
Aura sengit terlihat dari ke enam kelopak mata yang saling berseteru, dua tatapan seolah mendapatkan mangsanya ditempat kejadian, hal ini cukup langka karena Biyanka Barnia telah merencanakan segalanya dengan keadaan yang begitu menguntungkan bagi nya, lalu disinilah kobaran api mulai terjadi, percikan senyum sinis menandakan adanya sesuatu yang licik akan terjadi ditempat ini,
Gumam Elghora Dezira,
"Akan ada hal gila yang terjadi, jika tokoh dari pelengkap tiba, maka konflik pun langsung terjalankan,hah, "
Ucap Stive El Zeidan,
"Apa yang kau lakukan disini? "
dengan nada tinggi ia tujukan kepada Biyanka Barnia,sedangkan posisi Stive sendiri merangkul pinggang Elghora Dezira saat itu juga tepat dihadapan wanita gila tersebut,
lalu kemungkinan dengan melangkah mendekat ia sontak mengangkat suara bahkan sampai bermain drama menyedihkan,
Ucapnya sampai membuat beberapa orang melihat tingkah laku Biyanka,
"Kenapa kau lakukan hal ini padaku? Kau adalah seorang wanita apalagi kau juga sahabat ku, bagaimana kau bisa melakukan ini dibelakang ku bersama suamiku? kenapa? "
tak disangka respon mereka yang berada di tempat langit menyerbu Elghora Dezira, lontaran penghinaan bahkan cercaan yang menyebutkan dirinya sebagai seorang wanita ketiga, pelakor, tidak tau diri, rendahan, gila, secara garis beras kini kemenangan berada di pihak Biyanka Barnia, nama Elghora Dezira tercoreng hebat melesat dengan mudahnya,
namun beberapa dari mereka cukup ragu, sebab respon dari Elghora Dezira sangatlah tenang sehingga ada juga yang menimpali dengan kata tanya,
"He kau, lo gak lagi ngedrama kan? jika dia suami lo, seharusnya sekarang dia balik ke lo setelah semuanya telah dipergoki, kenapa dia malah terlihat lebih tenang di sisi wanita yang sedari tadi kalian maki itu? "
akhirnya gumaman mereka berbalik menghantam Biyanka Barnia, mereka banyak berpikir tentang pernyataan yang nampak jelas beda dari reaksi keduanya,
dan ada juga yang memojokkan karena ulah Biyanka Barnia,
"Jangan-jangan lo lagi yang biang kerok nya, lo yang merusak hubungan keduanya, jika wanita itu rendahan, seharusnya ia tidak akan Terima jika dihina, malahan disini liatlah dirimu yang seolah gemetar tak jelas begitu, ohh ini pasti siasat dari gadis yang membuat kita semua menganggap pasangan itu adalah kesalahan, dan yang sebenarnya salah itu kau gadis gila, "
"Huuuuu, "
__ADS_1
teriakan itu berbalik menghina Biyanka Barnia, sedang mendengar cercaan gila itu membuat dirinya harus lari dari Sekumpulan orang yang dianggap nya menyebalkan tersebut,
Stive melihat wajah tenang Elghora Dezira yang kini udah cukup membikin hatinya semakin kacau,
"Kenapa El? "
"Mobil Daddy, barusan lewat Stive, jika dia menyaksikan kejadian hari ini maka_"
"Maka apa El? jangan buat aku takut, "
"Dalam hitungan detik bukan seminggu lagi, tapi hari ini juga jika Daddy tidak suka maka aku akan pergi bersamanya Stive, "
"Bagaimana bisa seperti itu El? "
"Dia tidak suka melihat putri nya dihina, apalagi ini didepan banyak orang, Stive, keadaan yang akan membuat kita terpisah, dan semua itu karena ulah licik dari istri gila mu itu, sekarang kau pasti senang bukan! "
pergi berjalan tanpa memandang Stive El Zeidan,
"Kau cemas, bahkan aku lebih dari mu Stive, kau yang melakukan semua keputusan tanpa ku kan, dan sekarang lihatlah apa yang kau lakukan mendapatkan hasil juga bukan, lalu aku pun kena imbasnya juga, "
dalam belokan jalan tiba-tiba sebuah mobil melaju kencang kearah Elghora Dezira yang saat itu sedang bejalan disekitar sana, namun ketika Stive baru menyadari nya ia berusaha menolong Elghora Dezira tapi lebih dulu diketahui oleh seorang pengawal berlari tajam mendorong tubuh Elghora Dezira dan,
