
Dalam perjalanan menuju ke tempat tujuan tatapan pandangan Blezen tak luput dari Melihat Biyanka Barnia,
"Kau itu lagi nyetir, pandangan harus lurus masak ya sedari tadi aku saja yang dipantau, tenang saja Biyanka Barnia gak akan lari dari Blezen, lagian dapat dari mana aku uang sebesar itu untuk melunasi mu, hemm, kerja pun tidak, yah hanya bisa ngabisin wakil luang dengan mu saja, "
hanya tersenyum mendengar setiap perkataan Biyanka,
tanya nya,
"Apa kau percaya jika Elghora Dezira tewas dalam kecelakaan, Biyanka? "
menatap penasaran wajah kekasih yang datar tanpa ekspresi,
"Entah, kalau kau? "
menghela nafas panjang,
"Sangat tidak percaya mengenai seluruh isi dokumen itu, secara aku sendiri tidak melihat kejadian ditempat, "
Ucap Biyanka,
"Ya wajar, karena kau kan tidak percaya, sedangkan Lezif sendiri seolah percaya penuh dengan semua masalah kecelakaan itu, sehingga sampai berdampak buruk kepada kondisi kesehatan nya,aku heran dengan semua ini, "
rasa penasaran terselubung pada diri Blezen,
"Heran mengenai apa Biyanka? "
memandang keluar sambil bergumam,
"Semua akan sulit dan seperti nya akan terasa mustahil, Blezen, ku harap ini hanya sekedar pemikiran ku saja, "
bingung dengan cara pemikiran Biyanka,
"Terkadang kau itu membuat ku bingung serta membikin aku merasa rumit disaat kau berbicara seolah seperti sebuah teka-teki saja, Biyanka Barnia, "
Tepat disana saat keduanya menuruni mobil wajah Biyanka Barnia tersenyum, berjalan melangkah lebih awal, meninggalkan Blezen yang sedang memarkirkan mobilnya, ia melihat Gadis yang dibawah nya berjalan memandang semua keindahan nyata di taman luas seperti hamparan menakjubkan di sebuah tempat yang teramat istimewa,
lalu mendekati Biyanka Barnia mengajaknya disebuah Cafe terdekat dari sana, namun disaat ia beralih menatap keujung, tak disangka,
"iii..... itu,, El... Elghora Dezira, ma_sih hidup, hah kenapa aku sampai kaget? itu kan pasti, jika Elghora mati, tentunya sikopat setengah sadar itu pasti juga mati, hidup nya kan bergantung pada wanita itu, hahh pura-pura tidak lihat saja, beres, "
setelah selesai memarkirkan pria yang datang bersama Biyanka langsung bergerak ketempat lain, Blezen tidak mengetahui sebab ia sedang memesan tempat untuk keduanya agar bisa menikmati makanan yang sangat spesial dihari kebersamaan mereka, menarik jemari tangan Biyanka Barnia dan membuatnya terduduk dikursi yang tengah ditarik olehnya,
"Duduklah Biyanka, aku sudah memesan makanan spesial untuk kita berdua, "
lalu setelah menunggu beberapa saat tiba-tiba pandangan Biyanka tertuju pada sosok pria dan wanita yang kini sedang keluar untuk meninggalkan tempat ini,
__ADS_1
Blezen tidak mengetahui pergerakan mereka, karena dia saat ini sedang fokus terhadap ponselnya,
"ternyata kesempatan masih membuat kata lolos diantara keduanya, lagian ngapain juga aku buka suara, kan tidak akan seru, setidaknya dia nya baik-baik saja, "
Gumam Blezen,
"Kau sedang bicara sama siapa Biyanka? "
"Memang kalau dia bersama seseorang, siapa yang dia ajak bicara, hemm? "
"Aku, benarkah? tapi kau itu bisa tidak berhenti bicara yang sangat sulit ku pahami! "
"Oke, jika bisa, akan ku coba, walaupun sulit, Blezen, "
"Hemm, kau itu, baiklah kita nikmati makan bersama dulu sekarang, "
"Yups, makan kenyang, ini sangat nikmat, "
"Sebenarnya kau lah yang lebih nikmat Biyanka, dari semua ini, "
"Otak mesum menyingkir sejenak, ini bukan waktu yang tepat mengeluarkan kata-kata tak ada aturan tersebut, "
************
Saat memasuki mobil dalam perjalanan ia dikejutkan dengan sesuatu yang penuh dalam kursi bagian belakang, susunan kado bertumpuk disana buket bunga mawar besar juga terlihat, balon dan hiasan menarik lainnya menyilaukan pandangan Elghora Dezira,
Senyum Stive El Zeidan kepada Elghora Dezira,
"Sejak kau tak lepas dari ingatanku El,semua tentang mu pasti akan tersimpan dalam memori ingatan ku, "
Ucap Terimakasih Elghora kepada Stive,
"Terima kasih banyak Stive hari ini adalah hari yang tak pernah ku bayangkan seumur hidup ku,"
lalu tiba-tiba saja ketika kebersamaan mereka sudah hampir satu bulan lebih, dalam perjalanan cukup panjang untuk menikmati hari, pandangan Elghora Dezira kabur sehingga mengejutkan Stive El Zeidan,
"Stive kepala ku terasa aneh dan_"
