Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Sakit


__ADS_3

Hari ini ibarat hari kesialan bagi Biyanka Barnia bagaimana tidak, akibat ulahnya kini ia pun mendapatkan imbas yang akan selalu melukai hatinya, menjadi seorang istri yang tak diinginkan bahkan keberadaan dirinya dikeluarga ini seperti sebuah awal kehidupan yang mengerikan, walaupun ia tau semua karena kesalahan nya yang telah lalu tapi ini lebih menyakitkan dan terasa sesak dihati,


harus melihat sang suami melangkah menuju wanita yang tadi dilukai oleh nya, seandainya sejak awal tadi dia tak membuat masalah dengan nya, maka hari ini dia tak akan melihat betapa menyedihkan harus menyaksikan seseorang yang teramat dinanti kini memegang pergelangan tangan Elghora Dezira dengan membawanya ke kamar Stive El Zeidan sang suami dari seseorang yang begitu merindukan dirinya Biyanka Barnia,


Melewati Wanita yang berparas sendu menunduk seolah bersalah akan semua yang terjadi, ia menarik pergelangan tangan Stive sembari berkata,


"Tolong jangan bersikap seperti ini Stive! aku tidak peduli jika kau menjauh dari ku, aku akan tetap menahan semuanya, tapi sekarang, aku harus melihat mu bersama wanita lain dikamar yang sama ini penyiksaan bagi ku Stive, ku mohon jangan perlakukan aku seperti ini, aku merindukan mu Stive,hiks.. "


tetesan berlinang berjatuhan dari pipi pucat Biyanka Barnia itu pun sama sekali tak mengoyahkan hati Stive El Zeidan,


Malah dirinya semakin menampik genggaman tangan Biyanka Barnia tepat dihadapan Elghora Dezira dan semua keluarga,


Ucapnya,


"Ingatlah semua perkataan ku disaat pertama kali kau menginjakkan kaki di kediaman besar Zeidan Biyanka Barnia! "


Biyanka Barnia merasakan sesak yang luar biasa melihat keduanya berjalan meninggalkan dirinya,


namun dia tetap bersih keras untuk menahan kesedihan yang seolah menjerat nafas nya saat ini, kemudian gadis bermata hazel biru pun tak mau tinggal diam harus menerima semua kenyataan bahwa ia harus membagi sang suami dengan wanita lain,dengan tekad luar biasa melangkah menuju kamar Stive El Zeidan untuk mencegah semua aturan konyol ini,


sedangkan Zherico El Zeidan yang menatap sikap pembangkang itu membuat nya semakin tersenyum,


"Ternyata dia memiliki nyali yang kuat mencoba melawan aturan ku, kau salah memilih lawan Biyanka Barnia!kita lihat saja nanti, "


mendengar kode peringatan itu kedua putra nya bahkan sang istri dari Zherico El Zeidan merinding seketika, tentu saja ini untuk pertama kalinya ia tau kemarahan sang ketua keluarga besar Zeidan,


akhirnya demi ketentraman mereka lalu ketiganya pun menghela nafas perlahan, entah bagaimana suasana keadaan di kediaman ini sangat mencekam dingin menyerap dalam tubuh mereka,


Ucap Stiya,


"Mom, sepertinya hari ini menjadi paling terburuk di tahun ini, "


balas Stizo sambil menatap ponsel miliknya,


"Bukan paling, memang buruk, tapi menyenangkan, setidaknya ada hiburan, tapi tahun ini awal pertama kita bisa menyaksikan kemarahan Ketua Zeidan grup,"


Ujar Mom,


"Hahh, entah kenapa kedepannya akan lebih buruk dari kali ini, mengingat kebodohan gadis yang tidak tau diri, bahkan ceroboh dalam semua tindakan nya, dan seperti nya Biyanka Barnia yang kita kenal dulu sudah menghilang, "


jawab Zherico,


"Itu karena pria dosen yang membuatnya gila dan hilang akal makanya sampai seorang putri raja bisa berubah menjadi rendahan, dan besok aku akan memberikan kejutan untuk wanita bercap status istri tak dianggap di kediaman besar ini, menjadi hal yang tak terlupakan oleh nya,"


sahut Stiya,

__ADS_1


"Pasti akan sangat menyenangkan, bukan begitu kak? "


jawab Stizo,


"Tentu saja,ini membuatku tak sabar menunggu hari esok tiba, "


