
Dalam perjalanan yang memakan waktu beberapa menit kini mobil yang dikendarai oleh Stive El Zeidan telah masuk ke pekarangan kediaman besar Zeidan, kedua mata Elghora Dezira selalu melihat sekitar seolah ia mengagumi keindahan yang terpapar di keluasan menakjubkan pandangan,
namun ketika pintu mobil dibuka oleh Stive,Elghora tersenyum sembari mengatakan,
"Terima kasih Stive, kau sudah mau mengajak ku kemari, "
"Kau kemari juga karena rasa antusias untuk membunuh Stizo kan, hahah sayang kau itu mengemas kan, "
"Kalian satu saudara memang cocok, "
"Maksudnya, "
"Barusan ditelfon dia juga mengatakan hal yang sama seperti barusan kau katakan, dan emang saudara itu terkadang ada kesamaan yang luar biasa, "
"Aku akan buat Stizo berurusan dengan ku setelah ini, "
*********
Setelah pintu kediaman besar Zeidan terbuka langkah kaki keduanya disambut hangat oleh pak Kim dengan binar mengejutkan, wajah nona yang saat ini bersebelahan dengan tuannya adalah spesies langkah yang bisa membuat hati seorang pria bertekuk lutut kepadanya,
Ucap pak Kim,
"Selamat datang tuan, dan Nona, "
balas lembut Elghora Dezira,
"Terima kasih atas sambutan hangat dari paman,"
melihat kesopanan nona kali ini mungkin dirinya bisa mengetahui dengan sangat jelas kenapa Nyonya keluarga besar Zeidan sampai muak dengan Istri Tuan Stive, sedangkan seseorang yang digandeng dalam rangkulan bahunya adalah sesosok wanita yang sangat menarik perhatian, pantas jika dia menjadi wanita yang dianggap menantu oleh keluarga besar ini,
Pak Kim langsung menunjukkan kearah meja makan, namun tiba-tiba saja ketika kursi kosong tepat disebelah duduk Stive dibuka olehnya seorang wanita yang berpikir istri nya seolah tersenyum bahagia kalau dia merasakan kehangatan sikap lembut itu ditunjukkan kepada nya, tapi ketika dirinya hendak mencoba untuk berdiri seorang wanita dari belakang Biyanka Barnia berjalan menuju ke arah Stive El Zeidan dan dia adalah wanita yang begitu dibenci oleh dirinya,
ia pun langsung duduk dikursi yang sedari tadi disiapkan olehnya,
Batin Biyanka Barnia yang tak Terima,
"Kenapa harus dia? padahal seharusnya semua itu menjadi perhatian yang ditujukan kepada ku bukan orang luar, dasar wanita gila, "
bahkan orang gila tak berpikir kalau dirinya lebih gila dari orang lain,
sambut sang ibu kepada Elghora Dezira,
"Bagaimana kabar mu El? "
"Kabar El baik bu, lalu bagaimana dengan kabar ibu? "
__ADS_1
"Ibu sehat El, makanlah dan semoga kau senang berada disini! "
"Iya bu, tentu dan Terima kasih, "
Batin Biyanka Barnia yang menahan emosi,
"Seharusnya semua ucapan hangat itu menjadi sambutan ku, kenapa kalian mala tujukan pada Elghora yang bukan siapa-siapa, sedangkan aku adalah menantu dirumah ini, lihatlah biar nanti aku akan tunjukkan siapa yang seharusnya tau diri! "
sembari mengepalkan tangannya,
Setelah selesai makan bersama Elghora Dezira diajak Stiya El Zeidan untuk berjalan jalan ditaman, sebenarnya ini pertama kalinya Elghora berbaur dengan mereka namun kehangatan yang diberikan kepadanya membuat ia tersenyum bahagia dan, tidak diduga seseorang dari belakang dirinya telah mengguyur tubuh molek Elghora dengan air dengan kesengajaan,
melihat siapa di balik itu ternyata membuat kejengahan kepada pria berdarah Zeidan tersebut,
Tegas Stiya El Zeidan,
"Kau sudah hilang akal hah, gadis gila, sepertinya semakin hari kondisi mu lebih parah dari biasanya, dan kau harus melakukan pemeriksaan besok supaya kau berhenti berbuat ulah! "
Sedangkan tanpa disadari dari lantai atas kejadian tadi sempat disaksikan dengan kedua mata kepala pendiri kediaman besar Zeidan, yaitu ayah Stive yang bernama Zherico El Zeidan nama yang begitu ditakuti dikeluarga besar ini, namun beda hal nya dengan putra tertuanya yang sama sekali tak memiliki rasa takut kepada nya, karena hanya dia satu-satunya dari ketiga putra nya yang lebih mirip dengan segi sikap atau segalanya adalah Stive El Zeidan,
Melihat keadaan dibawah yang sangat mengecewakan dirinya terhadap Biyanka Barnia, seolah hati Zherico ingin membuat pelajaran pada gadis itu, tak menunggu waktu ketika tatapan tajam mengintai pergerakan Stive putra tertua nya beberapa orang di bawah perintah Zherico menyuruh nya agar tak mengusik mereka, sebab dirinya ingin tau dimana gadis gila itu berulah,
Melihat pesan singkat dari sang ayah Stive sempat menahan emosi meredakannya adalah hal tersulit tapi demi apapun itu jika sang ayah sudah bergerak, maka nasib Biyanka Barnia berada dalam bahaya,
