Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Hotel


__ADS_3

Pikiran yang sedari tadi fokus terhadap kerjaan, membuat dirinya lupa akan waktu yang semakin malam, tepat jam dua belas ketika dirinya keluar kantor memasuki mobil miliknya, sebuah nada pesan membuat nya tidak percaya, masih antara iya dan tidak, wajah datar seolah cemas itu tersirat bingung,


namun karena pesan yang dikirim tak lagi mendapatkan balasan, alhasil orang itu langsung saja menelfon nya, diangkat lah dengan penuh kebimbangan akan kebenaran dari sebuah kenyataan yang sesungguhnya,


'Apakah begitu lama bagi mu menerima panggilan ku, Stive El Zeidan? '


suara yang terdengar dari ponsel itu membuat senyum seringai puas,


"Dimana kita bisa bertemu, sayang? "


'Temui aku dihotel Frezia, tiga puluh menit kau tak datang, maka bisa kupastikan kamar 303 akan kosong tanpa penghuni, dan nikmati perjalanan mu, Stive, '


panggilan berakhir begitu cepat, dengan kecepatan luar biasa Stive El Zeidan mencoba terbaik agar dirinya bisa melihat kebenaran akan suara yang teramat dirindukan tersebut, walaupun seolah semuanya terasa mustahil, tapi bagi Stive tak ada kata tak mampu untuk digapai dengan segala usaha, sedangkan ia tau jarak antara hotel dengan perusahaan sangatlah jauh,


sepertinya ini adalah permainan awal pertemuan rahasia dibalik hubungan yang akan kembali terjadi, jika tidak maka Wanita itu sendiri pasti akan menghindar sangat jauh dari pria yang selalu berada di garis terdepan CEO dengan karismatik tersendiri,


Kurang sepuluh menit lagi waktu yang dijanjikan akan habis, Stive El Zeidan berlari hingga tepat didepan pintu kamar hotel 303 ia menyesuaikan deru nafas nya, belum sampai normal deru sesak kian melanda, tiba-tiba sebuah pintu didepan mata terbuka, dengan sebuah senyuman ia lontarkan untuk dirinya,


kemudian ditarik lah dasi milik Stive sehingga tubuh itu ikut masuk kedalam kamar hotel, bagi nya ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya,mengikuti arah tarikan dari genggaman cengkraman kuat, kini ia ditarik dan dijatuhkan tepat diruang tamu tepat nya pada sofa panjang hangat disana,


Stive yang masih tak sadar akan lamunan menatap wajahnya yang semakin menarik, hingga secara tak sengaja desiran deru nafas menyadarkan dirinya, melihat wanita itu menikmati bibir nya, ia tersenyum akan kehebatan yang membuat dirinya seolah terpenjara dalam kubuh rantai miliknya,


setiap sentuhan lembut namun liar begitu terasa lekat, sampai nafas memburu yang tak sanggup menahan kini beralih pada Stive El Zeidan, membalas setiap gerakan lincah manis menelusuri lorong basah dengan lihainya, bahkan tangan yang bergelantung manja dileher Stive membikin sensasi debaran memuncak pada detak jantung pria tersebut,


bagai sapuan ombak menghantam karam, kini keduanya saling bertukar jus segar berasa ciri khas bulir jeruk ditenggorokan terasa, yang akan basah dan berair namun segar saat dimakan, bibir yang sedari tadi dalam mode on sama sekali tak kunjung melakukan per jeda an,


namun kini dengan sigap Stive El Zeidan berdiri mengangkat tubuh dengan aroma kasturi tanpa melepaskan harum akan kesegaran yang sangat luar biasa gilanya, wanita itu merangkulkan kakinya ala koala pada tubuh Stive, hingga kini tepat diatas ranjang permainan seru baru akan dimulai,


setelah rasa yang berganti menjadi alpokat terasa puas dimakan kini Stive beralih ke leher jenjang putih menawan milik wanita itu, menahan setiap suara merdu dengan gigitan pada bibir nya, namun hal itu tak membuat pria itu diam, malam semakin liarnya melakukan sapuan lembut hingga beberapa kali kecupan mendarat tepat dileher jenjang miliknya,


Dengan tubuh yang semakin bergerak seolah merespon setiap kelembutan sentuhan jemari tangan Stive,ia pun segera membenamkan wajah pria itu tepat diceruk leher wanita nya, agar dirinya bisa menghentikan permainan candu bagi CEO Hjb tersebut dan melanjutkannya besok, sebab Stive khawatir jika dia kelelahan,

