
Setelah berjam-jam Elghora melakukan perjalanan dengan mobil mewah miliknya, tepat memasuki sebuah Gerbang menjulang tinggi,ia melihat suasana dari luar betapa begitu nampak sama seperti sebelumnya, tak ada sedikitpun perubahan pada tempat ini,
Kediaman Zoead, kedua kaki itu kini berpijak dengan penuh aura dingin mencekam, seseorang yang membuka pintu utama tempat itu nyaris begidik ngeri akibat tercekat oleh keberadaan wanita yang terus masuk ke ruang tamu Zoead,
tanpa mampu mencegahnya,
Tepat didalam ruang tamu ia menatap sekeliling ruangan yang masih selalu mengingat akan dimana kejadian silam yang membuat nya semakin muak akan kebodohan Lezif Zoead, menelusuri setiap ruangan ia memerintahkan tangan kanannya yang sebelumnya ia panggil ke kediaman Zoead tengah datang tepat disamping nya,
Luwis Ndrizen sosok pria yang selama ini berada dalam naungan Class VIP kini keluar menampakkan dirinya,walaupun kemungkinan Lezif Zoead sendiri tak akan mengetahui kebenaran akan identitas Elghora Dezira, namun kali ini ia meminta seseorang untuk menyiapkan kamar khusus buatnya di kediaman baru yang dimiliki olehnya tersebut,
Ketika semuanya sudah siap, kedatangannya sama sekali belum diketahui oleh keduanya yang kini masih asyik sendiri dikamar masing-masing, dengan pemikiran yang cukup keras membuat Lezif Zoead haus dan ingin menyegarkan dahaga yang dirasakan olehnya,
Ketika melihat air minum yang nampak habis dalam gelas yang berada diatas nakas kamarnya, ia pun pergi keluar untuk mengambil minuman agar bisa hilang rasa yang sejak dari tadi membikin pria itu tidaklah nyaman,
Namun ketika sudah melihat kamar Elghora Dezira tidak disangka ia juga merasakan hal yang sama seperti pria tadi, haus kembali melanda dirinya,lalu ketika ia keluar kamar dan pergi menuju dapur untuk mencari penyejuk untuk melepaskan rasa yang teramat kering ditenggorokan,
Tepat langkah kaki itu terhenti melihat sesosok wanita yang lama begitu ia dambakan walaupun hanya sekedar bisa melihat wajahnya, kini sangat jelas bahwa ia berada dalam kediamannya, sebenarnya dititik ini Pria itu tak menyadari tentang siapa pemilik asli dari tempat yang kini ia tinggali,
Elghora Dezira hanya diam dan akan menjawab jika mereka bertanya, Tuan rumah yang sudah bepindah tangan beralih kepada sang wanita itu, semakin membikin hati Lezif Zoead di penuhi dengan kebahagiaan juga banyaknya tanda tanya akan kehadirannya disini,
dirinya hanya bergulat dengan kedua sisi dalam dirinya,
"Apakah aku ini hanya mimpi? jika ya sepertinya itu mustahil, bahkan sekarang dia berjalan tepat dihadapan ku, menengak minuman begitu nikmat nya, walaupun tanpa bicara sedikitpun, tapi kenapa dia begitu dingin? "
__ADS_1
sisi lainnya dalam batin Lezif Zoead,
'Apa kau tak salah bicara? bukannya kau sendiri yang telah membuatnya menjadi seperti sekarang, dan dengan keputusan gegabah melakukan perpisahan, kau bahkan tanpa sadar berkesan seolah kehadiran nya tidak lah penting dibandingkan dengan adik angkat mu itu, padahal jika kau orang yang berpikir jelas, maka istri mu yang kau dapatkan dengan susah payah itu adalah hal yang paling penting untuk kau pertahankan, bukan kau sia-siakan seperti sekarang, jadi wajar dia memiliki sesuatu yang membikin kamu terkejut karena ulah mu sendiri, kau harus sadar diri mulai saat ini, Lezif, "
menekankan pada dirinya sendiri,
Lalu tak diduga Limoran yang mencoba menghampiri Lezif seketika terhenti sambil mengepalkan kedua tangan nya dibalik belakang tubuhnya,
"Apa yang sedang kau lakukan disini Elghora Dezira? "
merasakan adanya penekanan pada kalimat itu sontak Elghora langsung bertindak,
"Jika kau tidak suka, maka kau bisa angkat kaki dari sini, Limoran, karena kau hanya bisa mengganggu saja, kau tau itu! "
