Elghora Hubungan Terdalam

Elghora Hubungan Terdalam
Percakapan


__ADS_3

Dorongan keras dari kedua tangan Elghora Dezira membuat ia tersadar akan tindakan nya yang tidak sengaja membawanya pada hal yang sebaliknya,tatapan sayu bahkan sendu terlihat dikedua manik coklat milik Morvez Morvize,


Ungkapnya,


"Yang kau lakukan padaku kali ini, bukannya menolong, tapi justru kau memicu masalah besar apa kau tau itu? "


Tanpa merespon Morvez Morvize kembali menyetir mobil dengan melakukan kecepatan penuh hingga ujungnya membuat Elghora Dezira berceloteh ketakutan disana,


"Woi, lo pengen bunuh gue yah? ini kecepatan diatas rata-rata,apa kau emang niat untuk melakukan hal itu padaku? "


jawabnya kesal,


"Tu otak bisa mikir begitu kau dapat dari mana? jika aku gak khawatir sama kau, mana mungkin aku sampai harus melangkah terlalu jauh dari hal yang tak seharusnya aku lakukan bukan, semua ini ku perbuat demi kebaikan mu El, "


Tukasnya,


"Termasuk ciuman tadi, "


sambil memayunkan bibir nya,


katanya,


"Gak tau kenapa liat bibir mayun itu benar-benar bikin aku pengen nambah lagi? gemesin banget tau gak, Elghora, "


gerutunya,


"Lo tu sejak dari tadi frustasi atau apa? main omongan gak jelas,"


timpahnya,


"Memang siapa yang mulai? "


jawabnya,


"Kaulah, "


percakapan panjang pun dimulai,


'Lagi gak El? '


'Enggak,lo kenapa sih?'


'Gak ada apa-apa manis, '


'Widih, widih, napa jadi sok manis begini aduh, '


'Jangan ambil pusing, santai aja yah! '


'Santai pala lo, ni kalau ketahuan adek lo hidup gue ancur karena lo, ngerti gak lo? '


'Paham, jadi biar aku yang urus, serahkan saja padaku, emm, '


semenjak panjangnya percakapan itu membuat keduanya semakin akrab, bahkan kali ini keduanya sudah berada jauh dari tempat pantauan sang adik,namun tiba-tiba pikiran Morvez Morvize mendapatkan lampu penerangan otomatis,


penyampaian yang mengherankan,


"Selama kau bersama ku, maka sudah ku pastikan dia tak akan bisa menemukan mu, Elghora Dezira!"


Entah kenapa perasaan Elghora berkecambuk takut melebihi rasa yang aneh ketika bersama dengan Vizhen Devizher,


Batinnya,


"Apakah dia lebih buruk dari orang gila itu?gak tau juga, semua kenapa harus aku juga yang ngalamin sih? "


bagi Elghora Dezira tak ada yang nampak adil bagi kehidupan nya, masalah yang terjadi secara beruntun, juga selalu menyertai nya, kini ia bahkan tak tau apa yang terjadi dalam kehidupan nya, adik dan kakak memperumit ketenangan Elghora, hingga ia melamun membayangkan bagaimana senyuman Stive El Zeidan yang teramat ia rindukan,


Cinta memang tidak adil, baru juga memiliki kini sirna bagai ditelan bumi, semua keluarga besar dari ketiga kubu berusaha mencari posisi Elghora Dezira, namun nihil, tak ada satu pun yang mampu melacak anak gadis nya yang begitu berharga bagi semua orang di ketiga kediaman tersebut,


Zeman Zeridhan juga ikutan berperan penting, tapi tak kunjung juga mendapatkan hasil walaupun hanya setitik informasi, sekali lagi kegagalan benar-benar menghantui mereka semua, rasa kehilangan Elghora Dezira begitu dalam di setiap keseharian nya,


Nampak disebuah rumah megah mobil itu berhenti, Elghora Dezira yang keluar dari sana hanya terpaku akan nuansa aneh dari segi bentuk interior bahkan eksterior nya, beda dari rumah-rumah biasa yang ia jumpai, memasuki tempat itu mata Elghora Dezira tercengang,


bingkai foto besar terlihat di pandangan mata nya, ia terhenti saat dirinya melihat secara jeli jika ada Vizhen Devizher dan Morvez Morvize disana,

__ADS_1


Gumamnya,


"Ini foto keluarga besar, jadi kenapa mereka semua tak nampak disini? "


jawab Morvez,


"Keluarga kami terpisah, aku hidup dengan ibu ku, sedangkan Vizhen dijual oleh Ayah kepada Mommy mu, Elghora, "


