
Jam kuliah akhirnya berakhir sehingga Elghora Dezira bisa langsung kembali untuk beristirahat akibat rasa letih efek naik kereta bersama si Karim gak waras itu,
sahut seseorang dari belakang sembari menyapa,
"Udah selesai El, sekarang El mau kemana? "
tanya Limoran teman serumah Elghora,
jawab asal El kepada nya,
"Mau basmi hama, "
"Hah, dimana? "
"Ditikungan pertigaan, mau ikut! "
mencoba mengajak,
namun terlihat Limoran sangat kaget mendengar candaan Elghora,
"Gak deh kalau gitu, aku kembali duluan ya El, "
"Okeyy, "
sambil menatap punggung kecil Limoran ia bergumam,
"Apa tadi ia menganggap ucapan ku serius ya? hah entahlah terserah_"
selang beberapa saat tibalah sebuah mobil yang tepat berhenti didepan Elghora Dezira,
"Sepertinya aku kenal mobil ini? Oh ya, lupa gue ni mobil punya nya pacar Biyanka, mendingan gue cabut deh, "
"Mau kabur, Elghora Dezira! "
Batin Elghora yang kesal sangat mendengar perkataannya,
"Serah gue, hidup gue juga, napa situ yang repot, bukan urusannya tapi_"
main tepok jidat,
"Gue lupa barang nya, oh my god, ni lama-lama punya temen gak waras otak gue jadi ngeblank setengah deh, gara-gara tu Karim, "
Tak diduga sentuhan tangan seseorang yang berada pada bahu Elghora Dezira membuyarkan pikiran nya, ketika dirinya menoleh kearah pegangan jemari tersebut ternyata,
"Ngapain pegang bahu gue, Stiven El Zeidan? "
"Marah, kau malah semakin manis, "
"Kau gila, "
"Bukannya kau tau aku cukup gila jika berurusan dengan mu, Elghora Dezira, "
"Lo baru tau gue, tapi omongan lo, "
"Kenapa? tapi kau nampak cantik jika dari dekat, berasa candu, apa kau tau itu? "
"Kau gak waras, lo udah punya pacar, "
"Sahabat mu juga punya, apalagi pacarnya adalah seorang Dosen, bagaimana kalau kau saja sekarang yang menjadi pacar sungguh an ku, Elghora Dezira? "
"Gak ngaruh sama tawaran lo, "
hendak mau pergi tapi tangan Elghora dicekal oleh Stiven El Zeidan,
"Mau kemana, El? "
"Lepasin tangan gue Stive! gimana jika Biyanka melihat bagaimana? "
"Tidak masalah, bukannya dia juga akan memahaminya, Elghora! "
"Hahh, beneran ni hidup gue ngeblank total gara-gara ni Stive yang tingkahnya bikin jengah aja, "
__ADS_1
"Biyanka, kau sudah selesai, kita pergi keluar sekarang, biar hari ini aku nraktir kalian berdua, bagaimana? "
mendengar Stive memanggil Biyanka secara spontan Elghora menipis kan jemari tangan Pria itu dengan cepat agar tidak terjadi kesalahan disini, dan untung Biyanka tak melihat kejadian tersebut,
"Tumben, lagi senggang ya Stive? "
batin Elghora,
"Alasan aja bisanya, tapi jika dia sudah tau, kenapa masih mau dengan Biyanka? sepertinya ada yang gak beres dari hubungan keduanya, apa ada perjanjian keduanya? sepertinya itu pasti terjadi, "
jawab Stive pada Biyanka,
"Ya, kan ini kesempatan buat kalian bisa kumpul bareng bukan? "
batin Elghora,
"Sok pengertian, "
"iya juga sih, tapi apa tidak mengganggu pekerjaan mu Stive? "
"Jangan bicara seperti itu, ini juga bisa dianggap sebagai awal yang baik untuk pertemuan kalian berdua kembali dalam kurun waktu yang cukup lama, bukan begitu Biyanka? "
perasaan Elghora Dezira,
"Apa perasaan gue yah? kenapa aku merasa cowok akhir-akhir ini yang gue temui sikapnya pada ada niat yang tersembunyi, dasar Stive yang ada maunya saja, "
"Baiklah, El hari ini ada yang nraktir ni seru deh, kita beli yang banyak gimana? "
wajah gak mood Elghora membuat Stive tersenyum dari sudut sana,
batin Elghora,
"Napa tu cowok senyum gak jelas kek gitu? menyebalkan, "
jawab Elghora
"Emang mau kemana? "
"What? "
"kenapa? "
"Ogah, gue pulang aja deh! "
sahut Stive,
"Kenapa El? kamu gak suka? "
"Itu cuman nambah capek ditubuh gue Stive gue gak mau ikut, titik gak pakek koma, ngerti! "
