
"Ceklak,"
pintu kamar terbuka perasaan terselubung dari hati Elghora Dezira nyata memang bisa menduga jika ia akan datang kembali untuk menghampiri dirinya,
"Aku lapar, lalu bagaimana aku meminta agar perutku bisa terisi penuh? "
mendekati Elghora kemudian memberikan sesuatu ke dalam sebuah jarum suntik dan melepaskan begitu saja pada bahu gadis itu,
Dalam hitungan beberapa jam Elghora Dezira bisa sedikit perlahan bergerak dan berbicara,
"Akhirnya aku bisa bergerak dan bicara lagi, "
menangkup dagu Elghora mengarahkan tepat kepada wajah Stive El Zeidan,
"Ini hanya sementara untuk mu, makanlah dimeja yang sudah tersiap hidangan untuk mu, habiskan semua, karena aku ingin wanita ku kenyang dan selalu cantik saat berada disisi ku! "
gerutu Elghora Dezira sambil berjalan perlahan kearah meja makan,
"Apa hubungannya cantik dengan menghabiskan makanan? yang ada pasti kaitannya perut akan menjadi kenyang dan berisi kalau makan banyak, itu lebih tepatnya, "
mengambil kursi mendekatkan nya pada sisi terdekat Elghora Dezira sehingga,
"Bisakah kau tak bertingkah berlebihan saat disekitar ku, Stive El Zeidan! "
percakapan keduanya berlangsung cukup lama kali ini,
"Kenapa? apa sangat mengganggu mu El? "
"Itu pun kau paham Stive, aku hanya merasa merinding saja jika kau tetap seperti ini, "
"lalu kau ingin aku seperti apa El? jika seperti Lezif jangan pernah mengharapkan hal itu padaku! "
"Aku juga baru mau bilang, tapi kau sudah mengambil asal sebuah kesimpulan, menarik juga! "
"Kau bilang apa barusan?menarik! "
"Iya kenapa? "
"Jika kau tidak makan sedetik tadi sudah ku tarik jatuh diatas ranjang dalam cengkraman kuat ku, Elghora, "
"Sejak kapan otak mesum merabah ke penjuru hati dan pikiran mu Stive? "
"Sejak kau menikah dengan Lezif, "
"Ohhh, "
"Kau menyukai makanan nya El? "
"Sangat suka, setidaknya perutku bisa kenyang, kau tidak makan Stive? Ah aku lupa kau kan sudah kenyang hanya dengan melihat ku, bukan begitu! "
"Nanti setelah kau kenyang giliran ku yang akan kau kenyangkan Elghora! "
"Uhk.... uhhk.. uhk.. "
"Kau sampai tersedak karena sama menginginkan hal yang sama, tenang saja nanti kita bermain sedikit lebih antusias, gimana Elghora? "
"Bukan itu yang ku inginkan Stive! "
"jadi kau ingin lanjut sekarang, sambil makan boleh juga, "
__ADS_1
"Tidak, tidak, tidak, bukannya menikmati malah mood ku hancur dalam sekejap, "
"Emm, kalau begitu kau juga menginginkan sembari menikmatinya, baiklah, kita coba apa yang kau harapkan? jadi penasaran mengenai ide dari mood terbaik mu Elghora! "
"Hah, kenapa malah berbalik melawan ku sih, tadi yang ku maksud adalah mood makan ku akan menghilang dalam sekejap, jadi aku sendiri tidak bisa menikmati menyantap makanan ini, begitu, bukan hanya dengan pikiran mesum gila mu itu Stive El Zeidan, "
"Tapi sambil makan sepertinya menarik El! "
"Ogah, capek, sedari tadi diranjang tak melakukan apapun rasanya punggung ku sakit sekarang kau mengajak ku melakukan pergulatan gila tanpa hubungan, bukannya kau sudah membuat ku melakukan nya, sekarang kenapa kau juga menginginkan yang tak seharusnya, "
"Aku melakukan nya karena aku cinta sama kamu El, kenapa kau tak paham mengenai hal itu? "
"Aku bahkan tak paham dengan jalan pikir mu yang semakin diluar akal sehat Stive, "
"El? "
"Emm? "
"Apa kau masih menyukai ku? "
"Tidak jika kau terus bersikap seperti ini, "
"aku seperti ini karena terlalu mencintaimu El, pahami itu! "
"Lalu disisi mana kau bisa memahami ku jika cara mu saja sudah salah seperti ini Stive, ini tidak benar, "
"Jika ini tidak benar maka Lezif juga tidak benar, tapi kau membenarkannya bukan, maka benar pula sekarang setiap dari tindakan ku, bukan begitu Elghora Dezira! "
