Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Nikah


__ADS_3

Tak disangka dalam rencana pernikahannya Elzedam Deziren melakukan acara tersebut secara diam-diam tanpa sepengetahuan Kedua anaknya, Batrecia Barmeliya tersenyum penuh kemenangan akan dirinya mampu memiliki seutuhnya dalam genggaman nya,


sekarang ia hanya bisa memperkirakan apa yang terjadi selanjutnya,ketika Elghone Dezirev sekaligus Elghora Dezira lambat laun akan mengetahui hal ini, namun tanpa terpikirkan bahwa sang Putra dan Putrinya sebenarnya sangatlah tajam, sejauh apapun keduanya menjalin hubungan tak akan mampu mengecoh nya,


sebab Elzedam sendiri selama kepergian Elghora tak tau apapun seluk-beluk mengenai dirinya, hingga kekuatan yang berada dibelakang nya sangatlah besar pun tak dapat ia pahami, karena kecohan akan cinta semu dari Recia ia sampai lupa akan pesan terakhir mendiang sang istri,


Di sebuah ruangan kerja milik Elghora Dezira, ia tercekat dengan tatapan penuh tajam sambil menyeringai senyum mematikan,Luwis Ndrijen yang mengetahui hal tersebut langsung menelan saliva nya,


"Sepertinya akan ada badai yang menguncang keluarga besar Dezir,"


Gumamnya,


"Nikmatilah, dan lancarkan lah segalanya, buktikan lah, maka disaat itu tiba kau akan mengalami akhir dari nafas terakhir mu, Batrecia Barmeliya, "


suara serak berat milik Nona nya adalah hal paling mengerikan, sebab ia tau pasti itu terjadi dalam beberapa hari waktu kedepan,


tanya Elghora kepada Luwis Ndrijen,


"Apa dia juga mengetahui hal ini Luwis? "


jawab Luwis,


"Jika Nona tanya Tuan Elghone, sepertinya sudah Nona,"


berpikir dengan sebuah angan,


lalu,


"Baiklah, kalau begitu biar semua berjalan dengan lancar, setelah itu barulah masalah beruntun tiba, "


detik itu juga Elghora Dezira menelfon seseorang untuk melakukan perintah nya,


"Kau masih disana? "


jawab nya,


"Iya Nona besar, kami semua berada seperti kemauan anda, apa ada sesuatu yang harus kami lakukan Nona? "


Ujarnya,


"Dengarkan, pantau kediaman Dezir, termasuk Zedam dan Recia, jangan sampai kalian lengah, apapun kegiatan mereka, aku ingin kebar setiap perjam nya, mengerti, kabari Luwis, dan katakan jika ada hal mendesak diantara mereka, setelah semua pernikahan rahasia keduanya,mengerti! "


"Mengerti Nona, "


akhirnya semua terjadi seperti keinginan Elghora Dezira sedangkan Stive El Zeidan hanya bisa mendengar apa saja yang hendak dilakukan oleh sang istri,yang membuat dirinya menghela nafas berat,


"Akan ada hal beruntun yang terjadi, padahal ini adalah keluarga besar miliknya sendiri, tapi dengan cekat dan persiapan penuh ia melakukannya dengan sangat hati-hati, "


dibalik sebuah pintu itu Stive mendegar kemarahan sang istri yang tertahan,


"Andai aku yang disuruh memilih, lebih baik dihukum sekarang, dari pada beberapa waktu yang akan datang, "


sahut Luwis Ndrijen yang saat itu sudah menutup pintu sambil mendengar perkataan sang Tuanya,


"Kenapa Tuan? bukannya sama saja,"


jawab Stive menatap atap langit disana,


"Sebab perbedaan dari segi hukuman jika itu dari Elghora Dezira, maka akan sangat jauh berbeda,sekarang mungkin akan lebih ringan, namun kalau waktu kedepannya, maka bisa artinya itu berurusan dengan nyawa seseorang, "


mendengar penuturan dari sang Tuan suami dari Nona nya itu justru membuat bulu kuduk Luwis Ndrijen begidik ngeri, sebab dia tak pernah sampai melampaui hingga membahayakan nyawa seseorang, dia hanya bergelut dengan pikiran nya, dan dijawab sigap oleh Stive sebab melihat pandangan yang bertolak belakang itu,

__ADS_1


"Kau tak perlu menepis, sebab itu pasti akan terjadi, karena aku tau segalanya tentang cara berpikir seorang Elghora Dezira, jika bisa jangan pilih lawan gadis berdarah dua kubu itu, sebab sejak dari dulu identitas menakutkan akan dirinya masih tersembunyi, mungkin setelah berhadapan dengan Recia kita berdua baru akan tau kebenaran di balik setiap ungkapan kata-kata ku ini, Luwis Ndrijen, "


Setelah beberapa jam kemudian sebuah acara pertemuan terjadi,


Suasana semakin panas disaat Ketiga wanita melakukan pertemuan untuk perbincangan hal serius, Elghora Dezira, Biyanka Barnia dan Limoran,ketiganya berkumpul seperti sedia awal dimana pertemuan mereka disaat masih kuliah,


