
Kotak besar seukuran tinggi nya manusia itu nyaris membungkam semua para tamu, bahkan keluarga besar Batrecia Barmeliya terpanah akan begitu hebatnya kado tersebut, sedangkan ketiga pikiran dari sosok yang kini berada dibelakang Elghora Dezira bungkam seribu bahasa,
Nampak raut cemas Recia tentang perihal yang kini berada dihadapan nya tersebut,
Batinnya,
"Apakah ini sesuatu yang aneh seperti tadi? ku harap ini hanya sebuah firasat saja, tapi entah kenapa ada rasa takut mengenai kotak besar yang sangat mencolok ini?"
Dibalik pikiran bingung itu Elzedam menghampiri Recia dengan tatapan rasa penuh penasaran yang teramat mendalam, sedangkan raut wajah yang terpampang didepan Zedam seolah sang istri pun dibuat terkejut oleh hal itu,
rasa bingung kalut bahkan takut akan khawatir kotak itu terbuka ternyata, muncullah sosok pria yang tak dikenal disana,
Ujarnya,
"Surprise buat mu sayang, Meliya, "
semua orang penuh tanda tanya, sebab panggilan pria tersebut membuat Seorang Zedam berdesir sangat hebat, disaat ini menjadi acara penyambutan bagi nya sebagai seorang Nonya Dezir,kini membuat hati Pria tersebut diam menyanggah kemarahan dengan senyuman teramat dipaksa,
melihat ekspresi itu Elghora tersenyum sangat puas,
Katanya,
"Wahhh, sangat sempurna, benar-benar menggemaskan tontonan kali ini, "
mendengar ucapan itu Ketiga orang yang masih dibelakang Elghora seolah histeris menahannya didalam hati,
Gumam Elghone,
"Siapa sosok pria aneh itu? "
tanya nya pada Stive,
Balasnya,
"Tanyakan saja pada adik mu Kak Elghone! "
menoleh sambil mengatakan,
"Keadaan tidak mendukung dan kau menyuruh ku bertanya, aku masih ingin hidup, apa kau tau itu? "
kembali kepada Zedam yang masih terperangah dengan emosi memuncak kepada Recia,
"Recia jelaskan padaku kenapa dia memanggil mu sayang, hemm? kau pasti tau maksud dari ucapan ku kan? "
Recia saat ini benar-benar tersudut, ia tak bisa berkutik sebab pria yang memanggilnya itu adalah kekasih nya tanpa sepengetahuan Zedam, bibir merah menggoda masih tertutup rapat enggan menjelaskan segalanya kepada Zedam,
semua orang yang berada disana terkejut, beda lagi jika dengan keluarga Recia, ia tau siapa sosok pria tersebut, karena sebelumnya putri nya sendiri yang memperkenalkan sebagai kekasih nya,
Ujar Sang Daddy Recia,
__ADS_1
"Apa selama ini putri ku masih menjalin hubungan dengan nya? atau dia telah membohongi Zedam? istri ku bagaimana ini? "
sang istri hanya terdiam, tak bisa berkata-kata mengenai kejadian kali ini, Di bagian ujung ada yang sedang berceloteh hingga memperdengarkan suaranya,
*'Dia adalah pria yang sering keluar bersama Batrecia, kalau tidak salah dia kekasih nya, Antonia Ferdizhal, *
gerutu pelan namun marah sambil mengepakkan tangannya,
"Jadi dia kekasih mu, Recia? atau jangan bilang kalau janin itu adalah miliknya, sehingga kau mencoba mendesak ku hingga berakhir masuk kedalam permainan mu ini, Batrecia Barmeliya, oh ya Meliya! "
mendengar hal itu Dirinya terdiam namun setelah itu ia langsung menjelaskan,
"Itu hanya masa lalu Mas, kami sudah tak memiliki hubungan apapun, tolong percayalah! dan ini adalah anak mu Mas, jangan meragukan ku seperti ini,"
tangan yang sedari tadi digenggam erat Recia ditepis dengan mudah dan Zedam pergi ke kamar meninggalkan acara tersebut, lalu beberapa dari mereka mengetahui masalah itu langsung pergi dari sana, meninggalkan kediaman Dezir,
bahkan kedua orang tuanya pun merasa kecewa akan tindakan bodoh putri nya yang kini menyusul sang suami kekamar, beda dengan Dizhal yang masih bingung dengan semua kejadian kali ini, acara berubah drastis dengan bubarnya para tamu,
Niat sang pemilik kediaman ingin memperkenalkan sosok sang istri, kini semua itu hanya sebatas bualan dan angan akan emosi meluap dari hati dan pikiran Zedam kepada Recia, penghianat ini berujung pada pertengkaran hebat didalam kamar,
"PYARR, "
suara hantaman dari benda jatuh terdengar diruangan, kini nampak tersisa Elghone, Anggeliya, Elghora dan Stive,lalu si pria tadi berpesan untuk memberikan pesan kepada keempat orang yang duduk dengan mengatakan,
"Tolong sampaikan kepada Meliya,jika aku menunggu di tempat biasa, ".
