapan Biyanka tertuju pada Sosok pria yang selama ini dikenalnya,


Tepat didalam rumah sakit dimana Liven bekerja, bisa ditebak jika Biyanka mengikuti gerak langkahnya, entah keberuntungan apa yang kini sedang menimpa nya, ia sejak dari tadi sengaja mendengarkan pembicaraan menegangkan keduanya,


hingga sempat membuat Biyanka dalam sekejap menutup mulut berdecah sialan nya itu, bagaimana tidak bahkan hal paling mengejutkan, disaat peluang tau keberadaan sang teman pasti berada pada nya, sekarang berganti dengan raut kekhawatiran,


pasalnya Elghora Dezira tidak berada sedang bersama Stive El Zeida, ia pun sekarang sedang melakukan pencarian penuh dengan berbagai pengawas untuk bisa menemukan kembali Elghora Dezira,


sejak perpisahan hubungan nya dengan Lezif Zoead, ia bahkan tak mampu mengontrol dirinya, hari demi hari berlanjut, tak ada satu pun kabar dari nya, bahkan didalam dua kubu marga besar yang mengerahkan segalanya demi menemukan gadis itu,


sampai satu tahun lebih ia menghilang lenyap tanpa ada jejak tertinggal sedikitpun,tepat didepan meja kerja Liven berkata,


"Sekarang kau gila kehilangan cinta yang menghilang satu tahun lebih itu, perceraiannya dengan mantan suaminya, mungkin sangat berdampak buruk bagi nya, sehingga ia lebih memutuskan untuk menyendiri dan menenangkan pikiran, dari pada bertemu dua pria menyebalkan,seperti kalian, "


Cetus Stive El Zeidan,


"Bukan membantu malah hanya bisa membuat beban pikiran, kau itu seorang Dokter, tapi cara bicara bahkan gaya klasik bicara mu yang menelusuk, memang benar -benar patut ku akui, jika kau memang tak pernah mencintai seseorang, sebagaimana cinta itu melebihi dirimu sendiri, kau pun tau keadaan ia pergi saat tengah berbadan dua, kau pikir aku yang seharusnya bertanggung jawab bisa hanya berdiam diri saja, "


kekesalan nampak terlihat dari raut wajah Stive El Zeidan, sedangkan Liven hanya bisa menepuk pelan punggung sang teman, dibalik ucapannya tadi, sebenarnya tersimpan sejuta luka untuk temannya tersebut, namun ia hanya mampu menyembunyikan kegelisahan tersendiri agar Stive tidak menjadi frustasi lebih dalam akan hilang nya sosok spesial dalam hidup nya,


terkadang menjauh adalah hal terbaik, menyendiri untuk merenungkan semua masalah, hingga pada akhirnya kepergian itu membawa hal tak terduga bagi Elghora Dezira, seolah berlari menjauh untuk mendapatkan kehidupan terbaru, nyatanya ia kini bukan hidup sendiri,demi masa depan nya,


Tepat dirumah sakit Seorang wanita tengah menunggu hasil dari pemeriksaan darah tersebut, agar bisa memastikan Putra yang ia lahirkan merupakan keturunan dari pihak mana, yang jelas Wajah penuh harap akan hasil tersebut membuat ia meregang bergetar hebat kala itu,


ia tidak sanggup menahan elakkan terbesarnya, saat sembilan puluh persen keduanya memiliki kecocokan, dan ternyata semua kenangan yang berlalu cukup lama selalu terngiang terbayang dalam pikiran Elghora Dezira,


Gumamnya lirih sambil mengusap pucuk kepala Sang Putra,


"Akan ku pertemukan kau dengan


Papa kandung mu, Zeman Zeridhan, karena kau memiliki hak atas itu, namun kau harus menerima keputusan ini dengan bijak, "


lalu beranjak dari sana, kedua mata yang berpura-pura terpejam pun tersenyum bisa mendapatkan jawaban dari keputusan Sang Mama, dikala pagi menyingsing tepat didapur ia mendapatkan sebuah pelukan hangat dari Zeman Zeridhan,


