Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Topeng


__ADS_3

Telfon diangkat oleh Stive El Zeidan,


"Jadi, semuanya sudah siap! "


jawab sang penelfon,


"Ya Tuan, kami sudah membawanya ke markas rahasia seperti keinginan anda, "


senyum terkulai lepas menatap atap langit yang nampak sejenak ia bisa bernafas lega,


"Tunggu aku disana, pastikan semua tanpa adanya jejak kalian mengerti! "


"Ya, Tuan, kami sudah melakukan sesuai tuntunan anda! "


setelah itu ia pun bangkit dari ranjang kemudian membuat permainan fantastis buat sang musuh agar kembali muncul kepermukaan,jika tidak dipancing maka Stive sendiri berniat untuk bergabung ke sarang musuh,


"Lihatlah sampai kapan kau bisa bersembunyi dibalik pembatas yang menghalangi identitas dirimu itu! "


Hampir satu jam mobil Stive melaju kencang, dengan kecepatan yang luar biasa sehingga ia bisa dengan cepat sampai tujuan, yakni markas rahasia,


tanya Stive saat memasuki ruangan,


"Dimana dia sekarang? dan kau sudah menyelidiki segalanya tentang orang itu? "


"Ya Tuan, ini adalah dokumen khusus mengenai pria itu, "


"Baiklah,


(ketika pintu dibuka, ditatap pria yang ditutupi sehelai kain pada matanya itu kini dengan sekali ayunan tangan, meninggal ditempat)


Kau harus berakhir disini,sebab kau adalah topeng kedua ku, maka dari itu dibunuh adalah pilihan utama untuk orang seperti mu,dan sama seperti wanita ranjang gila itu, kalian akan bertemu ditempat yang seharusnya kalian berada, sampai jumpa, Leezin Hoenzo, "


satu tembakan melesat membuat dia tewas dalam sekejap, pemandangan untuk kedua kalinya yang tak pernah dibayangkan oleh para bodyguard nya akan perubahan menakutkan sang bos Stive El Zeidan,setelah ini barulah mereka mendapatkan tugas untuk membakar jasadnya, sangat menyeramkan sosok keturunan dari putra tertua keluarga Zeidan sekarang berada diluar kendali, bahkan seluruh keluarga sudah tak bisa membenarkan Jalan nya saat cinta nya tak kunjung berada dalam dekapan nya,


*********


Di kediaman Lezif Zoead, saat ini sedang melakukan perjalanan keluar rumah, sebab hari ini adalah sebuah hal paling istimewa dimana sang sepupu tunggal bisa kembali ke kediaman Zoead, selama lebih dari Dua puluh tahun Lezif sama sekali tak bisa melakukan panggilan kepada nya apalagi bertemu, semua itu adalah hal mustahil karena dikehidupan sang sepupu, ia bekerja diluar negri dengan aturan khusus dan sekarang dipercaya penuh sehingga bisa menjadi seorang Bos pemegang saham Utama terbesar di negri orang,


Tepat dibandara Lezif Zoead yang sangat mengenal wajah dan ciri khas pakaian sang sepupu, langsung merangkul bahunya dan tersenyum girang,


tanya nya,


"Apa kau sudah punya kekasih,Leezin Hoenzo? "


dia hanya tersenyum dan bilang,


"ya, jadi jangan penasaran,"


lalu menatap kearah wanita itu,


tanya nya balik,


"Siapa wanita yang kau culik itu, Lezif? "


heran dengan sikap dinginnya,


jawab lucu Lezif,


"Apa kau juga ingin menculiknya, Leezin? "


mendesah,


"Boleh juga,"


lalu masuk kedalam mobil, disana dia menyandarkan punggungnya yang sakit, namun dalam perjalanan dia tertidur dan kepala nya tepat bersandar dibahu Elghora, dia sangat terkejut, sebab dirinya merasakan sesuatu yang aneh dengan kepala yang saat ini bersandar padanya,


batinnya,

__ADS_1


"perasaan apa ini? sangat familiar, tapi ini adalah pertemuan pertama dengan sepupunya Lezif, namun kenapa seolah aku sangat mengenalnya? entahlah ada apa dengan ku kali ini? bahkan terasa begitu nyaman dengan keberadaan nya, walau hanya sebatas sandaran sementara, "


Lezif Zoead langsung berbicara,


"El, maaf jika untuk sementara tidak apa-apa kan, dia bersandar dibahu mu? "


jawab Elghora dengan tersenyum,


"Iya, tidak apa-apa Lezif, "


sesampainya di kediaman Lezif,Elghora tercengang saat melihat pria bernama Leezin Hoenzo mengusap kelopak matanya dengan menatap sendu dirinya,


Gumamnya sambil menatap jenggah Elghora,


"Kau nampak cantik, Elghora, "


"Deg.. Deg.. Deg... "


batin Elghora,


"Ada apa dengan perasaan gila ini? kenapa merasakan hal ganjal seolah seperti saat aku bersama dengan Stive, tapi dia baru kali ini aku bertemu dengan nya, ada apa dengan ku? "


keluar dari mobil Elghora terdiam sesaat, dirinya begitu kacau melihat punggung Leezin Hoenzo yang sudah lebih dulu jalan duluan, barulah seseorang merangkul pinggang nya dengan jemari itu, dilihat lah wajah yang kini tersenyum lebar kepada nya,


ucapnya,


"Kita masuk, jangan biarkan dia menunggu lama didalam, ada apa El? "


