
Semua terlanjur terjadi, tak ada untaian kata mampu terbesit menghilangkan rasa menyesakkan hati Elghora Dezira, hati yang sejatinya ia berikan untuk Stive El Zeidan, kini dengan susah payah ia jaga terenggut oleh pria pilihan sang kakak untuk menjaganya, melainkan bukan untuk itu, tapi sejati nya ibarat tombak yang diasa sang Mom, kini memakan Tuanya sendiri,
pilihan terburuk itu dialami gadis bermanik hazel biru, lekat nya pelukan membuat Elghora Dezira melupakan segala akal sehatnya berjalan dengan semestinya, sebab pertengkaran penuh terjadi dalam benak pikiran nya, tanpa sepengetahuan siapapun,
'Kesalahan terbesar sudah terjadi, '
sisi lain dari dalam diri Elghora,
'Tidak ada yang salah, tapi bukannya kau juga menikmatinya, Elghora? '
'Diam kau brengsek, '
'Kenapa? tidak mau mengakui nya, bukannya dia lebih dari sekedar Stive yang sudah tak memiliki apapun itu, apa yang perlu kau pertahankan dari nya? '
'Itu urusan ku, kau tak berhak mengajarkan ku tentang apapun mengenai kehidupan apalagi pilihan ku, kau mengerti! '
'Lagian penolakan mu adalah hal tergila dan terbodoh yang pernah ada, jika Stive menyukai mu, bukankah seharusnya dia mempertahankan mu, bukan malah membuat mu terjerumus sampai sejauh ini, atau cinta nya pada mu hanya sebatas ucapan saja, Elghora! '
'Diam kau jangan mencoba menyulut emosi pada ku jika tidak! '
'Apa yang bisa kau lakukan? semalam saja kau tak bisa lepas dari cengkraman nya, bagaimana jika dilain waktu? pasti akan sangat puas kau bisa menikmatinya bersama pria menarik seperti nya bukan begitu! '
Akhirnya ia lebih memilih melepas eratnya pelukan dari Vizhen, tepat menuju kamar mandi, ia menyegarkan badan letih penuh dengan kebimbangan, rasa kalut mencabik batinnya, semua seakan bentrok tak sejalan, upaya yang bisa diperbuat hanya sebatas menghindari nya,
jadi kemungkinan bisa lepas juga mustahil, percuma melakukan jika masih berada dalam jangkauan nya, lalu setelah beberapa saat Elghora Dezira keluar kamar mandi berbalut Bathrobe menutupi tubuh molek gadis itu, justru tanpa disadari membangunkan alarm kuat dibawah kepemilikan Vizhen Devizher,
Tatapan tajam melekat yang ditujukan kepada nya justru membikin bulu kuduk Elghora Dezira berdiri sekejap, tanpa bertele-tele ia langsung pergi keluar kamar itu dengan sangat tergesa-gesa, tepat sudah diluar pintu,
"Akhirnya aku bisa lolos juga dari jam beker tanpa di pasang, sudah berakhir berbunyi sendiri, "
namun sahutan seseorang dengan menelisik jemari tangan nya dengan genggaman erat membisikkan tepat ditelinga Elghora,
"Bukannya seharusnya kau bertanggung jawab dengan jam beker milikku ini sayang! kau sudah membuat nya terpasang full, jadi bisakan sedikit untuk menidurkan nya sekarang, emm, jangan pergi meninggal ku disaat jam ku lagi pengen, oke! "
Tidak perlu menunggu waktu lama tangan itu terseret masuk kembali kedalam kamar ,sambil tak lupa Vizhen Devizher mengunci kamar tersebut, dengan mencoba menekan Elghora, langkah kaki itu kini terbentur dengan ranjang luas yang sedari tadi ingin ditinggalkan nya,
"BUK,"
Elghora Dezira terduduk terpaksa sebab tak ada lagi jalan keluar nya,
"Mencoba menghindari, itu bukan menyelesaikan manis, tapi membuat ku semakin ingin menerkam mu dimana pun, dan lihatlah, hasil dari perbuatan mu, rambut panjang yang terurai basah, seketika saja membikin milikku berdenyut hebat, Elghora! "
kebingungan itu seolah membunuh nya, tak bisa lagi berkutik akhirnya tubuh itu diangkat oleh Vizhen Devizher, dengan gaya ala koala membawa sang pujaan hati kedalam ruang kerja nya,Elghora yang dibawah pun mengernyitkan dahinya,
Batinnya,
"Dia sedang apa sampai membawa ku kemari? "
tepat diatas meja kerja, Vizhen menempatkan wanita itu di sana, sedangkan pikiran nya masih bergelut akan tatapan yang semakin liar menelisik seluruh tubuh nya,
Ujarnya,
"Jangan bertindak gila dipagi hari, Vizhen Devizher! "
__ADS_1
tapi sebuah smirk ia dapatkan dan, bibir itu kini melekat erat pada bibir sexy Elghora, seolah sudah menjadi candu, ia tak menghiraukan bagaimana sang empu mendorong dada bidang Vizhen agar dirinya mampu menghentikan sikapnya,
