Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Di tangkap


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman keluarga besar Zeidan semua berkumpul dimeja makan untuk melakukan sarapan pagi bersama, semua sudah berkumpul bahkan wajah yang tak diinginkan pun marak mendatangi tempat baru nya, namun disaat nampak dua kursi kosong dihadapan Biyanka Barnia dalam pikir nya banyak suatu kejanggalan,


Sebab dirinya mengetahui seluk-beluk keluarga ini melebihi siapapun, lalu kursi kosong yang satunya lagi menimbulkan teka-teki tersendiri dalam batinnya,


"Untuk siapa kursi kosong yang ada di dekat kursi milik Stive, bukannya seharusnya bertambah satu, kenapa sekarang ada dua? apa ada anggota keluarga terjauh yang akan datang kemari? "


Pikiran nya selalu mengarah pada satu kursi yang membuat Biyanka Barnia gundah, namun ketika Stive El Zeidan turun dari tangga, ia langsung menduduki kursinya tanpa memandang Biyanka Barnia sedikit pun,jarak keduanya pun sangat jauh tak ada rasa nyaman disana, suasana tegang beserta dingin menyeruak dalam hati,


"Semuanya berubah mencekam, bisakah kalian sedikit memberiku perhatian! "


Hanya pikiran konyolnya yang selalu membayangi akan kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan dari keluarga yang saat ini ia tinggali,


pikirnya,


"Aku pasti bisa mengubah pendirian mereka dan menerima ku, aku hanya butuh waktu dan proses, "


Selesai melakukan aktifitas tersebut mereka semua pergi dimana ada tugas yang harus dilaksanakan, bahkan sepagi ini semua anggota keluarga nyaris tak berada diVila hingga waktu menjelang malam pun Biyanka Barnia selalu sendirian diVila tersebut,


"Kenapa seolah semua menghindari ku? tidak bisakah aku mendapatkan sebuah kesempatan! "


**********


Diluar lokasi pekerjaan tak sengaja putra kedua dari keluarga Zeidan melihat sesosok wanita yang saat ini sedang dicari oleh seluruh pengawas bahkan bodyguard CEO Stive El Zeidan, ternyata ia mendapatkan buruan yang dicari dan itu pun membawanya dalam situasi sulit,


Gumam Stizo El Zeidan,


"Jika aku membawanya kembali, maka akan ada setiap harinya sebuah pertunjukan romansa menarik melebihi melo nya drama siaran TV, perlu di tangkap sekarang juga, Elghora Dezira! "


Keluar dari mobil Stizo mencengkram pergelangan tangan wanita itu sambil menarik nya masuk ke mobil, sedangkan ia memberontak berteriak dengan apa yang dilakukan oleh nya,lalu setelah pemaksaan itu terjadi kini Elghora Dezira pun tak mampu berkutik atau kabur dari pria yang sama sekali tak dikenalnya,


Tepat setelah perjalanan kini Stizo El Zeidan tepat di sebuah sebrang ia bertanya pada wanita itu,


"Katakan padaku, kau mau Ke Mansion atau Vila! "


ini adalah pilihan terberat seandainya ia tau jalan pemikiran sang pria, namun tak disangka pilihan nya mengarah pada,


"Mansion, "


Stizo tersenyum manis kepada nya namun dilihat oleh Elghora Dezira sehingga sampai dirinya sontak bergumam,


"Kenapa wajahnya seperti mirip seseorang yah? "


Sedikit mendengar gumamnya membikin Stizo harus menahan tawa, kadang ia juga berpikir ketika sang kakak diberi kado sebesar ini apa yang akan dilakukan kepada wanita yang memang menarik perhatiannya tersebut,


batin Stizo El Zeidan,


"Pantas jika kakak tergila-gila kepada nya, dan dia lebih menarik dari Biyanka Barnia, sangat terlihat jelas perbandingan nya, itu dari segi fisik, lain hal dengan sikapnya, pasti ada yang lebih briliant jika kakak saja sampai stress dibuatnya, walau tak memandang wajahnya saja bisa semarah itu, apa lagi jika keduanya didekat kan, pastinya_"


