
Setelah selesai melakukan perbincangan itu Lenza meminta keduanya agar masuk dan berkumpul, supaya Elghora juga Biyanka tau apa yang kini mereka bahas,
"Oh ya kalian berdua masuk, Lezif meminta ku untuk mengatakan hal itu kepada kedua wanita yang sedang menikmati waktu yang panjang, "
jawab Biyanka Barnia,
"Apa kau pikir perbincangan kami bisa di ukur sampai kau mengatakan panjang, bukannya sedari tadi kau juga mendengar nya, lalu berapa panjang nya ucapan kami yang bisa kau ukur, Lenza? "
Elghora menatap lekat kearah pria itu, mungkin kini ia berpikir cukup susah membawa kedua wanita itu masuk dengan baik-baik,
"Ya, bisa di bayangan bekisar sepuluh meter, "
sahut Biyanka,
"Terkadang aku berpikir darimana Blezen menemukan orang seperti mu? lagian gak penting amat sampai menghitung hasil dari perbincangan, yang ada pakai otak buat nyambungin omongan nya lo, Lenza, hahh jika terus bicara dengan mu lama kelamaan gawat jika tertular, El, masuk yuk, keburu badai berskala panjang datang hahaha, ada-ada saja, "
Kini keduanya masuk disusul Lenza dibelakang nya sambil bergumam,
"inilah yang membuat pikiran ku sekaligus hati ku mantap untuk tidak berbaur dengan kalangan wanita, menyebalkan, "
lalu ketiganya duduk disofa dan mendapatkan kabar menyenangkan,
Ucap Lezif Zoead,
"Sudah diputuskan, bahwa hari ini kita akan pergi ke Restoran bersama untuk sarapan pagi, bagaimana? apa kau suka El? "
sambil membelai lembut kepala Elghora Zoead,
jawabnya,
"Ya, Lezif, "
ketika mereka semua keluar dengan dua mobil maka perjalanan yang cukup panjang ini membuat Elghora Zoead menyambung tidur pagi nya,
pikir Lezif,
"Mungkin dia kelelahan akibat olahraga semalam, "
tersenyum sambil merangkul bahu Elghora,
Ujat Lenza,
"Setidaknya inget kalau masih ada aku disini, Lezif! "
jawabnya,
"Bukannya kau anti yang seperti ini, jadi bukan masalah kan, Lenza, "
sambung Lenza,
"Heiii, aku masih punya hati yang berperasaan juga kali, dasar kau ini, "
"Ya baiklah, sekarang fokus saja menyetir nya, "
Tepat disebuah Restoran kedua mobil sudah terparkir disana Elghora Zoead pun terbangun dari tidurnya sesaat, keluar dari mobil Lezif berbisik pada Elghora,
__ADS_1
"Apa semalam begitu melelahkan, sayang? "
langsung membungkam bibir Lezif Zoead begitu saja,
Ucapnya pelan,
"Bisa diam tidak, jangan membuat ku malu_"
disaat mereka sudah tak terlihat Lezif Zoead menarik pergelangan tangan Elghora dan seketika tubuh molek itu kini berada dalam rangkulan dekapan sang suami,
kaget Elghora sehingga ia mencoba untuk bertanya,
"apa yang kau lakukan Lezif_? "
tanpa membiarkan Elghora menyelesaikan pembicaraan nya kini bibir itu mulai merasakan sentuhan liar Lezif,rasa untuk menginginkan dirinya teramat membuat nya selalu berasa gila jika disetiap saat berada disamping nya,
gerakan bebas membuat setiap bibir Elghora dilumat hebat sampai deru nafas yang saling bersatu hingga menelan saliva membikin Lezif menghentikan tindakan nya,
"El, aku menyukai mu, sangat menyukaimu, "
menciumi leher jenjang milik wanita nya, namun dibalik mobil yang kini berhadapan dengan mereka, sedang begitu marah menahan emosi bahkan mengepalkan jemari tangan nya,
Gerutunya,
"Lakukanlah dengan puas, karena aku akan membuat nya menghilangkan semua jejak milikmu itu, Lezif Zoead! "
dirasa keduanya sudah terlalu lama disana akhirnya keduanya masuk menyusul mereka sembari merapikan pakaian dan riasan yang cukup membikin mereka akan curiga karena berantakan,
sesampainya,
Lenza,
Biyanka,
"Reuni,kenapa? kalau mau gabung bilang setidaknya Blezen bisa mencarikan yang pas sesuai dan tepat untuk tipikal seperti mu, "
Blezen,
"Hemmm, cukup berkesan gaya keakraban yang unik ini, "
lalu mereka pun semua menyantap hidangan yang sejak dari tadi sudah dipesan sebelum Lezif dan Elghora masuk kedalam, memang sebelumnya Blezen lah yang mengatakan akan mengurus segalanya saat masuk kedalam Restoran, jadi Lezif gunakan kesempatan itu untuk semakin lekat dekat dengan sang istri,
