Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Taktik


__ADS_3

Dikediaman Zeidan Biyanka Barnia begitu bahagia telah berhasil menggagalkan rencana besar Stive El Zeidan untuk bisa lepas darinya, sedangkan dia tak berpikir apa Akibat dari kebodohannya tersebut,hari ini adalah awal kebahagiaan Biyanka Barnia menatap sang suami dihadapan nya menyantap makanan,


Beda dengan Stizo El Zeidan yang sedari tadi duduk disofa ingin melihat kabar berita yang tengah ditunggu-tunggu olehnya, senyum seringai terkulas eksotis dibibir nya sehingga tanpa sadar Stiya yang melihat gelagat aneh itu pun menyambar nya dengan sebuah olokan ringan,


"Ni hari baru pagi udah ada yang kesemsem sendiri, kak dapet jackpot dari mana? "


jawab sang kakak,


"Jackpot kali ini sangat langkah bahkan kau juga akan menyukai nya, "


"Benarkah, kenapa kak Stizo yang bilang bulu kuduk ku tiba-tiba langsung berdiri yah? "


"Sudah jangan banyak komen hari ini ambil cuti dari pekerjaan mu, kita makan enak gimana? sambil menunggu sesuatu, "


"Kan baru juga sarapan bersama kak, lagian napa juga harus ditunggu? toh kakak laper karena tak ikut makan jadi wajar, tapi aku agak penasaran dengan jackpot nya kak, bocoran dong, dikit aja! "


Tanpa merespon hanya tersenyum kepada adiknya itu, lalu dalam hitungan menit diberitakan diacara siaran pers TV bahwa kedua peran terbesar dalam perusahaan Barnia mengalami kebangkrutan, sebab saham yang sebelumnya ditanam telah dibobol pihak lawan tanpa mampu mengambilnya kembali, dengan begitu maka pihak keluarga Barnia memiliki hutang saham serta sampai terdengar kabar kalau keduanya tak mampu membayar gaji para pegawainya yang kini sedang mengajukan banyak protes kepada pihak Barnia,


Melihat hal ini dari siaran Biyanka Barnia mengalami syok berat, bagaimana tidak dimana dia seharusnya bisa dengan mudah menyingkirkan penghalang dari kehancuran keluarga baru baginya, namun disisi lain sekarang keluarga nya terjerat dalam urusan yang sangat besar,tanpa diduga ternyata keluarga Barnia datang ke kediaman Zeidan untuk meminta pertolongan agar bisa membantu memecahkan masalah nya, sedang mereka berdua tak paham jika sampai meminta pertolongan maka akan ada yang harus dijadikan keuntungan yang didapatkan,


Ayah Biyanka Barnia datang menghampiri Stive El Zeidan untuk meminta pertolongan sedangkan Ucap nya,


"Aku akan membantu tapi dengan satu syarat jika putri kal**ian mau menanda tangani surat perceraian maka bisa ku pastikan kedua perusahaan kalian kembali dengan selamat, kau tau uang yang ku keluar kan juga banyak, jadi aku juga harus mendapatkan imbalan yang besar pula**, "


mendengar hal itu Biyanka Barnia tercekat tak sanggup berpikir lagi sehingga kedua wajah orang tuanya yang berharap putri nya bisa membantu ternyata,dia hanya diam mematung disana,


sebenarnya saat ini otaknya sedang berperang besar tanpa sepengetahuan siapapun, tentu sebab dengan usaha yang penuh dia bisa bersama dengan Stive El Zeidan, sekarang berkat kebodohan orang tuanya kini dia diminta bantuan untuk menyerahkan hubungan nya dari sebuah kekalahan yang tak pernah dilakukan oleh Biyanka Barnia,


Ucapnya tepat dihadapan seluruh keluarga,


"Jika perusahaan kalian seperti itu, maka orang yang bertanggung jawab adalah kalian, kenapa harus aku? dan kebahagiaan keluarga ku bukanlah sebuah taruhan disini, jadi jangan pernah berharap banyak padaku, mengerti! "


lalu pergi begitu saja tanpa memberikan rasa hormat nya sebagai seorang anak,


Stive El Zeidan pun tak sangka dengan keluarga nya saja dia bisa seacuh ini lalu jika seperti kondisi yang terlihat maka akan sangat sulit membasmi hama sialan itu,


