Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Teman


__ADS_3

Tak sanggup berpikir lagi akhirnya sebenarnya Stive El Zeidan masih punya hati juga sehingga ia kembali memasuki kamarnya dan menyuruh si pria bujang itu untuk kembali bekerja, sedangkan Biyanka Barnia masih dibiarkan diranjang Stive El Zeidan, ini memang sebuah jebakan untuk diserahkan kepada nya esok atau kapan sebab Stive sendiri masih menunggu tanggal main diwaktu yang tepat,


Mau tidak mau Stive harus tidur dikamar tamu agar pikiran kacaunya mereda, melihat kakaknya berjalan kearah berbeda sontak menimbulkan kata tanya pada Stizo,


"Kenapa ke sana? bukannya kamar kak Stive masih sama, atau ia sedang berpindah tempat? mungkinkah cinta bisa membuat akal sehat menghilang, bukti nya kakak ku saja seperti itu,"


sahut seseorang sembari menguap pelan,


"Ya wajar dong sedang yang jadi musuh bebuyutan adalah istrinya, tapi ini bisa dibilang istriku tak semanis pacarku, tapi bukan aku kak Stizo, melainkan Kak Stive, heheh kalau aku jadi dia mungkin selalu mengalami sesak nafas, dan jantung an setiap hari,benar-benar menyedihkan "


heran Stizo,


"Kenapa?bukannya menyenangkan, "


Ucap Stiya,


"Kakak beres? "


jawab Stizo,


"Gak, kan bukan barang, napa juga harus diberesin, "


"Capek kalau jawab nya kakak canda mulu, ngantuk pengen tidur, duluan kak! "


*********


Dimarkas Elghora Dezira mencoba untuk kabur dari cengkraman kakak tirinya, dia merasakan sesak jika terus didekatnya, sedangkan saat ini tepat dirinya bisa terlepas dari pelukan Erghone Dezirev, menuju pintu kebebasan yang sesungguhnya semua penjagaan tak satu pun mampu melihat atraksi Elghora Dezira saat melakukan petak umpet demi kabur,ini adalah kebiasaan terhandal nya saat ketika masih dalam penjagaan ketat dengan membobol pengawasan penjaga merupakan kebiasaan yang bagi El sangatlah menyenangkan,


lalu ketika sudah berada tepat di gerbang depan markas sontak dirinya begitu lega bisa terbebas dari Sang kakak angkat, walaupun disamping nya adalah tempat teraman namun tidak baik untuk jantung agar bisa sehat, yang ada setiap hari bawaannya ni jantung ikutan ngedisko jedag-jedug dengan ulah nakal nya Erghone Dezirev,


Menaiki sebuah taxi ia menuju tempat yang begitu dirindukan olehnya, Taman kota disana ia berjalan dengan bebas ingin terlepas dari semua penat pikiran yang menghantui setiap saat, ada rasa lega ketika Elghora Dezira menatap Taman tersebut, angan yang begitu tinggi menjulang layaknya tak mampu bisa digapai oleh dirinya,


sedang rintangan untuk mencapai semua itu butuh jirih payah yang tak main-main apalagi harus berhadapan dengan Biyanka Barnia, tentu Stive El Zeidan adalah tujuan utama Elghora Dezira kadang sebuah kebimbangan nyaris membuat emosinya meledak kesulitan, haruskah mempertahankan atau malah lebih berpikir melepaskan,


Elghora Dezira sangat tau betul kepribadian Biyanka Barnia maka hal itu membikin dirinya frustasi untuk bisa memiliki nya, namun tak disangka ketika ia bersandar disebuah pohon ternyata nampak keberadaan seseorang menyebutkan namanya tepat disamping nya,


"Kau baik-baik saja El? "


melihat wajah sendu Elghora dengan menyandarkan kepalanya dibatang pohon besar tersebut, membuat ribuan kata tanya kepada nya,


"El, Elghora Dezira? "


"Emm, aku baik-baik saja, seperti yang kau lihat, "


"Tapi kau sangat pucat El, itu hasil dari penglihatan ku, "


