
Hari ini menjadi awal untuk mengakhiri segalanya demi mencapai tujuan Stive El Zeidan ia tengah mempersiapkan sebuah dokumen penting untuk Biyanka Barnia, tepat dinakas semua telah direncanakan agar kebebasan dirinya mengapai Elghora Dezira bisa berjalan dengan mudah tanpa suatu halangan,
Pak Kim mengetuk pintu Stive El Zeidan dengan memberitahu kan bahwa,
"Tuan Stive, keluarga Nona Biyanka datang kemari untuk berkunjung,"
mendengar kabar itu sudah pasti dirinya bersiap untuk turun dan menemui mereka, tapi saat Biyanka melihat Stive keluar tak disangka otak licik berkedok topeng itu melancarkan permainannya,
Memasuki kamar Stive El Zeidan kedua mata itu menatap setiap inci sudut ruangan, tapi tiba-tiba saja Biyanka Barnia tertuju pada sebuah dokumen diatas nakas milik suaminya, di ambillah dokumen tersebut dan, seketika jemari tangan itu membungkam bibir merah Biyanka,
Ungkapnya,
"Ternyata kau menghindari ku hanya demi menyatukan hubungan kalian,dan surat ini tak akan ku biar kan begitu saja Stive! kau hanya milikku, dan tak ada siapapun yang berhak atas mu,"
Mengambil nya dari tempat itu membawanya dengan menyelipkan tepat ditubuh Biyanka Barnia agar dirinya tak dicurigai oleh anggota pihak keluarga, lalu melalui jalan berbalik masuk kembali kekamar Biyanka disana Surat itu dibakar sehingga tak meninggalkan jejak di manapun,
Gumamnya,
"Kau tak akan ku biarkan kembali kepada Elghora Dezira, gadis sialan itu, "
Seolah kemenangan berada di pihaknya Biyanka Barnia pun turun ikut menemui mereka dengan mode wajah kebahagiaan disana, sehingga dengan senang pihak keluarga Biyanka tersenyum kalau keluarga besar Zeidan benar-benar telah menjaga sang putri dengan sangat baik,dan itu nampak berseri dari wajahnya dihadapan mereka,
Pertemuan kedua keluarga adalah kebahagiaan yang nyata bagi Biyanka, sebab untuk pertama kalinya Seluruh keluarga Zeidan menganggapnya walaupun ia tau jika ini demi menutupi segalanya yang tak pernah ada hubungan diantara mereka,
Ucap Pak Kim,
"Maaf Nona Elghora saya harus meninggalkan anda sendirian disana tanpa teman, "
lalu dengan mencoba berbaur agar menjadi keluarga yang sempurna tidak diduga jika Ayah Biyanka Barnia telah menyiapkan kejutan diluar sana, memesan tempat untuk makan bersama dengan seluruh keluarga baru ini, namun dalam perjalanan mereka sampai tempat tujuan kebahagiaan terlihat jelas disemua wajah yang sebelumnya tak pernah menginginkan Biyanka, mungkin kedatangan kunjungan keluarga nya adalah kado terindah untuk kehidupan baru nya dengan Stive El Zeidan,
Ketika mereka semua berkumpul ada sebuah ketidak sengajaan yang sangat mengejutkan, Stive melihat Elghora Dezira disebuah meja VIP,
Batinnya,
"Siapa pria yang berada didepan nya itu? "
Sebelumnya,
Saat Elghora Dezira keluar dari Rumah Zherico setengah perjalanannya ia dihadang oleh tiga mobil hitam dan itu adalah pengawal khusus kakak Angkat Elghora Dezira yaitu Erghone Dezirev seorang Ketuan Mafia khusus yang selama ini telah kehilangan jejak sang adik angkatnya,
Gumam Elghora Dezira,
"Mampus sudah hidup ku jika sudah ditemukan oleh kakak Zirev, "
akhirnya dia dibawah paksa oleh mereka dan ternyata tempat yang dipesan sang kakak satu lokasi dengan pertemuan kedua keluarga Stive sekaligus Biyanka Barnia,Elghora Dezira hanya bisa berpura-pura tidak mengetahuinya sebab jika kakaknya sampai mengetahui hubungan asmara nya, maka hidupnya akan bertambah runyam sudah cukup pikiran nya dibuat kacau oleh Stive pria yang teramat dicintainya,
********
Dimeja VIP,
terlihat wajah sendu Elghora Dezira yang tak berani menatap pria tersebut, namun detik-detik terakhir berdiri dengan tegas sembari menarik pergelangan tangan Gadis yang begitu dicintainya,tapi apa daya ini bukan waktu yang tepat untuk ikut bergabung melesatkan hantaman kepada pria yang dianggap menyebalkan tersebut,
Zherico yang sadar jika gadis yang ditarik paksa adalah Elghora Dezira maka langsung ia memberikan pesan kepada pengawal kepercayaan untuk menyelidiki siapa pria yang bersama dengan gadis itu, tapi tak terduga beberapa pengawal secara tidak sengaja mendengar percakapan diantara keduanya yang membuat Elghora Dezira memanggil pria tersebut dengan sebutan,
"Kakak jangan menarik ku dengan kencang sakit kak, kak Erghone Dezirev, yah kau mendengar perkataan ku kan, kakak, ku mohon hentikan pergelangan tangan ku sakit! "
