Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Mengerjai


__ADS_3

Setelah Zeman Zeridhan beristirahat dikamar yang tengah disiapkan khusus buat dirinya, memejamkan mata perlahan namun tiba-tiba terdengar suara yang memiliki ciri khas bagi Cucu pertama keluarga Zeidan,


merasakan kejanggalan alhasil ia beranjak dari ranjang pergi melangkah keluar dan menatap ke bawah, melihat siapa sosok Wanita yang kini berteriak memanggil nama Sang Paman,


Kamar Zeman berada diatas sehingga hanya dengan melihat dari kejauhan ia bisa sejenak menyaksikan sosok wanita yang berasa pernah ia dengar, ternyata atensi ini juga berlaku pada Paman Stiya,


Sambut Stizo dari bawah,


"Mencari siapa sampai kau terdampar disini? "


padahal nampak wajah tak berminat menanggapi teriakan gadis itu,


yakni Anggelika Reslium,


Sahut Stiya yang berjalan dari atas menuruni anak tangga,


"Kau tak lihat hanya duyung yang mampu terdampar! "


mendengar keusilan Sang Paman yang semangat ini membikin Zeman tersenyum menatapnya,


hingga balasan dari Stiya membikin Anggelika Reslium berpikir kalau sebenarnya kalimat tadi seolah menyamakan akan dirinya dengan putri duyung, menyadari ia dikerjai olehnya langsung saja,


"Kalau aku duyung yang terdampar maka kau ikan buntal yang mengelikan,"


Sontak hal itu membuat Stizo yang tadinya asyik menikmati minuman yang tersaji seketika langsung,


"Bruzzz, "


semburan minuman berlebel mewah terbuang percuma,


batin nya,


"Sepertinya ini akan cocok jika dilanjutkan, hah, minuman ku, sangat disayang kan, tapi masih ada setengah gelas lagi jadi aku bisa menikmatinya, entah kenapa berasa diselimuti hawa mencekam, tapi tidak menyeramkan, "


lalu di tengoklah dari arah kejauhan, ternyata,


"Pantas jika tubuhku bisa merasakan sebab aura ini milik Ayah, hah sudahlah aku tau arti dari tatapan itu, semua karena tamu tak diundang mala bawa komedi masuk secara bersamaan, lagian aku tak perlu khawatir, biar Stiya saja yang temani, "


ungkap Stizo kala itu,


setelah beberapa saat Zeman yang juga kini menempati tempat duduk disofa dekat jendela luar, mendengarkan perdebatan dari kejengkelan yang teramat begitu tidak diinginkan akan kedatangan nya,


"Memang kau sendiri tau bagaimana rupa ikan buntal? masuk ke laut saja tidak pernah,bisa mengatai ku seperti itu, dan kau kemari mencari apa sampai bawah karung? ooo mau culik ikan buntal to,maka nya dari tadi kau bicara ikan buntal, gi sana nyingkir jauh ke laut, masuk dan selami! ambillah jika kau bisa, mungkin sekarung cukup menjadi hiasan kolam kamar dalam tidur mu, Anggelika! "


sindirian itu membuat respon melotot dari Anggelika membuat rasa senang dihati Stiya bisa mempermainkan nya dikediaman Zeidan,


"Aku butuh Lem china agar mulut mu tertutup rapat, Stiya! "


ancaman langsung diarahkan kepada Stiya El Zeidan,


tapi justru lawannya semakin tersenyum dan kini malah mencoba mendekati nya,


"Gak perlu pergi keluar balik lagi cuma buang uang untuk beli lem China, aku tau walaupun seorang wanita kemanapun pergi pasti ada teman setianya yang selalu terdampar dibahumu itu, tas cantik Berbrended namun bisa ku pastikan tak ada perlengkapan yang bernama Lem China kan, aku punya saran? "


mendengar begitu pelik ucapan Stiya, Anggelika Reslium langsung berdecah,


"Sialan kau!aku yakin pasti tak ada wanita yang menarik bisa kau dapatkan,apalagi itu hanya sekedar menyentuh ikan buntal seperti dirimu, hem, "


sambil menatap dengan menantang,


Kesabaran Stiya sudah terlanjur lenyap, sehingga kini perdebatan senggit terjadi di ruang utama,


"Kau yang Sialan, cantik juga gak, bisa-bisanya ngumpat, jika kau tidak suka ikan buntal lalu kenapa kau sampai repot-repot memperhatikan bagaimana hubungan ku dengan wanita lain?padahal kau juga wanita yang sedari tadi meladeni ikan buntal yang mengesankan ini, dibandingkan dengan mu, serangga reinkarnasi yang hanya bisa mengganggu saja! "

__ADS_1


tepisan tangan pada bahu Stiya meluncur dari jemari Anggelika Reslium,


"Dasar pria kurang kerjaan, bisa gak sih kau jaga cara bicara mu! "


Stiya tidak trima mengomel ala tipe wanita zaman sekarang,


"Hellow, gue masih punya kaca dikamar, na lo, tu kaca buat penampakan diri lo ngilang dimana hah? sampai kau bilang tidak ada wanita yang berkenan dengan ku apalagi menyentuh ku, nyatanya kini termakan omongan lo sendiri, tu tadi tangan lo nempol bahu gue, iu kok ada wanita gila di abad tahun ini nyasar dimari, "


sambil kedua tangan bersedekap didada,


tak kalah tanding Anggelika juga pun melotot dengan bersedekap sama seperti Stiya,