*********


Dikamar Stive El Zeidan pintu yang terbuka membuat Biyanka Barnia mudah memasuki nya namun mendengar percakapan mereka,


Elghora Dezira,


"Stive hentikan, aku bisa melakukan nya sendiri, ini hanya luka kecil, kenapa kau begitu khawatir? "


"Kau pikir mudah bagi ku menahan setiap emosi ku saat melihat wanita benalu itu menamparmu, jika bukan karena keinginan pria tua itu agar aku tak ikut campur, percaya atau tidak mungkin janin itu akan lepas dari kandungan nya karena tangan ku ingin merasakan Biyanka Barnia mendapatkan dorongan kuat dengan tangan ku ini, "


"Plakkk, "


pukulan melesat ke sisi bahu kanan Stive,


Ujar Stive yang merasa heran,


"Ada apa Sayang ku? kenapa kau malah menepis bahu ku?emm, "


"Sudah tau perih masih juga bawel hah, mau lebih dari ini gak? tapi jangan khawatir aku akan melakukannya dengan lembut, "


"Ya, ada apa dengan perkataan mu itu?kenapa seolah kau mencari kesempatan dalam kesempitan Stive? dan seperti nya sikap mu kali ini seolah ada mau nya, benar gak Sti_, "


sambaran bibir Stive El Zeidan membuat Biyanka Barnia menangis didepan pintu dimana dirinya menyaksikan keduanya saling bertukar saliva, yang benar-benar membuat dada Biyanka nyeri begitu sakit teramat sesak, tak sanggup lagi menahan rasa yang tak mampu diungkapkan akhirnya tekad Biyanka Barnia untuk mencegah keduanya dalam satu kamar pun gagal sirna,


berlari tanpa memikirkan kandungannya tiba-tiba saja Biyanka Barnia terjatuh dan jatuh pingsan dilantai, melihat hal tak terduga tersebut pak Kim langsung memberitahu kan kepada seluruh anggota keluarga kalau Biyanka Barnia mengalami pendarahan akibat kelalaian nya dalam berlari tanpa memikirkan keadaan janin yang berada pada rahimnya,


Sontak Stive El Zeidan yang tengah bermesraan tersebut terhenti dan berlari menuju dimana Pak Kim beritahukan,begitu pun dengan Elghora Dezira ia tiba-tiba menjadi pucat seketika melihat darah mengalir cukup banyak dibawah sana,


Stive pun mengambil tindakan dengan membawanya kerumah sakit, dalam perjalanan Elghora Dezira menatap wajah gelisah Stive kepada Biyanka yang sekarang berada dalam pangkuannya,


Batinnya menahan sesak,


"Sesakit inikah, bahkan begitu lebih sakit dari perihnya tamparan yang diberikan Biyanka kepada ku, kau pun merasakan hal ini kan Biyanka, ketika Stive bersama dengan ku, sehingga sesuatu terjadi kepada mu, hahh apa yang harus kau lakukan? apa dengan mengalah semua akan baik-baik saja? Biyanka Barnia, apa dengan membiarkan nya bersama mu bisa menjamin keselamatan mu? aku takut dan, jika seperti ini maka perasaan diantara kita akan selalu mengalami rasa sakit, sedangkan melihat wajah Stive yang begitu khawatir membuatku sedikit mengerti, mungkin keberadaan ku menjadi penghalang bagi kalian bisa memulai kembali, "


Tepat di rumah sakit Stive langsung membaringkan tubuh Biyanka Barnia agar dapat diperiksa oleh dokter disana, namun setelah pemeriksaan terjadi sang dokter berkata,


"Saya minta maaf, mungkin hanya sebatas ini bisa membantu, karena benturan keras mengakibatkan janin itu tidak bisa diselamatkan, dan kini dia terbaring lemah disaat proses keguguran itu terjadi,"


Ucap Zherico El Zeidan,

__ADS_1


"Keguguran, padahal baru saja besok aku akan memberikan hadiah, namun sekarang hadiah itu datang dengan sendirinya, sekarang tinggal keputusan Stive, apa yang akan dilakukannya? "