namun itu justru membikin gejolak jam beker milik nya semakin berdenyut lebih, hingga pada akhirnya Elghora lagi-lagi tersudut tak bisa bergerak melawan, kala ia membalik tubuh molek itu dan mencengkram erat kedua pergelangan erat tangan Elghora,hanya dengan satu cekalan saja tangan besar milik pria itu kini menguasai keadaan,
Setelah beberapa saat waktu permainan hebat itu, membuat tubuh menarik gadis kesayangannya jatuh dalam dada bidang nya, ia bisa merasakan dentangan hebat jantung Elghora berlaju hingga saling bertabrakan dengan denyut jantung milik nya, merasakan denyit keduanya akhirnya, tatapan dua insan itu saling melekat, dan
Elghora menghindari tatapan penuh harap akan balasan perasaan untuk nya, walaupun Vizhen merasakan ada sedikit kekecewaan namun ia tak akan kalah, kali ini dirinya justru akan berbuat hingga pada akhirnya Elghora jatuh dalam hubungan terdalam bersama nya,
mencoba berdiri dari pangkuan Vizhen Devizher tiba-tiba, tubuh manis itu hampir saja jatuh tersungkur karena hilang keseimbangan,
Ucap Vizhen,
"Berhati-hatilah El, kau akan jatuh jika tergesa-gesa, bagaimana jika kau sampai tidak bisa jalan? "
keluh nya,
"Kau sadar, kaulah yang menyebabkan aku menjadi seperti ini sekarang! apa kau pikir aku mesin giling yang akan memuat semua cucian mu? "
"Tidak, tapi kau mesin cetak keturunan ku mulai detik ini, sayang, "
Tidak ia duga bahwa dua kali melakukan peperangan, semua kejunya meleleh di mesin panggang miliknya,
Desahnya kesal,
"Kau gila, kenapa kau menguburnya dalam-dalam? kau itu kenapa membuat ku berada pada posisi menjengkelkan ini sih Vizhen? bagaimana jika aku hamil? kau gila, "
Tukasnya,
lalu beberapa saat ketukan pintu membuyarkan suasana romantis mereka,
"Tok.. tokk... tokkkkk, "
Kesal Vizhen,
"Siapa yang mengganggu dijam penting seperti ini? "
balas Elghora,
"Memang sejak kapan kau tau ada jam penting? bukannya semuanya sama pada umumnya, dan jam beker mu lah yang terpenting saat ini, setidaknya itu tidak berdenyut dan mengila melebihi alarm bunyi di HP ku, dasar! "
"Kau benar-benar sangat manis sayang, "
"Dan kau makin gila semakin kesini, "
Ujar seseorang dari luar pintu,
Mozhe,
"Woi pada ngapain sih? pagi gini lembur apa Vizhen? "
sahut Elghora,
"Lembur buat orang gak bisa jalan, "
__ADS_1
sontak Vizhen yang hendak melangkah berjalan menuju pintu terhenti seketika,
Ungkap nya,
"Sayang, jangan ngasih kode lagi oke, "
memicingkan satu matanya,
"Maksudnya apa? ngasih kode, kode apa emang? perasaan dari tadi aku gak nyebut angka deh, "
"Kode buat dedek kecil sayang, "
"Tu orang main genit ganjen kek cewek aja, kadang dingin, sekarang manja nya gak main-main, sekali masuk ring,punggung gue remuk gara-gara jarum jam menujukan Dentingan hebat ditempat, astaga, kenapa aku malah terjebak pada hubungan dengan kakak angkat ku sendiri, dia gila nya luar dan dalam, kenapa bukan coklat aja yang bisa diluar dan didalam, kenapa orang juga ikutan gitu sih? rasanya pengen cekik tu orang biar oleng sekalian, staminanya benar-benar luar biasa, "
selesai membuka pintu Mozhe dikejutkan dengan tubuh Vizhen Devizher penuh keringat luar biasa,
Tanya Nya,
"Emang abis lari maraton? "
"Emmm, ada apa sepagi ini mencari ku? ganggu aja, "
"Ganggu, emang lo lagi ngapain sampai kau bilang begitu? "
"Maraton, "
"Kok, nyamain sama omongan aku Vizhen, "
"Kan emang iya kenapa? "
"Mana ada lari maraton di ruang kerja hah? "
"Kan kau yang bilang, jadi sekali ngikutin omongan mu, seru juga kan, emm, "
"Kau lagi kesal atau PMS sih, kek cewek aja, "
"Mau aku cekik gak? mumpung gratis,"
mendengar hal itu sontak ia mengurung kan niat untuk memberitahu kan kepadanya alasan dibalik dirinya datang kemari,
Ucap Sinhe mengalihkan pandangannya kepada Mozhe,
"Kau tidak melakukan sesuatu kepada adik mu kan Vizher? "
"Menurut mu? "
"Apa kau gila? "
"Ya, bukankah kau cukup tau mengenai hal itu melebihi siapa pun, sahabat ku, "
Batin Sinhe,
"Jika seperti ini maka nasib gadis itu akan berakhir ditangan Vizhen Devizher yang gila akan cintanya kepada Elghora Dezira,nasib wanita itu dalam bahaya! "
__ADS_1