Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Emosi


__ADS_3

Dengan menatap penuh penyesalan, bahkan seseorang yang seharusnya berada disisi Nya harus ia buang demi keputusan terbodoh seorang wanita, cintalah yang seharusnya melekat kan namun,


Batin Lezif Zoead,


"Kenapa cinta itu harus kau Moran? bukannya Elghora, seandainya dia ****maka**** semuanya akan nampak sangat sempurna, walaupun begitu aku akan tetap membuat nya berada dalam jangkauan ku, "


Hanya melamun sejenak memikirkan hal apa yang akan terjadi,


Dikediaman Zeidan,


Ucap Stizo El Zeidan,


"Apa yang kau pikirkan sampai tak ada ujung yang mampu membikin tatapan itu terhenti, Zeman Zeridhan? "


Ungkap nya,


"Sekali ini aku biarkan, tapi jika sampai berlanjut maka jangan salahkan aku yang akan membunuh wanita ular itu, Paman Stizo, "


mendengar pengucapan itu sontak bulu kuduk Putra kedua Zeidan merinding, pasalnya ia sama sekali tak menyangka akan keputusan bulat yang diyakini Stizo akan benar-benar terjadi dilihat dari segi emosional yang kini menguasai dirinya,


lalu tibalah seorang yang sebenarnya adalah tangan kanan Zeman, ia langsung menghampiri nya, hingga semua tatapan keluarga mengarah kepada nya, disitu sedang ada perkumpulan keluarga Zeidan dengan Dezir dan Dezira, tiga keluarga kubu besar menjadi satu, dan tak lupa marga Hanrua, jadi empat besar marga bersatu,


mempersoalkan Stive El Zeidan namun mereka beralih ke arah Zeman dengan pria aneh asing dipandangan setiap keluarga,


Ucapnya,


"Katakan! "


balas Ruwan,


"Tuan Stive sekarang berada di apartemen miliknya bersama seorang wanita, dia adalah Helyna, sedangkan Nyonya Elghora sendiri, dia menghilang tanpa bisa dilacak dengan sistem apapun, jadi tolong maafkan kami, Tuan Zeman! "


beberapa mata nampak takut akan tindakan selanjutnya Cucu mereka tapi sebuah senyuman tajam menukik secara langsung di tengah kabar mengelikan bikin Zeman ingin membuat pelajaran bagi wanita tersebut,


"Kita pergi, akan ku buat dia gila atau tewas mengenaskan! aku benci pengganggu kehidupan ku dengan Mommy ku, siapapun orang nya, jangan harap bisa lepas dari terkaman ku, Helyna Sazemiya! "


Stiya El Zeidan bergumam resah,


"Dia memang keturunan menakutkan dari darah Elghora Dezira, astaga, cewek itu memang salah mencari masalah dengan lawan mainnya, oh my god! "


Ucap Zeman,


"Apa kau sudah mendapatkan apa yang harus kau berikan padaku Ruwan? "


"Ya Tuan, ini dokumen yang Anda minta, semua sudah secara detail mengenai wanita tersebut, "


percakapan mereka membuat seluruh keluarga tercekat, kemampuan Zeman Zeridhan untuk mengatasi masalah bisa dikatakan sangat sempurna, sedang usia yang masih muda dirinya bisa menempatkan dengan jelas bahwa orang lain akan mengganggap Zeman adalah sosok mengerikan,


dilihat dari wajah dingin penuh amarah serta kekesalan yang ingin menghancurkan segalanya bagi siapapun penghalang brani mencegah kehausan untuk menghancurkan lawan,Ruwan yang mendapati ekspresi buruk dari Tuannya, dirinya hanya mampu diam ditempat tanpa brani bersuara,


Sebuah senyuman terlintas sejenak dari wajah Zeman Zeridhan,

__ADS_1


Ujar Stiya sambil mencolek bahu Stizo,


"Kak, dia keponakan kita beres gak? kenapa berasa wajah tersenyum itu mengintimidasi? padahal seharusnya senyuman itu membahagiakan lawan kan, la ini justru mematikan lawan, sekali liat, dijamin langsung nyungsep kak, K. O deh, "


Gumam Stizo,


"Yah ada benarnya juga kau bicara, Stiya, tapi, entah hanya perasaan ku saja, Zeman sepertinya sedang memiliki rencananya sendiri, dan hal itu justru membuat ku begidik ngeri, masih muda saja sudah menakutkan membayangkan kalau sudah seusia kak Stive_"


gerutu Stiya,


"Mampus kita berdua! "


Stizo langsung menatap Stiya dengan herannya,


"Maksud mu apa bilang seperti itu hemm?emang kita ngapain sampai kau bisa mengatakan kita berdua mampus hah? tu otak lo di pakai sejak kapan bisa lemot kek gini? mau gue kasih tempolan tangan gak? mumpung gratis, hmm? "


jawab Stiya,


"Ogah, mana ada gratis tempolan? "


