Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Hukuman


__ADS_3

Perjalanan telah ditempuh dengan kegusaran, kemarahan, berpikir dengan tindakan apa selanjutnya ia harus bersikap kepada nya, disatu sisi ia menantikan siapa wanita yang begitu berarti bagi Lezif Zoead dari pada sang Ayah,


walaupun dirinya tak tau seluk-beluk terdalam kisah diantara dua pria dengan marga Zoead, tapi Elghora meyakini hal ini dirasa menyayat dan gadis itu adalah masalah terbesar dalam kehidupan Zoead,


Tepat memasuki Pintu utama disana Elghora menatap tajam manik hitam menatap lembut wanita yang kini duduk disamping nya, namun ketika ia hendak berdiri manik keduanya kini saling berpaut menatap dengan arti tersendiri,


"Sekarang apa yang akan kau lakukan, Elghora? melihat ku disini sebagai seorang wanita dari suami mu,dan sepertinya aku yang begitu mengenalmu akan memudahkan semua perpecahan diantara kalian berdua,aku menanti disaat kakak Lezif lebih memilih ku dari pada kau, kita lihat saja nanti!dengan sifat mu yang biasa itu, akan lebih memudahkan ku melakukan rencana ku, Elghora Dezira, "


Batin yang bebas merencanakan segalanya,


Lezif yang melihat sang adik terpaku langsung menatap kearah kedua manik itu membeku ditempat, nyatanya pemandangan kali ini nyaris membuat Lezif berdiri dan menghampiri Elghora,


namun sebelum ia mendatangi nya, Elghora terlebih dahulu menaiki anak tangga dan memasuki kamarnya sambil menguncinya dari dalam,hingga pada akhirnya Lezif Zoead terdiam dibalik pintu yang tertutup rapat oleh ya,walaupun ia berlari mencoba mengejar nya sebelumnya, namun percuma Lezif tak mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan segalanya,


memandang wajah sendu sedih dari Lezif, Limoran harus menahan segala kerelaan akan rasa sayang yang terbagi berlebih, dimana ia bisa menyadarkan hatinya, bahwa cinta dalam lubuk sang kakak memang Elghora Dezira, ia tak mampu memungkiri hal itu,


lalu di rogoh lah saku hingga ponsel milik nya kini menekan memilih menelfon Elghora, namun panggilan itu seketika tak terhubung,


"Kau diam, kau menghindar, tapi kenapa kau tidak bertanya kepada ku El? aku juga ingin menjelaskan semuanya kepada mu, tolong buka pintu ini! jangan jadikan pembatas diantara kita, Elghora, "


melihat sudah tiga hari Elghora mengunci diri didalam kamar, kekhawatiran jelas meruak dalam pikiran nya, hingga tak diduga sang teman terbaik Lezif datang berkunjung ke kediaman Zoead,


disini Blezen sendiri sudah diberikan penjelasan kepada sang Ayah, namun Biyanka hanya mampu mendengar kenyataan yang ada,


Ujar nya dalam hati,


"Pantas kalau begitu, melihat sifat Elghora yang dilukai saat itu, pastilah ia tak akan berhubungan dengan Stive lagi, jadi dia melakukannya karena sejak awal sudah tau hubungan dengan wanita hotel sialan itu, berpikir melakukannya adalah suatu tindakan keadilan, maka jawab ku, bunuh wanita itu lebih baik dari pada harus menghakimi hubungan seperti ini, dan hukuman terbesar yang seharusnya di dapat wanita itu adalah sikap dari darah keturunan Dezira,dia belum tau betapa menakutkan paras keluarga besar berdarah dua marga terbesar itu, wanita bodoh, kita lihat, semoga aku bisa menjadi penonton rubah gila termakan dan menjadi mangsa dari kepuasan Elghora,aku sangat menantikan hal itu, akan sangat menyenangkan,"


disana kedatangan mereka disambut hangat oleh Lezif dan Limoran,


tukas Biyanka yang tak bisa menahan luapan percikan api yang tertahan,

__ADS_1


"Wah, sepertinya sambutan nya berubah dengan tatapan memukau seorang Nyonya Zoead baru, ternyata sangat manis untuk dilihat, bukan begitu, Limoran! "


mendengar nama sang adik di panggil secara langsung sebelum berkenalan, maka,


ucap Lezif Zoead,


"Jadi kalian sudah saling kenal, Biyanka! "


menatap tatapan kedua wanita yang sangat menusuk kedalam,


sahut Biyanka Barnia,


"Entahlah, kau tanya kan saja padanya,seharusnya dia kan yang memberitahu mu mengenai hal itu, dan lagi pula hubungan kedekatan istri dan wanita didepan ku, pasti aku sangat yakin jika dia hanya bungkam mengenai betapa menyenangkan pertemanan terbaik dimasa kuliah sampai sekarang, atau kau belum mengetahui kejelasan semua itu, Lezif Zoead? "


sambil mengepalkan tangan tepat terlihat oleh Biyanka, alhasil senyum kesenangan berjalan sempurna,


Blezen yang tau pun hanya bisa melihat kejadian tanpa berkutik untuk melerai, beda pula ekspresi Lezif menatap Limoran,lalu penjelasan Biyanka menimbulkan tanda tanya terbesar sehingga,