"terserah kau sajalah capek aku, "
memakan kembali makanan nya tanpa berbicara dengan Stive yang semakin menatap dirinya tepat dihadapan nya,
sahut Elghora,
"Aku tidak menyentuh mu tapi kau juga komplen kepada ku, lalu aku harus apa El? katakan! "
"Entah lah Stive, bersikaplah biasa kau kan bisa, "
"Ya aku akan melakukan hal itu jika hubungan kita tak serenggang sekarang ini, bahkan hanya melihat saja kau mengeluh, terus aku bagaimana cara menyikapi Elghora Dezira yang sangat berubah drastis ini? "
"Bukan aku yang berubah Stive, tapi kau,"
berjalan menjauh melihat pemandangan luar nampak begitu menarik perhatian Stive, sedangkan Elghora yang selesai pun jadi ikutan mengintip melihat apa yang sedang dilakukan oleh pria itu ternyata,
"Pemandangan indah adalah hal yang paling kau sukai, iya kan, "
"Ya, hanya ketenangan yang nampak disana, "
"seperti ketenangan mu yang membuat ku takut kehilangan dirimu El, rasa ini bimbang dengan semua sikap mu kepada ku, sehingga aku tak memiliki jalan lain sampai harus bertindak senekat itu kepada mu, "
"Ternyata yang aku dengar memang benar bahwa cinta seseorang terkadang membuat orang lain buta tentang apa yang dilakukan oleh nya, itu benar terjadi, "
"aku buta sebab cintaku melebihi cinta mu pada ku El, "
"Jadi sampai kau menjauhkan ku dari keluarga ku, Stive El Zeidan, "
"jika yang kau maksud Lezif maka jangan harap, sebelum kepergian mu kau sudah meninggalkan surat cerai kepada Lezif, sehingga dia pun menandatangani nya seperti kemauan mu, dan kini kau kembali menjadi milikku, walaupun kau berpikir aku buta, tapi cinta ku padamu bukanlah main-main, aku mencintaimu Elghora Dezira, "
kenyataan cintanya selalu membawanya pada derasnya arus yang kini semakin gencar untuk membuat Elghora selalu tertahan dalam dunia nya,mendekat perlahan pada tubuh molek gadis yang saat ini teramat disayangi lalu memeluk erat dalam dekapan nya,
__ADS_1
Ucap Lirih Elghora,
"Kau mengubah dunia kebahagiaan ku sampai sejauh ini Stive, "
**********
"Capeeeek, hah...hah,berhenti Blezen,aku mau makan sesuatu perut ku lapar kali ini, butuh asupan! "
"Bagaimana dengan milikku? dua puluh empat jam bisa membuat mu kenyang selalu, "
"mati dong,dua puluh empat jam, dasar Mesum,yang ada bukannya kencang malah nambah sakit perut ku, karena efek milik mu yang belum resmi itu, "
"jadi punya ku tercampakan,hah, dan kau lebih memilih Makanan dari pada milikku yang spesial ini, "
"Tentulah, aku lebih menginginkan makanan dari pada milik mu yang selalu kau promosi kan itu, menyebalkan, "
"Kenapa kau tidak suka punya ku Biyanka? "
"Bukan tidak suka, tapi harus menikah terlebih dahulu sebelum melakukan hal seperti itu, aturan utama ku, kau harus ingat Blezen, "
"Kalau begitu kita menikah saja! "
"Kau ngidam yah? "
"Kau pikir aku hamil, "
"Mungkin, lagian dari kemarin bawaannya pengen terus, "
"Hah, kau itu bisa saja yah mengada ngada hal yang tak perlu, "
"tapi memang benar kan, "
"Tertangkap kau! "
menarik pergelangan tangan Biyanka Barnia mencium dalam bibir merona menggoda dirinya, membuat keduanya merasakan nikmatnya menyusuri setiap inci dari cela keduanya, yang kini berakhir di Sofa menyantap perpaduan rasa spesial khas keunikan keduanya,
batin Biyanka,
"jika diteruskan ini akan semakin bahaya, "
"Lebih, Biyanka ayo melakukan lebih dari ini, "
"DUK,"
"Aauuu, kenapa membenturkan dahimu pada dahiku, Biyanka? "
"agar kita berdua sadar, "
"Aku sangat sadar sedari tadi Biyanka, "
"Tidak tadi hilang ingatan sebentar, makanya kau sampai berbuat seperti ini, "
"lagian kau juga menyukai nya, "
"iya sih, "
"mau lanjut! "
"Ayo, makan aku lapar, "
__ADS_1
"ku pikir mau lanjut, "
"Ogah, "