
Setelah beberapa hari dirumah sakit akhirnya Elghora Dezira diperbolehkan untuk kembali pulang, sebab kondisinya sudah membaik seperti sedia kala, namun dalam perjalanan pulang Erghone Dezirev merasakan hal aneh pada raut wajah sang adik ketika semobil dengan nya,kemudian sang kakak berniat
membicarakan sesuatu kepada Elghora Dezira tentang lamunannya barusan,
"Kau baik-baik saja El, wajah mu mengisyaratkan hal lain yang membingungkan dirimu saat ini, walaupun aku tau apa itu, tapi bagaimana menurut mu mengenai kedua pria yang akan mungkin sangat mengganggu mu? "
Balasnya,
"Aku tidak khawatir karena keduanya adalah teman sejak kecil, tapi, hahh yang membuat ku berpikir sampai sejauh ini adalah ketika mereka berdua sampai dikediaman Daddy, sebab dengan sikap Stive tak mungkin akan pergi sebelum melihat ku berada masuk kedalam rumah, sifat nya itu mungkin kali ini akan sangat membingungkan Daddy, "
senyum terkekeh Erghone,
"Bukan hanya Daddy mu, tapi seluruh keluarga besar Dezira pasti dibuat kaget bahwa sang cucu memiliki dua bayangan pria yang akan mengacaukan pikiran mereka, kadang aku berpikir sedari tadi, bagaimana reaksi nenek mu itu? "
jawabnya,
"Dia nenek mu juga kak, ya, apa kakak bilang? keluarga besar Dezira, bagaimana bisa mereka? jangan katakan kalau mereka ada di kediaman Dezir? "
Ungkap Erghone,
"Emang benar, lalu selanjutnya biarkan mereka yang mengambil keputusan, apakah pertunangan kalian akan berlanjut atau dari segi sifat mereka kau akan dibiarkan dengan hubungan gila runyam ini, itu menurutku, "
menatap kosong keluar jendela mobil sambil bergumam,
"Entahlah kak, aku hanya ingin bersama Stive El Zeidan kak,cuma bersamanya adalah satu harapan terbesar ku saat ini, "
sedangkan kedua mobil mereka kini sudah memasuki kediaman Dezir sebab keduanya ingin memastikan keadaan kekasih hati sekaligus tunangannya pulang dengan selamat, lalu ketika mobil Erghone Dezirev datang, barulah mereka semua masuk secara bersamaan dan hal itu mengejutkan Tetua dua pihak keluarga bahwa ada satu pria yang membuat nenek Elghora tersenyum sambil menghampiri nya,
Ucapnya,
"Lama tak bertemu dengan mu kau sudah tumbuh sebesar ini, tapi apa yang membawa mu sampai ke keluarga ini, hemm? "
Semua orang terkejut sebab orang yang diajak bicara bukanlah Lezif Zoead putra tunggal milyader melainkan dia adalah Stive El Zeidan sontak semua mata terbelalak tentang pertanyaan hingga kedekatan itu seperti seolah sudah lama saling kenal, apa hubungannya, semua tanda tanya terselip dibenak mereka, Elghora juga bengong dengan apa yang terjadi saat ini,jangan dikata lagi Eldezam bahkan kacau dibuatnya jika sampai dia orang terdekat sang nenek maka kalau sampai tau hubungan keduanya, ibarat keputusan dirinya membuat putrinya bertunangan seolah menjadi penghalang bagi pasangan itu,
gumamnya pelan,
"Hahh Runyam sudah segalanya, apa yang akan terjadi padaku kali ini? "
geleng-geleng kepala,
akhirnya Stive yang saat itu ditanya langsung menjawabnya,
"Nenek, Stive disini cuma mau liat kondisi kekasih ku saja, setelah itu barulah bisa lega dengan keselamatan nya, hanya itu nek, lalu nenek bagaimana bisa ada disini? "
__ADS_1
kaget Elghora,
"Kau bilang apa barusan? nenek, kalian saling kenal yah? "
Ucap sang nenek,
"Stive El Zeidan adalah penolong nenek sejak dulu El, dia adalah orang spesial dikeluarga Dezira, bahkan dulu disaat mendiang Mommy nya masih hidup ingin sekali menjalin hubungan diantara anak-anaknya, hingga disaat kalian masih berada dalam kandungan keduanya berinisiatif untuk menjodohkan kalian saat besar, dan ternyata hal itu seperti nya sudah terwujud nenek jadi bahagia El, lalu siapa tunangan mu yang nenek denger itu? apa kau? "
sahut Lezif Zoead,
"salam kenal nek, saya Lezif Zoead putra dari Lerif Zoead dan sekaligus tunangan resmi Elghora nek, "
nenek dari Tetua Dezira hanya menganggukkan Kepala nya, Elghora yang melihat pun keheranan dan langsung bertanya kepada sang kakak tepat berada disebelahnya,
"Kak, semua kok serba runyam, jika dilihat dari ucapan nenek, hubungan ku dengan Stive sepertinya mendapatkan jalan lampu hijau deh, lalu sahabat mu gimana kak? "
