
Setelah dirasa semua kejelasan sudah selesai akhirnya mulai hari ini kedua pasangan tersebut bisa melakukan hal yang tak begitu membebani pikiran nya, alhasil Elghora Dezira kini kembali bersama Stive El Zeidan untuk mengantarkannya,
"Kemana kita akan pergi Stive? "
"Apartemen mu El, "
"Aku kan udah bilang Stive! Aku gak punya Apartemen, "
"Punya El, bentar ya aku tunjukkan kepada mu! "
sambil mengusap pucuk kepala Elghora Dezira,
perjalanan yang memakan waktu cukup lama sehingga tanpa disadari Elghora kedua mata sayup letih itu terlelap sejenak, Stive El Zeidan yang melihat berat kelopak mata yang tak mampu membendung rasa kantuk pun akhirnya tertutup rapat karena nampak begitu berat bagi sang kekasih,
Setelah sesampainya Stive El Zeidan hanya memarkirkan mobilnya lalu menatap pesona wajah gadis yang seolah candu baginya, bahkan dalam angin pikiran selalu terbayang tentang sosok gadis manis cantik yang teramat dalam menyentuh hati nya,
Karena merasa begitu rindu pelukan sang gadis maka dengan sengaja dirinya membuka pintu mobil menggendong Elghora ala bridal style, walaupun hal itu sudah dilakukan tapi tak kunjung Elghora membuka mata mungkin karena kantuk beratnya, sampai gendongan hangat Stive pun tak dirasa,
sedangkan niat Stive sejak dari awal ingin menunggu gadis itu sampai terbangun, namun dirinya merasa kasihan dengan posisi tidur yang bisa saja membuat tubuh molek menarik itu letih dan berpengaruh besar kepada Elghora Dezira,
Sesampainya dipintu Apartemen khusus yang tengah dipersiapkan oleh Stive kepada nya, disana juga terdapat dua pengawal yang berjaga didepan Apartemen, sebab dirinya tak ingin sang pujaan hati berada dalam bahaya, sedangkan Elghora Dezira kini berada diranjang berukuran size yang cukup besar,
duduk disisi ranjang Stive El Zeidan tak mampu mengalihkan pandangan nya dari gadis bernama Elghora Dezira tersebut, segalanya yang terdapat dalam dirinya selalu mampu mebikin Stive terpukau, sehingga tanpa sadar dirinya mendaratkan sebuah kiss pada bibir pink menggoda itu,
Lalu karena merasa lelah seharian Stive pun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah selesai menghilangkan rasa lengket dalam tubuh nya akhirnya ia keluar hanya dengan sebuah lilitan handuk yang berukuran kecil tersebut,
namun ketika gerai rambut Stive yang basah dengan tatapan serius memandang kala Elghora sudah terbangun menatap dirinya dengan sangat tajam,
Ujarnya,
"Kau itu tau gak apa yang kau lakukan sekarang? "
"Tidak, kan aku gak lakuin apapun kan, "
"Ya emang bener, tapi ini yang kulihat tidak baik untuk jantung aku Stive, "
"Memang kenapa? apa pengaruhnya sebesar itu El? "
"Ya kan bahaya, dan pengaruhnya juga berdampak pada ku la Stive, "
"Gak usah mikir yang aneh-aneh, aku tipikal pria yang menjalin hubungan sehat, gi mandi biar segar El! "
"Okeyy Stive, "
"Mau aku temenin? "
"Itu namanya hubungan yang gak normal Stive, "
"Ya, lagian aku juga bercanda, jika El ingin hubungan yang serius atau mungkin tidak normal, katakan saja pada Stive, aku akan senang hati melakukan nya demi kebahagiaan kekasih ku ini, emm, "
"Hahh.... rasanya hidup ku terbengkalai oleh cinta mu Stive, sampai rasanya_"
"rasanya_"
"Gak jadi deh mau mandi dulu gue, "
Stive El Zeidan hanya tersenyum lebar melihat tingkah lucu sang gadis kesayangannya,
selesai Elghora mandi ia masih bingung sebab dirinya tak tau harus ganti menggunakan pakaian apa, tanpa ia sadari Stive sudah menyiapkan pakaian khusus untuk nya,
batin Elghora,
__ADS_1
"Perhatiannya sangatlah full pada pasangan nya, tapi kenapa Biyanka malah menyukai pria dosen Hazen tersebut yah? "
