Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Segalanya


__ADS_3

Suara desiran kesenangan keduanya telah membuat sejenak terlupakan semua masalah yang terjadi hingga disaat Tubuh Elghora Dezira tepat dibawah kungkungan Stive El Zeidan tak sengaja bulur air mata itu menetes, suasana berubah hening kediaman mereka diatas ranjang membikin sesak nafas Stive menatap wajah yang tadinya begitu ceria seketika berubah kalut luar biasa,


Ucapan berat Stive kepada nya,


"Tolong jangan pernah menangis dihadapan ku El, kesedihan adalah hal terberat dalam kehidupan ku,aku sungguh minta maaf atas keputusan ku tanpa mu sebelum nya, dan_"


Tak mampu melanjutkan Stive El Zeidan langsung membenarkan dirinya dengan duduk tepat disebelah Elghora Dezira yang saat ini memalingkan tubuhnya, Pria itu tau kejujuran nya akan menghancurkan segalanya, tapi tak ada yang mampu diperbuat olehnya,


Ucap Stive yang sebenarnya sangat sulit untuk mengungkapkan nya,


"Kemarin aku menikahi Biyanka Barnia El, kau harus tau hal ini dari ku sebelum kau mengetahui semuanya dari orang lain, aku melakukan nya hanya sekedar membuat janin itu memiliki status, tidak lebih, bahkan aku pun hanya bisa memikirkan mu setiap malam karena kau menghilang tanpa memberitahu kan kejelasan kepada ku El, aku takut kehilangan dirimu El, "


Sahut lirihnya,


"Aku bahkan sudah kehilangan seseorang yang kusukai, dengan status yang diberikannya kepada wanita lain itu,"


mengangkat tubuh Elghora Dezira mendudukkan dirinya tepat dipangkuan nya seperti koala yang kini saling berhadapan, dengan menyelimuti sekujur tubuhnya yang nampak Terekspos bebas,


Selalu berat mengatakan dihadapan pujaan,


"Kau tidak kehilangan nya El, dia masih utuh menjadi milikmu,kami tidur terpisah El, percayalah padaku, hanya kau lah yang saat ini bisa seranjang dengan ku, aku menyukaimu El,hatiku hanya untuk mu bahkan semua yang kumiliki adalah milikmu, sayang, jadi jangan menangis lagi! "


sembari mengecup kening Elghora Dezira,


katanya kembali,


"Kenapa El? tolong jangan hanya diam, kau membuat ku takut dengan bersikap seperti ini, "


wajah serba salah Stive El Zeidan membuat hati Elghora Dezira merasa goyah dengan sikap dinginnya kepada dirinya akan tak mampu menerima namun kali ini,karena cinta nya yang begitu dalam kepada pria itu maka ia dengan hangat mengecup bibir Stive El Zeidan sambil mengatakan,


"Aku akan mencoba selalu mempercayai mu Stive, kau yang membuatku terjebak dengan perasaan yang begitu dalam kepada mu, maka tolong jangan pernah lepaskan aku dari genggaman mu, aku juga mencintaimu Stive El Zeidan, "


memeluk tubuh Stive dengan begitu erat,


balas lembut dengan sentuhan hangat membelai punggung dan Kepala Elghora Dezira,


"Terima kasih banyak El, aku akan bertanggung jawab akan dirimu, jadi jangan mencoba pergi lagi dariku, kau mengerti! "


dengan anggukan kepala adalah jawaban janji Elghora Dezira kepada sang kekasih hatinya,


**********


Sedangkan dikediaman besar Zeidan terbangun dari ranjang Biyanka Barnia selalu memandang tentang kehadiran seseorang yang nyaris selalu membayangi pikiran nya,


Gumamnya,


"Kapan kau akan berada disisi ku dan sampingku ketika aku terbangun Stive? aku merindukan segalanya, perlakuan lembut mu kepada ku yang tau walaupun aku sama sekali tak merespon mi namun kau selalu ada buatku, sekarang kau yang dulu hanya seperti pengganggu bagi ku kini menjadi segalanya dalam hidup ku Stive, aku akan mencoba kembali meluluhkan hati mu Stive sekarang tujuan ku adalah untuk memilikimu, aku tidak tau setelah sebuah status yang kau berikan kau buat hatiku semakin menginginkan mu, apakah aku sangat serakah dengan semua kemauan ku ini? bukan kau hanya milikku, akan ku buat siapapun bermasalah jika mencoba merenggut nya dariku! "


lalu setelah selesai berbenah mandi merapikan diri Biyanka Barnia menantu dari keluarga besar Zeidan pun mencoba mengambil benda pipih itu dan mencoba menghubungi suaminya, namun ketika panggilan tersebut tersambung dan diangkat tepat dirinya berjalan menuruni tangga sontak Keterkejutan nya menggila disaat diluar sana yang mengangkat panggilan itu adalah Elghora Dezira,


"Jika kau tidak bicara aku akan memutuskan sambungan nya, apa kau bisa bicara, Biyanka Barnia? "


dengan sangat kesal Biyanka Barnia menelan salivanya ia tak percaya kalau suaminya masih berhubungan dengan Sahabat nya,