setelah selesai tiba-tiba Elghora merasakan sesuatu yang tidak nyaman dengan perutnya, melihat ekspresi nya yang tiba-tiba berubah Biyanka yang menyadari itu seketika tancap gas untuk bertanya,
"El kau gak papa? wajah mu sangat pucat, "
sangat pelan dia menjawabnya,
"Ya, aku ke toilet sebentar, sepertinya tiba-tiba agak gak nyaman perut ku, mungkin mau buang kotoran dulu, hehe, "
desah Biyanka,
"Disaat kau pucat pasif seperti ini masih juga bisa tersenyum, walaupun bukan hal yang serius juga, sana pergi sebelum entar semua keluar tidak pada tempatnya, "
"Ya jangan khawatir, aku akan ke toilet sekarang, "
__ADS_1
belum sampai ditoilet kaki Elghora tidak bisa menahan lagi berat tubuh nya sehingga ia pun terjatuh disana tanpa sepengetahuan mereka semua,melihat hal itu Seseorang kini mengendong ala bridal style dan membawanya keluar dari sana, walaupun tidak jauh setidaknya akan menjadi tempat ternyaman untuk Elghora istirahat sejenak,
mengusap lembut penuh kasih sayang pada Gadis tercintanya,
"El, dimana yang sakit? bagaimana jika kita pergi kerumah sakit sebentar? "
"Stive, ini kau, Terimakasih kau datang tepat waktu untuk ku, sepertinya tidak akan ada yang memahami ku selain dirimu Stive, Tolong jangan tinggalkan aku lagi! aku butuh kau Sti_"
belum melanjutkan Elghora jatuh pingsan dalam dada bidang Stive El Zeidan, tidak menyangkal bahwa hal ini terjadi langsung saja saat itu ketika dirinya keluar bersama seorang dokter yang kini menghampiri nya memeriksa keadaannya,
selesai nya Stive bertanya tentang keadaan Elghora,
"Bagaimana keadaannya Liven? dia baik kan, apa terjadi sesuatu yang sangat serius? "
suara kecemasan serta getaran hebat membuat Elghora bisa mendengar perlahan walaupun sedikit sebelum dirinya benar-benar tak bisa merasakan kejadian yang bisa diingat nya,
Ucap seorang Dokter Liven,
"Hah, siapa dia? apa kau tidak menjaganya, emm? kondisinya lemah, jangan biarkan dia berkeliaran dulu,itu akan sangat berpengaruh pada kondisi janinnya, kau ini, menjaga satu wanita saja apa sesulit itu? jika tidak bisa maka jangan berhubungan gila dengan nya, dia juga anak dari orang tua lainnya, hah kau ini membuat cemas saja,bawa dia dulu untuk dibaringkan biar bisa beristirahat dan pulih!apa kau akan tetap membiarkan dia pingsan dalam posisi seperti ini? haruskah kau juga ikutan pemeriksaan lebih lanjut,Stive El Zeidan! "
"Awas kau, kau pikir bisa sebebas itu mengatai ku, lihat saja nanti diVila, ku bunuh kau! "
"Gak mempan jika dengan ku, lakukan pada orang lain dijamin lari terbirit-birit seratus persen, kau benar-benar gila dengan wanita ini, makanya jangan main gila, sekarang kau juga kena imbasnya ikutan gila juga kan, "
"Kau itu Dokter atau apa dari tadi komentar tak ada titik koma? lagian aku yang berhubungan dengan nya kenapa kau yang begitu ribet hemm? "
"Walaupun begini aku kan khawatir pada sahabat ku ini, "
dalam perjalanan menuju Vila Liven, ia bertanya,
"Anak dirahim wanita itu akibat ulah mu kan Stive? "
"Ya, "
"Lalu apa kau akan menikahinya, setahu ku kau masih tak memiliki ikatan apapun apalagi status mu kali ini sepertinya aneh? "
"Rumit, "
"Yah itu anak orang tanggung jawab Stive, apa kau gila ngebiarin dia masih seperti ini, aa? "
"Tenang, "
"Tenang-tenang tu perut bentar lagi juga membesar Stive, gimana lagi kau mau tanggung jawab, gila lo? "
"Itu Urusan ku, "
"Tapi jika seperti ini terus, "
"Lo yang akan Terima akibat nya jika tak mau diam, ngerti! "
"Baiklah ya paham, serah lo setidak aku sebagai seorang teman sudah mengingat kan mu, oke, "
"Oke, "
sesampainya diVila Stive El Zeidan membaringkan tubuh lemah Elghora diranjang, sambil menyentuh lembut pipi Elghora lalu mencium keningnya dirinya selalu menatap wanitanya tanpa mengalihkan pandangan dari Elghora Dezira,
__ADS_1
"Aku akan selalu menjaga mu sampai kau menjadi istriku suatu saat nanti, Elghora! "
sedangkan di Restoran Lezif Zoead sama sekali tidak sadar akan hilang nya keberadaan Sang istri sebab dirinya begitu mempercayai penuh, sekaligus tak memahami apapun yang terjadi kepada sang istri tanpa melihat keberadaan nya yang tak kunjung datang.