"Apakah kau tidak sadar dengan apa yang barusan kau ucapkan? Padahal sudah jelas kau adalah orang luar yang akan mengacau saja ditempat ini, maka sebaiknya kau angkat kaki dari sini, atau aku harus menarik mu keluar dari kediaman ini, Elghora Dezira! "
Tak ada ancaman apapun yang mampu mengubahnya dengan kepemilikan asli Zoead atas nama Elghora Dezira, ketika tangan itu hendak menjangkau pergelangan tangan Elghora langsung dicekal oleh Luwis Ndrizen,
"Kau tidak memiliki hak untuk menyentuh apalagi mengusir nya dari sini Limoran! "
bantahnya yang tak Terima dengan keputusan Pria yang sedari tadi disisi kanannya,
"Kau pikir siapa kau ikut campur urusan ini, sebaiknya kau minggir atau aku juga akan bertindak sama kepada mu, pria brengsek! "
__ADS_1
mendengar segala perubahan sisi lain dari Limoran membuat Lezif Zoead terdiam, dia tidak pernah menyangka sang adik bisa mengumpat bahkan mengusir seseorang dengan begitu mudahnya,
"Kau tidak seharusnya bersikap tak sopan Limoran, itu tidak lah benar! "
kesal Limoran hingga ia sangat marah kepada sang kakak,
"Kak disini yang bersikap tak sopan adalah dia bukan aku,kenapa malah aku yang mendapatkan reaksi seperti itu darimu, atau karena yang datang adalah Elghora jadi kau bersikap manis seperti sekarang, Kak Lezif? "
melihat perdebatan diantara keduanya membuat hati Elghora cukup puas, sebab Lezif bukannya membela Limoran malah ia hanya fokus akan kedatangan Elghora yang begitu di nanti oleh Lezif zoead sedari dulu, bahkan ia tak menyangka bisa mendapatkan kesempatan untuk kedua kalinya demi tujuan agar bisa memperbaiki semuanya, mungkin dalam hati nya yang paling dalam, penyesalan itu selalu menghantui nya,
Selang beberapa saat tanpa diduga oleh Elghora Dezira pembawa laporan telah memberikan kabar mengenai hal yang paling tak terduga bagi Lezif, dibukalah isi dokumen tersebut sontak kedua mata itu terbelalak melihat kediaman besar Zoead telah berubah alih kepemilikan menjadi milik Elghora Dezira,
hingga akhirnya ia menatap ke arah Elghora dengan wajah tidak menyangka sama sekali, dengan begitu berat ia berbicara hingga bertanya sesuatu akan kejelasan mengenai semuanya ini,duduk berada di sebelah Elghora Dezira,
"Apa isi dokumen ini benar El? kenapa kau mengambil alih atas nama mu? apa semua ini rencana dari Lerif Zoead, Elghora? "
menoleh menatap dingin ke Lezif, dengan menyanggah kepala dari satu tangan, ia bercakap bebas disana,
"Kau peduli dengan apa yang aku lakukan sekarang? ku pikir apapun rencana ku tak seharusnya berkaitan padamu, lagi pula dokumen itu hanya sekedar memberitahu mu, apa yang kau genggam pada akhirnya juga berakhir kan Lezif? lalu apa yang sekarang akan kau pertahankan, Adik angkat mu atau berada di tempat ini, silakan pilih dan nikmati selagi bisa, kau paham! Luwis seret Limoran keluar dari kediaman Zoead, dan jangan biarkan dia kembali memasuki tempat ini, Kau mengerti! "
dengan sigap pergelangan tangan Limoran ditarik paksa Lezif yang mencoba mencegahnya terhenti kala Elghora memberikan penekanan,
"Jika sekali kau keluar dari kediaman ini untuk mencegah keputusan ku, maka pergilah pula kau bersama nya dan tak perlu kembali kemari lagi, Lezif zoead, keputusan berada dalam kendali mu saat ini! "
__ADS_1
kali ini Lezif zoead dibuat tak mampu berkutik sedikitpun, bagaimana tidak, mustahil ia bisa memutuskan untuk menyusul adik angkatnya, sebab ia tak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk kedua kalinya agar bisa memperbaiki hubungan nya kembali bersama Elghora Dezira, mau tidak mau kali ini Lezif lebih memilih untuk tetap berada dalam pendirian nya sendiri, yaitu berada di kediaman Zoead bersama Elghora Dezira.