Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Berzand


__ADS_3

"BRAKK, "


Suara dobrakan keras terdengar sontak terlihat jelas kedua pengawal setia Zeriko dan Luwis terengah-engah mencegah kedatangan nya agar setidaknya tidak mengganggu namun ternyata semua diluar ekspetasi,


"Sampai Kapan kalian akan membuat anak?ini sudah jam makan bersama,kalian menyusahkan,turun sekarang atau aku akan tarik kedua orang bergender beda tapi gila di waktu yang bersamaan, atau aku harus panggil Jendral untuk menarik paksa ke ruang makan, awas sampai dalam kurun waktu lima menit tidak turun,tamatlah riwayat mu, Berlind! "


Tiba-tiba Elghora Dezira tertawa terbahak-bahak sambil memegangi perut,


"Fix, gue jadi penggemar setia adik lo, gila, keren abiz, pengen aja sedari tadi gue cubit tu pipi cabi, uhh manis banget saat emosi, lagian kalian satu jiplak an kok beda amet, seperti bukan saudara saja, hahaahh, aku akan ganti buju dulu, aduhh astaga perut ku sampai sakit dibuat ulah oleh bocah ngegemisin amat, "


Melihat Elghora Dezira tersenyum Luwis Ndrizen pun ikut senang, sebab dirinya baru tau jika Nona nya bisa tersenyum lebar seolah tak memiliki masalah sedikitpun, namun Berlind yang jengah langsung mengungkapkan kejanggalan nya,


"Dia bisa juga tertawa, tapi kenapa mala tertawa yang tidak seharusnya?bukannya tadi seharusnya dia merasa tidak enak karena kepergok berpose aneh, dan mala sekarang aku seperti wanita yang cemas akan hal iklan yang mendadak ada, astaga semua diluar kendali karena Berzand, "


kini ia beranjak bersiap juga, namun setelah didepan pintu hal tak terduga membuat Berlind mengernyitkan dahinya,


"Kau sedang menggoda ku hah! "


"Aku kemari bukan menyusul mu tapi, aku mau pakaian ganti yang harus ku pakai untuk hadir makan bersama! "


tapi ketika hendak akan mengambil pakaian baru tepat saat Berlind berbalik badan sosok pria tadi, Berzand kembali menghampiri,


"Sudah ku duga pasti pria tidak peka ini yang mengulur waktu, kapan kau bisa paham? bahkan ketika wanita mu membutuhkan sesuatu, kau malah enak menunggu, dan kau,apa yang kau sukai dari tipikal Putra Mahkota gila seperti nya? "


Tak bisa menahan tawa lagi akhirnya suara keras menggema diruangan atas,sampai dirinya menitih kan air mata kebahagiaan, ia berujar,


"Gue salut sama lo,kayak nya jika seperti ini gue akan betah jika ada cowok model kek ginian, berasa berada di masa silam, astaga, ini menyenangkan, kau tanya tentang pria sebelah, apa yang ku sukai, sama sekali tak ada, hahahhah, astaga jujur itu sangat menyenangkan, "


Mengangkat tangan untuk menepis bahu Elghora Dezira, melihat kebahagiaan itu Berlind Berlinze sampai bingung,


"Kau sekarang itu normal atau tidak, kau tau semenjak dua kali bertemu dengan Berzand kau selalu tertawa lepas, apa sekarang kau memiliki kepribadian ganda? "


mendengar penuturan itu Berzand pun menatap kearah Elghora Dezira, tapi dengan sigap menarik pakaian wanita itu dari tangan sang adik Putra Mahkota, lalu pergi meninggalkan keduanya yang masih terpaku soal tadi, punggung sudah tak terlihat, sekarang tinggal menunggu Elghora Dezira keluar dari kamar Sang Putra Mahkota,


Tegur Berzand,


"He kau Putra Mahkota, liat waktu kalau buat anak, kau pikir masih bocah lugu sialan apa, sampai pagi pun kau membuat otak ku terkunci hingga tercuci kotor karena ulah mu, awas jika sampai aku tau untuk kedua kalinya, mati kau disaat diruang perkumpulan nanti, liat saja pembalasan ku, "


Ujar Berlind Berlinze,

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau menyimpan dendam salah tempat pada ku? aku kakak mu, dan setau ku, kau tidak pernah cari gara-gara pada siapapun di Kerajaan, sedangkan semenjak ada wanita ku, kenapa kau jadi usil memojokkan kakak mu hah? "


mendengar dua bersaudara itu saling adu mulut membuat Elghora Dezira yang keluar membuka pintu perlahan kini bergelantungan manja di bahu Zeriko, sebenarnya hari ini ia ingin mengetes apa pikiran Elghora Dezira benar tentang mereka berdua, ternyata,


"Oh ya Zeriko, kau sepertinya cukup menarik, dibandingkan dengan orang yang sedari tadi banyak bicara, kediaman mu membuat ku tersentuh, "