Sahut Elghora yang ikut bergabung diantara perkumpulan mereka,


"Kenapa harus dijelaskan? tak ada penjelasan yang perlu dibeberkan, melainkan mengambil alih permainan sebagai pelaku dominan adalah tujuan dibalik tatapan yang kau katakan, lagi pula apa untung nya menjelaskan semuanya kepada mu,Lezif?hah,itu tidak lah hal penting bagimu, jadi apa gunanya kau tau? "


bisa dilihat ucapan mengintimidasi keduanya menusuk hati mereka, bagai pisau yang akan terus menyerang lawan main,


hati Biyanka bersorak hebat sekarang,


"Lihatlah baik-baik gadis bodoh, dengan siapa kau memilih lawan, maka kematian lah yang akan menghampiri mu, ini benar-benar hal terbaik dalam setiap sejarah, "


Biyanka dan Blezen terdiam sambil menikmati apa yang terlihat di pandangan mereka, bisa dipastikan oleh lirikan Blezen, jika Biyanka Barnia sampai melipat kedua tangan bersedekap, maka pelik masalah terbesar akan dimulai,


Lezif Zoead pun bertanya kepada Limoran,

__ADS_1


"Moran bisakah kau menjelaskan nya pada ku! "


berharap sang adik menjelaskan namun bibir itu masih tertutup rapat disana,


"Apa mau mu? "


(tatapan mengintimidasi lawan adalah hal yang paling dikuasai oleh Elghora,)


lanjut Elghora,


"Mendapatkan apa yang menjadi hak ku seutuhnya? dan aku tidak ingin terbagi dengan nya, aku sangat mengenal nya, bahkan dia teramat biasa, jadi itu adalah hal yang memudahkan ku, mendapatkan tujuan awal dari semi nya bunga yang tertancap dihati, sayang seorang kakak, sayang seorang adik, dusta luar biasa wajah polos itu bermain, katakan saja jika kau tak mau sayangnya terbagi untuk ku bukan, atau kau menyukai nya bukan sebagai seorang kakak, Limoran? "


tepat sasaran, Limoran terpojok di tempat tanpa bantuan, Lezif Zoead pun terdiam disana, kedua mata itu berpikir sejauh mungkin, bahkan tak berani mencela suara dari sang istri,


"Jika dia kakak mu, maka kau tak harus memilih hotel sebagai saran pertemuan bukan,kalau dari awal berniat membuat orang lain salah paham adalah tujuan mu maka, bisa dikatakan keberhasilan sempurna mengalahkan lawan dengan akal busuk mu, kau harus senang, kabar baik nya, itu berhasil, dan kau tau, seperti hal nya pria yang hanya mematung seolah dia akan membela mu terdiam bukan, kau tau kenapa? oh ya, kau bahkan tau jelas mengenai hal itu, apakah sakit? bagaimana hati mu saat tau aku adalah istrinya? pasti sangat senang agr bisa lebih mudah menyingkirkan ku, lalu hotel pun tempat pelampiasan pertemuan kalian dengan aktifitas rutinitas pekerjaan, waow,sangat menarik, "


Lezif diam terduduk menutup wajahnya, mendengar semua kalimat seolah menekan keduanya benar-benar berhasil memojokkan keduanya,


"Bahkan sekarang pun kediaman adalah jalan terbaik bukan, jika Ayah mu saja kau abaikan demi Moran mu, maka abaikan sekali lagi istrimu, bukannya aku tidak begitu penting, bahkan orang yang paling terpenting dalam hidup dalam keluarga saja keluar dari tempat ini, apa kau sadar dibalik embel-embel nama belakang mu kau masih tertancap marga Ayah mu Lezif?


apa kau juga menamai wanita mu dengan sebutan Limoran Zoead, lakukan, aku trima apapun itu, sebagai hukuman yang pasti, kau telah memutuskan sepihak tanpa melihat keberadaan ku, kau buta karena sayang mu padanya maka aku pun buta karena mu, "


emosi Elghora memuncak, namun Lezif Zoead pun menimpali nya,


"Jadi alasan itu kau lalu melakukannya dibelakang ku, Elghora? "


"Entahlah, pikir sendiri, bukankah kau tidak membutuhkan ku untuk melakukan pertimbangan, lalu kau ingin aku melakukannya, kau pikir aku bodoh, nyatanya kau berbohong kepada ku, hubungan yang terjalin didasari kebohongan, maka yang kau pupuk akan kau tuai juga,sekarang kau jelas bukan, kau yang mengubah Elghora mu menjadi seperti Lezif ku menjadi Lezif nya, hukuman ini adil bukan, atau mau lebih adil lagi, biar semuanya jelas, dia yang disini atau aku yang angkat kaki dari sini? status apapun yang kau jelas kan tak akan mempengaruhi pertanyaan ku kali ini Lezif Zoead, katakan sekarang juga! "


disini hati Limoran tercengang, ternyata seperti ucapan Biyanka,


"Aku bermain dengan orang yang salah, apakah aku akan berhasil tetap disini, kak Lezif? atau kau akan membuat ku tersingkir lagi,aku tak bisa membuka mulut ku sedikit pun, Elghora Dezira kau bukan lawan main yang bisa dianggap remeh ternyata, "

__ADS_1


__ADS_2