
Pilu isak Limoran membasahi telapak tangan Lezif Zoead,
"Kak bisakah aku terlihat, sangat lelah harus berpura-pura seperti sekarang ini, jika kakak menyayangi ku, bukannya seharusnya kakak tidak perlu menyembunyikan ku dari Ayah, kita hadapi bersama kak, aku ingin berada didekat kakak,selalu dan setiap saat, bisakah aku mendapatkan hal itu kak? "
Untuk pertama kali nya dalam kehidupan yang terjalin sebagai saudara angkat Limoran baru meminta sesuatu dari sang kakak,sekali pun itu untuk kepentingan dirinya, sekali ia tak pernah meminta apapun kecuali keselamatan sang kakak,
Namun kali ini berbeda, hati gelisah gadis angkat itu tak bisa dipungkiri, kini dirinya berusaha agar status sebagai saudara bisa diketahui oleh Elghora Dezira,
Dengan kata lain Lezif Zoead tanpa mempertimbangkan nya langsung menganggukkan Kepala, sambil berkata,
"Tak ada yang tak mungkin aku berikan jika itu adalah keinginan mu, Moran, "
Senyum terkulai indah dalam wajah cantiknya,
"Terima kasih kakak, "
Selagi ini adalah kebahagiaan adiknya maka kali ini tanpa izin dari sang istri bahkan Ayah pun terlupakan, hingga detik dimana keberangkatan mereka menuju ke kediaman Zoead, membikin wajah berseri sang adik terekspos jelas dihadapan Lezif,
"Aku tidak tau jika ini akan menjadi kesenangan mu, Moran, "
mengusap lembut pucuk kepala Limoran,
perhatiannya tak akan pernah hilang, karena bagi Lezif Zoead Limoran adalah segalanya dalam dunia nya,
Tepat beberapa jam perjalanan, akhirnya, mobil yang dikendarai oleh Lezif Zoead telah terparkir disana, tidak diduga ketika ia masuk membawa dua koper bersama diiringi jalannya Limoran disisi nya membuat hati sang Ayah terkuak menyesakkan,
pasalnya, baru kali ini sang putra tunggal menjadi seorang pembangkang hebat, apa yang dibenci oleh sang Ayah nyatanya kini hendak memasuki ke kediaman yang dibangun dengan jirih payah nya, dimasuki putri penghianat yang telah menghancurkan kehidupan dari kebahagiaan Lerif Zoead,
"Kau tau apa yang sedang kau lakukan saat ini, Lezif Zoead? "
seumur hidup baru kali ini dia merasakan tantangan hingga tatapan tajam sedingin es mengintimidasi Lezif sang putra yang tak bisa menampik, tubuh nya yang bergetar hebat melihat wajah sang Ayah penuh dengan kemurkaan hebat,
__ADS_1
melihat hal itu Limoran langsung bersembunyi dibalik punggung Lezif Zoead,
Ujar sang Putra yang memaksa sang Ayah tertegun tidak percaya,
"Kau membuat adik ku Ketakutan Ayah, "
ketika dirinya hendak masuk tak merespon Lerif, disitulah pertikaian hebat hubungan mereka dipertaruhkan,dicekal lah pergelangan tangan Lezif Zoead,
"Selangkah kau membawanya masuk, maka aku akan keluar dari kediaman Zoead! dan kau akan mendapati dirimu tanpa kehadiran seorang Lerif di sisi mu! "
namun ancaman itu tak kunjung membuat Lezif berubah pikiran, ia masih bersih kukuh menampik cekalan sang Ayah dengan membawa masuk wanita yang teramat menyesakkan bagi Lerif Zoead,
"Baiklah jika ini tak mampu menghentikan langkah mu, maka dengarkan aku untuk yang terakhir kalinya_"
menjauh dari kedua nya yang kini sudah memasuki pintu utama, disusul Lerif Zoead dengan satu supir siap pergi tepat dihadapan mereka, bahkan jarak dari Ayah dan anak sudah sangat begitu jauh kali ini,namun putra tercintanya lebih memilih sang adik yang sudah berada didekatnya, tanpa berpikir sang Ayah yang sudah begitu jauh tak dirasa oleh nya,
merogoh sebuah ponsel dari sakunya,menelfon seseorang yang membuat hati Lezif Zoead begitu berdebar hebat,
"Akan ku buat kau tidak bisa tidur dengan tenang Lezif, sebagai mana kau mendatangkan bencana besar dalam kehidupan mu, dengan membawa wanita itu didalam **kediaman** ini, "
lalu sebuah panggilan pun terhubung, ketika suara terdengar nyaring adalah bariton milik Elghora, maka tersulut kemarahan mendalam sampai tangan itu terkepal kuat dibawah sana, Limoran yang melihat reaksi sang kakak mampu membuat nya bimbang,