Tapi hal itu tak membuat nya melonggarkan genggaman nya,
Gumam Elghora Dezira,
"Kak, aku bukan anak kambing yang selalu pantas ditarik, kakak ayo lah sakit pergelangan tangan aku! "
"Tapi kau sejenis nya, mengerti! "
"What? kakak menyamakan aku sama binatang, kenapa? "
"Karena kau yang mengatakan nya, "
"Aku kan bercanda kak, tolong sakit ini pergelangan tangan ku! "
Lalu dalam lorong jalan yang diikuti oleh beberapa bodyguard nya Erghone Dezirev menyandarkan tubuh Elghora Dezira didinding sana dengan cengkraman kuat pada kedua sisi bahunya,
Geram Elghora Dezira,
"Kak, ada apa dengan mu? tadi pergelangan tangan ku sekarang kedua bahu ku, nanti bagaimana kalau membekas memar? "
"Aku akan mengobati luka itu, setidaknya aku bertanggung jawab bukan, "
mendekatkan bibir Erghone pada telinga Elghora,
Bisiknya,
"Lalu bagaimana dia akan bertanggung jawab atas luka di toreh nya tepat dihati mu, Elghora Dezira, Stive El Zeidan, bukankah dia pria terkutuk yang menghancurkan semua angan mu?sekarang sakit mana luka di luar atau didalam sana, Adikku? "
mendengar penuturan tersebut Elghora Dezira langsung bungkam seribu bahasa, tak ada respon lagi darinya, hanya menghindar dari perbincangan yang seolah tak sekalipun ia berminat menyambung nya,
__ADS_1
Ucap Erghone Dezirev,
"Baiklah, aku harus memanggil Daddy mu atau kau ikut dengan ku sekarang! pilihan ada padamu, Adik angkat ku, Elghora Dezira, "
Tanpa menimbang lagi ia pun memilih,
"Aku akan ikut bersama kakak, "
Senyum seringai tersulut dalam wajah Erghone,
"Bagus kalau kau tau pilihan mana yang terbaik untuk mu, "
akhirnya kini Elghora Dezira pergi meninggalkan tempat dimana ia tak lagi mendengar deru resah setiap waktu saat melihat seseorang yang dicintai nya bersama dengan wanita lain,
********
Selesai mereka melakukan acara berkumpul bersama keluarga kini semua kembali ke tempat nya, sehingga disana lah Stive El Zeidan langsung mencari keberadaan Elghora Dezira, Biyanka Barnia yang sejak dari tadi gelisah pun mencoba mengikuti Stive namun dicegah oleh Zherico agar dia langsung kembali pulang dengan mereka,
setibanya di kediaman Zeidan Biyanka begitu gusar berjalan dikamar mondar-mandir seperti orang yang kehilangan akal sehat,
Sedangkan di tempat sebelum nya Stive El Zeidan yang gelisah tak menentu seperti orang gila melebihi Biyanka ditarik jazz miliknya sembari berkata,
"sebelumnya sudah ku beritahukan sejak awal bagi mu untuk memilih, kini dia dibawa pergi oleh anggota keluarga nya, dan kau bahkan tak tau siapa mereka bukan,"
yang dikatakan Zherico memang benar selama ini tak ada satu pun dari kehidupan Elghora Dezira yang diketahui olehnya, sedangkan kebodohan nya kini membuat ia terpenjara dengan wanita gila dan tersingkir dari pujaan hatinya merupakan kesalahan yang teramat fatal,
"Aku sudah menyiapkan dokumen khusus untuk Biyanka Barnia, selepas ini aku akan mengakhiri semuanya, Ayah, "
balas dengan senyuman,
"Baiklah jika kau sudah paham dengan pilihan yang benar, dan setelah itu bawa kembali Elghora Dezira sebagai menantu keluarga besar Zeidan, kau harus melakukannya Stive El Zeidan! "
"Tentu Ayah, akan aku lakukan, "
**********
Sesampainya diVila Zeidan Stive El Zeidan yang ingin membawa isi dokumen tersebut kepada Biyanka Barnia berubah menjadi sebuah kegagalan, sebab Stive telah kehilangan surat itu sedangkan semua tumpukan dokumen masih tertata secara rapi diatas nakas,
Ucap Stive sembari tersenyum,
"Sekarang kebusukan mu sedang kau mainkan, baiklah karena kau telah mencari masalah dengan orang yang salah, Biyanka Barnia, aku sudah memberikan banyak kesempatan pada mu, tapi seperti nya kau semakin melunjak, jadi mulai hari ini kau harus diberi pelajaran, pasti sangat menyenangkan, bukan dimulai dengan mu melainkan keluarga mu, kita lihat saja nanti! "
lalu tiba-tiba Stive menghubungi seseorang untuk melakukan tugas perintah mengenai menghancurkan keluarga Barnia,
********
gumamnya,
"Tempat yang aneh, "
"Seaneh dirimu, "
"Maksudnya? "
"Udah tau kalau aku lebih tampan darinya, kenapa harus pilih yang lain, emm? "
sambil mencubit pipi tembem lucu milik Elghora,
"Sakit kak, "
"Entar tak kasih obatnya, "
"Mana coba? "
"Emmuachh, "
"Kak, kok dicium, kan aku bilang obatnya? "
"Mau lagi?"