Tarikan nafas panjang mengalihkan atensinya,


"Jangan berpikir yang tidak-tidak, yah walaupun terkadang terkaan juga ada benar nya, "


Stizo melongo ia melotot berpikir bagaimana wanita itu tau tentang apa yang dipikirkan oleh nya, walaupun hanya sebagian tapi,


Tiba-tiba wanita itu melepas sabuk pengaman dan berpindah posisi tempat duduk menjadi dibelakang,


gerutunya sambil jongkok dibawah melihat keluar kaca mobil,

__ADS_1


"Tu Karam gila apa, ya masak Dosen malam gini masih ada diluar ngembat gadis-gadis lagi, dan lagian kenapa juga mereka mau? gak liat apa tu akik udah tua reseh dan gila nya aja mungkin kebawah alam lain,mereka aja lewat kalau lihat, ya ini masak langsung nrima, oh ya lupa kan disini uang segalanya yah, hah payah kenapa juga harus lengah karena uang, toh bisa dicari, tapi kebaikan lah yang sulit untuk ditemukan apalagi sebuah ketulusan, hahh kenapa jadi menyesakkan, "


Mendengar awalnya yang seolah membikin Stizo gemas kemudian disusul dengan kalimat terakhir yang sangat membuat hati tercekat,


Batin Stizo El Zeidan,


"Pilihan terbaik untuk menenangkan hati, Kakak ipar, "


sesampainya dalam sebuah gerbang besar ia melebarkan pandangan nya, apa lagi ketika pintu mobil dibuka dan dirinya ditarik untuk masuk ke dalam Mansion miliknya,


"Ceklak,"


pintu telah terkunci dari luar, namun sebelum hal itu terjadi pria tersebut berpesan,


"Mulai hari ini, tempat yang kau pijak adalah hadiah untuk mu,Elghora Dezira, kakak ipar, semoga kau akan selalu mendapatkan kebahagiaanmu, karena pintu besar keluarga Zeidan hanya milik mu, ku harap kakak ipar mau memaafkan atas ketidak sopanan ku tadi! "


"Maksudnya? "


berpikir sambil memahami setiap perkataannya sama sekali tak bisa dimengerti oleh Elghora Dezira yang sekarang dikurung di Mansion besar tersebut, barulah sang adik kedua melancarkan aksinya dengan mengatakan kalau,


panggilnya,


"Datanglah ke Mansion milik nya kak, aku memberikan Mansion ku tepat di mana kita bersaudara berkumpul, kepada kakak ipar, kemarilah maka kau akan mendapati kakak ipar Elghora di Mansion nya, Hati-hati dijalan, ini kado untuk meredakan emosi mu, "


langsung dalam sekejap telfon dimatikan ia berlari dari perusahaan mengendarai mobilnya dan untuk menuju ke Mansion yang dikatakan sang adik kedua Stizo El Zeidan,wajah berseri itu terpampang jelas saat ini,dalam beberapa jam kemudian Stizo bisa melihat mobil sang kakak terparkir didepan Mansion, sekilas terlihat wajah bahagia yang terpancar jelas saat ia hendak menjumpai Elghora Dezira,


gumam Stizo,


"Pantas semua keluarga menunggu kedatangan kakak ipar Elghora Dezira, berbahagialah kak, dan menderitalah seseorang yang akan selalu menanti kedatangan kak Stive diVila, "


Ketika kunci telah terbuka dengan deru jantung berpacu cepat, mengebu disaat pandangan nya terhenti pada seorang wanita yang sedang tertidur disofa tunggu, terduduk dihadapan nya, menyelipkan beberapa helai rambut yang menganggu wajahnya, Stive El Zeidan kini begitu bahagia sehingga ia ingin memeluk dirinya dalam dekapan nya,