dengan memicingkan sebelah matanya,
pelukan erat seseorang dari belakang punggung nya amat membuat keterkejutan tersendiri buat Elghora Dezira,
"Stive kamu itu ngagetin aja tau gak? "
"Kenapa dengan ekspresi wajah kekasih ku? sebel dengan siapa hem? "
"Biyanka Barnia, "
"Ada apa dengan nya? apa dia mengusik mu? "
"Jika yah, memang apa yang akan kau lakukan Stive? "
"Haruskah aku memperingatkan kepada nya, untuk tidak dengan mudah nya mengusik mu El? "
"Jangan lakukan itu Stive! bukan seperti itu, aku hanya kepikiran saja sih, "
"Soal apa El? "
"Kamu, "
"Aku? kok bisa, "
"Yah kan bisa, lagian wajar saja jika seseorang sampai kepikiran, la tadi aku juga berada ditempat kan, "
"jadi ini mengenai masalah tadi, "
"iya, "
"Bagaimana dia bisa memilih pria itu sedangkan kau? tidak ada satu pun kekurangan yang ada pada mu, apalagi perhatian seperti ini, dia tolak kau hanya demi pak Dosen itu, mencengangkan pikiran ku Stive, bukankah ucapan ku ada benarnya kan? "
sambil mengecup dahi Elghora Dezira, ia melongo keheranan dengan sikap manis lembut dirinya untuk gadis yang bahkan tak ia kenal,
"Karena tak ada yang bisa mengatur tentang isi hati seseorang, dimana labuh cinta itu menempatkan, maka di sana lah ia akan merasakan kasih sayang cinta serta nyaman itu, seperti kau sekarang adalah cinta ku El,bukannya hal itu menjadi tak terduga buat mu, emm? "
"Iya juga sih,oh ya, keluar gi aku mau ganti baju dulu, "
"Biasakan kalau ganti itu di kamar mandi, jangan ditempat terbuka seperti ini, "
"emang kenapa? kan kalau dikamar gak ada siapapun kan bebas dong, "
"Bagaimana jika ada CCTV yang tersembunyi? "
"Wah gawat jadinya, "
akhirnya Elghora Dezira langsung memasuki kamar mandi lagi,
Diluar Stive sedang menyiapkan beberapa menu makanan untuk Elghora Dezira sebab ia tau tadi gadis manisnya sama sekali tak menyentuh hidangan satu pun, sehingga ketika Elghora keluar tatapan binar kagum terlihat dalam raut wajahnya tersebut,
disebuah ruang makan,
"Kemarilah kita makan bersama, kau pasti lapar! "
sambil menggandeng tangan Elghora Dezira,
ucap kejujuran dari sang wanita,
"Jika kau terus seperti ini, maka tidak ada yang tidak dapat mencintai mu Stive, "
__ADS_1
"kalau begitu, apa kau mencintai ku El? "
"Entahlah, "
"Bisakah kau berusaha untuk ku El! "
"Baiklah, akan aku usahakan, setidaknya kau tidak memiliki hubungan lagi dengan Biyanka, "
"Terima kasih, manis, "
keduanya pun menikmati hidangan yang seolah begitu menggoda untuk memenuhi isi perut pasangan yang baru memulai tahap keseriusan,
selesai menyantap nya Elghora Dezira mengatakan sesuatu kepada Stive,
"Aku mau pulang Stive sekarang? "
"Ini apartemen kamu El, "
"Apa? "
"Ya, aku membelikan ini untuk mu, jadi tinggal lah disini! "
"tapi Stive, aku udah tinggal di_"
"Rumah kosan itu, "
"Iya, "
"Baiklah nanti malam berbenahlah besok aku jemput pagi semua barang kamu, dan tempati apartemen mu ini El! "
"Baiklah, "
tak mau berdebat lagi, sebab ia tau akan panjang lagi obrolan jika berlama-lama,
"Aku anter El, "
"Ya Stive, "
***********
Tak disangka dalam perjalanan panjang Stive mematung melihat sang kekasih tinggal ditempat yang seolah baginya itu sudah tak layak pakai,
"Ini Rumah kosan itu El? "
"Iya, ada apa Stive? "
batin Stive,
"Bagaimana dia bisa hidup dirumah sekecil ini?"
"Aku masuk dulu Stive, sampai jumpa! "
"Sampai jumpa, jangan lupa ucapan ku tadi El! "
"Iya aku ingat Stive, Hati-hati dijalan! "
"Ya, Hati-hati juga didalam, mimpiin aku yah El! "
"Hati-hati nya iya, mimpinya Ogah deh, heheh, "
kelucuan terjadi antara keduanya, dan akhirnya Elghora Dezira dan Stive El Zeidan kembali ketempat mereka masing-masing.
__ADS_1