"Ogah, "
"Ngambek? "
"emm, "
"Makin manis, "
"Apa? "
"Bibir mu, "
"Mesum, "
"Rasanya, "
__ADS_1
"Dukk, "
Elghora Dezira menendang kaki Erghone Dezirev dihadapan semua bodyguard nya sampai mengerang kesakitan,
"Itu rasanya, mau coba lagi, emm, "
"Kau pandai juga, "
"Tentu, "
"Benarkah? "
"Kau tidak percaya? "
"Iya, "
"Ya sudah, "
"Emmm... ahhh, "
"Itu ciuman kerinduan paling ku tunggu dibibir manis adikku, "
"Kau gila, "
"Wajar bukan jika ada kau disini, "
"Maka nya aku gak suka disini karena kau mesum kepada ku, "
"Bagaimana jika aku mencoba membobol gawang yang selalu pandai berceloteh itu? "
"Maksudnya, "
Tepat saat pergelangan tangan Elghora Dezira ditarik masuk kedalam pintu ruangan kerja Erghone ditekanlah punggung ramping tersebut, kemudian mendekatkan kedua wajah mereka sehingga bibir itu kini nyaris bersentuhan, didetik ini Elghora Dezira tak mampu berkutik ia hanya melongo keheranan, bahkan kebingungan yang luar biasa,
namun ketika dia paham akan apa yang diperbuat kakak angkat nya perlahan ia menjauhkan dirinya dari tubuh Erghone Dezirev, tapi melihat adiknya untuk pertama kali menjadi pembangkang maka itu semakin membuat hati Zirev tertantang,tubuh Elghora yang meronta-ronta ingin dilepas akhirnya terkalahkan oleh Bringas nya ciuman bertukar saliva yang menjelajah penuh didalam sana, setelah didapati sang adik kehabisan nafas detik itu juga ronde dihentikan dan,
"Buokk, "
pekik nya,
"Ah, sakit Elghora, "
kepalan tangan mengarah tepat pada perut nya,sebenarnya tidak sakit tapi Erghone berpura-pura sakit agar ada drama lebih dari adik nakal manis yang selalu menarik perhatian nya itu,
"Rasain itu, emang bibir ku es krim apa, langsung main comot aja, bilang kalau mau lain kali akan aku belikan diluar, tapi kakak mau rasa apa coba? "
"Rasa manis menggoda cap Elghora Dezira, janji kakak minta jatah double gimana? "
"Ni tangan gatal dari tadi pengen mukul tu mulut biar diem, "
"Coba lakukan kalau bisa! "
"Tentu saja bisa, tapi_"
"Buktinya kau tidak berani kan_ aahhhhh, "
"Rasain tu dasar mesum, "
"Kenapa menggigit bibir ku?
padahal dalam hati senangnya tujuh haluan,
lanjut nya,
katanya tadi mau mukul, "
"Enggak jadi karena El lebih suka menggigit,awas kalau mesum lagi! "
"Baiklah kalau begitu aku harus mesum setiap hari biar dapat gigitan gratis dari adik ku yang lucu ini, "
"Digigit terus kan tambah bengkak lah kak, gimana sih? "
"Tapi kakak suka kok kalau yang gigit kakak adalah Elghora Dezira, "
"Capek ngeladenin kakak,mau tidur ngantuk kak, "
"Masuk sana? "
"kemana? "
"hati ku, "
"dasar otak gak beres"
akhirnya Elghora Dezira langsung masuk di kamar yang menjadi tempat peristirahatan nya Erghone Dezirev.
__ADS_1