Elghora Dezira langsung lemas tak beradaya di kursi depan, menatap wajah pucat nya Stive langsung melaju kencang menuju ke rumah sakit, sehingga dalam beberapa menit saja kini Membopong tubuh Elghora dan membawanya ke ruang UGD,
setelah pemeriksaan ternyata perkataan Sang dokter mengejutkan Stive,
"Selamat, anda sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah, istri anda sudah hamil dan kandungan nya sudah memasuki satu bulan ini, jadi ku ucapkan selamat sekali lagi Tuan, "
akhirnya wajah kemenangan terlihat di penghujung jalan masa depan nya, sudah sejak satu bulan lebih Stive membawa Elghora Dezira dan memisahkan nya dengan Lezif Zoead, dan kini ia mendapatkan sebuah jirih payah luar biasa,namun ketika dia tersadar Elghora Dezira bertanya kepada nya,
__ADS_1
"Ada apa dengan ku Stive? "
"Kau hanya kekurangan vitamin El, jadi nanti kita bisa pulang bersama, "
namun Stive El Zeidan sengaja merahasiakan kehamilan Elghora sebab beberapa hari ini dia mendapatkan sebuah kabar bahwa Lezif Zoead sudah pulih dan mencoba mencari keberadaan Elghora dezira, ia sengaja membuat sesuatu hal yang tidak diketahui oleh gadis pujaan nya tersebut,
setelah kondisi Elghora dezira sudah mulai membaik ia menaruh obatnya tepat ditas kecil yang selalu tergantung dibahu pujaan nya, tapi dalam setengah perjalanan Elghora dezira memaksa Stive untuk menghentikan mobilnya dan memasuki tokoh kue itu namun secara tidak sengaja Elghora dezira dipertemukan dengan Lezif Zoead yang sedang mencari informasi disekitar area tersebut,
sehingga langsung dalam sekejap Lezif memeluk tubuh Elghora, ia tak percaya dengan apa yang telah dilihatnya, Elghora dengan kasar menampik pelukan itu sembari mengatakan,
"Kenapa kau tega menceraikan ku, Lezif Zoead? "
bahkan satu temannya yang saat ini disamping nya tidak mempercayai semua ucapan itu,
"Kau menandatangani surat perceraian dengan begitu mudah, apa aku tak begitu berarti bagi mu? lalu semudah itu kau melepaskan ku, Lezif? "
Lezif masih tidak habis pikir, bingung dengan semua ini tapi Elghora dezira mencoba kabur darinya, tapi pergelangan tangan Elghora dezira dipegang dengan kuat oleh Lezif Zoead,
"Kau tak akan bisa pergi dan meninggalkan aku lagi Elghora Zoead! "
kemarahan Elghora,
"Hentikan semua omongan kosong mu itu, dan menjauh dari ku! "
kesulitan memahami semua kejadian kali ini,
"Kau meminta suami mu untuk menjauh dari istrinya sendiri, aku tidak gila El, aku masih milikmu dan kau adalah milikku, "
masih tidak percaya sehingga Lezif Zoead menarik pergelangan tangan dan membawanya ke suatu tempat dimana ia bisa melihat kenyataan, bahwa keduanya masih memliki status hubungan suami istri, dan sebelumnya,ternyata dalam kepergian ketiganya, Elghora melihat wajah sedih Stive El Zeidan dengan bingung,
pikir Stive,
"Jadi dia sudah memberitahukan segalanya kepada Elghora, baiklah lakukan lah, ini saatnya aku merencanakan sesuatu yang lebih menarik lagi, Lezif Zoead, tunggu aku Elghora dezira, kekasih ku! "
tepat dua jam ia berada dalam gedung itu, ia keluar dengan wajah masih tidak percaya akan semua kejadian yang membikin dia sudah terlanjur menyukai Stive kembali, dan semua adalah sebuah kebohongan yang disiapkan untuk ku dari nya,
batin Elghora,
"kenapa kau melakukan hal ini kepada ku Stive? padahal aku sudah terlanjur menyukai dan membuka hati ku untuk mu seperti dahulu, kenapa? "
Tepat setelah melakukan perjalanan panjang, kini Elghora dezira dan Lezif Zoead beserta satu temannya untuk menyarankan keduanya beristirahat,namun setelah malam pun tiba,melihat wajah Elghora tertidur pulas disamping nya membuat Lezif ingin menyentuh tubuh Elghora, perlahan kerinduan yang begitu menakutkan membuat ia tak bisa menahan nya agar tak mengganggu istri tercinta nya, nyatanya kali ini geriliya jemari tangan Lezif membuat tubuh Elghora bereaksi, dan keduanya melakukan olahraga malam detik itu juga,hanya bayangan dalam mimpi Elghora yang nampak berbeda,ia merasakan setiap sentuhan sedang melakukan nya dengan Stive El Zeidan bersama pria yang dicintainya,kenyataannya ia tengah selesai bermain dengan Lezif Zoead,
keesokan harinya,Elghora bengong melihat tubuh Lezif Zoead yang polos sedangkan dia pun sama hal nya dengan kondisi pria yang masih menjadi suaminya itu,
"Aku melakukannya bersama dengan Lezif,
__ADS_1
bukannya semalam bersama dengan Stive,bermimpi sambil benar-benar terjadi, oh Astaga, "