**********


Dikediaman besar keluarga Zeidan, Biyanka Barnia menunggu kedatangan Stive El Zeidan sang suami untuk menyapa nya saat kembali, namun justru dia hanya melihat adik ipar keduanya,


Stizo mengatakan,


"Kau tak perlu menunggu, itu tidak ada gunanya, apa lagi sapa sambutan mu, semua sudah kau hancurkan, kau ingat bukan, atau aku harus mengingatkan, bocah sialan, "


Lagi-lagi dirinya mendapati perlakuan kasar dari keluarga Stive El Zeidan,


hati Biyanka Barnia,


"Jangan pedulikan apa yang dikatakan nya, selagi itu bukan dari Stive bagiku mereka hanya anjing yang menggonggong, walaupun terkadang aku berpikir untuk dekat dengan mereka, namun sikap yang ditunjukkan lah seolah tak menginginkan ku, semua itu menyebalkan, "


*********


Dikamar Mansion matahari terik menyelimuti sisi gelap gorden disana,sedikit cahaya itu menyilaukan mata hazel kecoklatan tersebut, sehingga akhirnya ia pun terbangun sembari mengusap kelopak mata Elghora Dezira,


Ucapanya,


"Jadi ini sudah pagi,"


balas lembut Stive El Zeidan yang sedari semalam memeluk tubuh molek sang pujaan,


"Morning sayang, "

__ADS_1


Elghora Dezira tercekat mamatung dan ketika dirinya hendak menoleh terasa jemari seseorang menyelipkan helai rambut yang cukup menganggu pandangannya,


"Aku sangat merindukan mu, El,"


seolah ungkapan itu bagai badai mengeliat di sekujur tubuh Elghora Dezira,


terbangun mendudukan diri ternyata ia menatap tubuh nya yang polos hanya tertutup sebuah dalaman saja, hingga nampak lah sisi molek tubuh di pandangan Stive El Zeidan,


"Kau sangat menarik semalam El, "


"Maksudnya,"


sambil menahan rasa takut,


"Kau tidak mengingat kejadian semalam El?"


"Tidak seingat ku hanya, aku tidur disofa sendiri an, yah, si pria yang memanggilku dengan sebutan kakak ipar itu siapa? dia mengunciku di Mansion setelah meminta ku memilih, "


karena penasaran ia pun bertanya,


"pilihan apa El, "


membelai hangat rambut Elghora Dezira,


"Dia memintaku memilih kemana aku harus berada, di Vila atau Mansion, yah aku pilih Mansion seenggaknya aku tau yang dimaksud dengan Mansion, emang kenapa Stive? "


"Jadi begitu, setidaknya kau cukup pintar untuk membuat pilihan, "


"Benarkah, "


"Ya, dia adik kedua ku, Stizo El Zeidan, "


"What?pantes saat aku liat dia tersenyum sinis seperti mirip seseorang, jadi itu kau rupanya, "


"Kau memandangi nya? "


"Iya kenapa? "


"Kau sedang menguji kecemburuan ku El? "


"Tidak, "


"Lalu ini, "


"Kan hanya jujur dengan mu Stive apa salah? "


"Bagaimana kalau kita melanjutkan yang semalam? "


"Buok, "


pukulan dari lemparan bantal terjadi, tepat diwajah Stive Elghora Dezira melayangkan bantal kepadanya,


sebuah peringatan keras terjadi,


"Awas jika kau berani mendekati ku! "


"Setelah itu aku akan melahap mu, jika kau masuk dalam cengkraman tubuh ku, Elghora Dezira,"

__ADS_1


mereka pun akhirnya bergulat saling adu lempar bantal diranjang, kesenangan yang terjadi adalah hal yang begitu diinginkan oleh CEO Stive El Zeidan.


__ADS_2