
Pergi meninggalkan Stive El Zeidan langsung menghampiri tempat makan yang sebelumnya telah dipesan oleh nya, duduk dengan wajah cemberut sambil bibir mayun kedepan sehingga, detik itu juga membuat Stive menyambarnya begitu saja,
Ujar Elghora,
"Stive kenapa kau tiba-tiba mencium ku? "
bisiknya,
"Sekali lagi kau memasang wajah mayun itu, maka, jangan salahkan aku kalau sampai memakan mu, sayang, "
lalu kemudian kali ini mereka berdua melanjutkan untuk menyantap hidangan yang kini telah tersaji dengan sangat istimewa, dan semua menu yang dipesan oleh Stive adalah makanan favorit kecintaan Elghora sampai sekarang,
"Stive, semua ini makanan kesukaan ku? kau memesan nya buat ku? maaf atas keributan ku untuk yang tadi, hah, sepertinya tadi aku kehilangan kendali, maaf, "
mengusap pucuk kepala Elghora,
"Tidak apa, lagian kalau marah dan emosi menurut ku wajar, sebab yang kau hadapi memang tidak bisa dihadapi dengan sikap wajar, jadi percuma juga jika berurusan dengan pria akik tua seperti tadi, tapi kalau masalah hilang kendali, sebaiknya lebih baik diubah dalam hal tertentu, "
Elghora Dezira sampai bingung akan pengucapan kata dari Stive untuk nya,
tanya nya balik,
"Maksudnya? "
bisiknya yang saat beranjak dari kursi kemudian duduk dimeja makan sambil berbisik ditelinga nya,
"Hilanglah kendali saat berada diatas ranjang, bukankah itu lebih menarik, "
sambil mengedipkan satu matanya,
"Brakk, "
Hantaman meja dengan telapak tangan Elghora Dezira membuat Stive sangat kaget,
batinnya,
"Apa dia langsung tersinggung? apa dia gak enak hati? apa dia akan memarahi ku? atau langsung meninggalkan ku? "
namun Stive mengenggam pergelangan tangannya dengan erat sambil berucap,
"Maaf jika ucapan ku tadi menyinggung perasaan mu, El, kau tidak marah kan, emmm, baiklah janji aku tidak akan mengulanginya lagi, bagaimana? apa aku dimaafkan sekarang? "
Elghora Dezira langsung duduk kembali,
__ADS_1
"Baiklah, maaf diterima, kalau begitu kita langsung makan saja, soalnya aku sudah lapar, dan sejak dari tadi perut ku mulai berontak ingin makan sesuatu, "
"Ya tentu kita nikmati saja makanan nya sekarang! "
setelah selesai menyantap semua sampai kenyang, Stive hanya terdiam bagi nya satu piring makan pun sudah membuat perut nya terisi penuh, disebabkan melihat porsi makan wanita yang kini sedang berisi itu menikmati begitu lahap, sampai rasa kenyang pun tak dirasa olehnya,
Ujarnya,
"El, jangan sebanyak itu, nanti bisa sakit perut! "
jahil Elghora,
"Kan lebih enakan, nanti punggung El bisa dibelai lembut oleh Stive, dan kau tidak akan bisa pergi kemanapun, heheheh, "
"Kau itu bisa saja El, "
selesai menikmati itu kini keduanya keluar dari sana lalu menuju masuk mobil yang sedang dikendarai oleh Stive tepat terparkir didepan Elghora Dezira berdiri,saat memasuki nya gadis itu tersenyum kepada Stive sehingga menuai tanya pada nya,
"El, kenapa? apa semuanya baik? "
"Pengen beli sesuatu, tapi ini hanya ada di toko buku, aku ingin membaca Stive, bisakah kau mengantarkan aku sekarang juga! "
"Baiklah, dengan senang hati, Tuan Putri cantik, "
Stive hanya mampu tersenyum lebar melihat sikap dan Sifat manja kekasih hati nya yang kini tengah bermanja kepada nya, meminta sesuatu dengan mudah nya,kepada dirinya, Elghora Dezira pun tau apapun itu pasti akan dituruti oleh Stive El Zeidan,
setelah sampai disana Stive El Zeidan yang ingin hendak mengantar nya masuk dicegah oleh Elghora Dezira,
"Aku akan masuk sendiri saja Stive, ya"
"Baiklah, terserah kamu sayang, "
namun ketika masuk dan memilih buku yang hendak diambilnya ternyata seseorang juga menarik buku tersebut, dia tidak lain adalah Lezif Zoead,melihat buku yang ditarik paksa oleh orang lain akhirnya pria itu langsung menghampiri nya, ternyata, ketika dirinya hendak mencoba memarahi orang itu pada akhirnya sebuah pelukan mendarat erat begitu saja,