Sedangkan Stive disana hanya diam memikirkan sesuatu yang mungkin hanya Elghora Dezira lah paham mengerti situasi kali ini, melangkah berjalan mendekati Stive namun tiba-tiba sebuah tangisan sesegukan seseorang dari dalam kamar pasien tidak lain Biyanka Barnia sedang menangis merasakan kesakitan dibagian perutnya,


"Sakit, kenapa perut ku sangat sakit, "


melihat Stive berada disamping nya Biyanka Barnia seolah melampiaskan isak tangis didepan nya,


"Kumohon cukup jangan siksa aku seperti ini Stive, kau suami ku, rasa sakit ini karena kebodohan ku sekarang kau bisa pergi dengan nya, buang aku seperti kemauan mu, hikss, sakit dada ku terasa nyeri,hiks, bahkan sekarang aku kehilangan bayi ku, hiks, kenapa harus seperti ini, "


Stive memeluk tubuh Biyanka Barnia mencoba menenangkan nya tepat disanalah Elghora Dezira melihat kehangatan dari Stive untuk Biyanka,


Ucap Elghora tepat disamping Sang ibu,


"Bu, apakah aku menjadi penghalang bagi cinta mereka? sejak awal Stive adalah jodoh nya, dan aku menjadi orang ketiga dalam hubungan ini, "


Derai air mata jatuh tak terduga dihadapan sang ibu sehingga dengan sebuah pelukan berharap mampu menenangkan gadis bermanik coklat tersebut,rasa sayang Zherico terhadap Elghora sudah terlanjur melebihi batas sehingga sekarang tanpa rencana dengan putra nya dirinya memberikan saran,


"Apa yang ingin kau lakukan El? kau ingin melihat bagaimana kehidupan mereka tanpa mu? mungkin mereka akan bahagia dengan tidak adanya diri mu, "


Elghora Dezira menangis diluar kamar pasien,


"Sesak Pa, bahkan ini sakit melihat seseorang yang sangat aku cintai memberikan kasih sayang kepada orang lain, walaupun aku tau dan cukup sadar dengan hubungan ku yang berbeda dari Biyanka, bisakah aku pergi dari mereka Pa? "


melihat rasa sakit sang wanita yang dibilang calon menantu keluarga Zeidan, maka Zherico pun mengambil keputusan,


"Baiklah kau bisa pergi dari mereka , tapi kau harus berada dalam pantauan ku, Elghora Dezira, bukankah kau ingin memastikan sesuatu dari pernikahan mereka, maka, mulai hari ini kau bisa melihat sendiri apa yang akan terjadi tanpa keberadaan mu di kediaman Zeidan, atau kau ingin yang lain? "


jawab lembut Elghora Dezira,


"Bisakah aku meminta yang lain Pa? "


"Katakan lah, aku akan mengabulkan apa kemauan mu, jika itu mampu aku pertimbangkan! "


"Aku ingin bersembunyi dibalik Papa tanpa sepengetahuan Stive, dan sampai dia mengambil keputusan dengan pernikahannya, aku tak bisa menemuinya Pa, sakit, sangat menyakitkan menyaksikan sesuatu seperti ini, aku tidak mampu membagi milikku dengan yang lain, ku mohon Pa? "


"Baiklah kalau itu mau mu aku akan melakukannya, jadi bersiaplah, tunggulah diluar ada Pak Kim yang akan mengantarkan mu sampai tujuan, "


"Terima kasih Pa,dan Ibu aku pergi dulu, "


Entah kenapa ini seperti sebuah perpisahan sementara yang teramat menyesakkan bagi keluarga besar Zeidan.


gumam Zherico,


"Kenapa harus kau yang selalu mengalah, bukannya gadis gila itu saja, hah, kau terlalu baik untuk seseorang yang mencoba kau pahami perasaan nya, begitu juga dengan Stive yang tertular bodoh, jika sampai setelah ini dia tak melepaskan nya, bagaimana aku bisa memiliki putra seperti dia, tentu jika hal itu terjadi aku akan buat sekalian putra ku sama menderita nya dengan hati Elghora Dezira yang mengorbankan segalanya,".

__ADS_1


__ADS_2