"BRAK, "
tabrakan keras terjadi,
dan kini orang itu tergeletak tak bernyawa bersimpuh penuh darah dihadapan Elghora,akibat tabrakan keras dari mobil yang melaju cepat dengan gilanya menbrak anak buah Erghone Dezirev hal itu dapat diketahui oleh simbol pergelangan tangan dari pria tersebut, tepat didepan mata ia menyaksikan siapa orang yang mengemudi dalam mobil tenyata orang lain tersebut tidak lain adalah Biyanka Barnia,
Kekesalan Elghora,
"Kau akan mati ditangan ku Biyanka Barnia, sekarang kau tak bermain dengan akal sehat melainkan dengan cara melenyapkan nyawa, maka akan ku buat kau menyesal telah berbuat pada wanita keturunan dari keluarga berdarah Dezir, "
__ADS_1
mendengar emosi Elghora Dezira, Stive pun tercekat terdiam sejenak, pastinya kini ini bukan menjadi permainan sehat namun akan ada lebih gila lagi setelahnya, tapi disisi lain Biyanka Barnia tak tau siapa wanita yang baru saja hendak ia bunuh di sini, sedangkan kebodohan selalu mengitari jalan pemikiran nya untuk terus melenyapkan si gadis perebut suami orang itu,
********
Sedangkan di Markas Erghone Dezirev melotot keras akan kabar yang baru saja diterimanya, ia tidak akan tinggal diam kali ini namun, Tiba-tiba ada sebuah panggilan yang tak disangka itu dari sang Adik kesayangannya,
"Bagaimana keadaan mu El? kau baik, apa kau terluka? "
"Aku akan hancurkan wanita gila itu bagaimana pun caranya? "
mendengar reaksi Sang adik begitu marah maka sudah jelas, dipastikan dalam hitungan beberapa detik akan terjadi sesuatu kepada gadis itu,
"Lalu apa rencana mu saat ini? "
sambil panggilan ponsel belum ditutup Elghora Dezira kembali kearah Stive El Zeidan sembari menatap tajam ke arah nya, peringatan bagi Sang kekasih hatinya,
"Stive, jika dalam sehari kau tak sanggup membuat nya keluar dari kehidupan mu, maka biar aku yang akan menghilang dari hadapan mu,"
diangkatnya kembali panggilan yang masih tersambung itu,
"Kak jemput aku sekarang juga! "
"Baiklah aku akan kesana sekarang, jadi tunggu jangan pergi kemana-mana! "
selesai perbincangan Stive El Zeidan masih tak percaya dengan keputusan Elghora Dezira, bagaimana tidak seharusnya yang mempercepat waktu adalah Daddy nya, namun kali ini Elghora sendiri yang terbawa emosi karena hampir saja ia tewas ditempat, melihat hal itu pikiran gadis berdarah Dezir berubah menjadi lebih tegas,
"Stive sekarang aku tinggal tunggu waktu untuk keseriusan mu, setelah itu semua mengenai hidup ku tidak lagi menjadi urusan mu, jika sampai kau tidak bisa lepas dari Biyanka Barnia gadis gila yang ingin membunuh ku, aku benci dia bahkan sangat muak, maka jangan mengaharapkan apapun dari ku untuk slalu didekat mu, kau mengerti itu, Stive El Zeidan! "
sesampainya mobil Erghone Dezirev tiba tepat waktu Elghora langsung masuk tanpa expresi sama sekali, terlihat raut kecemasan tersendiri untuk nya yang kini terancam sudah kehidupan bebas miliknya, sedangkan Stive yang masih berdiam diri bingung dengan tindakan apa yang akan dilakukan oleh nya pada Biyanka Barnia, "
"Semuanya menjadi sangat sulit dan menghimpit ku saat ini, sepertinya ini akan menjadi harapan terakhir dari perjuangan ku untuk mu, Elghora Dezira, "
__ADS_1
Wajah yang sedari tadi melihat kearah luar kaca mobil membuat khawatir Erghone, sebab tak biasanya sikapnya berubah secara drastis, bahkan untuk bicara pun ia sangat enggan, sejak dari tadi obrolan yang dimulai oleh Erghone sama sekali tak direspon dengan baik bagi Elghora Dezira.