mendengar perkataan Elghora membikin hati Stive luluh akibat sikap manja nya seperti seorang kekasih yang dipaksa oleh sang pria kepada nya, tak disangka ketika Biyanka Barnia mengangkat sebuah telfon lalu membelakangi mereka, tiba-tiba saja jemari Stive membelai lembut menyentuh pucuk kepala Elghora, dia terkejut sambil melotot bergumam geram,
"Lo tu ngapain gak jelas kek gini, hem? "
geramnya,
sambil menepuk-nepuk pucuk kepalanya yang tengah disentuh oleh Stive, dia gak mau kalau ada sisa sentuhannya yang menempel,
"Kamu itu ngangenin tau gak? "
"Gak, "
"Sangat manis, "
"Gue bukan gula Stive, "
"Rasanya ingin ******* mu sampai melenguh, pasti sangat menarik, "
"Mesum, "
"Ngambek tambah cantik, "
__ADS_1
"...... "
"Diem juga nambah manis, "
"..... "
"Elghora Dezira, kau sangat spesial bagi Stive El Zeidan, kau mengerti, hemm, "
lalu Biyanka pun kembali dan mengajak langsung pergi ketempat yang mereka akan pergi yaitu sebuah Mall untuk melakukan kebiasaan wanita, berbeda dengan Elghora baginya Shopping seperti ini adalah hal yang melelahkan,
mereka pun masuk mobil Biyanka berada didepan sedangkan Elghora Dezira berada dibelakang, namun pandangan Stive tak luput menatap wajah cemberut pasif yang terus menatap keluar kaca mobil,
Senyum Stive mengembang kala melihat ekspresi berbeda dari Elghora sewaktu membalas pesan chat dari seseorang, dia tersenyum manis saat itu, sehingga bagi Stive itu adalah keberuntungan besar bisa melihatnya dengan sangat jelas wanita yang sudah lama menarik perhatian nya itu,
Ucap Biyanka,
"El? "
"Napa? "
"Kamu apa udah punya pacar? "
"Kenapa tanya? tumben? "
"Kan cuma penasaran,boleh dijawab gak El? "
"It's okay, aku gak punya pacar Biyanka, kenapa memang? "
"kok bisa bertahan si El? "
"Emm, begitu lah, "
********
Sesampainya bahu Stive dengan sengaja ia geser ke bahu Elghora sehingga secara sengaja kedua bahu tersebut saling bertabrakan,
emosi Elghora,
"Lo gak liat jalan? "
"Yang ku lihat hanya wajah sendu kadang cemberut, berubah emosi namun amat tenang jika dilihat, "
"Terserah sama gombalan lo, mau nyampek ujung dunia juga gak urusan gue, tapi bisakan gak nganggu gue, Stive El Zeidan? "
"Kalau itu mau mu, aku gak bisa El, "
"kok gitu, "
"Kan cinta Stive cuma buat Elghora, bukan Biyanka, "
"Jangan masukin gue dalam hubungan kalian, Ogah gue, gak mau, itu sama kayak lo anggep gue orang ketiga, tau gak? "
"Berarti dosen Hazen orang keempat, "
mata Elghora Dezira melotot seketika, bahkan pacar nya yang main dibelakangnya saja dia tau, itu artinya, segala seseorang yang menjadi hal terdekat Biyanka Barnia dia mampu menjangkau nya,
"Terus hidup gue gimana ini? "
melihat dari arah kejauhan Biyanka Barnia begitu asyik berbelanja sedang kan Elghora Dezira sedang bergulat dengan pemikiran nya tentang pacar Biyanka,
Elghora Dezira duduk dengan menyandarkan punggungnya dikursi tersebut,menunggu Biyanka Barnia asyik memutar mencari pakaian yang cocok, sedangkan Kedua mata Stive tepat mengarah pada wajah Elghora Dezira
ucap Elghora,
"Gak bosen apa liat wajah gue dari tadi, emm, Stive lo denger gak barusan omongan gue? "
sambil melambaikan tangan memastikan apakah Stive El Zeidan sedang melamun atau mendengarkan dirinya yang sedari tadi mengajaknya berbicara, tak disangka pergerakan cepat jemari tangan Stive yang menghentikan lambaian Elghora sejenak membuat nya mematung,
"Kamu gak akan bisa kabur dari ku, Elghora Dezira! ".
kekhawatiran Elghora terlihat cemas saat itu tepat saat keduanya duduk dalam satu kursi tunggu panjang di Mall bertepatan dengan mendekat nya wajah Stive kepada Elghora Dezira.
__ADS_1