"Morning, Manis ku, "


"Morning, "


sambil mengusap lembut kepala Sang Putra, disini Zeman Zeridhan tak pernah sekalipun memanggilnya dengan sebutan Mama, sebab dirinya tak mau ada yang tau kalau wanita yang menjadi sosok yang menjadi teramat disayanginya akan mendapatkan luka untuk kesekian kalinya,karena ulah bajingan pria yang berusaha mendekati nya,


sehingga demi kebaikan, dimana pun tempatnya, Manis ku adalah sapaan serta panggilan khusus dibuat oleh dirinya, sebagai seorang anak yang sangat mencemaskan Mama nya,


setelah selesai mereka berdua kini duduk saling berhadapan untuk menyelesaikan aktivitas pagi nya, sarapan bersama Elghora Dezira dan Zeman Zeridhan, nampak sekilas Bibir itu tersenyum menawan,


"Aduuhhh Jantung ku! "

__ADS_1


sontak hal itu membuat keterkejutan tersendiri untuk nya,


"Kau kenapa Zeman, apa ada yang sakit? jantung, ada apa? apa terjadi sesuatu yang aneh? "


melihat raut yang tiba-tiba memucat langsung membikin bibir sexy Putra nya berdecah,


"Jantung ku mau copot saat melihat Manis ku tersenyum, "


"PLaK, "


sebuah pukulan mendarat disebelah bahu Zeman Zeridhan,


"Aduh sangat tidak bertenaga sampai membuat bahu ku terasa berdenyut, "


"Jangan membuat ungkapan dengan penempatan yang salah, Zeman! sedang bercanda dengan ku yah, emm, candaan yang mengagetkan, hah, jangan buat aku cemas dan khawatir karena tingkah mu itu, ya! "


lalu tersenyumlah keduanya dimeja makan, ketika semua kegiatan rutinitas telah terselesaikan, kini tibalah Elghora Dezira memberikan sebuah dokumen kepada Sang Putra,


Ucap nya,


"Bawalah dokumen ini ke perusahaan Hjb, datanglah sebagai pesan pengantar dari Elghora Dezira, maka kau akan diperkenan masuk oleh penjaga, setelah nya, berikan dokumen yang kau pegang kepada CEO disana, dia adalah Putra tertua dari keluarga besar Zeidan, Zeman Zeridhan,kau mendengar setiap perkataanku kan? "


sambil tersenyum sendu menatap sang Putra,


sekarang bergilir ganti Zeman bertanya,


"Iya,Siapa namanya, Ma? "


menghapus jejak buliran yang tak seharusnya ia lihat,


"jangan menagis Ma, aku bicara seperti ini karena takut, Mama akan merindukan ku, jadi seperti kemauan Mama, harus janji untuk menjaga kesehatan, aku akan melakukan seperti keinginan Mama Termanis didalam dunia ku, Zeman Zeridhan tidak akan pernah mengecewakan mu, Manis, "


sambil mengedipkan satu mata,


Ungkap nya yang membuat Zeman penasaran,


"Kau sangat mirip dengan Papa mu, Zeman, dia Stive El Zeidan, pergilah sayang, jaga diri disana, panggil Mama jika kau membutuhkan sesuatu, okey! "


"Oke Mama manis ku, "


melihat punggung sang Putra yang semakin menjauh memberikan kebahagiaan sekaligus ketidak relaan menjauh dari nya,


"Aku hanya ingin membuat mu mengenal sosok Stive El Zeidan kepada mu, Zeman Zeridhan, "


