Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Rencana


__ADS_3

Dihalaman belakang Elghora Dezira memandang langit biru dengan nafas yang sangat panjang,mendengar hal itu Elzedam langsung menghampiri Putri nya,


"Sejak kau meninggalkan meja makan, Daddy tau, ada sesuatu yang kau sembunyikan, orang tua tidak akan pernah salah dalam pandangan nya, apalagi anak pun tak kan bisa menutupi apapun dari Daddy nya, sebab kau adalah bagian dari Daddy sayang, "


sambil memeluk tubuh Elghora yang kini duduk dikursi halaman, sedangkan Elghone Dezirev hanya memantau keduanya takut nya terjadi cekcok sengit seperti dirinya beberapa waktu lalu,


Batinnya,


"Jika kau kembali, maka pasti akan ada hal yang terjadi disini, hemmm, apa rencana Daddy bisa berjalan kembali? "


Lalu tiba-tiba Sang Daddy memberitahukan,


"El, semalam, Daddy sudah membuat rencana, dan keputusan nya juga diambil baik oleh pihak mereka, semuanya mengenai rencana pernikahan mu bersama Stive El Zeidan, Daddy tau itu seperti impian bagi mu, dan karena itulah aku ingin mewujudkan nya sayang, maaf sebab melakukan keputusan tanpa memberitahu mu, Elghora Dezira, "


Suara dari kabar menyenangkan itu membikin Elghora tersenyum bahagia,


"Benarkah, aku akan mengalami pernikahan yang pernah gagal bahkan hancur sebab ulah seseorang? ini adalah hal yang paling aku tunggu Dad, jadi Terima kasih banyak, "


keduanya kini berpelukan disana, Elghone pun terharu mendengar Sang adik sangat gembira akan pilihan dari keputusan mendadak Sang Daddy,


Dikediaman Zoead,Lezif masih termenung tidak percaya bahwa Elghora Dezira kembali menghilang walaupun ia sudah mendapatkan tempat dari milik nya, ia selalu masuk kemar nya melihat beberapa barang baru yang sebelumnya sudah tertata rapi,membaringkan tubuh letih dengan penuh pikiran diatas ranjang Elghora membuat nya berangan,


"Bisakah aku menjalin kembali bersama dengan mu El? aku masih menyayangi mu, semua sangat cepat, bahkan terlalu bodoh bagi ku melepaskan mu dengan sangat mudah, sikap mu, kelembutan mu tak mampu hilang dalam bayangan pikiran ku El, tolong bantu aku! "


Disisi lain di ruang tamu Stive mendapatkan berita dari Sang Ayah, bahwa dirinya telah mendapatkan kesempatan untuk kembali bersama Elghora Dezira, mendengar hal itu Zeman Zeridhan pun ikut senang akan momen yang selama ini ditunggu nya, bisa berkumpul dengan keluarga utuh, Stive El Zeidan tersenyum menanti akan tiba nya hari ia bisa memiliki seutuhnya dirinya,


walaupun sebenarnya, dilihat dari sudut pandang manapun dialah orang yang mampu mendapatkan nya, kemenangan memang mutlak menjadi milik nya, tapi hari bahagia itu kini sedang menunggu penuh harap, Stive pun sampai memaju kan harinya, mendengar hal itu Zeman Zeridhan mengeleng pelan kepalanya,


Gumamnya,


"Memang cinta mampu mengubah dunia hanya milik berdua, padahal aku sedari tadi disini, tapi anginnya melambung jauh hanya untuk Mom, hemm ya, aku sangat salut dengan perasaan keduanya yang bisa selalu menyentuh lawannya, "


kesempatan emas pun dilangsungkan oleh Stiya adik ketiga Stive,


"Menyentuh apanya sih maksud mu? hei ponakan, Daddy lo itu udah kek orang kesambet jika berurusan dengan nya, bagi nya tak ada yang lebih penting dari wanita itu, Elghora Dezira,dan dari pada itu ribuan wanita yang mendekatinya tak kan bisa mampu membuat dirinya berpaling, bukannya sangat mengejutkan! "


sahut Stizo adik kedua Stive,

__ADS_1


"Menurut ku yang sangat mengejutkan itu kau bukan dia,apa kau sama sekali tidak bisa merasakan nya? "


tambah Zeman Zeridhan,


"Sangat tidak peka dalam urusan seseorang, "


Stizo langsung Menimpali nya,


"Karena itu maka sebut saja dia Stiya El Zeidan, tapi kapan kau akan punya jodoh hah? Oh ya sebelumnya kau dekat dengan Anggelika Reslium, benar kan Zeman? "


angguknya sambil bicara,


"Itu memang benar, Apa mungkin_? "


baliknya bercakap kepadanya,


"Stiya hanya malu-malu, ceilah emang kau cewek, punya malu juga, "


emosinya Stiya melunjak,


"Yah emang kau pikir aku ini apa coba? sempat-sempat nya bilang seperti itu padaku,ini adik mu, Stizo! "


"Memang siapa bilang kalau kau anak tetangga hah?"