Perdebatkan pun semakin serius,
"Ini hanya sekedar peringatan kepada mu yang mencoba mengambil suami ku, Elghora Dezira! "
Stiya yang mencoba berdebat pun dicegah oleh tangan Elghora Dezira,
Ucapnya lembut,
"Percayalah, aku bisa mengatasi hal ini, Stiya El Zeidan, "
Elghora mengetahui nama adik nya yang satu ini sebab sebelum nya mereka saling berkenalan satu sama lain dan akhirnya bisa berujung pada percakapan yang diganggu oleh Biyanka Barnia,
peringatan keduanya,
"Jika kau masih membangkang maka aku akan melakukan lebih dari ini, Gadis rendahan! "
kesal Elghora Dezira,
"Jadi sekarang kau sudah menyingkirkan kata sahabat setelah kau merenggut milikku, bukankah seharusnya aku yang lebih pantas mengatakan kepada mu atau mengingatkan kepada gadis seperti mu siapa yang sebenarnya pantas dikatakan rendahan, Biyanka Barnia, dan kau lupa kau lah pembangkang keputusan orang tua dari perjodohan kalian, lalu setelah itu siapa yang kau sebut mengambil milik siapa? bukankah kau lah yang mengambil kekasih ku Biyanka Barnia gadis rendahan, kau tak pernah berkaca sampai aku mantan sahabat mu ini harus mengingatkan mu begitu,hah dasar menyebalkan! "
ternyata Stiya begitu tercengang dengan kelihaian sang kakak ipar ketika merespon nenek sihir itu, dia bahkan memberikan suport kepada nya agar selalu memberikan kesadaran agar wanita gila itu lebih cepat beres nya dari pada sadar nya,
__ADS_1
dengan mengibaskan pakaiannya yang basah dia benar-benar menarik nafas beratnya,
"Inilah yang paling tidak kusukai saat bertemu dengan mu, masalah dan bertambah menumpuk karena kebodohan mu Biyanka Barnia, seharusnya kau perbaiki sikap mu bukan malah membuat keluarga ini menjauhi mu, haruskah aku mengatakan kalau kau pandai berakting saat ini, hah hentikan lah ingat saja dengan kondisi janin mu itu, "
tak diduga tamparan melesat pada pipih merona Elghora Dezira hingga menampakkan bekas kemerahan pada wajah gadis itu sehingga tak dipungkiri darah pun mengalir diujung Bibir milik nya,
ucap nya,
"Kau pikir siapa dirimu berani mengatakan seperti itu kepada ku hah, kau lah benalu dalam hubungan ku dengan Stive, dia suami ku dan aku adalah istrinya dan kau tidak memiliki hak apapun mengenai dirinya, ingat itu, "
lalu pergi meninggalkan nya disana bersama Stiya El Zeidan,
melihat kondisi kakak ipar Stiya begitu emosional dan geram ingin memukul wajah gadis gila tersebut,
Lirihnya,
"Kak, sebaiknya kita masuk dan obati luka kakak yang berdarah di bibir itu, pasti akan terasa perih kak? "
"Tidak apa-apa Stiya, ini hanya luka kecil, nanti juga sembuh kok, kamu tenang saja yah! "
"Kita masuk yuk kak, "
"Emm, "
Namun ketika pintu kediaman utama terbuka Elghora Dezira tercengang ketika sebuah tamparan melesat ke wajah Biyanka Barnia dan yang melakukan hal itu adalah kepala keluarga Zeidan, Zherico El Zeidan,
Gerang nya,
"Ini balasan apa yang seharusnya pantas kau dapatkan Biyanka Barnia, aku baru tau jika keluarga Besar Barnia tak memiliki rasa hormat terhadap tamu, maka kau juga harus mendapatkan perlakuan yang sama dengan apa yang kau ajarkan untuk orang tua seperti ku, disini ingatlah posisi mu yang sudah tak dianggap itu, seharusnya kau menerima dengan benar saran dari mantan sahabat mu itu, dia berbaik hati membagi milik nya padamu tapi balasannya, kau hanya membuat dia Elghora Dezira teramat menyesal karena kebodohan mu,"
disini Biyanka Barnia hanya menunduk malu atas ucapan dari Zherico El Zeidan dulunya dia adalah orang yang begitu lembut dengan dirinya bahkan sekarang kasih sayang nya benar-benar sudah sirna dalam dirinya, Elghora Dezira yang melihat keadaan ini tak sanggup berbuat apapun karena ini juga akibat dari perbuatan nya,
lalu tak diduga keputusan Zherico membuat hati Elghora Dezira berdetak sangat kencang,
"Mulai hari ini Elghora Dezira akan tinggal bersama kita dikeluarga Zeidan, dan ia akan berada dalam satu kamar dengan Stive El Zeidan dan ini sudah keputusan mutlak dari ku maka tak ada satupun yang bisa mengubahnya, kalian mengerti! "
pergi meninggalkan kediaman besar miliknya, mendengar perkataan dari sang Ayah Stive membuat Elghora Dezira tak sanggup berkata-kata hanya bisa,
"Hah... Stive pasti tak akan membiarkan ku istirahat kali ini, "
Stiya yang sedari tadi diam kini menyemangati Kakak ipar nya,
"Kak semangat pasti nanti malam akan sangat menyenangkan buat kakak ipar! "
batinnya,
__ADS_1
"Tamat riwayat ku seranjang dengan Stive, "