Gerutu Stive,


"Dasar wanita sialan, kenapa sulit juga untuk ditumbangkan,brengsek, yah tapi aku juga tidak akan kehilangan akal, karena hari ini kau akan ku buat melakukan tanda tangan diatas kertas terakhir kita, Biyanka Barnia,"


********


Dikota terjauh tepat dikantor perusahaan pusat Dezir dimana sang Daddy tengah mendapatkan kabar menarik dari kehidupan asmara putrinya tanpa sepengetahuan Elghora Dezira, ia sangat terkesan dengan cinta keduanya sehingga mampu membuat pihak lawan mengalami kejatuhan yang luar biasa dari keluarga yang saat ini berada dalam sangkarnya,

__ADS_1


"Kau bahkan bisa melengserkan kedua perusahaan dengan jirih payah mu, maka ku akui kau memang mempertaruhkan segalanya demi mendapatkan putri ku, ku akui kau memang layak menjadi menantu dari keluarga berkalangan tingkat atas seperti Dezir ku ini, baiklah usaha apa lagi yang akan kau lakukan untuk menyingkirkan gadis rendahkan itu, Stive El Zeidan? "


Ternyata sejauh ini mata-mata dari pihak Dezir telah menyebar luas, hal itu dilakukan sebab putri tunggalnya ingin mendapatkan kehidupan bebas sehingga dia sebagai Daddy utama dalam kebahagiaan Elghora Dezira mampu melakukan apapun untuk nya,sekarang tunggu meninggal waktu Stive El Zeidan menetukan tanggal permainan kehancuran untuk Biyanka Barnia,


*********


Karena rasa kalut luar biasa yang dialami oleh Biyanka Barnia mengakibatkan ia harus menghibur dirinya dengan pergi bersenang-senang disebuah bar VIP, halnya kau terduga terjadi, tanpa sepengetahuan nya Stive El Zeidan telah menyuruh seseorang untuk selalu merekam pergerakannya sehingga didetik Biyanka Barnia dihampiri seorang pria yang tidak lain adalah Dosen Hazen membuat Biyanka Barnia tak mampu melihat nya dengan jelas,


sebab sebelumnya dirinya telah meminum banyak sekali minuman beralkohol yang membikin tubuh itu mabuk tak sanggup memahami wajah seseorang yang mendampingi nya saat ini,


gumamnya,


"Kau siapa tuan? seperti nya aku pernah melihat wajahmu? "


Tanpa pikir panjang ucapan yang seolah meruak mendalam begitu mengalir panas tak mampu membendung keinginan hasratnya untuk bermain kembali dengan Biyanka Barnia, lalu dibawa lah gadis itu ke sebuah kamar hotel tak jauh dari sana, Dosen Hazen pun tak akan menyia-nyiakan kesempatan kali ini, membaringkan tubuh gadis itu dengan melepaskan semua penghalang baginya, namun pria bodoh itu juga sama gila nya dengan wanita yang hendak diajaknya bermain diranjang, pintu yang belum tertutup rapat pun dengan mudah dimasuki orang suruhan Stive El Zeidan sehingga dirinya yang masuk mengendap dan merekam adegan horor tersebut pun ikut menjadi tegang seketika,


Ucap nya,


"Inilah nasib seorang bujang mengenaskan, "


Sedangkan permainan itu tak henti-hentinya untuk membuat si Bujang Berkeringat dingin,


gumamnya,


********


Di markas,


Mata yang sudah mulai terbangun membuatnya kembali lagi menutup nya, sebab dirinya masih ingin melanjutkan jam istirahat nya, sedangkan yang ditunggu bangun nya malah kembali tertidur namun bukan Erghone Dezirev namanya kalau tak mengganggu Elghora Dezira,


akhirnya kini dirinya mendekat ke sisi ranjang nya dan ikutan tertidur disamping Elghora Dezira yang ambil peran memeluk nya dari belakang, gadis yang merasakan sesuatu yang berat pun bergumam,


"Berat, menjauh dari ku, Erghone! "


inilah hal yang paling disukai kakak angkatnya itu selagi dia beristirahat maka jika di ganggu ia akan selalu memanggilnya dengan sebutan nama depan ya dan itu begitu disukai oleh Erghone Dezirev,


Kini pelukan itu semakin erat bahkan deru nafasnya mengeliat di leher belakang Elghora Dezira,


"Apa yang kau lakukan Erghone? "


"Mengambil kesempatan dalam kesempitan, "