Akhirnya perjalanan panjang yang harus dilalui Zeman begitu berhasil membuat tubuh kekar itu basah akan keringat, tanpa sebuah senyum, ia kini terhenti didepan perusahaan terbesar yang dikenal dengan kemajuannya berskala luar biasa hebat nya,


sedang berinisiatif untuk masuk ke ruang utama, namun beberapa pekerja disana dibuat terpanah oleh wajah yang sangat tampan,tubuh kekar yang nampak berotot walau ditutupi dengan setelan kemeja, namun kedatangannya membuat sosok pria yang kini berdiri dibelakang nya tertuju padanya,


Ujar sekertaris yang kini berada disamping CEO Stive El Zeidan,

__ADS_1


"Apa ini hanya perasaan atau firasat ku? sepertinya keduanya memiliki aura pekat menakutkan yang sama, "


selang beberapa saat Stive melangkah memperdalam tatapan penuh tanya dalam pikiran itu,


"Rasa yang tak familiar, "


lalu tibalah disaat nama Elghora Dezira terpaut disebut, sontak membuat emosi dalam dirinya berdesir hebat, melihat sikap sang CEO semakin mendekat tiba-tiba sebuah Dokumen itu diletakkan secara kuat didada bidang Stive El Zeidan,


merasa geram dengan tingkah nya ia pun mencoba untuk bertindak namun terhenti kala,


"Itu pesan dari Elghora Dezira untuk mu, CEO Hjb,"


seratus persen membuat tubuh Stive lemas, langkah nya yang terlihat terombang-ambing, sekilas menyematkan sebuah senyuman, dibukalah secara sarkas oleh nya, ternyata, pesan itu adalah,


*to:Stive El Zeidan


from:Elghora Dezira


"Tolong jaga Putra kita untuk ku, Stive, bimbing lah dia sebagimana peran mu sebagai seorang Papa untuk nya, dia adalah Zemin Zeridhan, Putra dari sang Mama Elghora*, "


sebuah kecupan mendarat pada kertas kecil yang berisi tentang menjaga sang Putra untuk nya, kali ini seringai tajam muncul membuat semua orang disana gempar ketakutan akan apa yang terjadi selanjutnya,


ujar salah satu pegawai,


"Bariton piano dalam gelenjar tubuh ku langsung berbunyi, Jee...jeengggggg.....tamatlah riwayat mu, "


"Buok,"


tepisan tangan mendarat ditempat seharusnya pada kepala Sang pegawai yang berpatrol tadi,


tegur salah satunya,


"Lo mau hidup atau mati diperusahaan Hjb ini? jaga omongan lo, jika kedengeran gue juga akan terciduk yang akan dijadikan komplotan sama lo, ogah gue, masih pengen hidup, lagian gue cuma punya satu nyawa, jika milik lo banyak, gih nang dik lanjut, gue mau cabut, markir nyawa gue ditempat yang aman, okeyy, bye, byeee.semoga lo Slamet sampai tujuan!"


gerutunya,


"lo pikir aku sedang dalam acara berlibur apa? woi lo gak jelas banget, tunggu aku, kasih tempat parkir teraman untuk ku, sikat langsung kabuuurrrrrr, cap cus, tunggu aku diparkiran! "


sahut seseorang yang melihat tragedi sekilas info pegawai menuju ke parkiran,


"Sebenarnya mereka berdua sedang melakukan drama melo apa yah? "


ujar seseorang sambil nepuk jidat didepan nya,


"Ku tunggu nyawa mu diparkiran, hahahahah, "


lalu ungkap seseorang lagi yang tak mampu menahan atraksi geli mereka,


"Barusan ada Enyak yang numpang lewat di perusahaan, "

__ADS_1


walaupun mereka tidak mengetahui kepastian yang terjadi didepan mata, namun kenyataan sudah hampir lebih dari dua puluh tahun Stive El Zeidan sampai sekarang masih merindukan sosok Elghora Dezira, hal lebih mengejutkan seorang pria dengan usia sembilan belas tahun hampir menginjak masa kuliah dengan usia dua puluh tahun itu menjadi pusat perhatian dari tatapan kedua mata Stive El Zeidan.


"Benarkah dia Putra ku! "


__ADS_2