Ucap Biyanka Barnia mengawalinya,


"Oh astaga akhirnya hidup ku terbebas juga dari nya, nafas gue lega rasanya, "


tanya Limoran,


"Apakah serumit itu? "


balasnya,


"Banget pokoknya, tapi ngomong- ngomong kau kenapa El? kok liatnya fokus kesana mulu, "


saat melihat tatapan fokus itu ternyata, dapat dilihat Biyanka Barnia bahwa dia adalah sosok yang membikin kedua alis Biyanka terangkat keatas seketika,


"Wah parah gila, dia dimari, sama cewek cantik bohai manis parah El, El kau gak papa kan? woi! "


sambil melambaikan tangannya didepan nya namun sama sekali tak direspon oleh nya,


tapi pada akhirnya ia berceloteh emosi dengan sendirinya,


"Hahh, gue geram deh, enaknya di apain yah? "


Biyanka Barnia geleng-geleng kepala,


"Lo dari tadi gue ajak bicara malah cari cara buat ulah untuk pria itu, udah deh cuekin aja biar gak kebawah emosi! "


namun bukanya ia memegang prinsip malahan dia sendiri yang langsung spontan marah-marah ditempat,


"Ehhh ada Neng-Neng cantik buanget ini, aduhh, meleleh ni hati kalau begini, udah montok, bohai ngangenin pula, uduhh ada yang mau nemanin Abang gak? "


Dia tidak lain adalah Akik tua keriput,


datang-datang langsung ngikut duduk bergabung,


Biyanka Barnia,


"Gue bunuh lo jika gak pergi dari kursi ini, emang siapa juga yang nyuruh lo disini hah? lo budek yah, masak gak bisa liat cewek lo tuh disana! kenapa nyantol dimari hah? emang lo tu bisa gak sih gak sekali aja gangguin kita yang lagi kumpul? "


"Aduhhh duh duhhhh, Eneng Cantik, jangan marah-marah entar cepet tua lo, kok dibunuh sih, dikasih bunga dong,"


Biyanka,


"Emang lo cewek apa ngedrama banget jadi tua? umur udah bentar, nyolot mulu bawaannya, cewek aja lo pikiran nya, anak lo mana? "


sahut Limoran,


"Tumben bukan El yang tanya? "


timpal tu akik,


"Neng, beres gak,Neng Elghora, kok diem, gak nafsu yah? "


jawab asal ngomong aja,


"Ketinggalan pak tadi di kereta, "

__ADS_1


Bingung Biyanka,


"Apanya yang ketinggalan El? "


balas sang akik,


"Nafsu nya Neng, eehhh, tapi kok bisa, Neng Biyanka tau gak maksudnya? "


desah Elghora,


"Kalau begini kan niatnya jadi gagal total dong, hahh, akik tua otak tekor ganggu mulu, hasilnya jadi gini kan, "


Tanya Biyanka,


"Emang bisa gitu to El? "


Limoran hanya tersenyum,


katanya,


"Ngerjain satu dua orang kena batu nya, lumayan lucu sih, "


sambil colak-colek bahu Biyanka,


"Neng kalau melamun pengen deh, "


"Apa maksud lo? kalau gak jelas gue bogem sama ni tangan gimana? "


kekesalan Biyanka,


sedangkan kali ini Elghora Dezira menjadi penengah,


"Mbok yo seng sabar ojo emosi, ojo marah-marah, anggep angin liwat ae, lek gak iso umpomo ne gak weroh ae, beres to, ojo marah-marah, ndak cepet tua, la mau seng kon gak usah diurusi iku siapa hayo? "


melihat kearah Biyanka Barnia


dengus nya,


"Gak bisa tahan gue El, pengen bejek-bejek tu muka pakek apapun biar kelar sekarang juga, "


suasana berubah penuh emosi saat ini.


lanjut omong nya,


"El tu omongan lo kok bisa gitu, emang dapet dari mana pemahaman bebas itu? "


sahut sebal Elghora,


"tetangga sebelah,ikutan ta?ayo berangkat! biar Akik tua ini juga bisa merasakan tetangga sebelah, "


balas Akik,


"Gak Neng, pengen nya Neng aja, kalau gak mau yang garang ni juga boleh, "


sambil mengedip kan satu mata ke Biyanka,


keluh Biyanka,


"El gue bakalan pingsan kalau lawan main omong gue model tampang jadul kek gini,udah gak zaman cowok kek cewek yang bawelnya, behhhh, buat nambah stres aja, "


ujar Limoran,

__ADS_1


"itu alasan kenapa Elghora selalu tersulut emosi jika bertemu apalagi berhadapan secara langsung dengan nya, mungkin karena tadi kamu yang minta untuk tidak menghiraukan jadinya, ia sedikit cuek begitu, "


__ADS_2