"Gue kurang tidur aja, makanya aku cari teman ternyaman saat ini, "


"El, ini Taman kota ya masak disini menjadi tempat ternyaman mu sih, sendirian lagi, gak takut diculik? "


"Jangan khawatir gue bawah pisau lancip siap hunus orang yang mengganggu ku, dan lagian lo cowok bawel banget sih! "


"itu karena gue khawatirin lo El, pisau emang lo bawah tu pisau kemana-mana? "


"Tentu, wajib itu buat berjaga-jaga, mau gue tunjukkan gak? "


"Ogah, buat gue merinding aja lo El, "


"Okeyy kalau begitu, gue tidur duluan yah! "


"Yah, lakukan apa yang buat lo nyaman, biar gue berjaga sementara disamping lo El, "


"Gue gak perlu dijaga, kan ada pisau! "


"Gak, gue masih tetep disini sama lo, "


"Ya udah terserah lo aja, gue tidur duluan, "


"ya, tidurlah, "


*********


Sedangkan diMarkas Erghone Dezirev benar-benar tak habis pikir dengan sang adik yang kembali kabur lagi,

__ADS_1


"Tu anak pergi kemana lagi, selalu saja kabur, hah apa sifat wanita memang sangat sulit dimengerti, "


namun tak lepas begitu saja Erghone selalu memerintahkan beberapa pengawalan khusus hanya untuk memantau nya, sebab dirinya takut jika sampai sang adik mengetahui perintah nya maka ditakutkan Elghora Dezira akan pergi lebih jauh dari tempat ini,


*********


Diranjang Stive El Zeidan,


Biyanka Barnia terbangun dari lelahnya tak habis pikir dengan semua tindakan nya yang berawal untuk mencari kesenangan malah membuat dirinya apes masuk kembali dalam jebakan Dosen Hazen,


"Hidup ku selalu saja rumit, kenapa sih? "


lalu di tengoklah sisi ranjang di sebelah nya yang tak dilihat siapapun nampak ditempat tidur itu,


tanya nya dengan bergumam sendiri,


"Kemana Stive pergi sepagi ini? "


*********


Sedangkan sedari pagi Stive El Zeidan sudah berjalan-jalan dengan mobilnya untuk mencari udara segar, sedangkan dalam tengah perjalanan dirinya melihat tepat dibawah naungan pohon yang rindang seorang wanita yang terlelap tidur disana adalah sosok yang teramat dirindukan,


akhirnya ia pun menemuinya serta menghampiri pria yang saat ini disamping nya,


Tanya nya,


"Kau siapa? "


jawab pria tersebut,


"Gue temen Elghora Dezira di kampus, kau sendiri? "


"Kekasih nya,"


pria itu sangat terkejut melihat kenyataan luar biasa bahwa seseorang yang pernah dianggapnya nyaman ternyata sudah memiliki seorang kekasih, tanpa persetujuan siapapun Stive El Zeidan langsung mengendong Elghora Dezira ala bridal style, kemudian membawanya masuk kedalam mobil menuju ke apartemen milik gadis itu,


setelah sesampainya apartemen itu dibuka dan membawa gadis cantik itu untuk membaringkan nya diatas ranjang berukuran size tersebut, melihat kedua mata terpejam pulas Stive El Zeidan tak kuasa untuk mengecup kening Elghora Dezira, semua kerinduan nya akhirnya terbayarkan ketidak sanggupan akan jauhnya cinta kepada dirinya ibarat penyiksaan yang tak bisa diungkapkan dengan sebuah kata-kata,


gumamnya,


"Sudah lama kita tidak seperti ini, Elghora Dezira, aku sangat merindukan mu, "


suara lembut Elghora pun mengejutkan pria keturunan Zeidan yang nampak tekulai penuh kebahagiaan tak terkira,


"Aku juga sangat merindukanmu,Stive El Zeidan, "


pelukan pun langsung terjadi dengan begitu eratnya seolah Stive tak mau lagi kehilangan sang pujaan hatinya, melampiaskan dengan sekuat tenaga sambil dirinya tak lupa memberikan kiss pagi untuk nya,