Elghora terdiam sambil melongo heran,


"Apa yang barusan tadi kau katakan, dijual, kok bisa? "


jelasnya,


"Panjang El cerita nya, itulah sebabnya kami bahkan kadang berbeda jauh, "


sambungnya,


"Pantes kalau begitu, faktor adaptasi dengan orang pengasuh berbeda pula, jadi sekarang tidak heran lagi, "


sambil tersenyum Morvez mencoba menjelaskan,


"Seandainya bukan karena Mommy mu, maka adik ku pasti akan tinggal sebuah nama, dia juga bahkan memberikan segalanya juga kepercayaan penuh atas apa yang dimiliki nya, tanpa sepengetahuan siapapun, sedangkan Ayah sendiri sekarang hidup dengan berlimang harta dari penjualan anak keduanya tersebut, aku juga baru mengetahui hal ini dari Ibu, alasan ini pula aku sampai jauh-jauh datang kemari, "


tanya nya,


"Lalu sekarang apa rencana mu? "


Ungkap nya,


"Menikahi mu, "


Bogeman perut mendarat tepat pada sasarannya,


keluhnya,


"Astaga, sakit El perut ku, "


"Rasain, ditanya apa jawab nya ngasal mulu, "


ungkap nya yang mengherankan,


"Itu emang rencana ku Elghora Dezira, agar dia bisa jera dapetin lo, jika kau bisa berada diposisi menjadi istri ku maka, aku dengan mudah membawa mu ke kediaman Ibu dan bebas dari Vizhen, setelah itu kita selesai kan pernikahan yang tengah terjadi diantara kita, dengan begitu kau bisa bebas kan, apa ucapan ku masih kurang jelas, emm? "


sambil mencubit hidung mancung Elghora,


pikir nya,


"Bagus sih, ini pindah nikah kek berasa memutar waktu saja, seperti ketika dimana aku berada di posisi menjadi istri Lezif dan kembali kepada Stive, apa ini juga bisa berakhir seperti itu? benarkah? kenapa aku jadi meragukannya ya? "


Dibelai lah pucuk kepala Elghora dengan sangat lembut,


"Jangan berpikir berlebihan untuk saat ini, karena itu bisa membuat mu kena serangan jantung kau tau? "


"Plak, "


menepis kepala Morvez,


"Lo gila, otak gue yang berpikir, kenapa jantung gue yang kau anggep kena serangan? emang kapan sih kau bisa sedikit normal? "


Senyumnya,


"Bukannya ngebosenin yah kalau berhubungan dengan orang yang emang bener-bener normal? "


jelasnya yang membikin hati Elghora jengah,


"karena lo normalnya diatas rata-rata, maka nya bisa bilang kek gitu, atau bisa diartikan juga kau sangat suka melenceng begitu? "


"Plak, "


giliran Morvez sekarang yang menepis kepala Elghora,


"Kalau gini cerita nya bukan nya sama seperti kucing dan tikus, "

__ADS_1


cercahnya pada Morvez Morvize,


"Lo tikus gue kucing nya, "


nyolot tidak Terima,


"Enak aja, aku kucingnya dan kau itu pantes jadi tikus nya, "


keluhnya menatap tajam Morvez,


"Kok sewot, kita main peran la, lo kan yang bilang kalau kita sama seperti hewan, ya it's okay, gue juga harus yang nentuin siapa dari segi kecocokan nya, lo main atur judulnya, maka gue yang pilih peran nya, lo trima dong, salah sendiri siapa suruh pilih judul kucing dan tikus? "


heran Morvez,


"Ini sebenarnya persolaan apa sih sampai berujung ke kucing dan tikus? "


sindir Elghora,


"Menurut lo? "


akhirnya percakapan tanpa jeda terjadi kembali,


'Kok main nyolot El? '


'siapa yang nyolot? bukannya lo? '


'kau El, '


'Kau lah, sekarang yang duluan ngomong Nyolot siapa? '


'Aku, '


'Pinter, terus yang pertama kali bilang kucing dan tikus siapa coba? '


'Aku, '


'Pinter, Terus yang ngajak nikah siapa? '


'Aku, '


'Pinter, terus yang ngajak kabur siapa? '


'Aku, '


'Sadar juga rupanya, jadi semuanya adalah kau yang melakukannya, dan gue cuma nurutin omongan lo, bener kan? emang yah kan Kak Morvez Morvize pinter nya kebangetan, heheh, '


'Cari gara-gara ni! '


'Enggak, '


'Lalu sekarang ini? '


'gak da papa, cuma ngejelasin doang, kan pinternya nerobos jalur masuk ke otakku, lo pinter, gue juga harus pinter iya gak? seimbang gitu'


'Kau memang pandai memutar otak, '


'What, caranya? '


'pikir sendiri, '


'Dasar gila, '


'masih kedengeran lo, '


'Emang niatnya, '


'Kalau entar jadi nikah aku akan makan lo hidup-hidup, Elghora Dezira, '


'Siapa yang takut, gue juga bisa makan lo mentah-mentah, cewek dilawan, kalah lo, gak ada cewek, ranjang nganggur tu, heheheh, '


'Dasar, '


'Kalah juga kan lo ma cewek, makanya jangan main asal lawan cewek gitu lo, '

__ADS_1


__ADS_2