Batin Zeriko,


"Matilah hidup ku, dua tatapan menusuk ku, dua bersaudara mencekik ku, sepertinya Nona, eh, Nyonya sengaja membuat ku jadi menu santapan pembuka dua bersaudara kerajaan Berland, hidup ku benar-benar dalam masalah! "


namun terdengar bisikan dari seseorang yaitu,


"Hidupmu akan ku buat bermasalah sampai Tuan mu melepaskan nyawa ku, dimana dia mejerat ku, kau pula yang akan kena imbasnya, mengerti! "


perasaan Zeriko seolah berubah mengerikan sesaat setelah Elghora Dezira membisikkan sesuatu yang ditatap mengintimidasi nya,


Pikir nya,


"Sepertinya dia cocok menjadi orang yang merubah suasana menjadi mencekam, bagai keberadaan makhluk halus, kini tubuhnya tiba-tiba dingin sesaat, "


gumam Luwis Ndrizen,


sahut Zeriko,


"Bagaimana kau bisa semudah itu mengatakan kepada ku? seharusnya kau membantu ku, bukan malah memojokkan ku, sama seperti mereka, "


kedua sedikit berbincang disaat kedua Putra kerajaan mengikuti langkah kaki Elghora Dezira, namun setelah dua pengawal menyusul,wanita itu terhenti sampai diruang makan,


gerutunya,


"Aku bahkan tidak lupa tempatnya, "


sahut Berlind,


"Wajar karena kau pernah ketempat ini, tapi mengejutkan juga, padahal kau kecil datang kemari, tapi ternyata daya ingat mu cukup kuat juga, "


sambil membelai lembut rambut Elghora Dezira,


Berzand ikutan bertanya juga,

__ADS_1


"Sejak kapan kau pernah datang kemari, Elghora Dezira? "


menghentikan langkah kaki nya dan berhenti tepat dihadapan Berzand,


"Saat aku masih kecil, gadis yang tidur seranjang dengan Berlind ditaman bunga belakang kerajaan, Rumah kaca, bukannya saat itu kau selalu mengintip kami berdua, apa kau cemburu manis? "


kesalnya membara,


"Kau bilang apa barusan? manis, tunggu, jadi kau wanita dari anggota khusus keluarga pihak dalam kerajaan Berland,kau Putri dari Elzedan Deziren,tetua kalangan tingkat atas yang membantu Ayah dalam kerajaan ini, wah, diluar kendali, jadi wanita kedua kakak,istri baru mu adalah, oh my god! "..


gumamnya,


" Jaga tu bibir, jika tidak gue makan lo sampai habis, mampus lo baru tau rasa, hahahah, astaga ini menyenangkan, sekarang aku adalah pawang nya, wkwkwk menyenangkan, bisa ber-interaksi secara langsung dengan pria pengintip itu, "


sedangkan tanpa sepengetahuan Berlind Berlinze sang adik kini menjadi pendiam akibat ancaman pembungkam bibir yang sangat menyenangkan bagi Elghora Dezira, melihat senyuman terlihat jelas Berlind bisa mengetahui sebenarnya telah terjadi sesuatu diantara keduanya,


Batinnya,


"Hahh, rasanya aku mencari orang yang tepat buat ku sekaligus adik ku, pawang dari dua pria bersaudara, astaga ini menarik sekali! "


sedang diruang makan semua tengah siap untuk disantap, ketika semuanya sudah berkumpul mereka langsung menikmatinya bersama, selang beberapa saat selesai ketiga orang yang hadir terlambat ditunggu diruang perkumpulan keluarga Kerajaan Berland, disofa Berlind, Berzand, dan Elghora Dezira terdiam ketika semua memandang kearah nya,


tapi panggilan Elghora Dezira justru lebih mengejutkan dibandingkan apapun saat ini,


"Oma, apa kau baik? sepertinya sangat sehat, Oma gak kangen ya sama aku?"


mengingat nama Oma yang diberikan kepada sang Nenek sontak ia melotot kearah gadis itu sambil bertanya,


"Apa kau gadis kecil yang selalu bersama dengan Berlind diwaktu kecil itu? karena hanya dia yang sangat suka dengan lancang memanggilku dengan sebutan Oma,"


sahut istri dari Berlind Berlinze,


"Iyap, tepat sekali Oma memprediksi, kangen gak sama Elghora? "


ketika nama itu disebut mereka semua terpaku, bagaimana tidak ia sangat kenal betul Putri dari orang kepercayaan dari dalam Kerajaan Berland tersebut, ternyata kini kehadiran gadis itu membuat semua disana tersenyum bahagia,


Batin Elghora,


"Jika seperti ini maka akan sulit bagiku untuk keluar dari sangkar harimau, gawat, otak gue jadi ngeblank sesaat,Putra ku, Stive ku,hahh gimana sekarang?jadi bingung,"

__ADS_1


__ADS_2