Zeman Zeridhan menahan tawa disela suasana berubah sangat menarik,wajah berseri akan Sang Daddy benar-benar membikin Putra dari penerus tiga kubu besar sangat bahagia, dia juga berpikir dengan membayangkan bagaimana gembira nya Sang Mom jauh disana,


Diwaktu yang bersamaan helaan nafas panjang memburu Blezen,


Tanya Biyanka,


"Sejak kapan kau punya serangan jantung? apa sejak kau mengaduk perut ku maka jadi seperti sekarang ini? "


Blezen selalu saja jengah akan ucapan wanita yang nampak selalu singgah dihati nya,


"Kau itu selalu membuat ku gila, tapi walaupun begitu kau itu kenapa sangat menyebalkan, dan lagian aku tidak memiliki riwayat sakit jantung, "


desak Biyanka Barnia,

__ADS_1


"La yang sedari tadi pegang jantung siapa kah orang nya? lagian memang benar sejak kejadian parah diatas ranjang hingga aku terjatuh karena kecerobohan mu yang kuat anggaplah semuanya sangat luar biasa, ibarat melakukan atraksi sengit yang mencengangkan, "


Alisnya terangkat sebelah,


"Kau pikir renungan malam tadi adalah sebuah atraksi sengit, bukannya lebih tepatnya sedang melakukan balapan liar di sirkuit terbaru, mencoba membobol garis pertahanan lawan yang tak pernah dijebol, sekali masuk, GOllll.... kemenangan menjadi milikku,"


"Sepertinya Kau harus masuk rumah sakit jiwa, bagaimana aku bisa menjalin hubungan dengan model jiplakan seperti mu? ngeri juga,renungan malam, apa hubungannya coba? jauh amet tau, lagi juga kenapa balapan sirkuit ikutan nongol dimari, dahi lo juga gak panas, otak lo masih encer kan? sekali masuk Gol, lo pikir pertandingan sepak bola, astaga kau lah yang sebenarnya membuat ku menjadi gila beneran, "


"Lo pikir gue bubur! "


"Emang, kenapa? lo gak suka! "


"Yak iyalah, masak ya Iyah dong, "


"Bego di pelihara, "


"Napa lo marah? "


"Gue gak marah, tapi sewot, "


"Oh, napa sewot? "


"lo tau gak, seharusnya kau itu bilang kenapa nyamain lo sama bubur? "


"Kenapa sih emang? "


"Karena gue suka bubur encer, yang siap dilahap, tapi karena lo gak suka, ya udah, gak peka, gak paham, gak ada abis-abis nya cowok kayak lo berubah kek bunglon, bentar senyum,lalu sewot, kemudian dingin kek es kutub, kadang sampai nyasar mirip badak bercula satu, siungggg, pengen tendang lawan aja, "


"Sekarang bibir mu makin aktif aja yah gaya model bicaranya, gaul abis,jadi pengen nambah bakso aja, "


"Bakso boleh bibir gue mah ogah sama lo, capek katanya, "


"Kenapa malu sih? ngomong aja kalau pengen, entar tak kasih jatah double lo Ayang, "


sambil mengedipkan sebelah mata,


Batin Biyanka Barnia,

__ADS_1


"ini ni jika dilanjutin maka yang ada gue dimakan serigala jantan yang kelaparan, bagaimana kalau gue kasih obat tidur aja yah? biar gak nambah penderitaan gue, lagian jika nambah jatah lagi, pasti nya, gue tidak akan dibuat bisa berjalan lagi oleh nya astaga, cari resep obat tidur manjur dalam sekejap gue dapet dari mana ini? oh astaga, nasib ku berada diatas ranjang, ku harap ketika aku menemukannya dan dia menyeret ku tiba-tiba, maka ku harap obatnya bisa bekerja lebih keras, tapi mendapatkan nya kemana lagi, sedang berkutik aja, gak bisa, apa nyerah saja yah, "


Biyanka patah semangat dengan semua rencananya karena ulah Blezen sialan itu.


__ADS_2