Lezif merasakan kediaman Elghora terasa menyesakkan baginya, namun


"Aku hanya sedikit capek, kau tidak perlu khawatir seperti itu Lezif, "


membelai pipi meronanya,


"Tak ada semenit pun aku tak mengkhawatirkan dirimu El, karena kau sangat berharga bagi ku, jadi jika kau merasakan hal tak nyaman bilang saja pada ku, yah! "


"Emmm, "


panggil Lezif padanya,


"Hoenzo kau menunggu ku? "


"Ya, dimana kamar ku? "


"Digudang, heheh, "


"Kau mengerjai ku, awas kau! "


"Tidak juga, ikut aku, akan kutunjukkan lokasi wisata untuk mu merebahkan diri, pasti kau akan sangat lelap tidur mu kali ini, "


"hemm, benarkah, tapi kenapa aku merasa kan sesuatu beraroma mencurigakan disini? "


"jangan menuduh ku, tidak baik kau tau, "


"sampai kapan kau akan terus menempel pada ku, nyingkir gak atau? "


"Lakuin aja kalau kau brani padaku! "


"Dasar kau, "


melihat keakraban keduanya membuat Elghora tersenyum sendiri, namun justru dirinya teringat akan kebahagiaan yang lalu sejenak menghilang dari pandangan, sebab tergantikan oleh Lezif Zoead,


beberapa jam kemudian tepat jam makan siang, ketiganya berkumpul di ruang makan untuk menikmatinya, namun tiba-tiba sebuah panggilan masuk dari seseorang sehingga Lezif Zoead harus meninggalkan keduanya dimeja makan,


Ucapnya yang selalu familiar dengan Leezin Hoenzo,


"apa aku pernah bertemu dengan mu, Leezin? "

__ADS_1


spontan mengejutkan,


"Ya, dalam mimpi, "


batin Elghora,


"Kenapa dia begitu dingin? apa aku punya kesalahan pada nya? sedang aku sama sekali tak pernah mengenal nya,"


balik Tanya Elghora,


"Aku serius Leezin, kenapa kau menanggapi ku dengan candaan sih? "


tatapan mata yang tajam,


"Jadi kau ingin serius, baiklah! "


berdiri beranjak dari sana ia mendekati Elghora dan membisikkan sesuatu ditelinga nya,


"Kau akan terbagi, Elghora, "


langsung menggigit telinganya namun ketika mencoba menghindari kedua bahu Elghora sudah ditekan secara bersamaan oleh Leezin Hoenzo, jadi dirinya hanya bisa diam mematung dikursi, sedangkan gigitan itu kini beralih bermain lidah dengan liarnya,hingga membuat Elghora merasakan sensasi menggeliat disana,


hati nya berderu hebat, bahkan nyaris membuatnya tak bisa terkendali lagi, sentuhan ini, sikapnya bahkan tak bisa dipercaya oleh Elghora yang sekarang sudah menjadi istri dari Lezif Zoead bahkan keluarga nya sendiri, sekarang kedua tatapan mata itu saling berpaut bagai melepas kerinduan sehingga tak disangka Leezin Hoenzo menangkup kedua bibir Elghora dengan miliknya, sedang Lezif yang sedari tadi diluar tak bisa melihat kejadian mengerikan yang terjadi diruangan makan tersebut,


Ujarnya setelah selesai bermain manja dengan bibir manis Elghora,


"Aku akan mengunjungi mu nanti malam, sayang! "


balas nya yang kaget diluar pikiran nya,


"Apa kau gila, Leezin? "


"Ya, aku gila karena berjumpa dengan mu, kita lanjut nanti! "


sambil membelai pucuk kepala Elghora dengan lembutnya.


Leezin Hoenzo tak takut tertangkap basah sebab dirinya tau dikediaman Lezif Zoead tak ada satu pun kamera CCTV-nya, sebab ia mengkhususkan tempat ini hanya bisa dimasuki untuk orang kepercayaan nya dan orang tertentu pula, seperti anggota keluarga nya.


setelah Lezif menerima panggilan serius dirinya kembali makan bersama disana, tak berhenti disitu, kaki Leezin mulai bermain dibawah meja menyentuh kaki milik Elghora dengan tersenyum, melihat sang sepupu bereaksi lucu Lezif pun bertanya,


"Tumben bisa tersenyum juga, kenapa Leezin? "


"Hanya merasa senang, "


"benarkah dengan siapa? "


"Kakak Elghora, "


mencoba menyudutkan nya,


Ucap heran Lezif,


"Apa dia melakukan sesuatu? "


Elghora tiba-tiba langsung memandang keduanya aneh,


balas Leezin,


"Ya, dia memberiku sambutan menyenangkan disini, jadi aku hanya senang, "


senyum terkulai diwajah Lezif,


"Makasih ya, Sayang untuk sambutannya, "


jawabnya,


"Ya Lezif, "

__ADS_1


padahal dalam hati,


"sambutan apa coba, yang ada paksaan itu namanya, seenaknya aja, dasar Leezin Hoenzo, pria gila, "


__ADS_2