Elghora Dezira nampak kaget sehingga ia berpikir, tidak mungkin kalau Stive akan masuk menyusul tanpa memberitahunya, barulah ia mengerti kini pelukan itu adalah pertemuan nya kembali dengan Sang suami, seolah dinding kebahagiaan Elghora runtuh dalam sekejap,
membawa Elghora Dezira pergi tepat dihadapan mobilnya, Stive El Zeidan hanya mampu memandang tanpa bisa berbuat apapun, walaupun ia tau pandangan gadis itu masih ingin bersama dengan nya, tapi Stive juga tidak boleh egois, hingga pada akhirnya Elghora Dezira kembali ke kediaman Zoead,
"Kini bahkan aku harus melihat mu kembali dengan nya untuk kedua kali dalam perasaan yang tak pernah ku relakan, Elghora, "
***********
Dalam perjalanan Lezif membelai lembut kepala Elghora, tidak meragukan kepergian nya, untuk bertanya kenapa bisa sampai menghilang saat bersama nya pun tak dia lontarkan,
__ADS_1
dia hanya tersenyum sembari berkata,
"Tak akan ku biarkan kau menghilang lagi El, maafkan aku, dan janji aku akan selalu membahagiakan mu, "
setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya mobil yang dikendarai oleh Lezif Zoead terparkir dikediaman nya, disana terlihat pula keberadaan Lenza, Blezen, beserta Biyanka,
Sang Ayah tidak bisa datang karena harus mengikuti rapat diluar kota dan itu pun tak terduga, walaupun kini kedatangan Elghora Zoead disambut baik dengan mereka, namun wajah Biyanka berekspresi berbeda, seolah dirinya mengetahui apa yang kini dirasakan oleh Elghora,
Berpisah lagi dengan Stive merupakan salah satu ujian terberat dari hati keduanya, namun nyatanya, walaupun sebuah ikatan sudah terlanjur membelenggu salah satu dari mereka, nyatanya cinta keduanya malah semakin dalam,
terkadang Biyanka berpikir,
"Sebenarnya apa rumus dari perasaan mereka yang sama-sama kacau sih? kan sudah tau juga orang yang dicintai telah ber pemilik, namun dengan gencar nya masih saling terkait sampai sejauh ini, apa cinta itu memang wajar bisa membuat hati orang yang normal jadi beneran gila? bahkan dia tanpa obat pun bisa menjadi normal kalau hanya bersama dengan seseorang yang dicintainya, dan kenapa pula aku repot-repot mengurusi mereka? aku sendiri juga terjebak dalam cinta gilanya Blezen? hah hidup itu merupakan sebuah keberuntungan bagi setiap orang, terutama adalah pasangan yang selama ini main diam dibelakang dengan sangat sempurna, berkat kebungkaman ku pula, lagian ini juga balas dendam ku pada Blezen yang tak membiarkan aku bebas sama sekali, rasakan saja, "
***********
Dirumah sakit tempat Liven bekerja, tanpa daftar masuk tertulis Stive El Zeidan langsung membaringkan dirinya di bed pasien, hingga beberapa perawat masuk datang mencoba menghalangi tapi tak mampu menghentikan nya,
melihat kebingungan mereka maka wajar sampai dokter Liven sendiri mendesah mengacak-acak rambutnya,
ucapnya,
"Sebaiknya kalian keluar, biar sisanya aku yang urus, "
"Baik, kalau begitu kami permisi, "
menarik tirai yang menutupi bed pasien tersebut,
gerutunya,
"Sampai kapan kau akan berbuat ulah padaku jika wanita mu pergi berkunjung keluar kota lagi hah? dibilang mencintai ku tidak, apalagi merindukan ku, tapi jika ada maunya langsung main trobos masuk pintu orang, lagian ini pria, bukannya kau sudah merasakan pintunya wanita, gimana? dapat tamparan gak? "
"Terserah, setidaknya, ocehan lo yang saat ini berguna untuk menenangkan pikiran ku, "
"apa kau ingin membuat ku terkena serangan jantung? "
"Jangan khawatir, aku akan ambilkan jantung spesial dari buatan import, kau tenang saja, "
"Yahhh, sampai kapan kau akan membuat ku marah seperti ini, jadi pergilah dari sini agar otak ku bisa bekerja dan berfungsi dengan normal kembali, "
"Haruskah aku merayumu! "
"Kau gila, jangan berlagak sikopat, kau tau ini jam kerja ku, tapi masih saja berulah! "
__ADS_1
"Ayolah hanya sebentar, oke, "