"Sebesar itukah cinta mu pada Elghora, kakak, "
walaupun tak ada mendengar batin luka rasa sakit Limoran, tapi justru hal ini begitu menyenangkan bagi Lerif Zoead,
Percakapan pun dimulai,
"Ayah sudah pulang, kenapa tidak bilang? aku kan bisa menyiapkan sesuatu buat Ayah, lalu sekarang Ayah dimana? aku akan pulang menyambut Ayah! sebab Lezif sedang ada keperluan keluar dalam bisnis dalam rutinitas nya yang biasa, kan tidak ada yang membantu Ayah, "
"Jadi Suami mu tidak bilang keluar untuk bertemu dengan seorang wanita yang sangat spesial Elghora, "
__ADS_1
"Apa maksud Ayah berkata seperti itu? tidak Ayah, jangan salah paham pada Lezif, dia hanya bekerja,dan aku juga minta maaf karena tidak tau sampai kapan dia akan pulang? maka nya aku akan kesana buat_"
"Tidak perlu nak,kebaikan mu seharusnya kau berikan pada orang lain saja, bahkan sekarang suami mu rela melepaskan sang Ayah demi seorang wanita yang kini dibawah masuk ke kediaman Zoead dengan semua barang nya, "
mendengar semua penjelasan sang Ayah Elghora langsung berdiri menampik pelukan Stive dan menjauh karena amarah yang menyeruak hebat,
"Jadi Sekarang dia pulang membawa wanita nya, bahkan dia pulang tidak memberitahu ku,dan tanpa izin dari ku dia membawa seorang wanita kesana, astaga, jadi dia juga tidak menganggap ku, Ayah! "
"Pikir lah sendiri, dulu Ayah begitu bahagia dengan keputusan kau menikah dengan Lezif, sekarang bahkan Ayah sendiri harus pergi dari kediaman Zoead karena wanita itu, dan suami mu bahkan dengan lapang hati membiarkan nya begitu saja, cukup Sampai disini nak, semua terserah padamu, selamat tinggal Elghora Dezira,"
memutus panggilan begitu saja, mendengar semua kenyataan terpahit membuat jantung Elghora berdetak sangat cepat,
"Jadi sekarang kau sedang mempermainkan ku, maka baiklah, bukankah ini impas,Lezif Zoead, "
melihat reaksi kemarahan Elghora, untuk pertama kali dia diam mematung dengan tatapan dingin, melihat hal itu Stive mencoba mendekat,duduk dibawah sembari bersimpuh memandang wajah Elghora sambil berkata,
"Jernih kan dengan pikiran dingin El, aku takut emosi mu membuat kondisi nya memburuk, jangan membuat ku khawatir dengan kediaman mu seperti ini, Elghora, "
menyandarkan kepala pada kedua kaki Elghora yang kini sedang duduk disofa,
"Menyingkir dari ku, aku akan menyelesaikan semuanya sekarang! "
Stive menarik tangan Elghora hingga dengan gerakan cepat tubuhnya berada dalam dekapan Stive El Zeidan,
"Ingatlah satu hal, aku akan selalu berada disisi mu, Elghora, "
melepaskan pelukan erat itu dengan pergi penuh tergesa-gesa, hati Stive yang terkoyak akan hati yang kini terbagi, nampak terlihat sangat jelas, dan disisi lain Elghora menahan luapan amarah agar sampai dikediaman Zoead, ia berpikir cukup keras tentang apa yang selanjutnya drama berkelas akan dimainkan dalam hubungan nya?
"Lihatlah, semua impas, dan kau juga akan ku buat sama hal nya dengan mu, Lezif Zoead, bukan kau yang bisa, tapi aku juga, setidaknya, keadilan yang ku ingin kan di titik terang hubungan kita saat ini, bahkan aku harus meninggalkan Stive karena perbuatan mu, aku memang egois, dan aku baru sadar selama perubahan ini kaulah yang membikin aku juga melakukan hal sama, keraguan hingga aku harus kembali menjalani kenyataan berhubungan dibelakang seperti dirimu, berbohong demi pekerjaan rutinitas, namun nyatanya kau pergi menginap ke hotel dengan seorang wanita, adil bukan,aku ingin kau juga merasakan hal yang sama, disaat aku memberikan semua harapan ku padamu, namun kepalsuan bak topeng manis kau peran kan padaku, lihatlah sekarang bahkan kau terang-terangan seperti ini terhadap ku, "
sebenarnya sudah sejak lama Elghora mengetahui kebohongan Lezif, namun ia lebih memilih untuk melakukan hal sama agar semua nampak adil dalam hubungan nya.
__ADS_1