
Tanpa pikir panjang Zeman Zeridhan pergi dari kediaman Zoead menuju dimana Stive El Zeidan berada, semua orang terdiam kebingungan terbesit dibenak beberapa pandangan, seolah meminta pendapat akan apa yang akan dilakukan selanjutnya,
Elzedam Deziren langsung berujar,
"Jika kita tidak bertindak, maka bisa dipastikan akan ada pertumpahan darah yang terjadi diantara hubungan ayah dan anak tersebut, dan aku takut kan ini akan terjadi melebihi pikiran ku, sekarang siapa yang menyusul nya? "
akhirnya sudah diputuskan bahwa keluarga besar Dezir dan Zeidan mengikuti kemana laju mobil yang dikendarai oleh tangan kanan Zeman Zeridhan,
Informasi dari Luwis membuat Elghora Dezira sedikit tenang tapi juga kepikiran, pasalnya adakah yang mampu mencegahnya atau membuat Zeman Zeridhan menghentikan tindakan nya, sebab selama ini yang bisa mengendalikan hati kegusaran dan emosi sang Putra hanyalah Elghora Dezira saja,
"Nona, keluarga besar anda dan Zeidan sedang mengikuti laju pergi nya mobil Tuan Muda Zeman sekarang, "
Tebaknya sekilas yang membuat Luwis takut,
"Gadis itu akan terbunuh ditangan Putra ku, jika dia masih berada di sebuah apartemen miliknya, sekarang kenapa mala yang ku takutkan adalah jika pelatuk itu bukan mengincar nyawa Helyna, melainkan Stive El Zeidan, "
Luwis pun berbicara,
"Nona, apakah anda akan tetap diam saja disini menunggu? "
jawabnya asal hingga membikin Luwis ngeri,
"Sepertinya itu yang terbaik, dan bisa kita tunggu siapa yang hidup dan mati di apartemen itu? dilihat darah pembunuh berada dalam jemari tangan mengemaskan Putra ku, "
tanya nya balik dengan bergetar,
"Bagaimana jika yang tertembak adalah Tuan Stive El Zeidan Nona? "
"Apapun keputusan Putra ku, siapa yang harus dipertahankan dan dibunuh?itu adalah keinginan nya, jadi terserah, lagi pula capek juga jika yang ku pertahankan dan paling ku harap kan bertindak bodoh kepada ku, jadi kuserahkan semuanya kepada Zeman Zeridhan, Luwis! "
Luwis menelan salivanya kalau penjelasan dari penuturan Elghora Dezira sangat menajam hebat,
Disisi lain,
"Brakk, "
suara dobrakan apartemen membuat kedua penghuni itu terdiam, disana Stive terpaku melihat wajah penuh kebencian serta amarah memuncak hebat membikin deru jantung dirinya bergulat hebat,
Kata Stive,
__ADS_1
"Apa yang akan kau lakukan, Zeman?jangan bertindak gegabah! "
tukasnya,
"Gegabah kau bilang, bagaimana dengan kau sendiri hah? "
mendengar Zeman Zeridhan memanggilnya tanpa sebutan keluarga membuat dua kubu keluarga besar sudah tak bisa beranggapan baik lagi, maka kali ini tergantung takdir yang akan terjadi antara mereka,
berjalan melangkah kearah Stive yang saat ini membelakangi Helyna, dirinya berjaga agar gadis itu tak mendapatkan pelampiasan dari sang Putra yang kini begitu marah akan keberadaan nya,
Peringatnya,
"Lindungi lah dia, sebab kau pun tak akan bisa mencegah nya! apapun yang sudah menjadi keinginan ku, seperti halnya dirimu, apa kau lupa siapa aku dan kau saat ini? "
mereka sontak terhenti melongo menatap tajam kepada Zeman Zeridhan yang kembalikan setiap perkataan Stive El Zeidan, memang darah akan selalu melekat begitu hal nya watak dari keturunannya,
Cercah Elzedam,
"Jika seperti ini, maka semuanya semakin rumit dan sengit, sekarang adakah dari kalian yang bisa memikirkan cara terbaik untuk meredahkan situasi menegangkan ini? "
keheningan terjadi namun setelah itu Ruwan pun berbicara kepada pihak keluarga besar Tuanya,
mendengar jawaban itu nyali mereka menciut sebab sudah banyak nya waktu yang mereka lakukan untuk mencari Elghora Dezira, namun tak ada hasil sama sekali, Tiba-tiba sebuah gertakan terjadi didalam apartemen tersebut,
"Dorr,, Dorr, Dorrrr, "
tiga tembakan melesat begitu saja, tepat disamping tubuh Helyna Sazemiya, ia terkejut hingga lunglai jatuh dilantai seketika, melihat hal itu Stive El Zeidan langsung menanyakan keadaan nya,
"Helyna, apa kau baik-baik saja? katakan! "
Sahut Zeman tidak kalah menariknya,