"Selalu seperti itu, "

__ADS_1


"Itu sangat menarik, bangunlah, "


Bisiknya,


"Kau menyuruh ku bangun tapi milik mu dibawah malah bangun duluan, gimana nasib tu burung, gi pergi cari pawangnya! Erghone kau mendengar ku kan! "


"Erghone! "


"jangan bilang jika dia tertidur, ahhh sudah lah terserah, gue ngantuk, "


akhirnya kini keduanya tertidur di ranjang yang sama dengan berpelukan erat tanpa saling berhadapan, punggung Elghora Dezira adalah segalanya bagi Erghone Dezirev dia wanita kedua yang disayangi olehnya setelah mendiang sang Ibu Elghora Dezira, dirinya sudah berjanji penuh untuk kebahagiaan gadis itu sehingga apapun akan dilakukan Erghone Dezirev demi membuat gadis bawel tersenyum ceria.


*********


Ucap Stive dikamar nya,


"Sampai kapan hubungan kita akan selalu di uji seperti ini El? kenapa begitu sulit untuk bersama dengan mu? bagi ku tak ada yang lebih berharga darimu El, bagaimana aku bisa lepas dari bayangan mu, sedang dalam tidur ku kau selalu ada disetiap malam ku, jika seperti ini kau akan semakin membuat ku gila karena mu,Elghora Dezira, aku mencintaimu,sangat mencintai mu, "


semua perasaan yang menyesakkan itu adalah hal terberat untuk Stive El Zeidan yang tak pernah bertemu dengan kekasih hatinya, Elghora Dezira.


Lelah dengan aktivitas hari ini penatnya membikin kedua mata Stive tertidur pulas,namun ternyata tepat pukul satu malam Biyanka Barnia mengendap masuk kekamar Stive El Zeidan tanpa sepengetahuan orang disana, mendekati Stive yang terbaring nyenyak diranjang alih-alih melihat apakah ia benar-benar tidur pulas ternyata,


"Hari ini aku akan gunakan kesempatan ini untuk seranjang dengan mu dan menjebak mu Stive El Zeidan, kau harus menjadi milikku, hanya aku, "


lalu dia pun langsung tidur disamping Stive dengan sengaja membuka mantel miliknya yang sejak dari hotel ia kenakan, alhasil linggeria tipis terpampang jelas disana,dari mana mendapatkan nya, seperti nya sudah jelas membelinya ketika perjalanan pulang dalam keadaan gilanya, ia ingin membuat hasil kissmark yang diberikan pria brengsek bernama Dosen Hazen tersebut menjadi ulah dari kenakalan Stive El Zeidan,


Namun ketika dirinya telah tertidur lelap, maka disitulah Stive yang sedari tadi berpura-pura tidur dan mendengarkan semua jebakan batman,kini saatnya dia buat balik Biyanka merasakan kebodohannya, lalu setelah itu dipanggil lah seseorang yang sedari tadi menunggu di depan pintu tanpa sepengetahuan Biyanka Barnia,ternyata nampak lah sudah,


Ucapnya,


"Tuan memanggil saya, "


"Masuk kedalam buka semua pakaian mu sisakan hanya pakaian dalam mu, dan ingat tidur lah diranjang sekarang juga, awas jika sampai kau tak menjalankan tugas, mengerti! "


"Baik Tuan,"


batinnya ketika memasuki kamar Tuan nya,


"What? ti_du_rr dengan Nyonya, eh maksud ku wanita yang bergulat sumo dengan pria yang waktu itu adalah istri Tuan ku, astaga mati sudah nyawa ku kali ini jika sampai aku tak melakukan perintah nya, Nyonya maaf kan saya, soalnya ini perintah, ternyata untung juga menjadi bujang bekerja di bawah pimpinan CEO Hjb,walaupun aku tak tau apa yang terjadi dengan keluarga gila ini? "


pikir Stive El Zeidan saat berada di luar kamar,


"Bukannya Biyanka Barnia berada di hotel bersama pria tak ori itu, lalu dia bisa datang kemari begitu saja,memang tu anak gak tau etika, selesai melakukan proses demi step sekarang setelah kesadarannya pulih, ia mendatangi ku seolah aku menjadi tersangka utama, hah kelewat gila nya tu anak dari keluarga Barnia, benar-benar kelas kakap rupanya, "

__ADS_1


__ADS_2