__ADS_1


namun ternyata respon gila yang dia dapat, kini mala serangan brutal beralih padanya, membalikkan posisi kini wanita itu berada tepat diatasnya,melancarkan aksinya begitu pandai hingga sang bibir bertuan CEO terbuka membuka suara menggema hebat dikamar hotel,


permainan yang seolah tiada henti dengan berbagai toping diatasnya, membuat sensasi hebat melanda Stive El Zeidan, wanita yang dulu begitu ia mainkan tanpa henti, sekarang membalikkan keadaan membunuh dirinya dengan permainan manis cinta miliknya,dan hal ini tak kenal lelah hingga sampai membikin Wanita itu tekulai senyum lepas terhadapnya,


bisiknya tepat ditelinga Stive,


'Ini baru permulaan, namun keringat di sekujur tubuh mu, nampaknya sudah terlihat begitu kelelahan, padahal aku baru saja bermain pada level terendah, haruskah aku menghentikannya, sayang, '


bisikan itu nyaris membuat beku tubuh Stive,hingga nakalnya lidah basah itu bermain aktif di penjuru tempat yang tak pernah terbayang kan oleh seorang CEO tersebut,


gumamnya,


"Sayang bagaimana kau bisa begitu hebat dalam hal menarik seperti ini? "


tanpa jawaban wanita itu kini melakukannya dengan level permainan yang berbeda-beda, bahkan ranjang yang tadinya rapi nan cantik itu hancur berantakan sempurna karena gerakkan aktif tiada henti oleh keduanya yang saling mengimbangi satu sama lain,


************


Tepat di Kediaman Blezen, Biyanka Barnia sudah menyiapkan hal paling menarik untuk pria mesum yang sedari tadi mengawasi pergerakannya,


berjalan menjauhi Blezen agar tidak terperangkap dalam rayaun maut pria yang tak lepas dengan tatapan mengintai,


"Tak ada dari mu yang terlihat membosankan Biyanka, namun lebih tepatnya, sangat menggiurkan, "


perkataan itu seratus persen membikin bulu kuduk Biyanka berdiri,


sahutnya dengan jarak cukup jauh dari Blezen,


"Bukannya yang menggiurkan itu makanan yang menggugah selera dan mengenyangkan perut, dari mana bagian tubuh ku yang kau anggap sebagai makanan? "


mendapatkan Pertanyaan unik maka sontak saja Blezen tak kalah menjawabnya,

__ADS_1


"Dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya sangat menggiurkan, Biyanka Barnia, "


tatapan tajam seolah menelisik semua yang ada padanya membuat hati resah nya kian menderu sesak,


pekiknya,


"Kenapa tiba-tiba aku mengalami sesak nafas? "


sahut kedatangan seseorang yang kini melekat kan jemarinya dipinggang ramping nan sexy milik Biyanka, kehadiran yang tak terduga membuat bibir Blezen mendekat lembut pada telinganya dengan berdesih,


"Sepertinya aku harus memberikan masukan oksigen berskala rendah kepada mu, Biyanka, dan jika tidak bisa dipungkiri lagi, maka akan semakin lama tempo panjang oksigen nanti nya, sepertinya_"


sambil menyentuh dagu Biyanka dibuatlah kini diri nya menghadap tepat ke arah wajah Blezen dan sepenuhnya kedua bibir itu mulai berpaut menyentuh satu sama lain, tubuh yang tak lagi bisa tergerak hanya mampu menerima sejuknya serta hangatnya rasa mint berasa menikmati permen dengan bervarian rasa bersama-sama,kini menari liar dalam setiap pergerakan nya,


sengaja ingin memberontak kembali pada dirinya yang tak lagi ingin berada dalam laju permainan ini, langsung saja tanpa pikir dua kali Biyanka Barnia menggigit bibir Blezen sehingga berdarah, dan menjauh perlahan darinya,


melihat darah yang mengalir itu membikin aksi geram Blezen makin menjadi,


gumam Biyanka,


"Mati sudah hidup ku jika mood nya kini tengah berubah sembilan puluh sembilan persen telah berubah bak bunglon menemui singgahan nya, radius kali ini akan membuat ku terperangkap jauh dari yang dibayangkan, padahal sejak lama aku mencoba mempertahankan nya, kalau sampai ia mencuri branded cinta ku, hancur sudah hidup ku, "


"Tap, "


Pergelangan erat memegang kendali pada diri Biyanka, menarik dengan sangat keras sehingga tenaga Biyanka tak cukup mengimbangi lawannya, tepat kini ia terduduk dimeja kerja Blezen, ia terkejut dengan kedua tangan nya yang menguncinya sampai tak bisa mendapatkan cela untuk kabur,


batinnya,


'Habis lah sudah! "


Akhirnya kini ia kembali menerjang dengan sangat Agresif dari sebelumnya, berbaur dengan darah yang semula masih mengalir, Blezen tak mampu membendung tekadnya untuk mendapatkan akses jalan terbaik dalam hubungan nya,

__ADS_1


Ungkap nya dalam hati,


'Jika aku tak berhasil mendapatkan mu kali ini, berarti aku bukanlah Blezen, Biyanka Barnia! "


__ADS_2