"Kau tidak mengkhawatirkan Elghora, Stive El Zeidan? kau malah mencemaskan wanita tanpa status itu, atau kau memang mencintai nya?hemmm, haruskah aku abadikan cinta kalian berdua! seharusnya memang iya kan,tak perlu berpikir dua kali lagi, melepaskan, atau menetap Stive El Zeidan? "
Keadaan semakin diluar kendali, jika Stive El Zeidan sampai salah memilih maka untuk pertama kalinya keturunan darah dua marga ini akan melengserkan sosok melekat erat diperusahaan Hjb,
Ucapnya,
"Ketika aku berjanji maka sekalipun tak akan pernah ku lepas kan janjiku pada Helyna Sazemiya, Zeman Zeridhan, "
__ADS_1
resah Elzedam,
"Apa kau gila dengan keputusan mu itu Stive? lalu bagaimana dengan Elghora?janji mu padanya lebih penting dari ketulusan Putri ku, begitu kah pilihan mu saat ini, aku tidak menyangka jika kau bertindak senekat itu, "
"Dorr, Dorrrr, "
tembakan melesat tepat dijantung Stive dan Helyna, Ruwan pun memeriksa denyut nadi keduanya ternyata, ia hanya mampu menundukkan kepalanya dihadapan kedua kubu marga yang menyaksikan pertikaian sengit, tembakan keras meninggalkan sebuah nama yang pernah ada dalam kehidupan dunia mereka,
kini Stive El Zeidan dan Helyna Sazemiya tinggal sebuah nama, Zeman Zeridhan keluar lalu menyuruh beberapa anak buahnya untuk membereskan sumber masalah, yaitu jasad pria dan wanita yang dianggap biang masalah dalam kehidupan Zeman,
untuk pertama kalinya Kedua kubu begitu ketakutan akan ketegasan dari keputusan final nya, membuat mereka menyikapi bahwa Putra Elghora Dezira bukan sosok yang main-main dalam hal perhitungan,
hal sama terdengar dari telinga Elghora, bahwa seseorang yang singgah kini akhirnya berada dalam bayangan gelap tanpa bisa dijangkau nya, harapan bersama hanya sebuah sandang bergelar istri pun, hancur terpecah sedemikian rupa,
gumamnya,
"Kadang aku berpikir, bahwa kematiannya kali ini adalah keputusan mutlak tanpa memikirkan ku, kenapa kau bodoh Stive, kenapa? "
tersimpuh diatas sofa tanpa bisa berpikir jernih mendengar cintanya harus berakhir lenyap ditangan sang Putra tercinta,
"Pada akhirnya, Elghora hubungan terdalam ini, musnah diambang pernikahan kita, seharusnya kita bahagia bersama, nyatanya, kau lebih memilih dia dari pada memikirkan ku, apa sebelumnya aku melakukan kesalahan padamu Stive? "
memejamkan mata akan rasa berkecambuk luar biasa menghantam dirinya,
"Puaskah kau membuat ku terperosok jauh dengan perasaan terdalam ku kepada mu, yang kini tak bisa lagi ku gapai, hanya kenangan lah yang tersisa saat ini,aku tau dia pengisi hati mu sejak dulu,itulah alasan kenapa aku lebih memilih menghindar karena kau sendiri juga belum bisa memilih diantara nya?dan sekarang hilangnya dirimu membuat ku terhenti akan sesuatu, cinta yang ingin ku gapai sekarang tak bisa terjangkau,kenapa aku harus berakhir tanpa mu Stive? jangan pergi dari ku! "
kematian yang sudah didepan mata membuat semua ngeri di sana, dua orang bersimpuh darah menghancurkan sikap kehangatan Putra Elghora, bahkan kini jasad nya pun hanya dia yang meng kremasi nya, tak ada satu pun yang diizinkan untuk menyentuh nya,
kegilaan Zeman Zeridhan menghancurkan kebahagiaan jiwa seseorang, namun tak disangka tembakan yang seharusnya bisa menewaskan keduanya bisa direkayasa dengan begitu indahnya, dua nama sudah menjadi tatapan kebahagiaan Zeman, sedangkan beberapa keluarga menitihkan air mata kesedihan akan tewasnya Stive El Zeidan dengan menyedihkan di hadapan mereka,
Namun tak diduga jika jasad yang dimakam kan bukanlah milik Stive tapi pria lain, dari awal tembakan yang dilesatkan pada nya, harus mengarah pada posisi yang aman bagi nya, beda jika itu dengan tembakan Helyna Sazemiya yang sengaja untuk memusnahkan dirinya ditempat,
Sekarang di rumah sakit milik keluarga Ruwan sedang melanjutkan operasi untuk mengambil peluru yang bersarang ditubuh Stive El Zeidan,
tak diduga Zeman Zeridhan mendapatkan kabar,bahwa operasi berjalan dengan lancar,
gumamnya pelan saat memasuki mobil setelah melakukan pemakaman,
"Akhirnya kau berada dalam kendaliku, Stive El Zeidan,dengan begitu kau tidak lagi akan melukai hati Mommy ku, Elghora Dezira,"
__ADS_1