Ungkapnya,


"Memang kau pikir nempol orang itu bayar hah? kalau begitu orang bayaran banyak bonusnya, kan sekali tampol banyak uang, kau bisa bayangkan berapa kali mereka melakukan tempolan ke orang dan berapa yang akan didapatkan? "


"wahhh mantep dong kak, tapi kenapa sekarang kita mbahas tempolan ya? "


sahut Stizo,


Lain cerita jika saat ini berada disisi Blezen,


Biyanka Barnia berceloteh,


"Oh ya kau itu sejak kemarin gak pernah sibuk, apa emang sedang cuti, Blezen? "


Ujar Blezen,


"Tumben tanya soal pekerjaan, bagaimana kalau sekarang kau ikut aku bekerja! "


"Hahh, beneran, apa boleh? bukannya malah mengganggu, "


tanya Biyanka,


Blezen pun kembali berceloteh,


"tidak ada kata mengganggu jika itu kau sayang, apapun yang bisa membuat mu senang, akan aku lakukan untuk mu, emmuch,"


sambil mengecup pucuk kepala Biyanka Barnia,


terkadang hati Biyanka selalu merasa hangat jika sikap manis dan perhatian nya selalu ditujukan kepadanya, wajah nya merona kala Blezen memeluk tubuh gadis itu ketika berada diruang tamu, karena ini adalah kediaman Blezen, maka dengan segala hal ia bisa melakukan apapun yang diinginkan nya,


selang dua jam berlalu, kini mobil itu terparkir di sebuah perusahaan besar,

__ADS_1


Heboh Biyanka Barnia,


"Gedung yang menjulang tinggi, waoww menakjubkan, kau benar seorang ketua disini? "


menatap Blezen dengan tatapan penuh tanya,


"Iya, kenapa? masih tidak percaya, "


sambil mengacak jahil rambut Biyanka Barnia,


"Kok bisa yah main ninggalin tugas dengan mudah, padahal seharusnya kan tidak demikian, "


"Kau tidak sadar bahwa kaulah yang membuat ku menjadi seperti itu? "


"Tidak, kau sendiri yang merubahnya, kenapa malah menyalahkan ku iih, reseh banget si jadi orang, "


melanjutkan perjalanan menuju perusahaan,ketika memasuki nya semua para pekerja memberi sapaan kepada Ketua Grup dari perusahaan BLEZ, setelah itu ia mendapatkan sambutan spesial dari beberapa sekretaris cantik dan menggoda,


ekspresi Aneh terlihat dari wajah Biyanka Barnia selang beberapa saat menatap Blezen yang berjalan ke arah kantor, Tuan Park dikejutkan oleh ucapan Biyanka Barnia saat sedang mengikuti sang CEO,


"Tu mata normal apa kek gimana yah? yang bohai aja banyak, napa cari nya yang model kek ginian sih? Blezen kau yakin tidak salah pilih? "


"Bagaimana jika nanti kita lanjutkan dimeja kerja ku? pasti posisi yang paling menarik adalah_"


"Saat aku membunuh mu dengan menahan tak bisa menerobos milikku, pasti sangat seru! "


mendengar hal itu Pak Park tidak percaya jika keduanya berbicara hubungan serius dihadapnya,


"Sepertinya aku ingin hari ini menjadi full dengan kehadiran mu,melakukan dengan sepuasnya, "


dengan sigap memukul kepala Blezen tepat dihadapan Pak Park,


"DUK, "


"Kau gila, apa niat mu kemari untuk memuaskan pikiran kotor mu itu? jika sejak awal kau begitu ngapain juga aku harus ikut, lagian kau seharusnya menjadi contoh mereka, malah enak aja seenaknya sendiri, benar-benar hebat, orang kaya kalau udah niat, nyusahin aja, kayak lo, nyebelin, ngeselin, jengekelin, semua lo borong ke keranjang daftar kriteria lo, hahh capek urusan ama lo, Blezen, "


duduk merebahkan diri disofa,


melihat itu Blezen berbicara sendiri,


"Susah banget buat ngerti pikiran cewek astaga, memusingkan saja, "


Pak park tersenyum dibelakang Blezen akan perubahan dari sikap bos nya.


Di Mansion Elghora Dezira mendapatkan sebuah pesan dari Luwis Ndrizen tentang apa yang hendak dilakukan sang Putra,


ia pun berbicara,


"Jika keempat kubu keluarga besar tidak mencegahnya, bisa dipastikan Helyna Sazemiya akan tewas secara mengenaskan ditangan Zeman Zeridhan! dan itu akan terjadi kalau mereka hanya menjadi penonton bukan sebagai pencegah, lalu apa yang akan Stive lakukan jika melihat reaksi emosional Putra nya memuncak hebat? aku jadi sangat penasaran, terus pantau mereka jangan sampai lengah, Luwis! "


"Baik Nona, "

__ADS_1


__ADS_2