"Morning, milikku, "


"Morning Stive, jangan erat-erat kau membuat ku sulit bernafas! "


"Hanya sebentar El, "


"Baiklah, "


"kenapa tidur di Taman kota El? "


"Capek main kejar-kejaran terus petak umpet, "


"Dengan siapa memang? "


"Kakak ku, "


"Dia tinggal di tempat ini juga? "


"Enggak, "


"Terus? "


Bisiknya,


"Dia kemari karena sebelumnya aku sudah kabur dari Mansion milik Kakak lalu pergi ke tempat ini juga pindah kuliah secara mendadak, tanpa sepengetahuan nya Stive, "

__ADS_1


terkejut,


"Apa? jadi tempat ini adalah pelarian mu, tapi kenapa El? "


"Aku gak mau hidup dilingkungan menyebalkan seperti itu, hanya bosan sih Stive, "


sambil terkekeh kecil,


"Bagaimana dengan keluarga mu yang lain? tentu mereka pasti khawatir padamu El? "


"Mustahil itu, kau kan belum mengenal keluarga ku Stive, "


"Kalau begitu cerita kan mengenai keluarga mu El, biar aku tau! "


"Ogah, gi males juga cerita tentang mereka, "


"Kalau begitu bagaimana kalau kita turun dan akan ku buatkan makanan spesial buat kekasih ku, "


"Beneran, "


"Iya El, "


lalu tanpa disadari kebahagiaan Elghora Dezira yang tanpa sengaja ia melupakan bahwa pria dengan paras menggoda itu seolah membuatnya melupakan status akan Stive El Zeidan, Elghora yang menunggu Stive memasak sambil menonton TV pun tersenyum kecil,


Ucapnya,


"Stive, bagaimana jika hubungan kita berakhir sampai disini? "


"itu tidak akan terjadi, apa kau sudah mempunyai pria lain Elghora? "


"Tidak, "


"Lalu kenapa bicara seperti itu kepada ku El? kau membuat ku takut, "


"Apa hubungan ini bisa berlanjut Stive? "


"Tentu, "


"lalu bagaimana dengan wanita setengah gila itu Stive? akan kau apakan dia? "


"Menurut mu El, "


"Ahh entahlah, capek berpikir Stive,terserah kau saja,hahh, "


"Kenapa menghela nafas panjang El? "


"Sepertinya ini mungkin akan menjadi terakhir kalinya kita bertemu Stive, setelah itu tak tau lagi dengan hubungan hanya berperan aku seolah menjadi orang ketiga diantara kalian, "


sambil memandang Siaran di Tv,


Stive yang baru selesai memasak pun langsung menghidangkan tepat dihadapan Elghora Dezira sambil bertanya kepada sang kekasih,


"Tolong jangan pernah bicara seolah semua hubungan yang kita jalani akan berakhir El, aku tak sanggup mendengar itu dari bibir mu ini, "


"Dia kembali, "


"Siapa El? "


yang hanya menatap siaran TV memberitahu kan bahwa Sang Ketua Kalangan tinggi yaitu Tuan Berdarah Dezir telah kembali ke tempat ini,


"Dia, lalu kenapa El? dia kan tidak ada hubungannya dengan kita, "


"Dia Daddy ku Stive, "


"Apa? kau putri tunggal Keluarga terbesar keturunan asli berdarah Dezir, kau tidak bercanda kan El? "


"Tidak Stive, dia Daddy ku, mungkin dia kemari untuk mencari dimana keberadaan putrinya yang cukup nakal ini, lalu setelah itu Daddy pasti akan membawa ku kembali ke sana, dan akan jauh dari mu Stive, "


"El, tolong jangan menakut-nakuti ku seperti itu, "


"Hanya waktu yang akan menentukan segalanya saat ini, Stive El Zeidan,"


kini kebingungan terjadi pada dua hati yang akan sulit untuk bisa bertemu di kemudian hari, kalau sampai Elghora Dezira sampai tertangkap oleh pengawal dari pihak keluarga Sang Daddy.

__ADS_1


__ADS_2