kesalnya,
"Karungin aja buang ke tong sampah, lagian sejak awal juga udah ku kasih tau cuma dia sendiri ngeyel pengen deket sama kamu, ya terserah apapun keputusan kali ini biar dia tau aja, hahh nyerah kalau ada dalam posisi nya, gak nyaman banget tau gak El, habis cinta gila lo sama Stive sangat tragis untuk sejauh ini, "
lalu tiba-tiba saja sang nenek memutuskan sesuatu yang sangat mengejutkan,
"Ya sudah kalau begitu,sekarang siapa yang akan mundur disini?atau aku harus bertindak tegas, sebab sepertinya aku cukup tau pertunangan yang tak diinginkan ini akan berakhir dihadapan mu, Eldezam Deziren, "
"jangan memutuskan apapun tanpa berunding! "
balas emosi Nenek,
"Bukannya kau yang mengajari ku seperti itu, maka kau yang memulai aku sendiri yang akan mengakhiri, tepat hari ini,
(dengan melepaskan cincin di jari Elghora sekaligus Lezif,)
mereka sudah secara resmi tidak ada hubungan dalam ikatan apapun, dan ini tak ada satu pun yang mampu mengubahnya, jika ada maka dia akan berhadapan dengan ku, mengerti! "
peringatan itu ibarat pistol yang siap mengeluarkan pelatuknya begitu saja, hingga Lezif pun tak mampu berkata-kata, sebenarnya ia tidak Terima dengan hal ini, namun karena keputusan nya sudah mutlak maka dia harus mau menerimanya,
batinnya,
"Hemm, akhir dari hubungan yang tak pernah kurelakan, Elghora Dezira, "
lalu sang nenek memperkenankan Stive El Zeidan untuk duduk disofa bersama Elghora Dezira, disaksikan oleh semua keluarga hari ini juga sang nenek mengambil sebuah keputusan terbesarnya,
"Mulai hari ini kalian resmi bertunangan atas izin ku, maka cincin baru yang sudah dipersiapkan lama untuk menantu keluarga besar Dezira, kini telah ber pemilik dan dia adalah Stive El Zeidan,"
__ADS_1
Elghora Dezira tersenyum bahagia mendengar keputusan sang nenek seperti mendapatkan sebuah jackpot dalam sekejap mata, menakjubkan, nyaris Erghone pingsan ditempat, menguatkan hati sang sahabat,
" Inilah hal yang paling sulit untuk diterima dalam memperjuangkan, disaat usaha tinggi sudah disiapkan, keputusan bijak keluarga adalah yang paling dominan, bukankah lebih baik menjadi seperti ku Lezif, "
balas nya bawel,
"Kau ingin membalas ku Stive, bukannya sekarang kita sama, ya setidaknya mendingan aku yang sudah pernah bertunangan, la kau, kekasih saja tak ada bagaimana bisa sampai bertunangan? "
"PloK, "
Pukulan tepat melayang pada bahu Lezif,
"bagaimana kalau kita mencari secara bersamaan saja? "
runding Lezif,
"Oh jadi kau berminat untuk melakukannya bersamaan begitu baiklah, tidak masalah, lalu dimana kau akan mencari? "
bingung Erghone,
"Bukannya hal itu kau adalah ahlinya Lezif Zoead, "
mendengar mereka berdua kompak mengobrol mencari pasangan baru membuat sang nenek depresi sesaat,
"haruskah aku carikan buat kalian dengan perjodohan! mau tipe seperti apa? katakan saja, aku ahlinya bagaimana? "
Erghone dan Lezif bengong tak percaya,
ujar nya kompak,
"Kami hanya bercanda nek, "
akhirnya semua orang disana tersenyum melihat reaksi keduanya yang kompak sedari tadi asyik bisnis wanita sendiri saat sang nenek sedang meresmikan keduanya, tapi entah kenapa selekas itu Lezif Zoead langsung keluar dari ruangan begitu saja, wajar jika dia kecewa, namun sebenarnya hal itu ia tutupi karena untuk menghargai dan menghormati keluarga Elghora Dezira,
Erghone Dezirev sampai khawatir,
"Ku harap setelah ini dia tak bertindak gila seperti Biyanka Barnia, hahh... kenapa aku jadi mencemaskan nya? "
Batin Lezif Zoead saat dirinya memasuki mobil untuk kembali ke kediaman menyusul sang Ayah,
"Aku akan mengambil mu kembali dari nya, Elghora, tak akan ku biarkan hanya dia yang merasakan dirimu, kau juga milikku mulai detik ini! "
akhir kesadaran yang punah tiba-tiba, sikap Lezif pun berubah memberontak tak seperti biasanya, dia tak rela orang yang dicintainya diambil teman masa kecilnya itu.
__ADS_1
"Apapun dan bagaimana pun caranya? akan ku jebak agar dia kembali menjadi tunangan ku,Berhati-hatilah, Stive El Zeidan! "