__ADS_1


sahut seseorang dari kejauhan,


"Sepagi ini siapa yang berani mengganggu mu, sayang? emmuachh,"


hingga kejelasan suara mendengar sebuah ciuman juga terdengar sangat jelas diponsel yang masih tersambung disana,


balas Elghora Dezira,


"Ini ponsel mu Stive, Biyanka menghubungi mu dan aku mengangkat nya, ini? "


memberikan kepada nya namun dengan sekejap Stive El Zeidan langsung mematikan panggilan yang dirasa hanya cukup membawa masalah tersebut,


Melihat hal itu Elghora Dezira menatap heran kepada nya,


tanya nya,


"Stive kau memutuskan panggilan nya, "


"Tidak ada gunanya aku harus mengangkat panggilannya sayang, lagian hari ini aku tidak mau diganggu oleh siapapun, apalagi dia, jadi biarkan saja, sekarang mandilah bersihkan dirimu, haruskah aku membantu mu sayang! "


"Tidak, aku bisa melakukan nya sendiri Stive, okey aku akan mandi dulu,"


berlari kekamar mandi untuk membersihkan diri agar Stive El Zeidan tak mencoba melakukan sesuatu kepada nya,


gumamnya,


"Sebaiknya aku harus cepat sebelum dia menerkam ku hidup-hidup, hah gawat jika sampai hal itu terjadi, tamatlah riwayatku! "


gerutu Stive El Zeidan,


"Seandainya aku tidak disini maka aku sudah lempar ponsel ini keatas lantai, dasar wanita sialan, hanya menjadi pengganggu saja, brengsek, "


emosi Stive selalu muncul jika berurusan dengan Biyanka Barnia entah kenapa dia selalu menjadi hal utama yang menyebabkan Stive El Zeidan marah-marah,


**********


Sambil mondar-mandir tidak jelas,membuat sang ibu mertua tersenyum senang melihat usaha menantu gila nya yang sama sekali tak berbuah hasil malah semakin membuat suasana diruang makan menjadi senyuman mengila seolah menertawakan dirinya yang sedang berusaha,


Ucap Stiya El Zeidan,


"Gak akan berhasil, juga gak berguna, karena kau bukanlah siapa-siapa bagi kakak Stive El Zeidan, hah, setiap hari melihat kau berekspresi seperti itu rasanya sangat menyenangkan, mustahil kau bisa membuatnya makan bersama! "


Ungkapnya,


"Benarkah, "


balasnya yang membuat Stizo kesal karena tanggapan Biyanka Barnia,


ikut berdebat,


Stizo El Zeidan,


"Bukannya sekarang saja kau tak mampu membuat nya kemari, bagaimana jika aku menyuruh kakak ipar Elghora untuk membawanya kemari, pastilah dia akan langsung datang dalam hitungan menit, Biyanka Barnia! "

__ADS_1


Biyanka Barnia tak habis pikir, siapa yang sebenarnya harus mendapatkan sebutan sang kakak ipar, kenapa selalu Elghora Dezira yang membuat nya tersisih,


lalu dengan percaya diri Biyanka Barnia,


"mereka tidak akan datang, "


senyum getir Stizo sembari berkata,


"Jangan begitu percaya diri, Biyanka Barnia, apa karena ada kau maka mereka enggan kemari, kau salah justru dengan adanya kau maka kedatangan mereka berdua disini akan semakin bertambah menarik, bukan begitu bu, aku akan menghubungi mereka sekarang, jadi kita semua bisa makan bersama dengan sang kakak ipar yang sesungguhnya dimeja makan ini, "


diambil lah benda pipih tersebut kemudian melayangkan panggilan kepada sang kakak disana, lalu dengan hitungan detik Stive El Zeidan langsung menerima panggilan telfon tersebut,


percakapan pun berlangsung,


"Ada apa Stizo? "


"Kak, kemarilah kita jarang makan bersama!"


"Tidak, selera ku buruk jika semeja dengan si benalu itu, "


"Tapi kan kakak seharusnya kemari, toh ibu ingin melihat keadaan sang kakak ipar cantik itu, "


"Kau bilang apa barusan, cantik? "


"Wah jangan cemburu dulu kak, semua sudah berkumpul, tinggal menunggu kehadiran kalian saja, lagi pula bagaimana semalam? apa kau sudah menerkam nya? "


namun tak disangka ponsel itu seketika diambil paksa dari tangan Stive El Zeidan,


"Kau, Stizo hari ini aku akan kesana dan jangan mencoba kabur dariku, kau mengerti! "


"Kakak ipar manis marah yah, gemes deh jadinya, coba saja kemari bawa kakak Stive, jika bisa, heheheh, "


"Apa? dia menantang ku, liat saja nanti, "


panggilan yang terputus sejak dari tadi membikin Stive El Zeidan geleng-geleng kepala,


Ujar nya,


"Sejak kapan kalian jadi sedekat itu? "


"Sejak dia mengunciku di Mansion ini, kenapa kau masih ling-lung Stive, ayo kita berangkat sekarang juga! "


"Kemana? "


"Kerumah mu lah kemana lagi! "


"Kau benar-benar masuk dalam jebakan Stizo lagi, dia itu orang yang paling licik pintar mengelabui, bahkan kau pun sekarang ikutan permainan nya, yah terserah saja setidaknya jika kesana dengan mu akan sangat menyenangkan nantinya! "


"Maksudnya apa sih Stive? "


"Nanti kau juga akan tau, kita berangkat setelah sayangku sudah selesai bersiap, "


akhirnya kini keduanya bersiap untuk berangkat ke kediaman besar Zeidan.

__ADS_1


__ADS_2