
Akhirnya waktu yang dinanti oleh Stive El Zeidan telah terkabul, kesadaran dari Elghora membuat kebahagiaan tersendiri untuk dirinya, menatap lekat Stive yang kini berada disamping nya, sembari menggenggam erat jemari pucat itu, Elghora langsung mengubah posisi nya sekarang menjadi duduk, namun,
"El, berbaring lah dulu, kondisi mu masih belum stabil! "
balasnya sembari mengucapkan kata yang begitu menenangkan hati Stive,
"Jika ada kau disamping ku, itu sudah lebih dari cukup Stive, hanya kau yang membuat ku tenang, "
lalu masuklah dokter Liven untuk memberikan makanan agar perut yang tengah berisi itu bisa lebih sehat,
Kata Liven,
"Maaf jika mengganggu kalian, tapi akan lebih buruk lagi jika nona tidak memberikan asupan pada perut kosong itu, silakan dinikmati dan
(menaruhnya diatas tangan Stive)
ada pak bos yang sudah siap setiap saat untuk melayani nona Manis yang tiada duanya ini, "
gerutunya,
"Lama-lama tu mulut perlu diberikan kepalan tangan biar gak sok manis didepan ku, kau pikir saat ini sedang merayu pasien yang akan terpengaruh oleh wajah mu itu, "
membela diri,
"Tentulah, aku kan dokter tampan, lagian mana ada pasien ku yang tidak sembuh jika dokter nya saja selembut ini, bukan begitu nona, "
Elghora hanya tertawa melihat tingkah dokter yang dipikir amat lucu baginya, setelah dia beranjak keluar dari sana dan meninggalkan keduanya, Stive langsung merapikan tempat duduk Elghora sehingga bisa bersandar dengan nyaman, kemudian barulah ia menyuapinya dengan penuh kasih sayang,
batin Elghora,
"Inilah alasan kenapa akan sangat sulit melupakan mu Stive?sikap manis mu padaku, perhatian mu, semua seolah akan kau berikan hanya ditujukan kepada ku,itu yang membuat ku selalu menyukai mu, hanya kau yang paham mengenai diriku, Stive El Zeidan, "
setelah selesai Stive pun beranjak dari sana dan hendak membawanya kembali ke bawah untuk diberikan kepada Liven tapi, tarikan kemeja pada bagian bawah milik Stive dipegang erat oleh Elghora sehingga langkah kakinya pun terhenti,
sambil mengusap lembut kepalanya,
"Aku akan kemari lagi, jadi ini hanya butuh waktu beberapa menit saja, El aku tidak akan pergi, jadi kau tenang saja, yah, "
hanya mengangukkan kepala saja sebagai jawaban dari pengertian Elghora kepada Stive El Zeidan,
Ketika ia turun tabrakan diantara keduanya terjadi,
"BUKK, "
sindir Stive kepada dokter jail itu,
"Kau itu dokter tau tidak kalau jalan tu pakai kaki, dan dimana juga kau naruh tu mata sampai sedari tadi tak melihat ku, hah? "
Kejahilan dokter membuat ngeri Stive secara tiba-tiba,
"lagian karena ni mata naruh dihati lo makanya nyasar nya ke kau Stive, ya emang sih jalan pakai kaki, tapi gak tau tu kaki ku gi pengen aja nabrak lo, heheheheh, sana cabut, entar wanita lo nunggu kelamaan karena candaan mulu sama aku, gi sana! "
langsung pergi meninggalkan nya, tanya nya kembali,
"Yah kau mau kemana mau langsung cabut aja? "
__ADS_1
"Kenapa? kangen sama gue, kalau gitu aku akan kesana langsung peluk lo gimana? "
"Ogah, gue gak belok, hiii ngeri, sana lo jauh-jauh sama gue, "
"Hahah lo tau sekarang gaya bicara lo udah kebiasaan kan, kalau udah ngobrol sering sama dokter jenius ini, lihatlah kau juga ikutan bicara bebas kek gitu, "
"Terserah, seenggaknya sana selesaiin kerjaan lo!"