sahut Elghone,
lalu mereka semua berkumpul dalam satu ruangan beradu pandang, namun tak berani menatap Elghora Dezira yang sedari tadi asyik memainkan ponselnya,
"PYARR, "
kedua kalinya hantaman begitu lantangnya terdengar,
tanya salah satu pengawal disana,
"Tuan, apa tidak sebaiknya anda melerai mereka? bagaimana jika sampai terjadi sesuatu Tuan? "
Hendak berdiri beranjak dari sana Lontaran kata Elghora Dezira mampu membuat Elghone mematung ditempat,
"Lo masuk gue bunuh lo sekarang, kakak angkat ku! "
bahkan kalimat terakhir nyaris membuat nya menahan saliva, benar-benar tak bisa berbuat apa-apa,
Limoran sejak dari tadi hanya bisa mengeluarkan keringat dingin karena masalah besar datang di hadapan nya, dan itu justru dibuat oleh orang yang tenang dan baik-baik saja disini,
Batinnya,
"Wanita yang mematikan lawan dengan tragis, "
__ADS_1
sedangkan Stive hanya bisa menonton sang istri geram tanpa mengeluarkan kata sekali pun, ia tau selagi marah maka jangan dianggep remeh, siapapun penghalang ikut campur dia akan menjadi bahan santapan Elghora Dezira,
Turun dari anak tangga semua tatapan tertuju pada Recia, beberapa dari tubuh nya bahkan lecet serta lebam memar dan parah nya sepertinya ia diusir dari kediaman resmi sebagai istri yang tak diakui oleh Elzedam,
bahkan keluar nya punggung rapuh itu mengejutkan beberapa pengawal,
Ucap Elghora,
"Jangan terbawa raut mimik seekor bunglon, jika kalian tau berapa banyak warna nya maka kalian akan tau sebaik apa orang nya, benar bukan, atau bahkan sebaliknya, terkadang apa yang terlihat tidak lah sama dengan kenyataan yang sebenarnya, "
semua orang terdiam terbungkam akan ucapan sang Nona muda,
Ungkap Elghone,
"Salah jika dia meremehkan keluarga Dezir, "
sahut Elghora,
"Apa kau tidak menyusul nya Kak? bukannya wanita tadi mendapatkan pesan rahasia! "
sahut Elghone,
"Kau gila, meminta ku menyusul, lagi pula dia siapa? dan lagi, pesan itu bukanlah rahasia jika kita semua tau bukan! "
Elghora,
"Jadi kakak cukup sadar juga mengatakan aku gila! "
Seketika ia menutup bibir nya dengan kedua telapak tangannya,
Kata Anggeliya,
"Kebiasaan buruk mempertaruhkan nyawa sedang dimulai, "
Stive pun ikutan bersahut,
"Setidaknya aku masih cukup sayang dengan nyawaku, "
lalu Anggeliya juga melanjutkan nya,
"karena hanya tersisa satu dan tak mungkin bisa kembali lagi,bukan begitu, Elghone Dezirev, "
ketiga orang itu justru memojokkan Elghone sebab ia membuat suasana hati Elghora bertambah kacau, dan mereka juga takut kena imbas nya jika itu sampai terjadi maka, tatapan tajam itu seolah akan menusuk nya hidup-hidup,
Batinnya,
"Astaga nasib ku berada ditangan adik ku sendiri, hahh, "
beberapa dari pengawal yang sedari tadi menyaksikan tingkah mereka tersenyum akan sang Tuan Elghone Dezirev terpojok bikin, semuanya menahan tawa, sebab baru kali ini posisi sang Tuan tak memungkinkan untuk kabur bahkan tak mampu membela diri, satu titik kesalahan maka dialah menjadi penyebab dari semuanya.
__ADS_1
Pikir nya,
"Hahh, Mom selamat kan putra mu ini, "