"Lo cari masalah sama gue, gak nyangka ada cowok jenis bibir persis sama milik ibu-ibuk yang komplen yang sedang nagih hutang, iu amit-amit ternyata kau bisa mirip sama mereka, mungkin karena kaca lo kebesaran makanya jadinya kek gini hasilnya, idiuh, "


batin Stizo yang sedari tadi menyandarkan punggung nya disofa kebanggaan menjadi pendengar exclusive masa kini,


"Kali ini bahkan siaran TV telah dikalahkan dengan drama treater tanpa rekaman tapi selalu saja melangsungkan acaranya, bahkan telinga ku seolah tak bisa membendung percakapan mereka, "


karena kesal akhirnya Pak Kim selaku pengawal setia Zeidan juga ikutan kena imbasnya,


Teriak Stizo El Zeidan,


"Pak Kim matikan siaran langsung nya? "


Pak Kim yang tak mengerti dengan perintah Tuan nya sontak garuk-garuk kepala, bagaimana tidak, TV tidak menyala sedari tadi, lalu,


"Maaf Tuan Stizo, memang yang harus saya matikan itu yang mana? kan TV nya mati, tentunya kan tidak ada siaran yang sedang berlangsung,"


Sahut Zeman yang sedari tadi menonton namun baru kali ini ikutan menimpali percakapan yang terjadi,


"Siaran yang sedari tadi berdebat namun bising ditelinga, Pak Kim,"


"Tepat sekali, seandainya aku memiliki adik perempuan seperti nya,maka_"


"Tamatlah riwayat mu, "


"Tercekik tak bisa bernafas setiap saat, "


melihat terjadi percakapan serius keduanya hingga membuat kedua wajah dari Anggelika Reslium dan Stiya El Zeidan bergumam bersama,


tanya Anggelika sambil mencolek lengan Stiya,


"Woi ikan buntal,tu mereka sedang membicarakan apa sih? kok serius amet,apa kau tau? "


"Entahlah, aku juga tidak tau pasti, namun, sepertinya mereka membicarakan sesuatu semacam, astaga! "


sambil menekan kening nya,


melihat respon aneh Stiya membuat Anggelika Reslium khawatir,


"Kau kenapa apa kau baik-baik saja? apa kening mu sakit? "


sambil menyentuh lembut kening nya,


melihat kedua tatapan kini beradu membuat Stizo semakin geram,


"Pak Kim, Kenapa kau mengubah Channel nya menjadi romantis? aku tidak tertarik, pindahan ke siaran berita, kali ini, aku bosan melihat komedi, fantasi, bercampur romansa! "


balas Pak Kim dengan sarannya,


"Bagaimana jika Tuan menonton Channel dengan konflik adanya permasalahan mafia, bukannya itu menarik?"


sahut Stizo sambil menepuk jidatnya,

__ADS_1


"Itu bukan menarik, tapi_"


"Menegangkan, "


Tiba-tiba Stiya semakin bingung dengan ulah sang kakak sehingga bertanya,


"Kak, kasih tau bocorannya dong biar bisa bantu sedikit? "


balas Stizo kesal,


"Pak Kim kasih ember lalu berikan pada Stiya, katakan dimana atap kediaman ini yang bocor? "


dengan kedua mata terpejam lelah karena mereka


namun Pak Kim disini juga sangat kebingungan,


"Ember Tuan, Atap bocor, kok bisa sampai jauh kesana? "


sahut Zeman Zeridhan,


"Biar Tuan mu itu tak mengeluarkan lava dan takutnya kali ini akan meledak jika Pak Kim sampai tak melakukannya, "


jawab Pak Kim,


"Bukannya yang mengeluarkan lava adalah gunung Tuan, "


Balas Stizo,


"Apa kau tau nama gunung yang dimaksud Zeman Pak Kim? "


hanya menggelengkan kepala, tapi dibalas oleh Stiya yang tak kalah seru,


"Namanya gunung kembar, "


Anggelika pun terpanah aneh, sebab ia tak pernah mengetahui nama tersebut,


"Kau tau gunung kembar Stiya? "


jawab Stiya,


"Kau bahkan tau seluk-beluk nya,"


Anggelika dibuat kebingungan dengan tingkah Stiya El Zeidan,


"Kau itu membingungkan, bisa kan katakan dengan jelas, hemm, "


senyum teruntai jelas pada bibir Stizo dan Zeman,


tutur nya,


"Yang dimaksud dengan gunung kembar adalah Dua gundukan yang dimiliki wanita, "


sontak tatapan Anggelika tertuju pada dadanya,


"Yah, brengsek, kau mengerjai ku, "


"**BUK, "


"BUK, "


"BUK**, "


pukulan mendarat pada punggung Stiya El Zeidan dan itu berlangsung terus menerus, tidak tau kenapa melihat hantaman berkali-kali melesat pada Stiya, Stizo dan Zeman tersenyum bahkan terkekeh disana.

__ADS_1


"Woi hentikan kenapa sekarang jadi ikan buntal keren yang jadi sasarannya! "


"Gak usah banyak komen, gak ada ikan Buntal keren, yang ada lo buntal gila mainin kepolosan cewek, dasar Stiya Bunnnnntallllll, "


__ADS_2