langsung turun menaruh kembali kedalam dapur, kini sudah tiga hari Elghora berada dalam genggaman pengawasan Stive El Zeidan, namun kebahagiaan nya adalah penderitaan bagi Lezif Zoead yang sedang berpikir untuk menemukan kembali sang istri,
tanya Stive lembut,
"Kau sudah siap El? "
"Iya Stive, tapi kita jadi kan untuk pergi ke Cafe? "
"Tentu, tidak ada kata batal jika itu tentang kau sayang, "
"Oke, kalau begitu kita berangkat sekarang! "
sahut seseorang yang sudah siap untuk menjalankan tugas pagi ke rumah sakit,
"Aduh enaknya yang sudah sembuh, sekarang bisa berlibur, kau jahat Stive, masak ya aku ditinggal sih! "
"Hah, pergi sana! jangan pernah menjadi pengganggu diantara kami, okeyy Liven! "
"Siap pak Boss, "
akhirnya mereka berdua berangkat ke sebuah tujuan dan dimana tempat itu adalah hal yang paling spesial yang hendak menjadi kejutan bagi Elghora,
sedangkan Stive sudah sejak kemarin memesan satu tempat makan untuk dirinya dan kekasih hatinya tersebut,
disaat memasuki ruangan wajah keterkejutan nya membuat Stive El Zeidan tersenyum lepas, sebab kerinduan terberatnya adalah senyuman indah Elghora,
ucap Elghora,
"Stive ini sangat cantik, dan bagaimana bisa kau menemukan tempat cafe secantik dan seindah ini sih?ini sangat fantastis, "
"Karena hal ini akan menjadi kebahagiaan mu El, jadi akan ku coba sebisa ku agar wajah yang kebanyakan pikiran itu bisa melepaskan penat saat ini, "
"Tentu Stive, tempat ini sangat memukau,"
masih mengagumi keindahan bunga yang memberikan semerbak aroma harum menyertakan meruak dihidung,
Namun tiba-tiba sebuah panggilan membuat Stive harus keluar sebentar, ketika dirasa sudah lama Elghora pun mencoba menyusul namun seseorang menabrak nya,
"BRUK, "
keduanya terjatuh tapi tidak berdiri,tatapan keduanya bengong saling berpikir,
sadar akan siapa pria yang menabraknya ia pun menghela nafas,
"Hahh, bisa-bisanya, "
sahut pria itu,
__ADS_1
"Oalah ini Neng-Neng yang waktu itu naik kereta kan, siapa ya namanya?seingat ku_"
"Serah lo, capek jika aku lanjut ngomong sama lo Karim akik, "
"Neng-Neng jangan sewot dong, malah tambah cantik itu mukanya, jadi ngegemesin, tapi Neng nama aku itu Karam, sepertinya Neng salah inget deh, "
"Hah, sudah kuduga bawaannya pengen aja nempol tu mulut pakek sendal, sabar itu akik sudah berumur tapi omongannya aaaa, pengen narik tu rambut andai saja dia wanita,ngedumel mulu dari tadi, "
"Neng itu ngangenin deh, "
lalu tiba-tiba Stive yang melihat Elghora terjatuh dilantai langsung membantunya berdiri,
sontak pria itu yang ikutan berdiri langsung bertanya,
"Neng Elghora dia selingkuhan Neng yang kedua yah? kok beda dari yang waktu itu, "
Elghora yang selama ini tipe pendiam langsung saja berontak seolah ingin mencabik-cabik pria yang barusan banyak bicara tepat dihadapan Stive,
cercah nya,
"Yah mulut akik tua Duda kayak lo harus dibrantas, gimana dengan anak lo? lo gak mikir apa sampai ngomong asal ma gue hah, pria waktu itu sama kek lo, dasar Duda ganjen, main-main sengaja nabrak orang, malah buat ribut aja,sebaiknya sekarang gue kasih pelajaran buat lo, biar mati sekalian! "
lalu melihat tubuh Elghora yang meronta -ronta hebat ingin melakukan sesuatu kepada pria tersebut,sehingga Stive yang sejak tadi sudah mencekal tubuh Elghora dengan sangat sigap sedia untuk langsung menerkam nya sampai geleng-geleng kepala,
batinnya,
"Untuk pertama kalinya aku melihat tingkah Elghora yang seaktif ini demi membunuh lawan, tapi kenapa dia harus berhadapan dengan akik-akik keriput seperti dia? duda lagi, hah banyak omong pula, tapi setidaknya aku berterima kasih kepada nya bisa melihat sisi pribadi baru dari Elghora Dezira, sangat menarik,ngegemesin pula, "
lanjut nya,
"Neng, kok marah to, la kalau bukan Selingkuhan nya Neng terus siapa? "
"Bukan urusan Lo, napa mau daftar? sini sekalian gue cincang tubuh lo biar langsung ku buang ke tong sampah! "
"Yah kalau gitu Neng gak perlu repot-repot nyincang Karam, kan habis itu dibuang, lagian Kok tumben Neng perhatian sama Karam sampai mau dicincang, naksir ya? "
Stive yang terdiam pun sebenarnya menahan tawa, bahkan berandai kalau genggaman tubuh nya terlepas pasti pria akik Duda itu jadi babatan abis Elghora dalam sekejap,
pikir Stive,
"hah kenapa akik itu masih juga banyak bicara? mau aku yang lawan tapi ada kepalan tangan Elghora, jadi mau tidak mau ini harus menjadi urusan dia sampai selesai, "
"naksir lo gila kali gue, lo tu udah punya anak, inget umur jangan panggil gue Neng-Neng itu bukan nama gue ngerti lo, nyingkir gak, kalau masih disini gue tendang lo sekarang juga! "
"Baik Neng, okeyy, aku akan pergi sekarang,sampai jumpa Neng cantik, "
pergi meninggalkan keduanya, lalu menatap tajam Stive El Zeidan,
batin Stive,
"Kenapa perasaan ku jadi gak enak? "
"Lo tu kenapa tadi megangin gue, setidaknya lepasin genggaman lo biar semua kelar, kenapa sih? bikin emosi saja, punya kesempatan buat dadar guling tu akik keriput gila, terbuang percuma, dan semua ini gara-gara lo Stive El Zeidan! "
langsung meninggalkan dirinya,
__ADS_1
"Tu kan, kena sambaran juga, walaupun aku tidak ikutan berdebat, tapi apa ini karena efek kehamilan nya yah?jadi berasa mood nya berubah secara drastis? "